Menampilkan Simbol Mata Uang pada Desain Cetakan Accurate Online

Desain Cetakan default dari ACCURATE tidak menampilkan simbol mata uang. Namun jika ingin menampilkan simbol mata uang, dapat dilakukan dengan cara menambahkan variabel simbol pada desain cetakan.

Berikut langkah-langkah menampilkan Simbol Mata Uang pada Desain Cetakan Faktur Penjualan (sebagai contoh) :

  1. Buka Desain Cetakan Faktur Penjualan yang akan ditambahkan Simbol Mata Uang-nya yaitu dari menu Pengaturan | Desain Cetakan, kemudian ke Daftar Desain Cetakan dan pilih Faktur Penjualan yang dimaksud, lalu klik Buka Desainer (Icon Pensil Hijau).
Menampilkan Simbol Mata Uang pada Desain Cetakan Accurate

Membuka Desain Cetakan

Menampilkan Simbol Mata Uang pada Desain Cetakan Accurate

Memilih Desain Cetakan Faktur Penjualan yang akan ditambahkan simbol mata uang

2. Pada Desainer dari Desain cetakan, pilih kolom variable yang akan ditambahkan simbol mata uang yaitu dengan meng-klik 2x pada kolom variable yang dimaksud. Dalam illustrasi contoh kolom yang akan ditambahkan adalah kolom variable Total Invoice.

Menampilkan Simbol Mata Uang pada Desain Cetakan Accurate

Memilih Kolom Variable Yang Akan ditambahkan Simbol Mata Uang

Menampilkan Simbol Mata Uang pada Desain Cetakan Accurate

Kolom Skrip Variable yang akan ditambahkan

3. Tambahkan 2 Skrip berikut ini pada variable Total Invoice , yaitu (a) tambahkan skrip  $F{salesInvoice.currency.symbol} + ” ” + pada bagian depan dan (b) tambahkan skrip .setScale(0, RoundingMode.DOWN) pada bagian belakang. Sehingga scrip pada variable total invoice menjadi :

$F{salesInvoice.currency.symbol} + ” ” + $V{SCRIPT}.fmtBigDecimal($F{salesInvoice.totalAmount}.setScale(0, RoundingMode.DOWN))

4. Simpan desain cetakan tersebut dan tampilan dari Desain Cetakan yang telah ditambahkan skrip akan seperti gambar berikut ini

Tampilan Desain Cetakan Faktur Penjualan setelah penambahan Simbol Mata Uang

 

Melakukan Pengecekan Proses Faktur Dimuka (Penjualan) pada Accurate Online

Fitur Faktur Dimuka (Mendahulu Pengiriman) pada Accurate Online merupakan fitur yang memungkinkan untuk mengirimkan Faktur Penjualan terlebih dahulu ke Pelanggan sementara Pengiriman Barang dilakukan dikemudian hari.

Melakukan Pengecekan Proses Faktur Dimuka (Penjualan)

Faktur di Muka

Untuk dapat mengetahui apakah Faktur Dimuka tersebut sudah dibuatkan Pengiriman Pesanan-nya atau belum, berikut ini dijelaskan 2 (dua) cara untuk melakukan pengecekan proses dari transaksi Faktur Dimuka (Mendahului Pengiriman) tersebut :

A. Melakukan Pengecekan Melalui Status Faktur Dimuka pada Daftar Faktur Penjualan.
Cara ini dilakukan dengan cara akses menu Penjualan | Faktur Penjualan, kemudian ke Daftar Penjualan, cek pada kolom Status Faktur Dimuka.

Jika tercantum Belum dikirim, berarti transaksi Faktur Dimuka belum dibuatkan Pengiriman Pesanan-nya. Sedangkan jika Status Faktur Dimuka tercantum Terkirim, berarti transaksi Faktur Dimuka tersebut telah dibuatkan transaksi Pengiriman Pesanannya.

Melakukan Pengecekan Proses Faktur Dimuka (Penjualan)

Status Belum Dibuatkan Pengiriman Pesanan

Melakukan Pengecekan Proses Faktur Dimuka (Penjualan)

Status Sudah Dibuatkan Pengiriman Pesanan

 

B. Pengecekan melalui Laporan Histori Proses Penjualan.
Laporan ini bisa diakses melalui menu Laporan | Daftar Laporan | Penjualan kemudian cari Laporan Histori Proses Penjualan, klik 2x isikan parameter tanggal dengan tanggal transaksi Faktur Dimuka-nya, kemudian klik ‘Tampilkan’.

Jika transaksi Faktur Dimuka belum dibuatkan Pengiriman Pesanan-nya, maka kolom Pengiriman Pesanan akan kosong (tidak tampil informasi nomor transaksi-nya). Sedangkan jika sudah dibuatkan Pengiriman Pesanannya, maka kolom yang terisi adalah kolom Pengiriman Pesanan dan Faktur.

Melakukan Pengecekan Proses Faktur Dimuka (Penjualan)

Laporan Belum Dibuatkan Pengiriman Pesanan

 

Melakukan Pengecekan Proses Faktur Dimuka (Penjualan)

Laporan Sudah Dibuatkan Pengiriman Pesanan

 

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate Online

Sebagai ilustrasi yaitu melakukan pengaturan format desimal pada Desain Cetakan Faktur Penjualan. Dan dibawah ini tampilan transaksi Faktur Penjualan serta Desain Cetakan-nya sebelum dilakukan pengaturan, yaitu sesuai dengan default Desain Cetakan di Accurate Online.

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Transaksi Faktur Penjualan

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Desain Cetakan Faktur Penjualan Sebelum Pengaturan Format Decimal

 

Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan pengaturan format angka desimal (angka dibelakang koma) pada Desain Cetakan :

1. Buka Desain Cetakan Faktur Penjualan, yaitu dari menu Pengaturan | Desain Cetakan, pilih desain cetakan yang dimaksud, kemudian klik Buka Desainer (Icon Pensil Hijau).

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Membuka Desain Cetakan

 

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Membukla Desainer dari Desain Cetakan yang akan Ditambahkan

2. Pada Desainer dari desain cetakan yang dimaksud, klik kolom yang ingin diatur format angka desimalnya, kemudian dibagian Variable, cari Format kemudian klik dibagian “Angka” dan akan tampil combo box ‘Format Tampilan Data’, yang tertuju pada bagian ‘Number’.

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Membuka Format Angka di Desainer Desain Cetakan

 

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Format Tampilan Data Angka

3. Pilih pilihan Format Desimal yang sesuai pada bagian “Pilih Format”, misal adalah dipilih dengan format 1,234,567 kemudian simpan dan simpan desain cetakannya

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Memilih Format Desimal Angka yang Akan digunakan

 

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Tampilan Desainer dari Desain Cetakan Setelah Pemilihan Format Desimal Angka

 

4. Tampilan Desain Cetakan untuk nilai Total Invoice dengan pemilihan format 1,234,567 adalah sebagai berikut.

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Tampilan Desain Cetakan Faktur Penjualan setelah Pengaturan Format Desimal Angka

 

Note : anda bisa melakukan pengaturan Format Angka Desimal diluar pilihan format yang tersedia, yaitu dengan memilih format angka Custom pada Format Tampilan Data. Kemudian silakan atur penempatan desimal yang diisikan seperti pada gambar terlampir yaitu disiikan dengan #,##0.### (tanda pagar dibelakang koma ini menentukan banyaknya desimal yang ditampilkan).

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Mengisikan Pengaturan Format Desimal Custom

 

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Tampilan Desain Cetakan Faktur Penjualan dengan Pengaturan Format Desimal Custom

Berikut Tutorial Vidionya :

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Berjalan pada Accurate Online

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Ini (dibandingkan Laba/Rugi Tahun Lalu)

Berikut ini penjelasan mengenai perhitungan atas nilai yang tampil pada widget Laba/Rugi Tahun Ini (Cabang Pengguna) pada tampilan Dashboard Accurate Online.

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Berjalan pada Accurate Online

Tampilan Widget Laba/Rugi pada Dashboard Accurate Online

Rumus untuk nilai “Dibanding Tahun Lalu” adalah sebagai berikut :

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Berjalan pada Accurate Online

Sebelum melakukan pengecekan nilai pada laporan laba/rugi tahun ini dan tahun lalu, lakukan pengecekan atas Periode Akuntansi yang digunakan pada database tersebut, yaitu melalui Pengaturan | Preferensi | Perusahaan | Periode Akuntansi. Database yang digunakan pada ilustrasi ini adalah Database Contohdimana Periode Akuntansi yang digunakan adalah Januari – Desember.

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Berjalan pada Accurate Online

Pengecekan Penggunaan Periode Akuntansi pada Database

Periode acuan yang digunakan untuk melakukan pengecekan Laporan Laba/Rugi Tahun Ini dan Tahun Lalu adalah Tanggal Hari Ini (yaitu tanggal saat anda melakukan pengecekan nilai Laba/Rugi Tahun Ini dibanding Tahun Lalu pada dashboard Accurate Online).

Sebagai ilustrasi pada gambar sebelumnya didapatkan nilai bahwa laporan Laba/Rugi Tahun ini 4x dibandingkan Laba/Rugi Tahun Lalu. Nilai tersebut dilihat per tanggal hari ini yaitu tanggal 18 September 2019.

Maka untuk melakukan pengecekan nilai Laba/Rugi Tahun lalu-nya adalah melalui menu Laporan | Daftar Laporan | Keuangan | Laba/Rugi (Standar) kemudian isikan parameter-nya dengan tanggal 1 Januari 2018 – 18 September 2018 kemudian klik “Tampilkan”. Dan didapatkan senilai Rp 312.818,18.

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Berjalan pada Accurate Online

Pengecekan Nilai Laba/Rugi Tahun Lalu

Sedangkan untuk melakukan pengecekan nilai Laba/Rugi Tahun ini, yaitu melalui laporan yang sama, Laporan Laba/Rugi (Standar) dengan mengisikan parameter-nya dengan tanggal  1 Januari 2019 – 18 September 2019 kemudian klik “Tampilkan”. Dan didapatkan nilai sebesar Rp 1.449.117,97.

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Berjalan pada Accurate Online

Pengecekan Nilai Laba/Rugi Tahun Ini

Sehingga dari kedua nilai tersebut, jika dilakukan perhitungan sesuai dengan rumus akan sebagai berikut :

 

Note : hasil perhitungan dibulatkan ke atas, sehingga yang ditampilkan pada dashboard Accurate Online adalah sebesar 4x.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Sebelum melakukan pencatatan atas Pembayaran Pembelian yang dilunasi menggunakan kartu kredit, maka terlebih dahulu membuat akun penampung atas hutang kartu kredit tersebut.

Untuk membuat akun baru dilakukan melalui menu Buku Besar | Akun Perkiraan, pilih Tipe Akun-nya dengan Kewajiban Jangka Pendek kemudian isikan nama akun dengan Hutang Kartu Kredit (atau penamaan akun lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan/kebijakan perusahaan) lalu Simpan.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Membuat Akun Penampung Hutang Kartu Kredit

Selanjutnya tambahkan akun tersebut melalui menu Pengaturan | Preferensi | Akun Perkiraan yaitu pada bagian Penerimaan/Pembayaran di kolom Akun Diskon lalu Simpan pengaturannya.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

MEnambahkan Akun Penampung ke Akun Perkiraan Diskon Pembayaran

Dan untuk melakukan pencatatan Pembayaran Pembelian dengan Kartu Kredit, misal terdapat transaksi Faktur Pembelian dengan rincian dan jurnal seperti terlampir digambar.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Contoh Transaksi Faktur Pembelian yang akan dibayarkan dengan kartu kredit

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Jurnal Faktur Pembelian

Maka pencatatan Pembayaran Pembelian dengan Kartu Kredit bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut ini :

1. Masuk ke menu Pembelian |  Pembayaran Pembelian, lengkapi formulir Pembayaran Pembelian seperti biasa, seperti memilih nama Pemasok, akun Bank yang digunakan, dsbnya.

