Memberi Hak Akses Oprator Untuk Merubah Transaksi Draft

Pada Accurate Online akses untuk pengguna (level oprator) dapat di batasi sesuai dengan Jobdesk dari pengguna tersebut, ada beberapa akses seperti membuat, mengubah menghapus dan juga melihat transaksi. Jika muncul error seperti di atas saat ingin menyimpan transksi draft maka Administrator perlu memberikan hak akses oprator tersebut. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Buka Menu Akses Grup pada Pengaturan.
  2. Berikan Akses untuk Buat, Ubah dan lihat pada transaksi yang di maksud lalu simpan akses nya.
  3. Maka setelah diberikan akses oprator tersebut dapat menyimpan ulang transaksi yang masih berstatus draft.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Hak Akses Oprator Tidak Bisa Membuat Pesanan Pembelian Melebihi Kuantitas Pesanan Penjualan Pada AOL

Pada Accurate Online akses untuk pengguna (level oprator) dapat di batasi sesuai dengan Jobdesk dari pengguna tersebut. Dalam membuat PO (pesanan pembelian) anda dapat mengacu pada pesanan penjualan dari customer yang telah anda input di SO (pesanan penjualan). Untuk menghindari PO berlebih ada baiknya Administrator memberikan batasan hak akses pada oprator, khususnya pada akses “Tidak Bisa Membuat Pesanan Pembelian Melebihi Kuantitas Pesanan Penjualan”. Berikut cara membatasi aksesnya:

  1. Buka akses grup pada menu pengaturan.

    Akses Grup

    Buka Akses Grup

  2. Pilih akses grup yang mau di batasi.
  3. Klik tab hak akses, cari akses lalu unceklis “Tidak Bisa Membuat Pesanan Pembelian Melebihi Kuantitas Pesanan Penjualan”. Lalu simpan.Tidak Bisa Membuat Pesanan Pembelian Melebihi Kuantitas Pesanan Penjualan
  4. Maka akan muncul notifikasi error seperti gambar dibawah saat PO melebihi SO.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Mencatat Pembayaran BPJS Di Awal Bulan

Dalam kasus mencatat transaksi pembayaran BPJS di awal bulan sebelum mencatat nya di menu pencatatan gaji ada beberapa langkah yang harus dilakukan di Accurate Online, yaitu melakukan pencatatan biaya BPJS di menu kas/bank pembayaran dan pencatatan biaya BPJS melalui menu pencatatan gaji.

Sebagai ilusrtasi pada bulan Januari 2026 seorang karyawan memiliki rincian gaji sebagai berikut:

Gaji pokok : Rp. 3.000.000

Tunjangan Premi Kesehatan : Rp. 120.000

Tunjangan Program JKK : Rp. 7.200

Tunjangan Program JKM : Rp. 9.000

 

I. Pencatatan atas pembayaran biaya BPJS di awal bulan melalui pembayaran

Masuk ke menu kas/bank pembayaran, lalu pilih biaya BPJS senilai Rp. 136.200

mencatat pembayaran BPJS diawal Bulan

Jurnal atas transksi pembayaran BPJS

 

II. Pencatatan atas biaya BPJS melalui pencatatan gaji beserta pelunasannya.

  • Sebelum melakukan pencatatan gaji pastikan settingan akun atas tunjangan premi kesehatan, tunjangan program JKK & tunjangan program JKM sudah di masukan ke akun biaya BPJS.

    Masuk ke menu gaji/tunjangan

     

     

     

     

    Sesuaikan akun biaya atas tunjangan

    Setting akun perkiraan ke biaya BPJS

  • Setelah itu lakukan pencatatan gaji karyawan melalui menu pencatatan gaji pada buku besar.

    • Pilih nama karyawan

masukan rincian gaji/tunjangan

Jurnal yang akan terbentuk dari pencatatan gaji

  • Masuk ke menu kas/bank pembayaran untuk melunasi hutang gaji

    ambil dari pencatatan gaji

    ceklis biaya BPJS dari pencatatan gaji

    Masukan biaya BPJS dengan nilai (-)

    Jurnal yang terbentuk

    Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
    Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Error Akun Kas Perintah Pembayaran Belum Ditentukan di Accurate

Pada Accurate Online, terkadang pengguna menemukan pesan error “Akun kas Perintah Pembayaran pada Preferensi belum ditentukan” ketika akan menyimpan transaksi Perintah Pembayaran.

Pesan tersebut muncul karena pada pengaturan Preferensi belum ditentukan Akun Kas Penampungan Pembayaran Sementara yang digunakan untuk transaksi perintah pembayaran ke pemasok. Tanpa pengaturan akun ini, sistem tidak dapat menyimpan transaksi yang dibuat.

Agar transaksi perintah pembayaran dapat disimpan dengan normal, Anda perlu terlebih dahulu mengatur akun kas penampungan tersebut dengan langkah berikut:

  1. Masuk ke menu Pengaturan lalu pilih Preferensi.
  2. Buka tab Pembelian.
  3. Pada bagian Perintah Pembayaran ke Pemasok, cari kolom Akun Kas Penampungan Pembayaran Sementara.
  4. Pilih akun dengan tipe Kas/Bank yang akan digunakan sebagai penampung sementara pembayaran.
  5. Setelah itu klik Simpan untuk menyimpan pengaturan.

Setelah akun kas penampungan tersebut ditentukan, Anda dapat kembali menyimpan transaksi Perintah Pembayaran tanpa muncul pesan error tersebut.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Cetak dan Scan QR Code Bliss untuk Pelanggan Non Member

Jika outlet Accurate POS Anda telah terhubung dengan layanan Bliss dan Anda ingin menampilkan QR Code Bliss pada struk transaksi, fitur ini dapat digunakan agar pelanggan yang belum menjadi member Bliss dapat langsung bergabung sebagai member melalui QR Code tersebut.

Cara memunculkan QR Code

Berikut langkah-langkah untuk mengaktifkannya:

  1. Buka database Accurate Online yang sudah terintegrasi dengan Accurate POS.
  2. Masuk ke menu Accurate POS.
  3. Pilih Pengaturan POS lalu buka Daftar Pengaturan POS.
  4. Pilih Outlet POS yang digunakan.

  5. Masuk ke tab Desain Struk.
  6. Pada bagian Cetak Struk, centang opsi “Cetak QR Poin Bliss untuk Pelanggan Non-Bliss“.
  7. Klik Simpan, kemudian lakukan singkronisasi pada aplikasi Accurate POS.

Setelah pengaturan tersebut aktif, Anda dapat membuat transaksi baru di Accurate POS untuk pelanggan yang belum menjadi member Bliss. ketika transaksi diproses hingga tahap pebayaran dan struk dicetak, maka QR Code Bliss akan otomatis muncul pada struk transaksi.

QR Code ini dapat dipindai oleh pelanggan Non Bliss untuk melakukan pendaftaran sebagai member Bliss.

Selain muncul pada struk cetak, QR Code Bliss juga akan tampil pada struk digital yang dikirimkan melalui WhatsApp atau Email dalam bentuk PDF.

Cara Kerja Scan QR Code Bliss

Ketika pelanggan melakukan scan QR Code yang terdapat pada struk, terdapat dua kemungkinan kondisi:

1. Pelanggan belum menginstal aplikasi Bliss

Jika pelanggan belum memiliki aplikasi Bliss, maka setelah melakukan scan QR Code akan muncul tautan yang mengarahkan ke Play Store untuk mengunduh aplikasi Bliss terlebih dahulu.

2. Pelanggan sudah menginstal aplikasi Bliss

Jika aplikasi Bliss sudah terpasang di perangkat pelanggan, maka setelah melakukan scan QR Code mereka akan langsung diarahkan ke halaman Join Membership untuk bergabung sebagai member pada merchant atau toko Anda.

Dengan fitur ini, pelanggan yang sebelumnya bukan member Bliss dapat dengan mudah mendaftar melalui QR Code yang tercetak pada struk transaksi.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Ceklis Otomatis Fitur Faktur Dimuka (Mendahului Pengiriman)

Pada Accurate online terdapat fitur faktur dimuka (mendahului pengiriman), hal ini ditujukan untuk mengakui nilai pendapatan (penjualan) tetapi barang belum di kirim ke pelanggan. Untuk fitur ini dapat di aktifkan dari preferensi, fitur penjualan. Jika anda melakukan penjualan sebanyak 3x pada pelanggan yang sama menggunakan fitur faktur dimuka (mendahului pengiriman) maka transaksi selanjutnya fitur ini akan otomatis terceklis.

Faktur Dimuka (Mendahului Pengiriman)

Tiga kali transaksi dengan pelanggan yang sama dengan menceklis fitur faktur dimuka

 

Ceklis Otomatis Fitur Faktur Dimuka (Mendahului Pengiriman)

Maka transaksi selanjutnya fitur tersebut otomatis akan aktif

NB: Anda dapat melakukan unceklis jika transaksi tersebut bukan merupakan faktur dimuka.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Gagal Impor Faktur Penjualan Accurate POS karena DPP 11/12

Pada Accurate Online, terkadang pengguna menemukan transaksi gagal impor dari Accurate POS saat melakukan pengecekan melalui ikon Keranjang Oranye di menu Penjualan | Faktur Penjualan | Daftar Faktur Penjualan.

Pesan yang muncul pada transaksi tersebut adalah:

Tidak dapat menggunakan DPP 11/12 untuk Faktur Pajak dengan Detail Transaksi 01 – kepada selain Pemungut PPN.

Error ini terjadi karena adanya ketidaksesuaian pengaturan pajak antara preferensi sistem dan data pelanggan yang digunakan pada transaksi sari Accurate POS.

Penyebab Terjadinya Error

Masalah ini umumnya disebabkan karena pada menu Pengaturan | Preferensi | Pajak | Lainnya, fitur Default DPP 11/12 dalam kondisi aktif (dicentang).

Namun, pelanggan yang digunakan pada transaksi POS masih menggunakan Detail Transaksi 01-kepada selain Pemungut PPN“, padahal transaksi dengan DPP 11/12 wajib menggunakan Detail Transaksi 

Perbedaan pengaturan inilah yang menyebabkan proses impor faktur penjualan menjadi gagal.

Cara Mengatasi Gagal Impor Faktur Penjualan POS

Agar transaksi yang gagal dapat diimpor kembali, silahkan lakukan langkah berikut:

  1. Masuk ke menu Penjualan | Pelanggan.
  2. Klik tombol Daftar berwarna hijau, lalu pilih pelanggan yang digunakan pada transaksi POS.
  3. Buka tab Pajak, kemudian ubah Detail Transaksi menjadi “04-DPP Nilai Lain“.
  4. Klik Simpan untuk menyimpan perubahan data pelanggan.
  5. Setelah itu, kembali ke menu Penjualan | Faktur Penjualan | Daftar Faktur Penjualan.
  6. Klik ikon Keranjang Oranye (Impor Accurate POS), lalu pilih Impor untuk memproses ulang transaksi.

Hasil Setelah Perbaikan

Jika pengaturan sudah sesuai, maka proses impor ulang akan berhasil, dan transaksi faktur penjualan dari Accurate POS akan muncul di Daftar Faktur Penjualan tanpa pesan error.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Error Departemen Wajib Diisi Saat Impor Faktur Pembelian

Saat melakukan impor transaksi Faktur Pembelian di Accurate Online, terkadang muncul notifikasi error:

Pada tab rincian terdapat kolom Department yang belum diisi. Department Field merupakan kolom mandatory.

Pesan ini menandakan bahwa pada pengaturan formulir Faktur Pembelian, kolom Departemen telah diaktifkan sebagai kolom wajib diisi. Akibatnya, sistem akan menolak proses impor apabila data departemen tidak tersedia di file impor.

Penyebab Error

Error terjadi karena pengaturan Rancangan Formulir Faktur Pembelian mensyaratkan kolom Departemen harus diisi, sementara data impor tidak menyertakan informasi tersebut pada baris rincian transaksi.

Solusi Agar Impor Faktur Pembelian Berhasil

Untuk mengatasi kendala ini, silahkan lakukan pengaturan berikut:

  1. Masuk ke menu Pembelian | Faktur Pembelian

  2. Klik Rancangan Formulir

  3. Pilih tab Rincian, lalu klik kolom Departemen

  4. Hilangkan centang pada opsi Wajib Diisi

  5. Klik Simpan

Setelah itu, tutup dan buka kembali menu Faktur Pembelian.

Lakukan Impor Ulang

Selanjutnya:

  • Klik Daftar | Impor Data | Impor dari File
  • Jalankan kembali proses impor Faktur pembelian

Jika pengaturan sudah benar, sistem akan memproses impor dan menampilkan informasi jumlah data yang berhasil diimpor tanpa error.

Dengan menyesuaikan pengaturan kolom Departemen ini, proses impor Faktur pembelian dapat berjalan lebih lancar tanpa perlu melengkapi data tambahan pada file impor.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Pengisian Nomor Dokumen Pendukung Ekspor XML Coretax

Dalam penggunaan Accurate Online, terdapat ketentuan khusus bagi transaksi dengan Detail Transaksi 08 (Penyerahan dengan fasilitas dibebaskan PPN atau PPN dan PPnBM) serta Kode Fasilitas 10 (BKP dan/atau JKP tertentu).

Agar Nomor Dokumen Pendukung dapat terbawa dan terbaca saat proses ekspor XML ke Coretax, pengguna perlu melakukan pengaturan dan input data dengan langkah berikut.

1. Menyiapkan Data Pelanggan

Masuk ke accurate.id menggunakan akun yang sudah memiliki kewenangan ekspor pajak. Selanjutnya, buat atau ubah data pelanggan melalui menu Penjualan | Pelanggan | Data Baru.

Pada tab Pajak – Detail Transaksi, pilih:

  • Detail Transaksi: 08 – Penyerahan dengan fasilitas dibebaskan PPN atau PPN dan PPnBM
  • Kode Fasilitas: 10 – BKP dan JKP tertentu

Kemudian simpan data pelanggan tersebut.

2. Membuat Faktur Penjualan

Setelah pelanggan disiapkan, lanjutkan dengan membuat Faktur penjualan melalui menu Penjualan | Faktur Penjualan | Data baru.

Pastikan pada tab Info Lainnya – Pajak, Detail Transaksi yang digunakan tetap 08, lalu simpan transaksi faktur penjualan.

3. Menginput Nomor Dokumen Pendukung

Sebelum melakukan ekspor XML, lakukan penginputan Nomor Dokumen Pendukung melalui menu, Daftar Laporan | SPT PPN/PPNBM | Data Baru.

Pilih faktur yang akan dilaporkan, kemudian isi kolom No Dokumen Pendukung, dan lanjutkan prosesnya hinggan selesai.

4. Ekspor File XML

Setelah nomor dokumen pendukung tersimpan, lakukan ekspor XML melalui menu eFaktur | Faktur Keluaran.

Pada file XML hasil ekspor, informasi Nomor Dokumen Pendukung akan otomatis tercantum pada bagian CustomDoc.

5. Upload ke Coretax

Langkah terakhir adalah mengunggah file XML tersebut ke aplikasi Coretax. Nomor Dokumen Pendukung yang sebelumnya diinput akan muncul pada kolom Dokumen Pendukung di bagian Dokumen Transaksi, sehingga data pajak dapat terbaca dengan lengkap dan sesuai ketentuan.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Pengaturan Dokumen Lampiran Wajib Pada AOL

Pada dasarnya setiap transksi accurate online bisa anda lampirkan dokumen pendukung atas transaksi tersebut yang sifatnya opsional. Akan tetapi anda dapat melakukan pengaturan dokumen lampiran wajib pada AOL, berikut cara atau langkah-langkah nya.

  • Buka modul pengaturan lalu pilih preferensi.
  • Buka tab lampiran lalu lakukan ceklis pada fitur dari setiap modul yang mewajibkan user melampirkan dokumen pendukung, lalu klik simpan.setting File lampiran
  • Maka saat user menginput transksi tetapi tidak melampirkan dokumen akan muncul error seperti dibawah.
  • Solusinya user wajib melampirkan file dokumen yang sesuai baik dalam bentuk gambar, pdf ataupun format lainnya.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!