PROFESIONAL KONSULTANT TRAINING SOFTWARE ACCURATE
  • Layanan
    • Layanan Pembukuan
    • Permintaan Training
  • Harga Training
  • Kursus Accurate
  • Support Produk
    • Accurate Online
  • Tentang Kami
  • Tutorial
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

LIST OF QUANTITY AND COST CONTROL PADA ACCURATE 5

June 5, 2017/in Accurate 5/by Anto Administrator

LIST OF QUANTITY AND COST CONTROL PADA ACCURATE 5

Daftar Kuantitas & Biaya Kontrol (List Of Quantity & Cost Control) adalah tabel yang menampilkan informasi Qty Budget, Qty Req., Qty Ordered, Qty Receipt, Qty Invoiced, Total Qty, dan Qty In Used dari bahan baku, tenaga kerja dan overhead yang dipakai pada Aktivitas Proyek.

Dengan daftar ini, Anda dapat mengontrol kuantitas bahan baku, tenaga kerja, dan overhead yang Anda pakai untuk menyelesaikan Aktifitas Proyek.

Daftar Kuantitas & Biaya Kontrol dapat dibuka dari menu utama List – Project – Quantity & Cost Control

Tombol menu yang aktif pada Daftar Quantity and Cost Control yaitu : 

1. Tombol Filter : Tombol ini berfungsi untuk menampilkan form Filter pada Daftar Quantity and Cost Control. Filter daftar Quantity and Cost Control dapat Anda lakukan dengan cara:
a. Filter Project : Menampilkan daftar quantity and cost control sesuai dengan nama proyek yang Anda pilih.
b. Show :
• Quantity : Hanya menampilkan detail kolom Quantity saja pada Daftar Quantity and Cost Control.
• Cost : Hanya menampilkan detail kolom Cost saja pada Daftar Quantity and Cost Control.

2. Tombol Refresh : Tombol menu yang berfungsi untuk memperbarui tampilan Daftar Quantity and Cost Control sesuai dengan penginputan Aktifitas proyek yang Anda lakukan.

3. Tombol Print : Tombol menu yang berfungsi untuk melihat tampilan Daftar Quantity and Cost Control sebelum dicetak.

Penjelasan Kolom pada Daftar Quantity and Cost Control :

1. Item/Cost No : Menampilkan informasi nomor material, tenaga kerja, dan overhead yang Anda gunakan dalam Aktifitas Proyek. Informasi ini diambil dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).
2. Description : Menampilkan informasi deskripsi dari nomor material, tenaga kerja, overhead yang Anda pakai dalam Aktifitas Proyek.
3. Unit : Menampilkan informasi satuan unit dari material, tenaga kerja dan overhead yang Anda pakai dalam Aktifitas Proyek.
4. Qty Budget : Menampilkan informasi Anggaran kuantitas material, tenaga kerja dan overhead yang Anda pakai dalam Aktifitas Proyek.
5. Cost Budget : Menampilkan informasi Anggaran biaya per unit material, tenaga kerja dan overhead yang Anda pakai dalam Aktifitas Proyek.
6. Total Budget : Menampilkan informasi total Anggaran Biaya
7. Qty Req : Menampilkan informasi jumlah kuantitas material, tenaga kerja, dan overhead yang direquest atas pengerjaan proyek tersebut.
8. Qty Ordered : Menampilkan informasi jumlah kuantitas material yang telah diorder kepada Pemasok.
9. Cost Ordered : Menampilkan informasi biaya/unit dari material yang dipesan kepada Pemasok.
10. Total Ordered : Menampilkan informasi total biaya order dari material yang dipesan kepada Pemasok.
11. Qty Receipt : Menampilkan informasi kuantitas material yang sudah Anda terima dari Pemasok tetapi belum ditagih oleh Pemasok. Penerimaan barang ini dicatat pada Formulir Receive Item.
12. Qty Invoiced : Menampilkan informasi kuantitas material yang sudah Anda terima dimana penerimaan barang ini dicatat pada Formulir Purchase Invoice.
13. Cost Invoiced : Menampilkan informasi cost/unit material sesuai dengan formulir Purchase Invoice.
14. Total Invoiced : Menampilkan informasi total cost material sesuai dengan Formulir Purchase Invoice.
15. Quantity : Menampilkan total kuantitas material, tenaga kerja, overhead yang dapat Anda gunakan dalam mengerjakan Aktifitas Proyek.
16. Total : Menampilkan total cost material, tenaga kerja, dan overhead proyek.
17. Qty In Used : Menampilkan kuantitas actual dari material, tenaga kerja dan overhead yang sudah dipakai dalam mengerjakan Aktifitas Proyek.