2. Pilih nomor Faktur Pembelian yang akan dibayarkan kemudian ke tab Informasi Diskon, isikan Akun Diskon dengan akun penampung yaitu Hutang Kartu Kredit dan isikan kolom Diskon dengan nilai yang akan dibayarkan, klik Lanjut.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Memasukkan Nilai Hutang Kartu Kredit pada Informasi Diskon Pembayaran

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Pembayaran Pembelian dengan Kartu Kredit

3. Simpan transaksi dan jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Jurnal Pembayaran Pembelian dengan Kartu Kredit

Note :

  • Untuk melakukan pembayaran tagihan atas penggunaan kartu kredit tersebut, dilakukan melalui menu Kas & Bank | Pembayaran, pilih akun Bank yang akan digunakan untuk melakukan pembayaran, kemudian pilih akun Hutang Kartu Kredit tersebut dan akun beban bunga (jika dikenakan bunga) beserta nilai-nya
Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Pembayaran Hutang Kartu Kredit beserta bunganya

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Jurnal Pembayaran Hutang Kartu Kredit

Akun penampung hutang kartu kredit akan nol (habis) jika hutang kartu kredit sudah dilunasi keseluruhannya. Anda bisa melakukan pengecekan melalui Laporan Rincian Buku besar atas akun penampung tersebut.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Laporan Buku Besar Akun Penampung Hutang Kartu Kredit

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak pada Accurate Online

Accurate online menyediakan metode pembayaran menggunakan cek/giro, dimana pengakuan pelunasan piutang (jurnal yang terbentuk) adalah sesuai dengan tanggal cek-nya.

Lalu bagaimana jika cek/giro yang diterima untuk pelunasan tersebut ditolak/kosong (void) ? Berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara untuk melakukan pembatalan transaksi penerimaan pelanggan dikarenakan cek/giro yang digunakan ditolak (void).

Ilustrasi : Penerimaan Pelanggan pada tanggal 15 September 2019 dengan menggunakan Cek/Giro dengan tanggal cek-nya adalah 17 September 2019 tidak bisa dicairkan. Sehingga transaksi penerimaan tersebut perlu dibatalkan. Dan oleh pelanggan digantikan dengan cek/giro baru dengan nomor cek Giro-456 dengan tanggal cek 22 September 2019.

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Ilustrasi Penerimaan Penjualan dari Pelanggan yang dibatalkan

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Jurnal Transaksi Penerimaan Pelanggan setelah dibatalkan

Atas ilustrasi diatas, maka berikut ini langkah-langkah untuk melakukan penginputannya :

1. Lakukan pembatalan transaksi Penerimaan Pelanggan dengan cara melakukan Void atas transaksi tersebut, yaitu dengan masuk ke menu Penjualan | Penerimaan Pelanggan, pilih transaksi yang dimaksud, kemudian ke tab Info Lainnya dan centang informasi ‘Void’ kemudian simpan.

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Melakukan pembatalan atas transaksi penerimaan penjualan

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Jurnal Penerimaan Penjualan seteah dibatalkan

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Informasi Pembatalan Transaksi Penerimaan Penjualan pada akun Kas/Bank di Histori Bank

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Informasi Pembatalan Transaksi Piutang pada Laporan Rincian Buku Besar Pembantu Piutang

Note : setelah transaksi Penerimaan Pelanggan dibatalkan (di-void), maka Accurate akan melakukan jurnal pembalik atas transaksi penerimaan pelanggan tersebut seperti terlampir di gambar. Dan pada Histori Bank atas akun Kas/Bank yang digunakan pada transaksi Penerimaan Pelanggan yang dibatalkan tersebut akan ditampilkan histori transaksi minus dengan keterangan ‘cek kosong’. Sedangkan untuk akun piutang atas pelanggan, informasi pembatalan transaksi penerimaan ditampilkan pada Laporan Rincian Buku Besar Pembantu Piutang (lihat gambar diatas). 

2. Selanjutnya saat menerima cek/giro baru dari pelanggan untuk menggantikan cek/giro yang tidak bisa dicairkan adalah membuat transaksi Penerimaan Pelanggan yang baru untuk faktur yang bersangkutan.  Karena setelah dilakukan void atas transaksi penerimaan pelanggan, faktur yang bersangkutan berubah status menjadi ‘belum dilunasi’.

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Transaksi Penerimaan Penjualan dengan Cek/Giro baru

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Jurnal Transaksi Penerimaan Penjualan yang baru

Untuk video tutorialnya bisa ditonton dibawah ini ya…………..

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan pada Accurate Online

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan (Pelanggan) Pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

Berikut ini akan dijelaskan mengenai cara menampilkan Atribut Tambahan (Pelanggan) yang digunakan sebagai Alamat Pelanggan pada Desain Cetakan Faktur Penjualan. Atribut Tambahan (Pelanggan) yang dimaksud adalah seperti yang dijelaskan disini

Ilustrasi : menggunakan Atribut Tambahan dengan Tipe Karakter. Jumlah Karakter yang digunakan sebanyak 3 Karakter dengan rincian sebagai berikut :Karakter 1 diisikan untuk Jalan, Karakter 2 diisikan untuk Kota dan Karakter 3 diisikan untuk Negara. Dengan detail atribut tambahan yang akan ditampilkan sesuai dengan gambar pada detail data pelanggan ‘PT Biru’ di tab Lain-lain.

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Atribut Tambahan Pelanggan

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Atribut Tambahan yang digunakan di Data Pelanggan

Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menampilkan informasi Atribut Tambahan tersebut sebagai data Alamat Pelanggan di Desain Cetakan Faktur Penjualan :

1. Masuk ke desainer dari Desain Cetakan Faktur Penjualan yang akan ditambahkan Atribut Tambahan tersebut yaitu melalui menu Pengaturan | Desain Cetakan

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Buka Desainer Faktur Penjualan

2. Pada tabel variable Alamat Pelanggan klik 2x dan ubah variable-nya menjadi :
$F{salesInvoice.toAddress}== ” ? $F{salesInvoice.customer.charField1}+”, “+$F{salesInvoice.customer.charField2}+”, “+$F{salesInvoice.customer.charField3} : $F{salesInvoice.toAddress}
kemudian simpan desain cetakannya.

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Tabel Variabel Alamat Pelanggan

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Variabel Alamat Pelanggan dengan Atribut Tambahan

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Variabel Alamat Pelanggan dengan Atribut Tambahan

 

3. Dan hasil cetakan dari Faktur Penjualan-nya akan seperti berikut ini

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Hasil Cetak Faktur Penjualan

 

4. Atau jika langsung mengisikan Alamat Pelangan pada formulir Faktur Penjualan di Tab info lainnya, pada hasil cetakan akan mengikuti alamat yang anda isikan tersebut. Seperti contoh pada transaksi Faktur Penjualan PT Biru, kemudian diubah alamatnya menjadi Melati Indah, Bandung Jawa Barat. Maka tampilannya adalah sebagai berikut.

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Mengubah Alamat pada Tab Info Lain

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Hasil Cetakan Faktur Penjualan

 

Menampilkan Tanda % (Persentase) Di Preview Desain Cetakan Accurate Online

Berikut panduan untuk menampilkan tanda % (Persentase) di preview desain cetakan, misalkan di desain cetakan Faktur Penjualan ingin menambahkan tanda % (Persentase)  di kolom diskon barang :

1. ke menu Pengaturan | Desain Cetakan

 

2. Pilih Desain cetakan dengan cara klik bagian list (bewarna hijau)  | klik Buka Desainer

 

3. Klik kolom yang ingin ditambahkan tanda% (Persentase), seperti contoh diatas yaitu kolom diskon maka klik kolom diskon dan ganti variable nya menjadi :

$F{salesInvoiceDetail.itemCashDiscount}.compareTo(new BigDecimal(0)) == 0 ? ” ” + ” ” : $F{salesInvoiceDetail.itemDiscPercent} + “%” 

 

(Catatan : Untuk tanda petik dua (“) untuk rumus di atas mohon dihapus dan diketika ulang)

4. Klik Simpan | Save.

5. Berikut contoh hasil preview faktur penjualan untuk kolom diskon yang ditambahkan tanda %   (Persentase) 

 

Note :

Terkait tanda tidak hanya bisa menampilkan tanda persentase tetapi misalkan tanda Strip ” – ” dan untuk rumusnya sama yaitu + ” – ” sehingga akan tampil tanda strip (-) dan ataupun tanda lainnya yang ada di keyboard komputer. 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Perbedaan Perhitungan Biaya Persediaan Metode FIFO dan Rata-Rata pada Accurate Online

Perbedaan Perhitungan Biaya Persediaan dengan Metode FIFO (First In First Out) dan RATA-RATA

  1. Metode Persediaan FIFO yaitu arus biaya yang keluar (Beban Pokok Penjualan/Harga Pokok Penjualan) merupakan arus biaya yang masuk terlebih dahulu, sehingga biaya yang tercatat pada akun persediaan adalah biaya yang belakangan masuk.
  2. Metode Persediaan Average yaitu arus biaya keluar (Beban Pokok Penjualan/Harga Pokok Penjualan) yang merupakan rata-rata biaya yang terjadi.

(Sumber pengertian Metode Perhitungan Persediaan FIFO dan AVERAGE  : https://staff.blog.ui.ac.id/martani/ (Chapter-09-Persediaan-Barang-Dagangan.ppt)

Metode Perhitungan biaya Persediaan ACCURATE, disetting saat melakukan setup awal database di bagian 5. Persediaan.

Atau bisa di lihat dari menu Pengaturan | Preferensi | Fitur | Metode Biaya Persediaan dan Metode Biaya hanya bisa diganti jika belum ada data barang, transaksi, dan lainnya di database tsb.

Contoh Transaksi Saldo Awal, Pembelian dan Penjualan Barang A :

  • Metode FIFO (First In First Out), laporannya bisa di akses dari menu Laporan | Daftar Laporan | Persediaan | Rincian Nilai Persediaan | Pilih Barang & Jasa

Keterangan :

1. 10 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 7 dengan HPP/BPP Rp 7.000,- . Nilai tsb, berasal dari saldo awal 31 Des 2016, yaitu kuantitas sebanyak 10 dengan nilai Rp 10.000,-. Sehingga harga per unit barang adalah  Rp 1.000,- (Rp 10.000,-/10) dikalikan dengan kuantitas terjual yaitu sebanyak 7.

Sehingga sisa saldo tersedia setelah penjualan = 1) saldo awal kuantitas 3 dan total nilai Rp 3.000,-, dan 2) faktur pembelian (FP.0001) kuantitas 8 dan total nilai adalah Rp. 17.000,-

2. 22 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 4 dengan HPP/BPP Rp. 5.125,-. Nilai tsb berasal dari saldo awal 31 Des 2016 yaitu kuantitas 3 dengan total nilai Rp 3.000,- (harga perunit adalah Rp 3.000,-/3= Rp 1.000,-).  dan  dikarenakan hanya ada 3 saldo sebelumnya, maka menggunakan saldo tersedia selanjutnya yaitu dari faktur pembelian (FP.0001) dan nilai per unit adalah Rp 2.125,- (Rp 17.000,-/8).  Total HPP/BPP yaitu ((3*Rp 1.000,-) + (1* Rp 2.125,-)) = Rp. 5.125,-.

Sehingga sisa saldo tersedia setelah penjualan = 1) faktur pembelian (FP.0001) kuantitas 7 dengan total nilai adalah Rp 14.875,-.


3.  25 Jan (Faktur Pembelian)
= Kuantitas 10 dengan total nilai pembelian Rp 19.250,- (Nilai per unit adalah Rp 1.925,- (Rp 19.250,-/10))

Sehingga sisa saldo tersedia setelah pembelian  = 1) faktur pembelian (FP.0001) dengan kuantitas 7 dan total nilai adalah Rp 14.875,- dan 2) faktur pembelian (FP.0002) dengan kuantitas 10 dengan total nilai adalah Rp. 19.250,-.

4. 28 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 4 dengan HPP/BPP Rp 8.500,-. Nilai tsb berasal yang masih tersedia dan sesuai dengan urutan masuknya yaitu faktur pembelian FP.0001 yaitu nilai per unit adalah Rp 2.125,- (Rp 14.875,-/7), sehingga 4* Rp 2.125,- = Rp 8.500,-.

Sehingga sisa saldo tersedia setelah penjualan = 1) faktur pembelian (FP.0001) dengan kuantitas 3 dan total nilai adalah Rp 6.375,- dan 2) faktur pembelian (FP.0002) kuantitas 10 dan total nilai adalah Rp 19.250,-

5) 28 Jan (Faktur Penjualan)
= kuantitas 2 dengan HPP/BPP Rp 4.250,-. yang masih tersedia dan sesuai dengan urutan masuknya yaitu faktur pembelian FP.0001 yaitu nilai per unit adalah Rp 2.125,- (Rp 6.375,-/3), sehingga 2* Rp 2.125,- = Rp 4.250,-.

Sehingga sisa saldo tersedia setelah penjualan = 1) faktur pembelian (FP.0001) kuantitas 1 dan total nilai Rp 2.125,- dan 2) faktur pembelian (FP.0002) kuantitas 10 dan total nilai Rp 19.250,-

  • Metode Perhitungan Biaya (Harga Pokok Penjualan/ Beban Pokok Penjualan) RATA-RATA:

 

Keterangan :

1.  10 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 7 dengan HPP/BPP Rp 10.500,-. Nilai tsb berasal dari saldo awal 31 Des 2016 dan faktur pembelian (FP.0001) yaitu rata-rata Rp 1.500,- ((Rp 10.000,- + Rp 17.000,-) / (10+8)). 7  * Rp 1.500,- = Rp 10.500,-

Sehingga sisa saldo tersedia setelah penjualan = kuantitas 11 dengan total Rp 16.500,- (rata-rata per unit adalah Rp 1.500,-)

2.  22 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 4 dengan HPP/BPP Rp 6.000,-. Nilai tsb berasal dari saldo tersedia yaitu Rp 16.500,- dengan kuantitas sebanyak 11 (rata-rata per unit adalah Rp 1.500,-) dan 4 * Rp 1.500,- = Rp 6.000,-

Sehingga sisa saldo tersedia setelah penjualan = kuantitas 7 dengan total nilai Rp 10.500,-dan rata-rata per unit adalah Rp 1.500,- (Rp 10.500,-/7).

3. 25 Jan (Faktur Pembelian)
= Kuantitas 10 dengan total Rp 17.500,-

Sehingga saldo tersedia setelah pembelian = kuantitas 17 dengan total nilai Rp 29.750,- dan rata-rata per unit adalah Rp 1.750,- (Rp 29.750,-/17).

4. 28 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 4 dengan HPP/BPP Rp 7.000,- . Nilai tsb berasal dari saldo rata-rata per unit yaitu Rp 29.750,- dengan kuantitas sebanyak 17 (rata-rata per unit adalah Rp 1.750,-) dan 4 * Rp 1.750,- = Rp 7.000,-

Sehingga saldo tersedia setelah penjualan = kuantitas 13 dengan total nilai Rp 22.750,- dan rata-rata per unit adalah Rp 1.750,- (Rp 22.750,-/13)

5. 28 Jan (Faktur Penjualan)
= Kuantitas 2 dengan HPP/BPP Rp 3.500,-. Nilai tsb berasal dari saldo rata-rata yaitu Rp 22.750,- dengan kuantitas sebanyak 13  ( rata-rata per unit adalah Rp 1.750,-) dan 4 * Rp 1.750,- = Rp 7.000,-

sehingga saldo tersedia setelah penjualan =  kuantitas 11 dengan total nilai Rp 19.250,- dan rata-rata per unit adalah Rp 1.750,- (Rp 19.250,-/11)

 

Booking Training Sekarang Klik Disini | Untuk Video Tutorial Klik Disini

Penggunaan Barcode Reader (Scanner) Pada Accurate Online

Penggunaan Barcode Reader (Scanner) Pada Accurate Online

Berikut ini cara penggunaan Barcode Reader (scanner) pada formulir transaksi Accurate Online :

1. Buat Barang terlebih dahulu dari menu Persediaan | Barang dan Jasa, silahkan isikan informasi seperti kategori barang, nama barang dsb. Kemudian lakukan pengisian UPC/Barcode pada barang yang bersangkutan. Pengisiannya bisa dilakukan dengan mengetikkan secara manual atau bisa dengan cara scan barcode barang-nya.
Jika penginputan Barcode Barang ingin menggunakan scanner barcode maka arahkan kursor ke kolom “UPC/Barcode”, kemudian scan kode barcode barang yang akan diinput menggunakan scanner barcode dan nomor barcode akan otomatis terisi.

Penggunaan Barcode Reader (Scanner) Pada Accurate Online

Pengisian Barcode/UPC pada Barang/Jasa

2. Setelah barang  tsb di input maka pada saat penginputan transaksi seperti penjualan dan pembelian pada  kolom cari/pilih barang tidak perlu memilih secara manual, namun bisa menggunakan scanner barcode dengan cara scan pada barcode  barang yang dimaksud, maka barang tsb akan otomatis tampil pada transaksi nya.

Penggunaan Barcode Reader (Scanner) Pada Accurate Online

Menggunakan Barcode Scanner dengan mengarahkan ke kolom pencarian Barang/Jasa

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :