Impor Penyesuaian Harga/Diskon Penjualan dari File Excel pada Accurate Online

Berikut ini langkah-langkah melakukan impor Penyesuaian Harga Jual / Diskon Penjualan dari File Excel pada Accurate Online :

  1. Siapkan data penyesuaian harga/diskon dalam file excel dengan mengikuti format excel yang sesuai dengan Accurate Online. Contoh format file excel untuk meng-impor harga jual/diskon bisa anda unduh melalui menu Penjualan | Penyesuaian Harga/Diskon, pada tab Data Baru Penyesuaian Harga/diskon, klik ‘Ambil’ dan pilih pilihan ‘Impor dari Excel’ kemudian klik informasi ‘Disini’ pada bagian ‘Template File Excel’.
impor-penyesuaian-harga-diskon-penjualan-dari-file-excel

Membuka menu penyesuaian Harga/Diskon

 

impor-penyesuaian-harga-diskon-penjualan-dari-file-excel

Mengunduh contoh file excel

 

impor-penyesuaian-harga-diskon-penjualan-dari-file-excel

Mengunduh contoh excel untuk impor penyesuaian harga/diskon penjualan

 

impor-penyesuaian-harga-diskon-penjualan-dari-file-excel

contoh file excel penyesuaian harga

 

impor-penyesuaian-harga-diskon-penjualan-dari-file-excel

contoh file excel penyesuaian diskon penjualan

 

Note : untuk mengunduh contoh format file excel penyesuaian diskon penjualan, silakan ganti tipe penyesuaian di formulir Penyesuaian Harga/Diskon ke pilihan “Diskon”.

  • Jika file excel untuk penyesuaian harga/diskon telah disiapkan, silakan masuk kembali ke menu Penjualan | Penyesuaian Harga/Diskon dan lengkapi informasi yang diperlukan pada formulir Penyesuaian Harga/diskon sesuai kebutuhan anda.
Impor Penyesuaian Harga/Diskon Penjualan dari File Excel

Melengkapi informasi pada formulir penyesuaian harga/diskon

  • Selanjutnya klik “Ambil”, pilih “Impor Harga/Diskon Dari Excel”, kemudian klik ‘Pilih File Excel’ pada bagian Unggah File Excel dan cari file excel yang dimaksud kemudian klik Open dan otomatis proses impor dilakukan oleh Accurate.
Impor Penyesuaian Harga/Diskon Penjualan dari File Excel

proses impor penyesuaian harga/diskon pada excel

 

Impor Penyesuaian Harga/Diskon Penjualan dari File Excel

Memilih File Excel untuk meng-impor data penyesuaian harga/diskon

 

Impor Penyesuaian Harga/Diskon Penjualan dari File Excel

Contoh Data Penyesuaian Harga Jual Barang yang akan diimpor melalui file excel

 

  • Tunggu hingga proses impor selesai dilakukan yaitu hingga tampil informasi impor berhasil (atau gagal) seperti yang terinformasikan digambar berikut ini.
Impor Penyesuaian Harga/Diskon Penjualan dari File Excel

Pesan Konfirmasi Proses Impor Berhasil Dilakukan

  • Jika proses impor berhasil, accurate akan menginformasikan jumlah data yang berhasil ter-impor (begitu juga jika ada data yang gagal ter-impor). Dan pada formulir Penyesuaian Harga/Diskon akan tampil data-data penyesuaian-nya.
Impor Penyesuaian Harga/Diskon Penjualan dari File Excel

Proses Impor Penyesuaian Harga Selesai Dilakukan

 

Impor Penyesuaian Harga/Diskon Penjualan dari File Excel

Data Penyesuaian Harga setelah Di-impor

 

Impor Penyesuaian Harga/Diskon Penjualan dari File Excel

Data Penyesuaian Harga setelah Di-impor

  • Klik simpan untuk menyimpannya.

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

 

Booking Training Sekarang Klik DisiniUntuk Video Tutorial Klik Disini

Perhitungan Nilai Biaya Tambahan Yang Dimasukan Kedalam Harga Pokok Barang

Perhitungan Alokasi Nilai Biaya Tambahan Pada Pembelian Yang Dimasukan Kedalam Harga Pokok Barang

Sesuai dengan panduan Pembelian Barang dengan Biaya Tambahan Yang Dialokasikan ke Harga Pokok Barang nilai biaya tambahan pembelian akan dialokasikan secara proporsional ke semua barang yang terdapat pada Faktur Pembelian tersebut. Berikut ini penjelasan peritungan beserta dengan illustrasi terkait hal tersebut :

ILUSTRASI :

Transaksi Faktur Pembelian yang meliputi sebagai berikut :

  1. Barang X, sebanyak 2 pcs @ Rp 1.000
  2. Barang Y, sebanyak 4 pcs @ Rp 2.000
  3. Terdapat biaya pengiriman pembelian yang dialokasikan ke barang senilai Rp 1.000

RUMUS PERHITUNGANNYA
=
(Harga Barang /Total Harga Barang) x Total Biaya dibebankan ke barang)

Maka perhitungannya :

  • Alokasi Total Biaya Tambahan per masing-masing barang :
    Barang X = ( Rp 2.000 / Rp 10.000) x Rp 1.000 = Rp 200
    Barang Y = (Rp 8.000 / Rp 10.000) x Rp 1.000 = Rp 800
  • Nilai Barang Setelah Alokasi :
    Barang X = Rp 2.000 + Rp 200 = Rp 2.200
    Harga Barang X per unit = Rp 2.200 / 2 Pcs = Rp 1.100/Pcs Barang Y = Rp 8.000 + Rp 800 = Rp 8.800
    Harga Barang Y per unit = Rp 8.800 / 4 Pcs = Rp 2.200/Pcs

Cara Mengetahui Transaksi Yang Tidak Mengisi Nomor Seri/Produksi Barang pada Accurate Online

Jika didapati kondisi dimana nomor seri/produksi suatu barang tidak sama dengan stok persediaan dari barang tersebut, kemungkinan karena disebabkan adanya transaksi yang berhubungan dengan barang tersebut yang tidak diisikan nomor seri/produksi-nya.

Dan untuk mengetahui transaksi mana yang tidak di-isikan nomor seri/produksi-nya, anda bisa melakukan pemeriksaan dari Laporan Transaksi Tanpa Nomor Seri/Produksi, yang bisa diakses dari menu Laporan | Daftar Laporan | Gudang.  Laporan tersebut akan menampilkan semua transaksi yang belum di-isikan nomor seri/produksi-nya dari semua barang.

Jika sudah diketahui transaksi mana saja yang belum diisikan nomor seri/produksi-nya, anda bisa melakukan pengisian langsung di transaksi tersebut, yaitu dengan meng-klik 2x pada informasi transaksi yang bersangkutan. Atau bisa melakukan pengisian seperti pada panduan disini.

Note : jika Laporan Transaksi Tanpa Nomor Seri/Produksi tidak ada di Daftar Laporan Gudang, silakan masuk ke menu Pengaturan | Preferensi | Pembatasan | Nomor Seri, jangan aktifkan (jangan dicentang) fitur “Nomor Seri/Produksi barang harus diisi saat transaksi” kemudian simpan dan cek kembali ke menu Laporan. Fitur ini bisa anda aktifkan dan non-aktifkan sewaktu-waktu.

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Menampilkan Konversi Kuantitas Barang Pada Cetakan Faktur Penjualan Accurate Online

Menampilkan Konversi Kuantitas Barang Dalam Satuan 1 dan Satuan 2 Pada Cetakan Faktur Penjualan

Ilustrasi :
Barang A memiliki 2 satuan, yaitu
Unit  1 = PCS
Unit  2 =  Lusin, 1 Lusin = 12 PCS

Pada transaksi Faktur Penjualan, ada penjualan Barang A sebanyak 25 PCS dan ingin ditampilkan informasi kuantitas pada desain cetakan-nya  adalah “2 Lusin 1 PCS”.

Berikut ini langkah-langkah yang perlu anda lakukan :

  1. Buka menu Pengaturan | Desain Cetakan, lalu pilih Desain Cetakan Faktur Penjualan yang dimaksud, kemudian  klik Desainer (gambar pensil).
  • Klik “Variable” kuantitas pada tabel detail barang.
Menampilkan Konversi Kuantitas Barang Pada Cetakan Faktur Penjualan

Masuk Ke Desainer Faktur Penjualan

  • Pada kolom “Expression”, silahkan ubah script menjadi seperti dibawah ini :
    $V{SCRIPT}.asUnitQty($F{salesInvoiceDetail.quantityDefault}, $F{salesInvoiceDetail.item.unit1.name}, $F{salesInvoiceDetail.item.ratio2}, $F{salesInvoiceDetail.item.unit2.name}, $F{salesInvoiceDetail.item.ratio3}, $F{salesInvoiceDetail.item.unit3.name}, $F{salesInvoiceDetail.item.ratio4}, $F{salesInvoiceDetail.item.unit4.name}, $F{salesInvoiceDetail.item.ratio5}, $F{salesInvoiceDetail.item.unit5.name})
  • Kemudian Simpan desain cetakan tersebut dan berikut hasil preview-nya pada modul Faktur Penjualan.
Menampilkan Konversi Kuantitas Barang Pada Cetakan Faktur Penjualan

Variabel Kuantitas Barang

 

Menampilkan Konversi Kuantitas Barang Pada Cetakan Faktur Penjualan

Transaksi Faktur Penjualan

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Cara Impor Aset Tetap dari File Excel Pada Accurate Online

Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan impor data Aset Tetap melalui file Excel pada Accurate Online :

  1. Masuk ke modul Aset Tetap | Aset Tetap, lalu klik Daftar Aset Tetap.

  • Klik “Impor Data” | Impor dari Excel.

 

 

  • Pada bagian Tab Impor Aset Tetap, dijelaskan hal apa saja yang perlu disiapkan dan contoh file excel  yang sesuai dengan format Accurate Online. Anda bisa mengunduh contoh file excel-nya dengan mengklik informasi ‘Contoh File’. Silakan membuat data Aset Tetap dalam file excel yang sesuai dengan format Accurate Online.

 

 

  • Jika Data excel Aset Tetap telah siap, lakukan proses impor dengan cara klik gambar folder pada bagian Pilih Lokasi File Impor dan cari file excel yang dimaksud, kemudian klik ‘Unggah’ untuk melanjutkan proses impor.

 

 

  • Pada tahapan ini, anda perlu melakukan pemetaan atas setiap kolom data yang terdapat di file Excel dengan kolom yang sesuai pada Accurate Online. Pastikan anda telah memetakan setiap kolom dengan kolom yang sesuai, karena jika tidak maka akan terjadi kesalahan dalam pengisian data Aset Tetap. Klik ‘Lanjutkan’ untuk meneruskan.

 

Note : jika judul/nama kolom data pada file excel sama dengan nama kolom yang terdapat di Accurate online, maka akan Accurate Online akan otomatis me-metakan-nya.

  • Tahapan selanjutnya adalah Konfirmasi Impor Data, pada tahapan ini akan ditampilkan 5 baris data awal yang ada pada Excel, yang bertujuan agar anda bisa melakukan pengecekan apakah data yang akan di-impor telah sesuai dengan kolom-kolom di Accurate online.

 

  • Jika sudah sesuai silakan klik “Lanjutkan” untuk memulai proses impor dan tunggu hingga proses impor selesai dilakukan.

