Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Sebelum melakukan pencatatan atas Pembayaran Pembelian yang dilunasi menggunakan kartu kredit, maka terlebih dahulu membuat akun penampung atas hutang kartu kredit tersebut.

Untuk membuat akun baru dilakukan melalui menu Buku Besar | Akun Perkiraan, pilih Tipe Akun-nya dengan Kewajiban Jangka Pendek kemudian isikan nama akun dengan Hutang Kartu Kredit (atau penamaan akun lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan/kebijakan perusahaan) lalu Simpan.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Membuat Akun Penampung Hutang Kartu Kredit

Selanjutnya tambahkan akun tersebut melalui menu Pengaturan | Preferensi | Akun Perkiraan yaitu pada bagian Penerimaan/Pembayaran di kolom Akun Diskon lalu Simpan pengaturannya.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

MEnambahkan Akun Penampung ke Akun Perkiraan Diskon Pembayaran

Dan untuk melakukan pencatatan Pembayaran Pembelian dengan Kartu Kredit, misal terdapat transaksi Faktur Pembelian dengan rincian dan jurnal seperti terlampir digambar.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Contoh Transaksi Faktur Pembelian yang akan dibayarkan dengan kartu kredit

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Jurnal Faktur Pembelian

Maka pencatatan Pembayaran Pembelian dengan Kartu Kredit bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut ini :

1. Masuk ke menu Pembelian |  Pembayaran Pembelian, lengkapi formulir Pembayaran Pembelian seperti biasa, seperti memilih nama Pemasok, akun Bank yang digunakan, dsbnya.

2. Pilih nomor Faktur Pembelian yang akan dibayarkan kemudian ke tab Informasi Diskon, isikan Akun Diskon dengan akun penampung yaitu Hutang Kartu Kredit dan isikan kolom Diskon dengan nilai yang akan dibayarkan, klik Lanjut.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Memasukkan Nilai Hutang Kartu Kredit pada Informasi Diskon Pembayaran

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Pembayaran Pembelian dengan Kartu Kredit

3. Simpan transaksi dan jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Jurnal Pembayaran Pembelian dengan Kartu Kredit

Note :

  • Untuk melakukan pembayaran tagihan atas penggunaan kartu kredit tersebut, dilakukan melalui menu Kas & Bank | Pembayaran, pilih akun Bank yang akan digunakan untuk melakukan pembayaran, kemudian pilih akun Hutang Kartu Kredit tersebut dan akun beban bunga (jika dikenakan bunga) beserta nilai-nya
Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Pembayaran Hutang Kartu Kredit beserta bunganya

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Jurnal Pembayaran Hutang Kartu Kredit

Akun penampung hutang kartu kredit akan nol (habis) jika hutang kartu kredit sudah dilunasi keseluruhannya. Anda bisa melakukan pengecekan melalui Laporan Rincian Buku besar atas akun penampung tersebut.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Laporan Buku Besar Akun Penampung Hutang Kartu Kredit

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak pada Accurate Online

Accurate online menyediakan metode pembayaran menggunakan cek/giro, dimana pengakuan pelunasan piutang (jurnal yang terbentuk) adalah sesuai dengan tanggal cek-nya.

Lalu bagaimana jika cek/giro yang diterima untuk pelunasan tersebut ditolak/kosong (void) ? Berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara untuk melakukan pembatalan transaksi penerimaan pelanggan dikarenakan cek/giro yang digunakan ditolak (void).

Ilustrasi : Penerimaan Pelanggan pada tanggal 15 September 2019 dengan menggunakan Cek/Giro dengan tanggal cek-nya adalah 17 September 2019 tidak bisa dicairkan. Sehingga transaksi penerimaan tersebut perlu dibatalkan. Dan oleh pelanggan digantikan dengan cek/giro baru dengan nomor cek Giro-456 dengan tanggal cek 22 September 2019.

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Ilustrasi Penerimaan Penjualan dari Pelanggan yang dibatalkan

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Jurnal Transaksi Penerimaan Pelanggan setelah dibatalkan

Atas ilustrasi diatas, maka berikut ini langkah-langkah untuk melakukan penginputannya :

1. Lakukan pembatalan transaksi Penerimaan Pelanggan dengan cara melakukan Void atas transaksi tersebut, yaitu dengan masuk ke menu Penjualan | Penerimaan Pelanggan, pilih transaksi yang dimaksud, kemudian ke tab Info Lainnya dan centang informasi ‘Void’ kemudian simpan.

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Melakukan pembatalan atas transaksi penerimaan penjualan

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Jurnal Penerimaan Penjualan seteah dibatalkan

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Informasi Pembatalan Transaksi Penerimaan Penjualan pada akun Kas/Bank di Histori Bank

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Informasi Pembatalan Transaksi Piutang pada Laporan Rincian Buku Besar Pembantu Piutang

Note : setelah transaksi Penerimaan Pelanggan dibatalkan (di-void), maka Accurate akan melakukan jurnal pembalik atas transaksi penerimaan pelanggan tersebut seperti terlampir di gambar. Dan pada Histori Bank atas akun Kas/Bank yang digunakan pada transaksi Penerimaan Pelanggan yang dibatalkan tersebut akan ditampilkan histori transaksi minus dengan keterangan ‘cek kosong’. Sedangkan untuk akun piutang atas pelanggan, informasi pembatalan transaksi penerimaan ditampilkan pada Laporan Rincian Buku Besar Pembantu Piutang (lihat gambar diatas). 

2. Selanjutnya saat menerima cek/giro baru dari pelanggan untuk menggantikan cek/giro yang tidak bisa dicairkan adalah membuat transaksi Penerimaan Pelanggan yang baru untuk faktur yang bersangkutan.  Karena setelah dilakukan void atas transaksi penerimaan pelanggan, faktur yang bersangkutan berubah status menjadi ‘belum dilunasi’.

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Transaksi Penerimaan Penjualan dengan Cek/Giro baru

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Jurnal Transaksi Penerimaan Penjualan yang baru

Untuk video tutorialnya bisa ditonton dibawah ini ya…………..

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan pada Accurate Online

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan (Pelanggan) Pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

Berikut ini akan dijelaskan mengenai cara menampilkan Atribut Tambahan (Pelanggan) yang digunakan sebagai Alamat Pelanggan pada Desain Cetakan Faktur Penjualan. Atribut Tambahan (Pelanggan) yang dimaksud adalah seperti yang dijelaskan disini

Ilustrasi : menggunakan Atribut Tambahan dengan Tipe Karakter. Jumlah Karakter yang digunakan sebanyak 3 Karakter dengan rincian sebagai berikut :Karakter 1 diisikan untuk Jalan, Karakter 2 diisikan untuk Kota dan Karakter 3 diisikan untuk Negara. Dengan detail atribut tambahan yang akan ditampilkan sesuai dengan gambar pada detail data pelanggan ‘PT Biru’ di tab Lain-lain.

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Atribut Tambahan Pelanggan

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Atribut Tambahan yang digunakan di Data Pelanggan

Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menampilkan informasi Atribut Tambahan tersebut sebagai data Alamat Pelanggan di Desain Cetakan Faktur Penjualan :

1. Masuk ke desainer dari Desain Cetakan Faktur Penjualan yang akan ditambahkan Atribut Tambahan tersebut yaitu melalui menu Pengaturan | Desain Cetakan

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Buka Desainer Faktur Penjualan

2. Pada tabel variable Alamat Pelanggan klik 2x dan ubah variable-nya menjadi :
$F{salesInvoice.toAddress}== ” ? $F{salesInvoice.customer.charField1}+”, “+$F{salesInvoice.customer.charField2}+”, “+$F{salesInvoice.customer.charField3} : $F{salesInvoice.toAddress}
kemudian simpan desain cetakannya.

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Tabel Variabel Alamat Pelanggan

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Variabel Alamat Pelanggan dengan Atribut Tambahan

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Variabel Alamat Pelanggan dengan Atribut Tambahan

 

3. Dan hasil cetakan dari Faktur Penjualan-nya akan seperti berikut ini

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Hasil Cetak Faktur Penjualan

 

4. Atau jika langsung mengisikan Alamat Pelangan pada formulir Faktur Penjualan di Tab info lainnya, pada hasil cetakan akan mengikuti alamat yang anda isikan tersebut. Seperti contoh pada transaksi Faktur Penjualan PT Biru, kemudian diubah alamatnya menjadi Melati Indah, Bandung Jawa Barat. Maka tampilannya adalah sebagai berikut.

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Mengubah Alamat pada Tab Info Lain

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Hasil Cetakan Faktur Penjualan

 

Menampilkan Tanda % (Persentase) Di Preview Desain Cetakan Accurate Online

Berikut panduan untuk menampilkan tanda % (Persentase) di preview desain cetakan, misalkan di desain cetakan Faktur Penjualan ingin menambahkan tanda % (Persentase)  di kolom diskon barang :

1. ke menu Pengaturan | Desain Cetakan

 

2. Pilih Desain cetakan dengan cara klik bagian list (bewarna hijau)  | klik Buka Desainer

 

3. Klik kolom yang ingin ditambahkan tanda% (Persentase), seperti contoh diatas yaitu kolom diskon maka klik kolom diskon dan ganti variable nya menjadi :

$F{salesInvoiceDetail.itemCashDiscount}.compareTo(new BigDecimal(0)) == 0 ? ” ” + ” ” : $F{salesInvoiceDetail.itemDiscPercent} + “%” 

 

(Catatan : Untuk tanda petik dua (“) untuk rumus di atas mohon dihapus dan diketika ulang)

4. Klik Simpan | Save.

5. Berikut contoh hasil preview faktur penjualan untuk kolom diskon yang ditambahkan tanda %   (Persentase) 

 

Note :

Terkait tanda tidak hanya bisa menampilkan tanda persentase tetapi misalkan tanda Strip ” – ” dan untuk rumusnya sama yaitu + ” – ” sehingga akan tampil tanda strip (-) dan ataupun tanda lainnya yang ada di keyboard komputer. 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Perbedaan Perhitungan Biaya Persediaan Metode FIFO dan Rata-Rata pada Accurate Online

Perbedaan Perhitungan Biaya Persediaan dengan Metode FIFO (First In First Out) dan RATA-RATA

  1. Metode Persediaan FIFO yaitu arus biaya yang keluar (Beban Pokok Penjualan/Harga Pokok Penjualan) merupakan arus biaya yang masuk terlebih dahulu, sehingga biaya yang tercatat pada akun persediaan adalah biaya yang belakangan masuk.
  2. Metode Persediaan Average yaitu arus biaya keluar (Beban Pokok Penjualan/Harga Pokok Penjualan) yang merupakan rata-rata biaya yang terjadi.

(Sumber pengertian Metode Perhitungan Persediaan FIFO dan AVERAGE  : https://staff.blog.ui.ac.id/martani/ (Chapter-09-Persediaan-Barang-Dagangan.ppt)

Metode Perhitungan biaya Persediaan ACCURATE, disetting saat melakukan setup awal database di bagian 5. Persediaan.

Atau bisa di lihat dari menu Pengaturan | Preferensi | Fitur | Metode Biaya Persediaan dan Metode Biaya hanya bisa diganti jika belum ada data barang, transaksi, dan lainnya di database tsb.

Contoh Transaksi Saldo Awal, Pembelian dan Penjualan Barang A :

  • Metode FIFO (First In First Out), laporannya bisa di akses dari menu Laporan | Daftar Laporan | Persediaan | Rincian Nilai Persediaan | Pilih Barang & Jasa

Keterangan :

1. 10 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 7 dengan HPP/BPP Rp 7.000,- . Nilai tsb, berasal dari saldo awal 31 Des 2016, yaitu kuantitas sebanyak 10 dengan nilai Rp 10.000,-. Sehingga harga per unit barang adalah  Rp 1.000,- (Rp 10.000,-/10) dikalikan dengan kuantitas terjual yaitu sebanyak 7.

Sehingga sisa saldo tersedia setelah penjualan = 1) saldo awal kuantitas 3 dan total nilai Rp 3.000,-, dan 2) faktur pembelian (FP.0001) kuantitas 8 dan total nilai adalah Rp. 17.000,-

2. 22 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 4 dengan HPP/BPP Rp. 5.125,-. Nilai tsb berasal dari saldo awal 31 Des 2016 yaitu kuantitas 3 dengan total nilai Rp 3.000,- (harga perunit adalah Rp 3.000,-/3= Rp 1.000,-).  dan  dikarenakan hanya ada 3 saldo sebelumnya, maka menggunakan saldo tersedia selanjutnya yaitu dari faktur pembelian (FP.0001) dan nilai per unit adalah Rp 2.125,- (Rp 17.000,-/8).  Total HPP/BPP yaitu ((3*Rp 1.000,-) + (1* Rp 2.125,-)) = Rp. 5.125,-.

Sehingga sisa saldo tersedia setelah penjualan = 1) faktur pembelian (FP.0001) kuantitas 7 dengan total nilai adalah Rp 14.875,-.


3.  25 Jan (Faktur Pembelian)
= Kuantitas 10 dengan total nilai pembelian Rp 19.250,- (Nilai per unit adalah Rp 1.925,- (Rp 19.250,-/10))

Sehingga sisa saldo tersedia setelah pembelian  = 1) faktur pembelian (FP.0001) dengan kuantitas 7 dan total nilai adalah Rp 14.875,- dan 2) faktur pembelian (FP.0002) dengan kuantitas 10 dengan total nilai adalah Rp. 19.250,-.

4. 28 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 4 dengan HPP/BPP Rp 8.500,-. Nilai tsb berasal yang masih tersedia dan sesuai dengan urutan masuknya yaitu faktur pembelian FP.0001 yaitu nilai per unit adalah Rp 2.125,- (Rp 14.875,-/7), sehingga 4* Rp 2.125,- = Rp 8.500,-.

Sehingga sisa saldo tersedia setelah penjualan = 1) faktur pembelian (FP.0001) dengan kuantitas 3 dan total nilai adalah Rp 6.375,- dan 2) faktur pembelian (FP.0002) kuantitas 10 dan total nilai adalah Rp 19.250,-

5) 28 Jan (Faktur Penjualan)
= kuantitas 2 dengan HPP/BPP Rp 4.250,-. yang masih tersedia dan sesuai dengan urutan masuknya yaitu faktur pembelian FP.0001 yaitu nilai per unit adalah Rp 2.125,- (Rp 6.375,-/3), sehingga 2* Rp 2.125,- = Rp 4.250,-.

Sehingga sisa saldo tersedia setelah penjualan = 1) faktur pembelian (FP.0001) kuantitas 1 dan total nilai Rp 2.125,- dan 2) faktur pembelian (FP.0002) kuantitas 10 dan total nilai Rp 19.250,-

  • Metode Perhitungan Biaya (Harga Pokok Penjualan/ Beban Pokok Penjualan) RATA-RATA:

 

Keterangan :

1.  10 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 7 dengan HPP/BPP Rp 10.500,-. Nilai tsb berasal dari saldo awal 31 Des 2016 dan faktur pembelian (FP.0001) yaitu rata-rata Rp 1.500,- ((Rp 10.000,- + Rp 17.000,-) / (10+8)). 7  * Rp 1.500,- = Rp 10.500,-

Sehingga sisa saldo tersedia setelah penjualan = kuantitas 11 dengan total Rp 16.500,- (rata-rata per unit adalah Rp 1.500,-)

2.  22 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 4 dengan HPP/BPP Rp 6.000,-. Nilai tsb berasal dari saldo tersedia yaitu Rp 16.500,- dengan kuantitas sebanyak 11 (rata-rata per unit adalah Rp 1.500,-) dan 4 * Rp 1.500,- = Rp 6.000,-

Sehingga sisa saldo tersedia setelah penjualan = kuantitas 7 dengan total nilai Rp 10.500,-dan rata-rata per unit adalah Rp 1.500,- (Rp 10.500,-/7).

3. 25 Jan (Faktur Pembelian)
= Kuantitas 10 dengan total Rp 17.500,-

Sehingga saldo tersedia setelah pembelian = kuantitas 17 dengan total nilai Rp 29.750,- dan rata-rata per unit adalah Rp 1.750,- (Rp 29.750,-/17).

4. 28 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 4 dengan HPP/BPP Rp 7.000,- . Nilai tsb berasal dari saldo rata-rata per unit yaitu Rp 29.750,- dengan kuantitas sebanyak 17 (rata-rata per unit adalah Rp 1.750,-) dan 4 * Rp 1.750,- = Rp 7.000,-

Sehingga saldo tersedia setelah penjualan = kuantitas 13 dengan total nilai Rp 22.750,- dan rata-rata per unit adalah Rp 1.750,- (Rp 22.750,-/13)

5. 28 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 2 dengan HPP/BPP Rp 3.500,-. Nilai tsb berasal dari saldo rata-rata yaitu Rp 22.750,- dengan kuantitas sebanyak 13  ( rata-rata per unit adalah Rp 1.750,-) dan 4 * Rp 1.750,- = Rp 7.000,-

sehingga saldo tersedia setelah penjualan =  kuantitas 11 dengan total nilai Rp 19.250,- dan rata-rata per unit adalah Rp 1.750,- (Rp 19.250,-/11)

 

Booking Training Sekarang Klik Disini | Untuk Video Tutorial Klik Disini

Penggunaan Barcode Reader (Scanner) Pada Accurate Online

Penggunaan Barcode Reader (Scanner) Pada Accurate Online

Berikut ini cara penggunaan Barcode Reader (scanner) pada formulir transaksi Accurate Online :

1. Buat Barang terlebih dahulu dari menu Persediaan | Barang dan Jasa, silahkan isikan informasi seperti kategori barang, nama barang dsb. Kemudian lakukan pengisian UPC/Barcode pada barang yang bersangkutan. Pengisiannya bisa dilakukan dengan mengetikkan secara manual atau bisa dengan cara scan barcode barang-nya.
Jika penginputan Barcode Barang ingin menggunakan scanner barcode maka arahkan kursor ke kolom “UPC/Barcode”, kemudian scan kode barcode barang yang akan diinput menggunakan scanner barcode dan nomor barcode akan otomatis terisi.

Penggunaan Barcode Reader (Scanner) Pada Accurate Online

Pengisian Barcode/UPC pada Barang/Jasa

2. Setelah barang  tsb di input maka pada saat penginputan transaksi seperti penjualan dan pembelian pada  kolom cari/pilih barang tidak perlu memilih secara manual, namun bisa menggunakan scanner barcode dengan cara scan pada barcode  barang yang dimaksud, maka barang tsb akan otomatis tampil pada transaksi nya.

Penggunaan Barcode Reader (Scanner) Pada Accurate Online

Menggunakan Barcode Scanner dengan mengarahkan ke kolom pencarian Barang/Jasa

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Error Saat Menghapus Akun Perkiraan pada Accurate Online

Error “Tidak Dapat Menghapus Akun Perkiraan Karena Telah Digunakan di Mata Uang” Saat Menghapus Akun Perkiraan

Tampil pesan error “Tidak Dapat Menghapus Akun Perkiraan karena telah digunakan di Mata Uang”  saat  menghapus akun perkiraan dari menu  Buku Besar Akun Perkiraan.  Hal ini dikarenakan akun yang akan dihapus tersebut digunakan pada default akun dari Mata Uang yang sesuai dengan mata uang dari akun yang bersangkutan.

Error Saat Menghapus Akun Perkiraan pada Accurate Online

Eror saat menghapus Akun Perkiraan

Sebagai contoh akun yang akan dihapus adalah Piutang Usaha IDR dengan Mata uangnya adalah Indonesian Rupiah dan saat akan dihapus, tampil pesan eror seperti pada gambar diatas. Berikut ini panduan yang perlu untuk dilakukan sebelum menghapus akun tersebut :

1. Aktifkan fitur Multi Mata Uang dari menu Pengaturan | Preferensi | Mata Uang.

Error Saat Menghapus Akun Perkiraan pada Accurate Online

Mengaktifkan fitur Multi Mata Uang

2. Selanjutnya, ke menu Perusahaan | Mata Uang | Klik Bagian List (Bewarna Hijau).

Error Saat Menghapus Akun Perkiraan pada Accurate Online

Mengakses Menu Mata Uang di Perusahaan

Error Saat Menghapus Akun Perkiraan pada Accurate Online

Ke Menu Daftar Mata Uang

 

3. Pilih Mata Uang Indonesian Rupiah | Klik tab Default Akun, kemudian cek apakah Akun Piutang Usaha IDR digunakan pada salah satu Default Akun di mata uang tersebut.

4. Akun Piutang Usaha IDR digunakan sebagai default akun untuk Akun Piutang UsahaSilakan ganti default akun untuk Akun Piutang Usaha dengan akun lainnya, kemudian simpan.

Error Saat Menghapus Akun Perkiraan pada Accurate Online

Tab Default Akun dari Mata Uang

5. Selanjutnya, silakan menghapus akun Piutang Usaha IDR melalui menu Buku Besar | Akun Perkiraan.

Untuk video tutorialnya dibawah ini ya………

Muncul Error Saat Membuat Pengiriman Barang pada Accurate Online

Error “Tidak Dapat Membuat Pengiriman Barang xxx Dari Pesanan Penjualan xxxx Karena Pesanan Sudah Langsung Diproses ke Faktur Penjualan” Saat Membuat Pengiriman Barang

Muncul Error Saat Membuat Pengiriman Barang pada Accurate Online

Muncul Pesan error seperti gambar di atas ketika membuat Pengiriman Barang

Saat membuat Pengiriman Barang dari Pesanan Penjualan dan tampil pesan eror seperti diatas, hal ini disebabkan karena ilustrasi berikut ini :

  1. Pesanan penjualan SO.2019.11.00001 terdiri dari Item A sebanyak 5 pcs.
  2. Pesanan Penjualan SO.2019.11.00001 dibuatkan Faktur Penjualan untuk Item A sebanyak 3 pcs.
  3. Pesanan Penjualan SO.2019.11.00001 dibuatkan Pengiriman Barang untuk Item A sebanyak 2 pcs ==> maka akan tampil pesan eror diatas saat disimpan.

Solusi atas error diatas adalah dengan membuatkan langsung Faktur Penjualan atas sisa kuantitas Item A yang masih tersisa di formulir Pesanan Penjualan. Atau jika ingin membuat Pengiriman Barang, maka perlu menghapus transaksi Faktur Penjualan pada poin 2, kemudian baru membuat Pengiriman Barangnya.

Kesimpulannya jika sebagian barang yang sama dalam 1 formulir transaksi Pesanan Penjualan sudah diproses langsung ke Faktur Penjualan, maka sebagian lainnya tidak bisa diproses ke Pengiriman Barang namun harus langsung di proses ke Faktur Penjualan juga.

Video Tutorial…..

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan Accurate Online

Menampilkan Nilai, Total dan Grand Total Beban Pokok Penjualan dan Laba pada Laporan Rincian Penjualan per Barang

Pembahasan akan dibagi menjadi 2 bagian yaitu 1) pembahasan mengenai langkah-langkah menampilkan nilai variabel Beban Pokok Penjualan (BPP) &  Laba dan 2) pembahasan mengenai langkah-langkah untuk menjumlahkan (Total) nilai BPP dan Laba per Barang dan penjumlahan nilai BPP dan Laba untuk keseleruhan barang (Grand Total).

A.  Menampilkan Nilai BPP dan Laba Pada Laporan Rincian Penjualan per Barang.

1. Buka Laporan Rincian Penjualan per Barang yaitu dari menu Laporan | Daftar Laporan | Laporan Penjualan

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Membuka Laporan Rincian Penjualan per Barang

2. Filter Parameter tanggal dan cabang, klik ‘Tampilkan’.

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Menambahkan Variabel BPP (Beban Pokok Penjualan)

3. Klik ‘Modifikasi’ kemudian ke Kolom Data, cari variable ‘BPP’ dan ‘Laba’ kemudian klik 2x dan Simpan

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Menambahkan Variabel Laba

4. Berikut tampilan Laporan Rincian Penjualan per Barang yang telah ditambahkan kolom data ‘BPP’ dan ‘Laba’.

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Tampilan Laporan Rincian Penjualan per Barang dengan Nilai BPP dan Laba

 

 

Menampilkan kolom Total dan Grand Total pada Laporan.

B-1. Langkah-langkah menampilkan total pada suatu kolom, contoh pada kolom BPP dan Laba pada Laporan Rincian Penjualan per Barang.

1. Setelah menampilkan variabel BPP & Laba seperti pada penjelasan sebelumnya, ke Modifikasi kemudian ke tab Grup

2. Pada Tab Grup, klik di Nama Barang kemudian klik Edit (Icon Pensil Biru) dan akan tampil Grup Data dari Nama Barang. Pada kolom + Tambah Footer cari dan tambahkan variabel BPP dan Laba Lalu Simpan.

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Menambahkan Variabel BPP dan Laba untuk dijumlahkan

3. Dan berikut tampilan dari modifikasi untuk menampilkan penjumlahan (Total) nilai BPP & Laba per Barang  pada Laporan Rincian Penjualan per Barang

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Tampilan Laporan Rincian Penjualan per Barang dengan Penjumlah (Total) nilai BPP dan Laba

 

 

B-2. Langkah-langkah menampilkan Grand Total pada suatu kolom. Contoh pada BPP dan Laba pada laporan Rincian Penjualan per Barang.

1. Pada Laporan klik Modifikasi, kemudian pada Kolom Data, cari dan buka Folder Mata Uang kemudian klik 2x pada variabel Negara/Nama

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Menambahkan Variabel Negara/Mata Uang

2. Lalu ke Tab Grup kemudian Klik Tanda Tambah (icon “+”) dan pada baris “Urutkan Berdasarkan”  pilih variabel  “Negara/Nama Mata Uang” dan pada kolom “+ Tambah Footer”, cari dan tambahkan variabel BPP dan Laba lalu Simpan.

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Menambahkan Variabel Negara/Mata Uang pada Tab Grup

3. Pada Tab Grup, urutkan variable Negara/Nama Mata Uang pada urutan pertama dengan cara meng-klik tanda panah ke atas lalu simpan

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Mnempatkan Urutan untuk Variabel Negara/Mata Uang di Tab Grup

4. Berikut tampilan dari hasil modifikasi menjumlahkan nilai BPP & Laba dari semua barang di Laporan Rincian Penjualan per Barang

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Tampilan Laporan Rincian Penjualan per Barang dengan penjumlahan Nilai BPP & Laba untuk semua barang (Grand Total)

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan pada Accurate Online

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara untuk melakukan pembayaran PPh atas transaksi Pembelian yang diinput melalui formulir Faktur Pembelian.

Ilustrasi : Perusahaan menerima tagihan sebesar Rp 4.500.000 atas jasa kebersihan dan akan memotong PPh 23 sebesar 2% atau Rp 90.000 atas jasa yang ditagihkan tersebut.  Atas tagihan tersebut perusahaan membuatkan faktur pembelian seperti gambar terlampir.

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Faktur Pembelian dengan PPh 23

Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan pencatatan atas pembayaran PPh 23 atas transaksi pembelian tersebut :

  1. Pencatatan pembayaran PPh 23 atas transaksi Pembelian dilakukan melalui formulir Pembayaran pada modul Kas/Bank.
  2. Pada formulir Pembayaran, isikan informasi yang diperlukan kemudian klik informasi ‘Ambil’ dan pilih pilihan ‘PPh Pembelian’ dan akan tampil detail tabel PPh Pembelian
Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Memilih PPh 23 yang akan dibayarkan

Pada tabel PPh Pembelian, silakan filter transaksi PPh pembelian yang akan dilakukan pembayaran atau bisa dipilih pilihan ‘Semua’ kemudian pilih transaksi PPh yang akan dilakukan pembayaran kemudian klik ‘Lanjut’.

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Mengatur PPh Pembelian

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Menampilkan PPh Pembelian yang akan dibayarkan

Kemudian akan tampil informasi PPh yang akan dibayarkan pada Formulir Pembayaran yang disertai dengan keterangan nomor transaksi-nya

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Mencatat Pembayaran PPh Pembelian

Simpan transaksi dan jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Jurnal Pembayaran PPh Pembelian

Untuk pelunasan hutang ke pemasok, lakukan pembayaran secara biasa yaitu melalui formulir Pembayaran Pembelian dan nilai hutang akan otomatis dikurangi PPh 23. Dan jika faktur dilunasi semua, namun nilai PPh-nya belum dibayarkan, status atas faktur tersebut akan dianggap LUNAS.

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Pelunasan Hutang ke Pemasok setelah dikurangi PPh 23

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Jurnal Pembayaran Hutang Pemasok

Note :  cara ini juga bisa dilakukan untuk melakukan pembayaran PPh atas transaksi penjualan, yaitu pada saat di Formulir Pembayaran, saat klik ‘Ambil’ klik pilihan ‘PPh Penjualan’. Atau bisa juga dilakukan untuk melakukan pembayaran PPh / BPJS atas transaksi Pencatatan Gaji, yaitu memilih pilihan ‘Pencatatan Gaji’.

Untuk video tutorial nya bisa ditonton dibawah ini ya………