(Available for V5)

Jadwalkan Sekarang Klik Disini | Untuk Video Tutorial Klik Disini

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Anto Administrator https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Anto Administrator2017-06-05 16:45:542026-10-07 14:42:20LIST OF QUANTITY AND COST CONTROL PADA ACCURATE 5

WORK IN PROCESS (PERSEDIAAN DALAM PROSES) PADA ACCURATE 5

May 31, 2017/in Accurate 5/by Anto Administrator

WORK IN PROCCESS (PERSEDIAAN DALAM PROSES) PADA ACCURATE

Akun Work In Process (WIP) / Persediaan Dalam Proses adalah akun yang menampung nilai persediaan yang masih dalam proses produksi, pada Accurate versi Enterprise, digunakan untuk transaksi :

  • Material Release, yaitu saat Raw Material masuk proses produksi. Pada saat ini nilai yang keluar dan yang di jurnal menggunakan Actual Cost sesuai urutan cost FIFO atau Average yang kita gunakan
  • Product and Material Result, yaitu mencatat Finishing dengan menambah barang. Pada pencatatan result kita menggunakan Standard Cost sesuai Standard Cost di form Work Order(WO). Pada saat buat WO sendiri, secara otomatis Standard Cost yang tampil sesuai “Item Standard Cost” & “Standard Conversion Cost” yang berlaku pada saat kita buat WO, tapi di form WO kita masih bisa rubah jika diperlukan.
  • Period End. Pada saat akhir periode kita harus melakukan Period End (Period End, dari Activities | Periodik | Period End) untuk mengalokasikan nilai yang menjadi Variance Expense dan Saldo Akhir WIP  Inventory/Barang Dalam Proses yang akan dilaporkan di akhir bulan.

Berikut ini adalah ilustrasi cara input transaksi di ACCURATE dan hasil laporannya : 

Dibuat Work Order(Activities | Manufaktur | Work Order) :

Membuat Item X sebanyak 10 PCS dengan Formula untuk membuat item 10pcs item X  adalah :

– Item Bahan Baku RW–0001 10pcs dibeli dengan harga @70.000 sedang Standard Cost nya @ Rp.80.000

– Item Bahan Baku RW–0002 5pcs dibeli dengan harga @15.000 sedang Standard Cost nya @ Rp.60.000

– Item Bahan Baku RW–0005 10pcs dibeli dengan harga @35.000 sedang Standard Cost nya @ Rp.40.000

— Biaya Tenaga Kerja total Rp 1.150.000

Sehingga Standard Cost Per Unit Barang “X” adalah 2.650.000/10 = Rp. 265.000

 

Transaksi selama bulan Juni :

Pada tanggal 5 Juni dibuat transaksi Material Release (Activities | Manufaktur | Material Release) mengeluarkan Bahan Baku untuk masuk proses produksi :

– Item Bahan Baku RW–0001 8pcs @70.000 = 560.000

– Item Bahan Baku RW–0002 5pcs @15.000 =  75.000

– Item Bahan Baku RW–0005 8pcs @35.000 = 280.000

Total  Rp 915.000

Jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr)  WIP                                                915.000

 (Cr)  Persediaan Bahan Baku           915.000

 

 

Tanggal  25 Juni dicatat barang yang selesai diproduksi  dari Activities | Manufaktur | Product And Material Result, Item X sebanyak 5 pcs.

Sehingga jurnal yang terjadi adalah  (dari 5pcs x 265.000<standard cost per unit sesuai WO> ) :
(Dr) Persediaan Barang Jadi    1.325.000

(Cr) WIP                                        1.325.000

Di laporan kita setelah dilakukan Period End, akan ditampilkan Saldo WIP di Neraca adalah 65.000 dari perhitungan (Jumlah Qty yang sudah dikeluarkan di Material Release *Standard Cost)-(Barang yang sudah di Result) :

– Item Bahan Baku A 8pcs @80.000 = 640.000

– Item Bahan Baku B 5pcs @60.000 = 300.000

– Item Bahan Baku C 8pcs @40.000 = 320.000

TOTAL   1.260.000

WIP = 1.260.000 – 1.325.000 = Rp.65.000 ( Nilai yang akan tampil di Neraca per 30 Juni)

 

Contoh kasus di atas adalah jika Bahan Baku yang di Release lebih besar dari Bahan Baku yang dibutuhkan oleh Barang Jadi yang sudah di Result.

Berikut ini kemungkinan lain yang bisa terjadi dan efek nya di account WIP Inventory setelah Period End :

  • Sudah dibuat Product & Material Result dan belum ada Material Release, kemudian periode tersebut di Period End, maka saldo WIP akan muncul dengan nilai Minus. Dengan contoh diatas jika tidak ada Material Release nya, maka setelah Period End saldo WIP -1.325.000. Hal ini juga bisa terjadi jika kita baru Release Raw Material sebagian, sedang Barang Jadi sudah di Result semua, waktu kita Period End maka saldo WIP akan minus sebesar Qty bahan baku yang belum dikeluarkan di kali Standard Cost.
  • Kondisi kita buat Material Release lebih dari Formula, maka selisih kelebihan antara Formula dengan yang di release akan di alokasi kan ke Variance pada saat Period End.

(Available for v5)

Jadwalkan Sekarang Klik Disini | Untuk Video Tutorial Klik Disini

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Anto Administrator https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Anto Administrator2017-05-31 11:48:182026-10-07 14:33:37WORK IN PROCESS (PERSEDIAAN DALAM PROSES) PADA ACCURATE 5

PELUNASAN HUTANG PPN (MATA UANG BERBEDA ANTARA DPP dan PPN)

May 16, 2017/in Accurate 5/by Anto Administrator

PELUNASAN HUTANG PPN (MATA UANG BERBEDA ANTARA DPP dan PPN)

Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan mengenai cara pelunasan untuk melunasi hutang PPN, yang DPPnya merupakan mata uang asing dan PPNnya merupakan mata uang default.

Jika terdapat faktur dengan mata uang asing dan atas faktur tersebut dikenakan PPN, untuk pelunasannya dicatat dalam 2 form pelunasan. Yang pertama yaitu Form Pelunasan untuk melunasi DPP (Dasar Pengenaan Pajak) dan yang kedua yaitu Form Pelunasan untuk melunasi PPN. Mengapa form tersebut dipisah? Karena untuk PPN terhutang dalam mata uang default.

Berikut ini adalah penjelasan cara mencatatnya pada Accurate :

A.  Untuk melunasi DPP, langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Pilih menu Activities kemudian pilih Sales | Sales Receipt, lalu pilih Customer dan centang bagian Pay untuk baris Nomor Faktur yang akan dilunasi. Perhatikan gambar berikut ini :

2. Payment Ammount by Default muncul sebesar yang belum dilunasi, silahkan diganti jika ternyata tidak dilunasi keseluruhan, diganti sesuai dengan yang akan dilunasi saja

3. Kemudian isi Cheque Ammount di atas sesuai dengan nilai yang masuk ke bank yang dipilih. Jika telah selesai klik Save & Close. Perhatikan gambar berikut ini :

B. Untuk melunasi PPNnya, langkahnya adalah sebagai berikut : 

1. Pilih menu Activities | Purchase | Purchase Payment | kemudian pilih Vendor

2. Beri tanda cheklist pada bagian Fiscal Payment

3. Kemudian beri tanda cheklist juga pada bagian Pay untuk baris Nomor Faktur yang akan dilunasi

4. Bagian Payment Ammount akan menampilkan nilai PPN yang sudah dikonfersi ke nilai mata uang default yaitu 11% DPP * Fiscal Rate Invoice. Jika ternyata nilai yang dilunasi tidak sebesar nilai tersebut dikarenakan perbedaan rate, untuk selisihnya silahkan dialokasikan dengan cara klik kanan dibaris faktur tersebut. Kemudian pilih Disc Info/Writee Off. Pada Disc Ammount diisi sebesar selisihnya, isi minus jika ternyata jumlah/nilai yang diterima lebih besar. Alokasikan Disc Ammount ke akun Realize Gain/Loss jika karena perbedaan rate sehingga diterima lebih atau kurang. Atau alokasikan ke akun yang lain jika karena hal lain sesuai dengan kasusnya.

5. Jika telah selesai klik Save & Close

 

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Anto Administrator https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Anto Administrator2017-05-16 14:32:122026-10-07 14:11:57PELUNASAN HUTANG PPN (MATA UANG BERBEDA ANTARA DPP dan PPN)

CARA MENGECEK SELISIH KURS YANG TERLALU BESAR/TERLALU KECIL

May 12, 2017/in Accurate 5, Onsite/by Anto Administrator

CARA MENGECEK SELISIH KURS YANG TERLALU BESAR/TERLALU KECIL

Berikut langkah-langkah untuk mengecek saldo account Realize maupun Unrealize Gain/Loss yang dilihat terlalu besar atau terlalu kecil dari biasanya :

Langkah 1

Cari transaksi mana yang menyebabkan/yang berkontribusi besar sehingga saldonya terlalu besar atau terlalu kecil. Cara mengeceknya dari List | Chart of Account, klik kanan di baris akun Realize atau Unrealize Gain/Loss pilih menu History maka akan muncul tampilan Account History. Range Filter by Date dari tanggal awal sd/ akhir bulan yang mengalami Selisih kurs yang tidak wajar.

Jika akun Unrelize, bisa dipastikan itu dari transaksi Period End. Jika dari akun Realize kemungkinannya selain dari transaksi Period End bisa dari transaksi Vendor Payment atau Customer Receipt.

Langkah 2

Jika yang menjadi penyebab saldo jadi besar adalah dari transaksi Customer Received atau Vendor Payment, cek Rate transaksi tersebut, apakah sudah benar? dari tampilan Account History tersebut, kita tinggal double klik di baris transaksi yang dimaksud lalu cek Rate transaksi tersebut. Untuk Customer atau Vendor mata uang asing, dibayar dengan Cash/Bank mata uang apapun, seharusnya Rate diisi sesuai dengan Rate mata uang asing . Jika rate diisi 1 ganti sesuai dengan rate seharusnya.

Bila Rate sudah benar cek Rate transaksi SalesInvoice² atau PurchaseInvoice² yang dilunasi di Vendor Payment atau Customer Receipt tsb. Catat dulu No fakur yang dilunasi lalu untuk Purchase Invoice cari dari List | Purchase | Purchase Invoice, untuk Sales Invoice dari List | Sales | Sales Invoice . Setelah Sales atau Purchase Invoice Rate-nya diperbaiki, Edit Customer Received atau Vendor Payment tersebut, lalu ketik ulang tanggal transaksinya kemudian klik Save&Close agar tersave dan terjurnal ulang.

Langkah 3

Jika transaksi yang menjadi penyebab saldo jadi besar adalah dari transaksi Period End, kita ke List | General Ledger | Journal Voucher, type transaksi centang yang “Period End” saja lalu Filter by date range per periode yang dimaksud atau uncheck Filter by Date tersebut. Doubleklik Period End Periode yang dimaksud, lalu cek pasangan jurnal dari akun mata uang asing mana yang menyebabkan jurnal akun Realize atau Unrelize nya menjadi besar?

Langkah 4

Setelah diketahui Account Mata Uang Asing mana yang menyebabkan selisih kurs besar, kita cek penginputan transaksi-transaksi account tersebut dari Report | General Ledger | General Ledger Detail, klik Modify | Customize, centang Rate, Debit Prime dan Credit Prime . Uncheck Description agar ketiga tambahan kolom yang kita centang cukup ditampilkan lalu klik Ok.

Ditampilan preview report General Ledger Detail tersebut, cek di kolom Rate, pastikan sesuai dengan rate mata uang account bersangkutan, Rate tidak boleh 1. Jika ada rate yang salah perbaiki lalu lakukan Period End ulang .

Catatan :

Jika sudah mengikuti langkah-langkah diatas tidak ada transaksi yang rate nya salah diperiode tersebut, coba lakukan Period End ulang untuk periode sebelumnya, apakah hasil Period End tersebut account Realize atau Unrealize nya menjadi tidak wajar? jika iya berarti ada perubahan rate dari transaksi periode sebelumnya , lakukan pengecekan seperti diatas hanya saja range tanggal dimundurkan ke bulan² sebelumnya, perbaiki lalu Period End ulang dari mulai bulan yang rate-nya salah sd sekarang.

(Available for V3, V4, V5)

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Anto Administrator https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Anto Administrator2017-05-12 15:18:102026-10-07 09:21:37CARA MENGECEK SELISIH KURS YANG TERLALU BESAR/TERLALU KECIL

DP PEMBELIAN VENDOR A DIGUNAKAN UNTUK MEMOTONG INVOICE VENDOR B

May 10, 2017/in Accurate 5, Contoh Kasus/by Anto Administrator

DP PEMBELIAN VENDOR A DIGUNAKAN UNTUK MEMOTONG INVOICE VENDOR B

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai cara penginputan Uang Muka Pembelian atas Vendor A yang digunakan untuk memotong invoice Vendor B.

Misalkan ada kasus dimana Vendor A dan Vendor B adalah perusahaan yang berbeda namun masih dalam satu grup. Lalu kita sebagai perusahaan mempunyai sisa DP/Uang Muka Pembelian ke Vendor A misalkan sebesar Rp 1 juta, dan sisa DP sebesar Rp 1 juta tersebut ingin digunakan untuk memotong invoice atas Vendor B yang sebesar Rp 800 ribu.

Maka langkah penginputannya adalah sbb :

1. Buat akun baru dengan tipe Other Current Asset dari menu List | COA | New | Buat nama akunnya misalkan “Akun Perantara DP Pembelian“.

2. Buat Purchase Invoice lagi atas Vendor A, dengan nama item “Opening Balance”. Unit Price dan Amount nya di nol kan saja.

3. Klik Select DP, dan centang invoice DP yang sisa tadi yaitu sebesar Rp 1 juta tsb. Ubah angka pada tab DP menjadi Rp 800 ribu (karena yang ingin digunakan untuk memotong invoice Vendor B adalah sebesar Rp 800 ribu saja). Sampai disini jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr) Hutang Usaha Rp 800 ribu
(Cr) Uang muka pembelian Rp 800 ribu

4. Setelah itu klik Purchase Payment, lalu klik kanan pilih discount info pada invoice DP tsb . Isikan discount amount nya sebesar MINUS Rp 800 ribu, dan discount account nya pilih ke akun perantara yang dibuat di langkah 1. Sampai disini jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr) Akun Perantara DP Pembelian Rp 800 ribu
(Cr) Hutang Usaha Rp 800 ribu

5. Lalu untuk memotong invoice Vendor B yang sebesar Rp 800 ribu, kita masuk dari menu Activities | Purchase | Purchase Payment | Pilih nama Vendor B.

Setelah itu pada baris invoice yang ingin di potong nilai DP nya, kita klik kanan pilih discount info, isikan discount amount nya sebesar Rp 800 ribu (tanpa tanda minus), dan isikan discount account nya ke akun perantara tadi. Sehingga jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr) Hutang usaha Rp 800 ribu
(Cr) Akun Perantara DP Pembelian Rp 800 ribu

Karena DP atas Vendor A yang sebesar Rp 1 juta tidak terpakai semua, maka sisanya yaitu sebesar Rp 200 ribu akan tetap ada sebagai Uang Muka Pembelian atas Vendor A tersebut.

(Available for V4 & v5)

 

Untuk Video Tutorialnya bisa disimak di sini ya……….

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Anto Administrator https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Anto Administrator2017-05-10 16:42:292026-10-07 14:20:23DP PEMBELIAN VENDOR A DIGUNAKAN UNTUK MEMOTONG INVOICE VENDOR B

EKSPOR IMPOR TRANSAKSI ANTAR ACCURATE

May 9, 2017/in Accurate 5, Contoh Kasus/by Anto Administrator

Bagi anda pengguna Accurate yang memiliki cabang dan tidak mau repot setting jaringan antar daerah dapat menggunakan fitur ekspor impor transaksi antar Accurate, persiapan apa saja sih yang diperlukan sebelum ekspor impor transaksi?

Berikut persiapan – persiapan yang harus Anda lakukan :

  1. Mempunyai database lebih dari 1 (per cabang ada masing-masing databasenya sendiri – sendiri)
  2. Setting kode cabang dari menu Persiapan | Info Perusahaan |  ID Cabang.
  3. ID Cabang di masing – masing database harus di masukkan ke database pusat, sehingga pada list ID Cabang pada database pusat terdapat data ID Cabang yang dimiliki oleh masing – masing cabang.
  4. Setelah itu export impor dapat dilakukan.

Apasaja sih data yang dapat di export import? data yang dapat di ekspor impor transaksi sbb :

  • Currency ( Mata Uang)
  • Item (Barang)
  • Account (Akun)
  • Customer (Pelanggan)
  • Vendor (Pemasok)
  • Sales Order (Pesanan Penjualan)
  • Delivery Order (Pengiriman Pesanan)
  • Sales Invoice (Faktur Penjualan)
  • Sales Return (Retur Penjualan)
  • Purchase Requisition (Permintaan Pembelian)
  • Purchase Order (Pesanan Pembelian)
  • Receive Items (Penerimaan Barang)
  • Purchase Invoice (Faktur Pembelian)
  • Purchase Return (Retur Pembelian)
  • Purchase Payment (Permbayaran Pembelian)
  • Journal Voucher (Jurnal Umum)
  • Other Deposit (Penerimaan)
  • Other Payment (Pembayaran)
  • Customer Type (Tipe Pelanggan)
  • Salesman (Penjual)
  • Commission Range (Batas Komisi)
  • Selling Price Adjust (Penyesuaian Harga Jual)
  • Item Transfer (Pindah Barang)
  • Tax (Pajak)

Proses Ekspor Impor transaksi antar Accurate dapat dilakukan per transaksi atau sekelompok transaksi dan hanya dapat mengekspor data Insert dan Delete, tidak untuk kondisi Edit (Update), jadi data dalam kondisi insert atau edit, ACCURATE tetap mengganggap data tersebut adalah mode insdert saat diimport ke database lain.

Untuk menghindari Error pada saat pengeksporan data cabang ke pusat, Anda harus memastikan bahwa master data pusat dan cabang sama persis. Master data yang dimaksud disini seperti : Data Akun , Data Item dan Data Master lainnya.

Anda dapat membuat master data cabang dengan menduplikasi database pusat menggunakan fitur Create New Branch. Fitur Create New Branch secara otomatis akan membuatkan duplikasi data dari data utama dengan kiode cabang yang berbeda dan otomatis membuatkan data – data master seperti Item, Customer, Vendor, Tax, dll, sehingga data cabang siap untuk memulai penginputan transaksi.

Fitur ekspor impor transaksi dapat Anda akses melalui File | Eksport Import Transaction (Berkas | Ekspor Impor Transaksi). Naaah… disini silahkan Anda filter apa saja yang akan di ekspor impor (langkahnya melakukan ekspor data dari cabang terlebih dahulu, dan hasil ekspor data tersebut di impor ke database pusat).

 

Berikut Tutorial Vidionya :

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Anto Administrator https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Anto Administrator2017-05-09 18:05:042026-10-07 13:20:08EKSPOR IMPOR TRANSAKSI ANTAR ACCURATE

MEMPERBARUI HARGA JUAL DI SELLING PRICE ADJUSTMENT DENGAN DATA EXCEL

May 3, 2017/in Accurate 5/by Anto Administrator

Jika sebelumnya kita sudah membuat harga jual suatu barang dari Selling Price Adjustment, kemudian dari daftar barang yang sudah di buat Selling Price Adjustment ini ingin diubah/diupdate harga jualnya, hal tsb bisa kita lakukan dengan mengimport data dari Excel tanpa harus merubah satu per satu/membuat Selling Price Adjusment yang baru.

Daftar harga jual barang yang ada di Selling Price Adjustment yang lama, bisa langsung terupdate sesuai dengan harga jual baru yang sudah kita buat dari Excel.

Yang perlu diketahui dahulu :

– Untuk format Excel yang kita buat untuk bisa diimport, cukup dengan membuat kolom :
Item No, Price 1, Price 2, s/d Price 5 (jika memang membuat sampai Price 5).
– Daftar nomor barang/nama barang yang ada di Excel harus sama seperti daftar nomor barang/nama barang yang ada di Selling Price Adjustment yang akan di update harga jualnya.

Langkah untuk cara mengimportnya adalah sbb :

1. Siapkan file Excel yang sudah berisi data harga jual barang yang baru.

2. Masuk dari menu List | Inventories | Selling Price Adjustment | Nanti akan muncul daftar Selling Price Adjustment yang sudah pernah dibuat.

3. Klik 2x pada Adjustment No dari Selling Price Adjustment yang dimakud. Setelah form Selling Price Adjustmentnya muncul, kemudian klik Import.

4. Klik gambar document lalu ambil file Excel (Excel 97-2003 worksheet) yang sudah kita buat tadi, kemudian klik Extract Data. Setelah itu centang box “With the same Item” (seperti pada ilustrasi gambar dibawah ini).

6. Hapus judul kolom pada Available Source, dengan cara mengarahkan kursor ke baris judul kolomnya, kemudian
klik kanan pilih Delete. (Seperti pada gambar dibawah ini)

7. Baru setelah itu lakukan mapping/pemetaan pada field “Define to Field Name”. (Seperti pada gambar dibawah ini)

8. Jika sudah, klik Import Data.


9.  Setelah itu agar harga jual yang baru tersebut bisa mengupdate, jangan lupa untuk mengklik “Save to Default”, lalu simpan dengan mengklik Save & Close.

(Available on V5)

Berikut Tutorial Vidionya :

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Anto Administrator https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Anto Administrator2017-05-03 15:23:382026-10-13 15:30:46MEMPERBARUI HARGA JUAL DI SELLING PRICE ADJUSTMENT DENGAN DATA EXCEL

INPUT DOWNPAYMENT ATAS BARANG YANG BELUM DIKETAHUI PADA ACCURATE

April 28, 2017/in Accurate 5, Onsite/by Anto Administrator

Customer membayar sejumlah uang kepada perusahaan untuk pembelian yang belum diketahui item apa yang akan mereka beli (item yang akan kita jual), maka kita bisa menganggapnya sebagai uang muka (downpayment). Berikut cara input downpayment atas barang yang belum diketahui.

Cara menginput DP tsb sebagai berikut :

1. Buka menu Activities | Sales | Sales Invoice.

2.Pilih nama customer yg bayar dp tsb, dan input tanggal invoicenya.

3.Pada kolom item, masukkan item no -1 yaitu Downpayment , isi qty dengan angka 1, dan Unit Price isi senilai uang muka yang kita terima dari customernya.

4. Kalau sudah, di bagian atas klik button Sales Receipt

5. Pada form Sales Receipt yang terbuka ini, pilih nama Bank yang terima uangnya dan jangan lupa input Payment Date dan Cheque Datenya .

Kalau sudah klik Save and Close, sehingga pada akun Kas/Bank perusahaan akan bertambah saldonya karena DP tadi.

Jika kita sudah terima pesanan penjualan dari customer tsb, dan dp yang sudah masuk ingin di alokasikan atas faktur penjualannya, maka berikut ini adalah langkah-langkahnya :

1. Buat pesanan penjualannya dari menu Activities | Sales | Sales Order, buat pesanan penjualan seperti biasa, kalau sudah maka buat Delivery Order (untuk pengiriman barangya) dan buat Sales Invoice (untuk tagihannya).

2. Pada form Sales Invoice ini, uang muka tersebut bisa kita alokasikan disini, caranya dengan klik button di bagian atas yaitu Select DP

3. Centang Nomor Faktur DP yang sudah di buat, klik OK

4. Dengan demikian, nilai DP tersebut telah masuk ke Tab Downpaymentnya, kita masih bisa edit nilai dp yang mau kita alokasikan untuk faktur tersebut pada kolom Total DP nya.

 5. Save and Close Invoicenya, sampai disini invoice tersebut sudah selesai (tidak perlu di tarik ke Sales Receipt lagi karena sudah tidak ada nilai piutang yang outstanding atas invoice bersangkutan).

Catatan :

Langkah yang sama dapat dilakukan juga untuk kasus Pembelian, tetapi prosesnya dilakukan dari modul Pembelian, tepatnya mulai dari Purchase Invoice.

(Available for v5)

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Berikut Tutorial Vidionya :

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Anto Administrator https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Anto Administrator2017-04-28 14:42:172026-10-09 09:43:12INPUT DOWNPAYMENT ATAS BARANG YANG BELUM DIKETAHUI PADA ACCURATE

MENYUSUTKAN BIAYA/BEBAN DIBAYAR DI MUKA DENGAN MENGANGGAPNYA SEBAGAI FIXED ASSET

April 27, 2017/in Accurate 5/by Anto Administrator

MENYUSUTKAN BIAYA/BEBAN DIBAYAR DI MUKA DENGAN MENGANGGAPNYA SEBAGAI FIXED ASSET

Biaya dibayar di muka adalah biaya-biaya atau beban-beban yang telah dibayarkan pada suatu periode akuntansi, namun sebenarnya sebagian dari biaya atau beban tersebut bukan biaya atau beban pada periode tersebut, melainkan biaya atau beban yang harus dibayarkan pada periode akuntansi selanjutnya.

Contoh biaya dibayar di muka antara lain biaya asuransi, biaya sewa gudang atau sewa apapun, beban iklan dan sebagainya.

Selain dengan recurring yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, cara menyusutkan biaya dibayar di muka juga bisa dengan cara menganggapnya sebagai fixed asset.

Berikut ini langkah-langkah penginputan Sewa Gedung beserta dengan penyesuaiannnya:

– Input akun Sewa Gedung Dibayar Dimuka melalui List | Chart of Account, klik New  dan pilih tipe akunnya Fixed Asset.

– Input pengakuan Sewa Gedung dan pembayarannya melalui menu Activities | New Fixed Asset. Pada tab General isikan dengan informasi yang berkaitan dengan Sewa Gedung tsb dan jangan lupa centang untuk option “ Intangible Asset” kemudian di tab Expenditure isi dengan akun  Cash/bank yang digunakan untuk membayar Sewa tsb, di kolom Amount isikan dengan harga Sewa gedungnya lalu Save & Close.

– Pada saat akhir bulan lakukan Period end agar otomatis dihitung oleh ACCCURATE untuk penyusutan masing2 Asset yang sudah diinput di List Fixed Asset, termasuk juga dengan alokasi biaya Sewa gedung.

Untuk  melihat jurnal penyusutan  hasil period end dapat melalui menu List | General Ledger| Jurnal Voucher, filter by datenya di uncheck dan dibagian Type centang Depreciation Asset, lalu double-click di baris transaksi untuk Period end yang sudah dilakukan. Akan tampil jurnalnya sebagai berikut:

(Dr)   Biaya Sewa    1.000.000

(Cr)      Sewa Gedung Dibayar dimuka.-  1.000.000

(Available For V5)

Video Tutorial…..

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Anto Administrator https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Anto Administrator2017-04-27 15:02:152026-10-13 18:04:35MENYUSUTKAN BIAYA/BEBAN DIBAYAR DI MUKA DENGAN MENGANGGAPNYA SEBAGAI FIXED ASSET

MENGEDIT REKONSILIASI BANK YANG SUDAH DISIMPAN PADA ACCURATE

April 10, 2017/in Accurate 5, Onsite/by Anto Administrator

MENGEDIT REKONSILIASI BANK YANG SUDAH DISIMPAN

Jika pada postingan sebelumnya dibahas mengenai langkah-langka rekonsiliasi fiskal pada Software Accurate, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai langkah-langkah untuk mengedit rekonsiliasi yang sebelumnya telah Anda buat dan simpan jika dalam pengerjaannya terdapat kesalahan input seperti tanggal, atau salah dalam memberikan tanda cheklist, dsb. Untuk dapat memahami lebih jelas, silahkan perhatikan ilustrasi dan pemecahannya di bawah ini.

Sebagai ilustrasi, silahkan perhatikan contoh di bawah ini :

Setiap akhir bulan bagian accounting akan melakukan rekonsiliasi antara saldo buku bank perusahaan dengan saldo buku bank menurut pencatatan Rekening Koran bank. Aktifitas rekonsiliasi per 31 Oktober 2024, ternyata salah tanggal dan diubah menjadi tanggal 01 November 2004, sehingga terdapat dua transaksi pada November yang terekonsiliasi di bulan Oktober sehingga mengakibatkan kesalahan dalam proses rekonsiliasi, dimana terdapat selisih antara saldo menurut buku bank perusahaan dan saldo buku bank menurut pencatatan Rekening Koran bank.

Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut adalah uraian langkah solusinya. Langkah untuk mengedit aktifitas rekonsiliasi yang telah Anda buat dan sudah disimpan adalah sebagai berikut :

1. Klik pada menu utama Activities (Aktifitas) – Pilih Bank Reconcile (Rekonsiliasi Bank), kemudian pada tampilan form rekonsiliasi bank tersebut, pilih nama bank yang aktifitas rekonsilasinya akan diedit

2. Kemudian isi kolom Reconcile Date (Tanggal Rekonsiliasi) sesuai dengan Last Reconcile Date (Tanggal Terakhir Rekonsiliasi), untuk membuka kembali aktifitas rekonsiliasi bank yang sebelumnya telah Anda simpan

3. Karena selisih diakibatkan karena adanya transaksi pada bulan Februari 2004 yang direkonsiliasi pada bulan Oktober 2024 (baca ilustrasi), maka agar pencatatan saldo menurut buku bank perusahaan sesuai dengan saldo menurut rekening koran, maka Anda dapat memberi tanda uncheklist pada kolom Clear pada setiap baris transksi bulan November 2024

4. Perhatikan setelah pengeditan dilakukan field Out Of Balance akan menampilkan nilai 0

5. Langkah terakhir adalah klik tombol Simpan & Tutup (Save &  Close) untuk menutup dan menyimpan aktifitas rekonsiliasi yang sudah Anda buat (edit)

 

Berikut Tutorial Vidionya :

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Anto Administrator https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Anto Administrator2017-04-10 16:35:182026-10-07 13:25:01MENGEDIT REKONSILIASI BANK YANG SUDAH DISIMPAN PADA ACCURATE
Page 13 of 14«‹11121314›
Search Search

Recent Posts

  • Membatasi Oprator Untuk Melakukan Penangguhan Pendapatan & Beban Pada ACCURATE Online
  • Cara Mencatat Pajak UMKM 0,5% di Accurate Online
  • Perlakuan Nilai Beban Pokok Penjualan pada Faktur Penjualan (Dimuka) ACCURATE Online
  • Cara Memaksimalkan Hasil Cetakan Menggunakan Accurate Direct Print
  • Mengatur/Memilih Desain Cetakan Transaksi Pada Accurate Lite

Categories

  • Accurate
  • Accurate 5
  • Accurate Online
  • Accurate POS
  • Contoh Kasus
  • Manufaktur AOL
  • Onsite
  • Rene 2

Meta

  • Register
  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

HUBUNGI KAMI

PT Solusi Akuntansi Indonesia

Jl. Bambu Apus Raya No.181B

Pondok Bambu

Duren Sawit – Jakarta Timur

WA. 0811-8885-605

Recent Posts

  • Membatasi Oprator Untuk Melakukan Penangguhan Pendapatan & Beban Pada ACCURATE Online
  • Cara Mencatat Pajak UMKM 0,5% di Accurate Online
  • Perlakuan Nilai Beban Pokok Penjualan pada Faktur Penjualan (Dimuka) ACCURATE Online

Categories

  • Accurate
  • Accurate 5
  • Accurate Online
  • Accurate POS
  • Contoh Kasus
  • Manufaktur AOL
  • Onsite
  • Rene 2
Search Search
© Copyright - PROFESIONAL KONSULTANT TRAINING SOFTWARE ACCURATE - powered by Enfold WordPress Theme
Scroll to top Scroll to top Scroll to top