 

 

Note : proses impor selesai, ditandai dengan tampilnya pesan konfirmasi bahwa proses impor berhasil dilakukan, yaitu dengan menginformasikan jumlah data yang berhasil ter-impor atau jumlah data yang gagal ter-impor. Untuk data yang gagal ter-impor, akan diberikan informasi log error-nya. Silakan baca log error tersebut untuk mengetahui penyebab gagal impor data.

 

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Impor Kategori Barang dari File Excel Pada Accurate Online

Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan impor data kategori barang melalui file Excel :

  1. Masuk ke modul Persediaan | Kategori Barang, kemudian klik Daftar Kategori Barang.

 

  • Klik “Impor  Data” lalu klik “Impor dari Excel”.

 

  • Pada bagian Tab Impor Kategori Barang, dijelaskan hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan impor data dan disediakan juga contoh file excel yang sesuai dengan format Accurate Online. Anda bisa mengunduh contoh file-nya dengan meng-klik ‘Contoh File’ dan silakan membuat data kategori barang dalam file excel yang sesuai dengan format Accurate online.

  • Jika Data Excel sudah tersedia, lakukan proses impor dengan cara klik icon folder pada bagian Pilih Lokasi File Impor, kemudian cari file excel yang dimaksud, klik Open dan klik ‘Unggah’ untuk meneruskan proses impor.

 

 

  • Pada tahapan ini, anda perlu melakukan pemetaan untuk tiap-tiap kolom yang ada pada file excel dengan kolom yang sesuai yang terdapat di Accurate online, yaitu dengan meng-klik tanda dropdown untuk memilih pilihan nama-nama kolom-nya.

ote : untuk nama/judul kolom yang sama (antara di file excel dengan di Accurate online) akan otomatis dipetakan oleh Accurate online.

  • Setelah selesai memetakan kolom-kolom data, klik Lanjutkan untuk meneruskan proses impor.
  • Selanjutnya, anda akan masuk ke tahapan Konfirmasi Impor Data, yang akan menyajikan informasi 5 baris data awal Kategori Barang yang akan di-impor. Hal ini bertujuan agar anda bisa melakukan pemeriksaan, apakah data yang akan di-impor telah di-petakan dengan benar pada kolom-kolom yang tersedia. Jika sudah sesuai, silakan klik ‘Lanjutkan’ untuk memulai proses impor.

  • Tunggu hingga proses impor selesai dilakukan, yaitu hingga terdapat informasi jumlah data yang berhasil ter-impor dan (jika ada) yang gagal ter-impor. Pastikan jumlah data yang berhasil ter-impor sesuai dengan jumlah data yang terdapat pada file excel yang anda buat.

Note : untuk data yang gagal ter-impor Accurate Online akan diinformasikan berupa log error (yang bisa di download) yang berisi informasi sebab data gagal ter-impor untuk bisa anda lakukan perbaikan dan lakukan proses impor ulang.

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Error Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian pada Accurate Online

Error “Tidak Dapat Mengubah/Menghapus Data! Data Adalah Saldo Awal” Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian

 

Saat anda menghapus Faktur Penjualan/Pembelian dan tampil pesan error seperti pada gambar berikut dibawah ini, hal ini disebabkan transaksi faktur penjualan/pembelian yang anda akan hapus tersebut merupakan Faktur Penjualan/Pembelian atas penginputan Saldo Awal Piutang/Hutang Pelanggan/Pemasok yang bersangkutan. Dengan demikian, jika anda ingin menghapus ataupun mengubah nilai-nya, hanya bisa dilakukan melalui menu pelanggan/pemasok yang bersangkutan.

Error Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian pada Accurate

Pesan Error Saat Menghapus Faktur Penjualan

 

Berikut ini langkah-langkah untuk menghapus Faktur Penjualan hasil inputan saldo awal piutang :

  1. Masuk menu Penjualan | Pelanggan, klik Daftar Pelanggan dan cari nama pelanggan yang dimaksud.
Error Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian pada Accurate

Membuka Menu Pelanggan

  • Buka pelanggan yang dimaksud, kemudian ke tab Saldo.
Error Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian pada Accurate

TAb SAldo Awal pada Pelanggan

  • Pilih Nomor Transaksi Faktur Penjualan yang akan dihapus / diubah kemudian klik 2x sehingga akan tampil detail Saldo Awal. Silakan lakukan pengubahan pada detail saldo awal tersebut ataupun klik informasi ‘Hapus’ jika ingin menghapus.
Error Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian pada Accurate

Memilih transaksi yang akan diubah/dihapus

Error Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian pada Accurate

Tampilan Transaksi Saldo Awal Piutang yang bisa dihapus/diubah

  • Jika telah selesai simpan informasi pelanggan yang bersangkutan dan Accurate online akan otomatis melakukan penyesuaian terkait pengubahan yang dilakukan. Jika transaksi saldo awal dihapus, maka transaksi faktur penjualan tersebut tidak akan tampil (terhapus) lagi pada Daftar Faktur Penjualan.

Note : lakukan hal yang sama untuk pengubahan/penghapusan transaksi faktur pembelian atas inputan saldo awal hutang, yaitu melalui menu Pembelian | Pemasok.

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya pada Accurate Online

Jika anda ingin mengubah nilai persediaan yang anda miliki tanpa mengubah jumlah kuantitas-nya, anda bisa melakukannya melalui modul Penyesuaian Persediaan, yaitu dengan mengosongkan persediaan tersebut terlebih dahulu (memilih tipe penyesuaian dengan ‘Pengurangan’ pada formulir Penyesuaian Persediaan), kemudian menambahkan kembali sejumlah kuantitas yang sama dengan sebelumnya (memilih tipe penyesuaian dengan ‘Penambahan’ pada formulir Penyesuaian Persediaan) namun di-isikan dengan total nilai persediaan yang baru.

Contoh Kasus :
Perusahaan ingin mengubah total nilai persediaan untuk barang Kemeja, dikarenakan adanya kenaikan bahan kemeja. Saat ini stok Kemeja sejumlah 70 pcs dengan total nilai persediaan sebesar Rp 6.631.579. Total nilai stok Kemeja akan diubah menjadi  Rp 7.000.000.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk melakukan penyesuaian nilai persediaan tersebut adalah sebagai berikut ini :

  1. Masuk ke menu Persediaan | Penyesuaian Persediaan, masuk ke tab Info Lainnya dan pilih akun yang akan digunakan untuk menampung penyesuaian tersebut.
Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Memilih akun untuk menampung penyesuaian persediaan

Note : Jika akun yang anda maksud tidak tersedia pada Info Lainnya, silahkan lakukan penambahan akun yang dimaksud pada Akun Perkiraan Penyesuaian Persediaan di Preferensi, yaitu melalui Pengaturan | Preferensi | Akun Perkiraan, silakan isikan akun yang akan digunakan pada Akun Penyesuaian Persediaan.

  • Setelah itu kembali ke tab Rincian Barang, pilih barang ‘Kemeja’ dengan Tipe Penyesuaiannya adalah ‘Pengurangan’, kemudian isikan jumlah kuantitas yang akan dikurangkan yaitu 70 Pcs dan klik ‘Lanjut’ untuk menyimpannya.
Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Memilih nama barang pada tab rincian barang

 

Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Mengurangi stok barang

 

  • Selanjutnya lakukan hal yang sama pada poin 2, namun pilih Tipe Penyesuaian dengan ‘Penambahan’ dan isikan jumlah kuantitas yang ditambahkan adalah 70 pcs dan Biaya Satuan dengan biaya satuan yang baru yaitu Rp 100.000 (Rp 7.000.000 / 70 Pcs) sehingga total nilainya adalah Rp 7.000.000. Klik ‘Lanjut’ untuk menyimpannya.
Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Memilih barang kembali

Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Menambahkan stok dengan nilai yang baru

 

  • Tampilan pada Penyesuaian Persediaan akan seperti pada gambar berikut ini.
Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Tampilan Formulir Penyesuaian Persediaan untuk Pengurangan dan Penambahan Stok

 

  • Simpan transaksi dan jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut.
Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Jurnal Transaksi atas Pengurangan dan Penambahan Stok dengan Nilai yang baru

Untuk memastikan apakah anda telah menginput dengan benar, anda bisa melakukan pengecekan melalui menu Laporan | Daftar Laporan | Persediaan | Rincian Nilai Persediaan, filter parameter per tanggal hari ini (tanggal dilakukan penyesuaian) dan pilih nama barang yang dimaksud.

Laporan Rincian Nilai Persediaan

 

Note : Jika ingin nilai persediannya dipecah menjadi beberapa biaya satuan, silahkan lakukan Penambahan Kuantitas menjadi beberapa (lebih dari satu), sesuai dengan biaya satuan yang ingin ditambahkan. Misalnya : 10 pcs @Rp 100.000, 20 Pcs @Rp 95.000 dan 40 pcs @Rp 105.000, maka buat seperti pada gambar berikut ini.

 

Pengubahan Nilai Persediaan lebih dari 1 nilai

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Aturan Pemilihan Gudang oleh Sistem Accurate Online di dalam Transaksi

Aturan pemilihan gudang oleh sistem Accurate online terbagi menjadi 2 kondisi, yaitu untuk barang baru yang belum ada transaksi kecuali transaksi saldo awal dan barang yang sudah ada transaksi. Berikut ini penjelasan serta contoh kasusnya dari kedua kondisi tersebut :

A.  Barang Baru (belum ada transaksi, hanya transaksi Saldo Awal)

Dengan kondisi ini, jika barang tersebut digunakan dalam transaksi misalnya pada transaksi Pembelian dan Penjualan maka gudang yang terpilih adalah sesuai dengan urutan Abjad dari nama gudang. Dan khusus pada transaksi penjualan, selain memilih sesuai abjad, gudang yang terpilih juga dilihat dari ketersediaan stok atas barang yang bersangkutan.

Contoh Kasus :
Perusahaan memiliki 3 gudang yang terdiri dari :

  • Jakarta
  • Surabaya
  • Utama

Untuk mengetahui urutan abdjad-nya (A-Z) anda bisa melakukan pengecekan melalui menu Persediaan  | Gudang , klik Daftar Gudang dan akan ditampilkan urutan nama gudang sesuai dengan abjadnya (A – Z).

 

 

Pada kondisi A :
Membuat Faktur Pembelian atas barang baru yaitu Hanger Merah dan Hanger Biru. Dimana sebelumnya untuk barang Hanger Biru diisikan nilai saldo awalnya sebanyak 160 pcs (seperti terlampir gambar) sedangkan Hanger Merah tidak ada saldo awal. Maka nama gudang yang terpilih adalah sesuai dengan urutan abjadnya (A-Z) yaitu gudang Jakarta.

 

Note : transaksi saldo awal yang dimaksud adalah saldo awal barang yang diisikan melalui menu Barang yang bersangkutan kemudian ke Tab Saldo, seperti pada gambar diatas.

 

 

Note :

  • Kondisi ini berlaku pada Penerimaan Barang, Faktur Penjualan dan Pengiriman Pesanan.
  • Namun jika saldo awal pada Hanger Biru hanya pada beberapa gudang saja (tidak semua gudang), maka pemilihan nama gudang untuk Hanger Biru di transaksi Faktur Penjualan akan melihat kondisi stok-nya. Seperti pada contoh kasus, misalnya saldo awal hanya terisi pada Gudang Surabaya dan Utama. Maka saat membuat transaksi Faktur Penjualan untuk hanger Biru, gudang yang terpilih adalah gudang Surabaya.(lihat ilustrasi digambar).

 

 

B. Barang Yang Telah Ada Transaksinya

Untuk kondisi barang yang telah terdapat transaksi (bukan barang yang baru dibuat), maka pemilihan gudang pada transaksi adalah berdasarkan histori gudang terakhir yang digunakan pada jenis transaksi tersebut.

Pada kondisi B :
Membuat Penerimaan Barang untuk Hanger Biru, dimana berdasarkan histori, transaksi penerimaan barang terakhir untuk Hanger Biru adalah ke gudang Surabaya, maka pada transaksi penerimaan barang selanjutnya akan ditampilkan nama gudang sesuai histori sebelumnya yaitu gudang Surabaya. Note : dalam ilustrasi ini barang Hanger Biru sudah dibuatkan beberapa transaksi baik itu transaksi penerimaan barang/faktur pembelian atau pengiriman barang/faktur penjualan.

 

Untuk mengetahui gudang terakhir yang digunakan, anda bisa melakukan pengecekan dari  menu Persediaan | Barang dan Jasa, pilih nama barang yang dimaksud, klik 2x kemudian klik tab Mutasi dan filter tanggal-nya s/d per hari ini. Pada ilustrasi untuk barang Hanger Biru, transaksi terakhir dari Penerimaan Barang adalah Gudang Surabaya.

 

Note :

  • Kondisi ini berlaku juga untuk transaksi Faktur Penjualan, dengan catatan semua gudang mempunya stok atas barang tersebut.
  • Namun jika salah satu gudang tidak ada stok-nyamaka pemilihan nama gudang akan melihat dari ketersediaan stok-nya juga. Sesuai ilustrasi, misalnya untuk barang Hanger Merah, histori penjualan terakhir adalah menggunakan Gudang Surabaya. Namun ketersediaan stok dari Hanger Merah hanya terdapat di Gudang Utama, maka saat membuat transaksi Penjualan untuk Hanger Merah, Accurate Online akan memilihkan nama Gudang Utama (tidak berdasarkan histori sebelumnya). Lihat ilustrasi gambar berikut ini.

 

 

Impor Daftar Karyawan dari File Excel Pada Accurate Online

Pada artikel ini dijelaskan bagaimana cara untuk mengimport data karyawan dari file excel ke dalam Accurate Online.

1. Akses modul Perusahaan Karyawan, lalu Klik Daftar Karyawan.

2. Klik Impor Data Impor dari Excel.

3. Pada tab Impor Karyawan dijelaskan informasi apa saja yang perlu dipersiapkan untuk melakukan proses impor karyawan dan disediakan juga contoh format file excel untuk meng-impor data karyawan, yang bias di-unduh dengan mengklik informasi contoh file.

4. Jika sudah tersedia file excel nya, silahkan lakukan proses impor dengan klik icon folder pada bagian lokasi file impor, kemudian cari file yang akan diunggah , klik Open dan klik Unggah untuk mengimpor file tsb.

 

 

 

5. Proses selanjutnya adalah melakukan pemetaan nama kolom yang ada pada file excel dengan nama kolom yang sama pada Accurate Online.

6. Setelah selesai melakukan pemetaan nama-nama kolom  yang tersedia, klik Lanjutkan untuk meneruskan proses impor.

7. Tahap akhir sebelum memulai proses impor adalah tahap Konfirmasi Impor Data. Disini Accurate online akan menyajikan informasi beberapa baris data awal karyawan yang akan di-impor. Hal ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan, apakah data yang akan diimpor sudah dipetakan dengan benar/sesuai. Jika sudah sesuai, silahkan klik “Lanjutkan” untuk memulai proses impor.

 

8. Tunggu hingga proses impor selesai dilakukan, yaitu hingga terdapat informasi jumlah data yang berhasil di impor dan yang gagal terimpor (jika ada). Pastikan jumlah data yang terimpor sesuai dengan jumlah data yang terdapat pada file excel yang dibuat.

 

 

 

Note: Untuk data yang gagal terimpor, akan diinformasikan penyebab gagal-nya berupa log erroryang bisa anda download.

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :