MENYUSUTKAN BIAYA/BEBAN DIBAYAR DI MUKA DENGAN MENGANGGAPNYA SEBAGAI FIXED ASSET

MENYUSUTKAN BIAYA/BEBAN DIBAYAR DI MUKA DENGAN MENGANGGAPNYA SEBAGAI FIXED ASSET

Biaya dibayar di muka adalah biaya-biaya atau beban-beban yang telah dibayarkan pada suatu periode akuntansi, namun sebenarnya sebagian dari biaya atau beban tersebut bukan biaya atau beban pada periode tersebut, melainkan biaya atau beban yang harus dibayarkan pada periode akuntansi selanjutnya.

Contoh biaya dibayar di muka antara lain biaya asuransi, biaya sewa gudang atau sewa apapun, beban iklan dan sebagainya.

Selain dengan recurring yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, cara menyusutkan biaya dibayar di muka juga bisa dengan cara menganggapnya sebagai fixed asset.

Berikut ini langkah-langkah penginputan Sewa Gedung beserta dengan penyesuaiannnya:

– Input akun Sewa Gedung Dibayar Dimuka melalui List | Chart of Account, klik New  dan pilih tipe akunnya Fixed Asset.

– Input pengakuan Sewa Gedung dan pembayarannya melalui menu Activities | New Fixed Asset. Pada tab General isikan dengan informasi yang berkaitan dengan Sewa Gedung tsb dan jangan lupa centang untuk option “ Intangible Asset” kemudian di tab Expenditure isi dengan akun  Cash/bank yang digunakan untuk membayar Sewa tsb, di kolom Amount isikan dengan harga Sewa gedungnya lalu Save & Close.

– Pada saat akhir bulan lakukan Period end agar otomatis dihitung oleh ACCCURATE untuk penyusutan masing2 Asset yang sudah diinput di List Fixed Asset, termasuk juga dengan alokasi biaya Sewa gedung.

Untuk  melihat jurnal penyusutan  hasil period end dapat melalui menu List | General Ledger| Jurnal Voucher, filter by datenya di uncheck dan dibagian Type centang Depreciation Asset, lalu double-click di baris transaksi untuk Period end yang sudah dilakukan. Akan tampil jurnalnya sebagai berikut:

(Dr)   Biaya Sewa    1.000.000

(Cr)      Sewa Gedung Dibayar dimuka.-  1.000.000

(Available For V5)

Berikut Tutorial Vidionya :

PESANAN PEMBELIAN DOLLAR, UANG MUKA RUPIAH PADA ACCURATE

PESANAN PEMBELIAN DOLLAR, UANG MUKA RUPIAH PADA ACCURATE

Siklus Pembelian

Proses Pembelian dalam sebuah perusahaan bisa berawal dari penawaran harga yang dilakukan oleh vendor atas suatu jenis barang, kemudian perusahaan tertarik dengan penawaran tersebut lalu melakukan pemesanan dengan mengirimkan formulir pemesanan barang (purchase order). Selain karena penawaran dari pemasok, bisa juga dari permintaan internal perusahaan tersebut.

Setelah proses purchase order, langkah selanjutnya adalah penerimaan barang yang dipesan. Penerimaan barang tersebut bisa dibarengi dengan penerimaan tagihan dari pemasok. Tapi bisa juga tagihan tersebut diterima bersamaan dengan surat jalan sekaligus.

Setelah penerimaan barang dan tagihan, langkah selanjutnya adalah pembayaran hutang. Sebenarnya sebelum pembayaran tersebut, terdapat verifikasi terhadap barang yang diterima apakah sudah sesuai dengan yang dipesan atau tidak. Jika tidak sesuai bisa saja terjadi retur pembelian.

Kali ini akan dibahas mengenai, Proses Pesanan Pembelian dengan Dollar, Uang Muka Rupiah

Berikut adalah ilsutrasinya :

Pada tanggal 15 Januari 2024 perusahaan memesan AC pada JVC USD dengan termin 2/10 n/30, kurs saat pemesanan adalah 1 USD = 15.000. Uang muka dibayar dengan cek BCA Rupiah yang dibelikan dengan dollar : 1.000 USD x 15.000 = 15.000.000,- cek dapat dicairkan tanggal 16 Januari 2024.

Analisis transaksi :

Terdapat 2 aktifitas pada ilustrasi di atas. Yaitu pemesanan barang dalam dollar dan pembayaran uang muka pembelian dollar dengan cek bank rupiah yang telah dikurskan sedangkan tanggal cair cek tidak sama dengan tanggal pembayaran

Langkah penginputannya dalam Accurate adalah sebagai berikut : 

1. Buat Pesanan Pembelian lalu pilih nama pemasok dan item yang dibeli.

Setelah Anda input Nama Pemasok dan Item yang dibeli, tentukan akun penampung uang muka tersebut dengan mengklik proses lalu pilih uang muka.

3. Kemudian klik tombol Down Payment. Akan muncul tampilan Purchase Invoice, isikan jumlah uang muka sesuai dengan yang Anda bayarkan. dan di info lainnya isikan nomor fakturnya.

4. Setelah Anda mengisi uang muka, klik proses  (Payment Vendor) sesuai dengan jumlan uang muka yang Anda bayarkan

Pada saat pembayaran uang muka ini belum tercatat sebagai hutang. Dicatat sebagai hutang adalah ketika pemasok telah mengirimkan atau menerbitkan invoice.

Untuk video tutorial nya bisa ditonton dibawah ini ya…………..

 

CARA REKONSILIASI BANK PADA ACCURATE

 

CARA REKONSILIASI BANK PADA ACCURATE

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai Cara Rekonsiliasi Bank Pada Accurate, mari kita review mengenai apa itu rekonsiliasi bank.

Rekonsiliasi bank adalah suatu prosedur pengendalian terhadap kas di bank dengan membandingkan catatan akuntansi kas menurut perusahaan secara periodik. Rekonsiliasi bank dilakukan untuk menunjukkan dan menjelaskan adanya perbedaan antara catatan kas menurut bank dan menurut perusahaan. Jika perbedaan dihasilkan dari transaksi yang belum dicatat oleh bank, maka catatan perusahaan dianggap benar.  Sebaliknya, jika perbedaan dihasilkan dari kesalahan dalam pencatatan perusahaan dan catatan bank, maka diperlukan penyesuaian.

TUJUAN REKONSILIASI BANK 

  1. Menentukan saldo kas (bank) yangs eharusnya disajikan dalam laporan keuangan (neraca)
  2. Mengamankan kekayaan perusahaan dan mendeteksi kemungkinan adanya penyalahgunaan kas di bank

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA REKONSILIASI BANK 

Pada umunya, perbedaan antara saldo kas menurut catatan perusahaan dan catatan bank disebabkan karena 2 hal, yaitu :

1. Perbedaan Waktu Pengakuan 
  • Adanya setoran dalam perjalanan (Deposit In Transit), yaitu setoran yang dilakukan oleh perusahaan, tetapi pihak bank belum menerima, atau belum mengkredit rekening perusahaan. Akibatnya, saldo kas menurut bank terlalu rendah dibanding saldo kas yang benar
  • Cek yang belum diuangkan (Outstanding Chek), yaitu cek yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai tanda pembayaran kepada pihak lain, tetapi pihak penerima belum menguangkan cek tersebut ke bank. Akibatnya, bank belum mengetahui adanya pengeluaran oleh perusahaan. Sehingga saldo kas menuru bank terlalu besar dibandingkan dengan saldo kas perusahaan yang sebenarnya
  • Tagihan piutang perusahaan yang dilakukan oleh bank (bank collections) tetapi pihak perusahaan belum menerima surat pemberitahuan dari bank. Akibatnya saldo kas menurut perusahaan terlalu rendah dibanding saldo kas yang sesungguhnya
  • Biaya bank (Bank Charge) yang telah didebitkan ke rekening perusahaan di bank, tetapi perusahaan belum menerima surat pemberitahuan dari bank. Akibatnya, saldo kas menurut perusahaan lebih besar dibanding saldo kas yang benar
  • Adanya cek kosong atau dana kurang. Yaitu cek yang diterima oleh perusahaan dari langganannya sebagai penerimaan kas, tetapi setelah disetorkan ke bank ternyata cek tersebut tidak ada dananya atau kurang. Karena perusahaan telah mencatat cek tersebut sebagai penerimaan, saldo kas menurut perusahaan terlalu besar dibanding saldo kas yang sesungguhnya

B. Kesalahan Pencatatan Oleh Perusahaan atau Oleh Bank

Kesalahan pencatatan yang terjadi pada bank ataupada perusahaan. Akibat yang terjadi dikarenakan kesalahan ini berbeda-beda tergantung pada jenis kesalahan yang ada

ISTILAH-ISTILAH DALAM REKONSILIASIASI BANK

Beberapa istilah dalam rekonsiliasi bank antara lain :

  1. Deposit In Tansit : yaitu Kas dan atau Cek yang telah diterima oleh perusahaan tetapi belum didepositkan dan dicatat oleh bank. Deposit in transit ini biasanya terjadi pada akhir bulan, baik dikarenakan deposit terlambat datang ke bank karena adanya cut off di bank ataupun karena perusahaan belum menyerahkan deposit tersebut ke bank
  2. Outstanding Chek : yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan kepada pihak ketiga (misalnya vendor) tetapi belum dikelurkan pada catatan bank. Hal ini dikarenakan pihak ketiga belum mencairkan cek tersebut sehingga belum dicatat oleh bank
  3. NSF (Non Sufficient Fund) : yaitu sebuah cek yang dikeluarkan perusahaan tetapi tidak diakui oleh bank dikarenakan dana yang ada di rekening bank perusahaan tidak mencukupi. Dengan demikian, NSF cek ini harus dikoreksi pada catatan perusahaan.

 

CARA REKONSILIASI BANK PADA ACCURATE 

  1. Silahkan buka program Accurate Anda kemudian pilih menu Activities pada toolbar, kemudian pilih Kas/Bank lalu pilih Bank Reconcile
  2. Pilih bank yang akan direkonsiliasi
  3. Tentukan tanggal pada kolom Reconcile Date. Tanggal rekonsiliasi identik dengan tanggal rekening koran yang sedang atau ingin kita rekonsiliasi dengan pencatatan perusahaan pada Accurate. Misal Anda sedang menangani rekening koran pertanggal 31 Oktober 2024, maka isi reconsile date dengan tanggal tsb
  4. Isilah kolom New Statement Balance. Diisi dengan saldo rekening koran per tanggal reconcile date
  5. Centang kolom Clear yang ada di setiap baris transaksi bank tersebut jika transaksi tersebut sudah sesuai dengan rekening koran
Note : 
  1. Calculate Statement Balance adalah saldo akumulatifdari semua transaksi yang sudah Anda clear dari awal s.d rekonsiliasi sekarang ini atas bank yang bersangkutan
  2. Jika ditemukan ada Clear yang berwarna merah pada baris transaksi tertentu ini dikarenakan transaksi tersebut sudah direkonsiliasi di tanggal Reconcile Date. Misalnya sekarang Anda sedang merekonsiliasi pertanggal 30 September namun per 1 Oktober Anda sudah rekonsiliasi dan clear transaksi tersebut
  3. Jika ditemukan transaksi yang ada di rekening koran dan di Accurate belum ada, silahkan input pada Accurate dari form transaksi biasanya transaksi tersebut diinput. Namun sebaliknya, jika diperlukan adjustment silahkan buat adjustment terlebih dulu atau lakukan perubahan terlebih dulu jika diperlukan.  Misal merubah transaksi atau tanggalnya
  4. Jadi pada dasarnya Rekonsiliasi ini tidak berpengaruh terhadap Laporan Keuangan, hanya sebagai saran untuk kita agar dapat menyamakan dengan rekening koran yang diterbitkan bank

Available on Accurate V5