PERLAKUAN NILAI BEBAN POKOK PENJUALAN PADA FAKTUR PENJUALAN (DI MUKA)

Metode Pencatatan Persediaan pada Accurate Online menggunakan metode Perpetual, sehingga nilai Beban Pokok Penjualan (BPP) akan dijurnal pada setiap pembuatan Faktur Penjualan, sesuai Nilai Aktual-nya berdasarkan metode penilaian persediaan yang digunakan di database tersebut (Metode Rata-rata atau Metode FIFO).

Tetapi untuk Faktur Penjualan Dimuka, dikarenakan secara fisik belum ada barang yang keluar sehingga pada Accurate Online juga belum ada pencatatan pengeluaran nilai barang-nya. Dengan demikian, nilai Beban Pokok Penjualan pada Faktur Dimuka akan dinilai dengan ketentuan berikut ini:

  1. Menggunakan Harga Pemasok.
  2. Menggunakan Harga Beli pada data Barang & Jasa.
  3. Menggunakan Harga Beli barang terakhir.
  4. Menggunakan HPP terakhir.

Nilai Aktual dari barang persediaan tersebut akan diakui pada saat pembuatan Pengiriman Pesanan. Jika ada selisih, nilainya akan dijurnal ke akun Beban Pokok Penjualan tersebut.

Berikut ini ilustrasinya :

Transaksi Faktur Penjualan dimuka dengan barang Anti Gores Iphone 5

Faktur Penjualan di Muka

 

Faktur Penjualan di Muka

 

Jika dilihat rincian jurnalnya untuk nilai Beban Pokok Penjualan atas faktur penjualan dimuka tersebut adalah  sebesar Rp 47.500

Jurnal Transaksi Faktur Penjualan di Muka

 

Nilai Beban Pokok Penjualan tersebut diambil berdasarkan seperti yang telah dijelaskan diatas. Namun dikarenakan barang Anti Gores Iphone 5 tidak ada pembuatan Harga Pemasok-nya, maka nilainya menggunakan harga beli yang di-atur pada data barangnya (perhatikan gambar).

Harga Beli pada Daftar Barangnya

 

Dan saat Faktur Penjualan tersebut dibuatkan transaksi Pengiriman Pesanan-nya, maka nilai Beban Pokok Penjualannya akan terperbarui sesuai dengan nilai aktual yang keluar berdasarkan metode persediaan atas database tersebut. Karena database sample menggunakan metode rata-rata, maka nilai aktual yang akan dikeluarkan adalah nilai rata-rata persediaan per tanggal pengeluaran barang tersebut, yaitu sebesar Rp 47.473,018383.

Sehingga akan terdapat selisih sebesar Rp 26,981617 yang merupakan pengakuan BPP pada Faktur penjualan (Rp 47.500) dengan BPP pada saat Pengiriman Pesanan (Rp 47.473,018383)

Jurnal Transaksi pada Pengiriman Pesanan dari Faktur di Muka

 

Laporan Rincian Nilai Persediaan yang Menampilkan Urutan Keluar Nilai Persediaan

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *