WARNING UNAVAILABLE DATABASE KETIKA MEMBUKA ACCURATE

Warning Unavailable Database Ketika Membuka Accurate

Seringkali kita mendapati pesan error seperti pada gambar di bawah ini, ketika membuka database. Penyebab umumnya adalah sbb:

Solusi Akuntansi Indonesia

Solusi Akuntansi Indonesia

 

User membuka database dari Folder atau Drive hasil Mapping.

Berikut 2 gambar perbedaan alamat database di folder Mapping dan di Hardisk Komputer :

  • Database bukan hasil mapping, misalkan di Hardisk E :
Solusi Akuntansi Indonesia

Solusi Akuntansi Indonesia

 

Database ada di folder Mapping :

Solusi Akuntansi Indonesia

Solusi Akuntansi Indonesia

 

Solusinya :

Jika kita membuka database secara Lokal, maka ketika Browse pastikan kita memilih Drive bukan hasil mapping pada komputer tsb.

Jika membuka Database di komputer lain maka bisa menggunakan cara Remote seperti link di bawah ini :

http://solusiakuntansiindonesia.com/2017/11/02/buka-database-dari-komputer-lain-remote/

(Available for v5)

Booking Training Sekarang Klik Disini | Untuk Video Tutorial Klik Disini

DISPOSE FA & JUAL MELALUI SALES INVOICE (KENA PAJAK ATAU TIDAK)

Dispose Fixed Asset & Menjual Melalui Sales Invocie (Kena Pajak Atau Tidak)

1. Disposed Fixed Asset yang akan dijual. Dari List | Fixed Asset | Fixed Asset List, Edit Fixed Asset yang dimaksud lalu klik button DISPOSED, isi tanggal Dispose dengan tanggal kapan FA dijual, lalu isi Account Disposed dengan akun Gain/Loss Disposal Fixed Asset (type account bisa Expense atau Other Expense).

2. “Asset Selling” tidak perlu di centang lalu save Disposed Fixed Asset.

Jurnal yang dihasilkan disini adalah :

(Dr) Akumulasi Depresiasi FA (sampai dengan tanggal Dispose) xxxx

(Dr) Gain/Loss Dispose FA xxxx

(Cr) Fixed Asset xxxx

3. Buat item baru dari List | Item dengan type “Non Inventory Part” dan GL akunnya diset semua ke Account Gain/Loss Dispose FA yang dipilih waktu Dispose di langkah 1 diatas, untuk Unbilled Account biarkan ke akun Unbilled saja.

4. Buat transaksi Sales Invoice dengan memilih item yang dibuat diatas dan kenakan pajak pada item tersebut.

Jurnal yang dihasilkan adalah :

(Dr) Piutang/AR xxxx

(Cr) Gain/Loss Dispose FA xxxx

(Cr) PPn Keluaran xxxx

Disini yang dijurnal ke akun Gain/Loss Dispose Fixed Asset adalah nilai sebesar harga jualnya, sehingga plus minus dari jurnal waktu Dispose dan Jual untuk akun ini, nilai selisihnya adalah kerugian / keuntungan dari penjualan Fixed Asset kita.

(Available for V5)

Untuk video tutorialnya bisa ditonton dibawah ini ya……….

 

Request Jasa Training Accurate Accounting Software silahkan isi pada form berikut, klik disini

PENGATURAN PAJAK PADA BARANG DAN JASA PADA ACCURATE ONLINE

PENGATURAN PAJAK PADA BARANG DAN JASA PADA ACCURATE ONLINE

Jika perusahaan Anda adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa atau trading dan perusahaan Anda sudah dikukuhkan  sebagai Pengusaha Kena Pajak oleh Kantor Pelayanan Pajak tempat Anda menjalankan usaha, maka atas setiap transkasi yang Anda lakukan mengandung didalamnya Pajak yang wajib dipungut atau dipotong.

Pada kesempatan kali ini, pembahasan akan lebih spesifik kepada cara mensetting PPh 23 dan PPN pada Accurate Online.

PENGATURAN PAJAK PADA BARANG DAN JASA PADA ACCURATE ONLINE

1. Buatlah Nama Barang dan tentukan Jenis Barangnya sesuai dengan jenis barang. Apakah Persediaan, Non Persediaan, Jasa, Group

2. Pastikan bahwa pengaturan pajak pada Accurate telah sesuai dengan tarif pajak yang berlaku pada Perusahaan | Pajak

2. Kemudian pada kolom Penjualan/Pembelian isi harga jual satuan dan tentukan PPh dan PPNnya

3. Setelah itu, jika Anda sebelumnya sudah membuat atau menginput vendor atau customer maka silahkan saja langsung input transaksi seperti biasa pada modul Penjualan atau Pembelian.

4. Namun jika Anda belum memasukkan vendor atau customer, maka silahkan Anda buat terlebih dahulu. Isi data vendor atau customer Anda dengan lengkap. Berikut adalah sebagai contoh :

5. Pada kolom pajak jangan lupa untuk mengisikan NPWP vendor atau customer jika mereka adalah Pengusaha Kena Pajak. Karena jika tidak diisi maka Anda akan dikenakan PPh 2 kali lipat dari tarif yang sebenarnya atau sebesar 4%. Berikut adalah sebagai contoh :

6. Namun jika vendor atau customer Anda bukan Pengusaha Kena Pajak maka silahkan isi kolom NPWP tersebut dengan 00.000.000.0-000.000. Sehingga PPh atas jasa yang akan muncul adalah sebesar yang seharusnya yaitu 2%. Berikut adalah sebagai contoh :

 

MEMBUAT KOMISI PENJUAL BERDASARKAN KUANTITAS DAN BERTINGKAT

MEMBUAT KOMISI PENJUAL BERDASARKAN KUANTITAS DAN BERTINGKAT

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai salah satu fitur yang terdapat pada Accurate Online yaitu fitur komisi penjualan dan mengatur komisi penjualan bertingkat. Berikut adalah penjelasannya

MEMBUAT KOMISI PENJUAL BERDASARKAN KUANTITAS

Perhitungan komisi penjual pada Accurate mengakomodir perhitungan komisi spt :

a. Perhitungan berdasarkan kuantitas dan nilai barang yang terjual.

b. Perhitungan berdasarkan persentase atau nilai tetap dari setiap kuantitas atau nilai barang yang terjual.

Cara membuat komisi penjual adalah sbb :

1. Klik menu Penjualan kemudian pilih Komisi Penjualan

2. Sebagai contoh perhitungan komisi, di bawah ini adalah perhitungan komisi berdasarkan kuantitas barang terjual, dengan range 100 sd 1000, dimana salesman akan mendapatkan 10% dari nilai penjualan barang.

3. Klik Simpan jika telah selesai.

4. Komisi Penjual ini akan bisa bekerja jika pada saat membuat faktur penjualan, nama penjual dimasukkan dan memenuhi syarat dan ketentuan yang tertera pada komisi penjual.

MEMBUAT KOMISI BERTINGKAT

Komisi Bertingkat merupakan fitur pada Accurate Online yang berfungsi untuk mencatat komisi atas suatu barang jika penjual atau salesman terdiri lebih dari satu orang.

Cara untuk membuat komisi bertingkat adalah sbb :

1. Klik menu Penjualan | Komisi Penjual.

2. Buatlah komisi bertingkat sesuai dengan jenjang/tingkat yang diberikan kepada salesman atau penjual. Contoh spt pada gambar di bawah ini.

3. Rincian komisi 1 dan 2 yang dibuat seperti pada gambar di bawah ini.

4. Membuat transaksi Faktur Penjualan dengan memilih nama produk yang sudah diberikan syarat komisi.

5. Memilih nama penjual (salesman) dengan mengurutkan sesuai dengan tingkat komisi yang diterima, perhatikan gambar berikut.

6. Nilai komisi dari hasil penjualan tersebut bisa Anda lihat dari Laporan | Daftar Laporan | Laporan Penjualan, misalnya Rincian Komisi Penjual per Faktur.

Untuk video tutorialnya dibawah ini ya……..

DP PEMBELIAN VENDOR A DIGUNAKAN UNTUK MEMOTONG INVOICE VENDOR B

DP PEMBELIAN VENDOR A DIGUNAKAN UNTUK MEMOTONG INVOICE VENDOR B

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai cara penginputan Uang Muka Pembelian atas Vendor A yang digunakan untuk memotong invoice Vendor B.

Misalkan ada kasus dimana Vendor A dan Vendor B adalah perusahaan yang berbeda namun masih dalam satu grup. Lalu kita sebagai perusahaan mempunyai sisa DP/Uang Muka Pembelian ke Vendor A misalkan sebesar Rp 1 juta, dan sisa DP sebesar Rp 1 juta tersebut ingin digunakan untuk memotong invoice atas Vendor B yang sebesar Rp 800 ribu.

Maka langkah penginputannya adalah sbb :

1. Buat akun baru dengan tipe Other Current Asset dari menu List | COA | New | Buat nama akunnya misalkan “Akun Perantara DP Pembelian“.

2. Buat Purchase Invoice lagi atas Vendor A, dengan nama item “Opening Balance”. Unit Price dan Amount nya di nol kan saja.

3. Klik Select DP, dan centang invoice DP yang sisa tadi yaitu sebesar Rp 1 juta tsb. Ubah angka pada tab DP menjadi Rp 800 ribu (karena yang ingin digunakan untuk memotong invoice Vendor B adalah sebesar Rp 800 ribu saja). Sampai disini jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr) Hutang Usaha Rp 800 ribu
(Cr) Uang muka pembelian Rp 800 ribu

4. Setelah itu klik Purchase Payment, lalu klik kanan pilih discount info pada invoice DP tsb . Isikan discount amount nya sebesar MINUS Rp 800 ribu, dan discount account nya pilih ke akun perantara yang dibuat di langkah 1. Sampai disini jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr) Akun Perantara DP Pembelian Rp 800 ribu
(Cr) Hutang Usaha Rp 800 ribu

5. Lalu untuk memotong invoice Vendor B yang sebesar Rp 800 ribu, kita masuk dari menu Activities | Purchase | Purchase Payment | Pilih nama Vendor B.

Setelah itu pada baris invoice yang ingin di potong nilai DP nya, kita klik kanan pilih discount info, isikan discount amount nya sebesar Rp 800 ribu (tanpa tanda minus), dan isikan discount account nya ke akun perantara tadi. Sehingga jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr) Hutang usaha Rp 800 ribu
(Cr) Akun Perantara DP Pembelian Rp 800 ribu

Karena DP atas Vendor A yang sebesar Rp 1 juta tidak terpakai semua, maka sisanya yaitu sebesar Rp 200 ribu akan tetap ada sebagai Uang Muka Pembelian atas Vendor A tersebut.

(Available for V4 & v5)

 

Untuk Video Tutorialnya bisa disimak di sini ya……….

EKSPOR IMPOR TRANSAKSI ANTAR ACCURATE

Bagi anda pengguna Accurate yang memiliki cabang dan tidak mau repot setting jaringan antar daerah dapat menggunakan fitur ekspor impor transaksi antar Accurate, persiapan apa saja sih yang diperlukan sebelum ekspor impor transaksi?

Berikut persiapan – persiapan yang harus Anda lakukan :

  1. Mempunyai database lebih dari 1 (per cabang ada masing-masing databasenya sendiri – sendiri)
  2. Setting kode cabang dari menu General Ledger | Company Info | Branch ID (Buku Besar | Info Perusahaan | ID Cabang)
  3. ID Cabang di masing – masing database harus di masukkan ke database pusat, sehingga pada list ID Cabang pada database pusat terdapat data ID Cabang yang dimiliki oleh masing – masing cabang.
  4. Setelah itu export impor dapat dilakukan.

Apasaja sih data yang dapat di export import? data yang dapat di ekspor impor transaksi sbb :

  • Currency ( Mata Uang)
  • Item (Barang)
  • Account (Akun)
  • Customer (Pelanggan)
  • Vendor (Pemasok)
  • Sales Order (Pesanan Penjualan)
  • Delivery Order (Pengiriman Pesanan)
  • Sales Invoice (Faktur Penjualan)
  • Sales Return (Retur Penjualan)
  • Purchase Requisition (Permintaan Pembelian)
  • Purchase Order (Pesanan Pembelian)
  • Receive Items (Penerimaan Barang)
  • Purchase Invoice (Faktur Pembelian)
  • Purchase Return (Retur Pembelian)
  • Purchase Payment (Permbayaran Pembelian)
  • Journal Voucher (Jurnal Umum)
  • Other Deposit (Penerimaan)
  • Other Payment (Pembayaran)
  • Customer Type (Tipe Pelanggan)
  • Salesman (Penjual)
  • Commission Range (Batas Komisi)
  • Selling Price Adjust (Penyesuaian Harga Jual)
  • Item Transfer (Pindah Barang)
  • Tax (Pajak)

Proses Ekspor Impor transaksi antar Accurate dapat dilakukan per transaksi atau sekelompok transaksi dan hanya dapat mengekspor data Insert dan Delete, tidak untuk kondisi Edit (Update), jadi data dalam kondisi insert atau edit, ACCURATE tetap mengganggap data tersebut adalah mode insdert saat diimport ke database lain.

Untuk menghindari Error pada saat pengeksporan data cabang ke pusat, Anda harus memastikan bahwa master data pusat dan cabang sama persis. Master data yang dimaksud disini seperti : Data Akun , Data Item dan Data Master lainnya.

Anda dapat membuat master data cabang dengan menduplikasi database pusat menggunakan fitur Create New Branch. Fitur Create New Branch secara otomatis akan membuatkan duplikasi data dari data utama dengan kiode cabang yang berbeda dan otomatis membuatkan data – data master seperti Item, Customer, Vendor, Tax, dll, sehingga data cabang siap untuk memulai penginputan transaksi.

Fitur ekspor impor transaksi dapat Anda akses melalui File | Eksport Import Transaction (Berkas | Ekspor Impor Transaksi). Naaah… disini silahkan Anda filter apa saja yang akan di ekspor impor (langkahnya melakukan ekspor data dari cabang terlebih dahulu, dan hasil ekspor data tersebut di impor ke database pusat).

 

Berikut Tutorial Vidionya :

MEMPERBARUI HARGA JUAL DI SELLING PRICE ADJUSTMENT DENGAN DATA EXCEL

MEMPERBARUI HARGA JUAL DI SELLING PRICE ADJUSTMENT DENGAN DATA EXCEL

Jika sebelumnya kita sudah membuat harga jual suatu barang dari Selling Price Adjustment, kemudian dari daftar barang yang sudah di buat Selling Price Adjustment ini ingin diubah/diupdate harga jualnya, hal tsb bisa kita lakukan dengan mengimport data dari Excel tanpa harus merubah satu per satu/membuat Selling Price Adjusment yang baru.

Daftar harga jual barang yang ada di Selling Price Adjustment yang lama, bisa langsung terupdate sesuai dengan harga jual baru yang sudah kita buat dari Excel.

Yang perlu diketahui dahulu :

– Untuk format Excel yang kita buat untuk bisa diimport, cukup dengan membuat kolom :
Item No, Price 1, Price 2, s/d Price 5 (jika memang membuat sampai Price 5).
– Daftar nomor barang/nama barang yang ada di Excel harus sama seperti daftar nomor barang/nama barang yang ada di Selling Price Adjustment yang akan di update harga jualnya.

Langkah untuk cara mengimportnya adalah sbb :

1. Siapkan file Excel yang sudah berisi data harga jual barang yang baru.

2. Masuk dari menu List | Inventories | Selling Price Adjustment | Nanti akan muncul daftar Selling Price Adjustment yang sudah pernah dibuat.

3. Klik 2x pada Adjustment No dari Selling Price Adjustment yang dimakud. Setelah form Selling Price Adjustmentnya muncul, kemudian klik Import.

4. Klik gambar document lalu ambil file Excel (Excel 97-2003 worksheet) yang sudah kita buat tadi, kemudian klik Extract Data. Setelah itu centang box “With the same Item” (seperti pada ilustrasi gambar dibawah ini).

6. Hapus judul kolom pada Available Source, dengan cara mengarahkan kursor ke baris judul kolomnya, kemudian
klik kanan pilih Delete. (Seperti pada gambar dibawah ini)

7. Baru setelah itu lakukan mapping/pemetaan pada field “Define to Field Name”. (Seperti pada gambar dibawah ini)

8. Jika sudah, klik Import Data.


9.  Setelah itu agar harga jual yang baru tersebut bisa mengupdate, jangan lupa untuk mengklik “Save to Default”, lalu simpan dengan mengklik Save & Close.

(Available on V5)

Berikut Tutorial Vidionya :

MENYUSUTKAN BIAYA/BEBAN DIBAYAR DI MUKA DENGAN MENGANGGAPNYA SEBAGAI FIXED ASSET

MENYUSUTKAN BIAYA/BEBAN DIBAYAR DI MUKA DENGAN MENGANGGAPNYA SEBAGAI FIXED ASSET

Biaya dibayar di muka adalah biaya-biaya atau beban-beban yang telah dibayarkan pada suatu periode akuntansi, namun sebenarnya sebagian dari biaya atau beban tersebut bukan biaya atau beban pada periode tersebut, melainkan biaya atau beban yang harus dibayarkan pada periode akuntansi selanjutnya.

Contoh biaya dibayar di muka antara lain biaya asuransi, biaya sewa gudang atau sewa apapun, beban iklan dan sebagainya.

Selain dengan recurring yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, cara menyusutkan biaya dibayar di muka juga bisa dengan cara menganggapnya sebagai fixed asset.

Berikut ini langkah-langkah penginputan Sewa Gedung beserta dengan penyesuaiannnya:

– Input akun Sewa Gedung Dibayar Dimuka melalui List | Chart of Account, klik New  dan pilih tipe akunnya Fixed Asset.

– Input pengakuan Sewa Gedung dan pembayarannya melalui menu Activities | New Fixed Asset. Pada tab General isikan dengan informasi yang berkaitan dengan Sewa Gedung tsb dan jangan lupa centang untuk option “ Intangible Asset” kemudian di tab Expenditure isi dengan akun  Cash/bank yang digunakan untuk membayar Sewa tsb, di kolom Amount isikan dengan harga Sewa gedungnya lalu Save & Close.

– Pada saat akhir bulan lakukan Period end agar otomatis dihitung oleh ACCCURATE untuk penyusutan masing2 Asset yang sudah diinput di List Fixed Asset, termasuk juga dengan alokasi biaya Sewa gedung.

Untuk  melihat jurnal penyusutan  hasil period end dapat melalui menu List | General Ledger| Jurnal Voucher, filter by datenya di uncheck dan dibagian Type centang Depreciation Asset, lalu double-click di baris transaksi untuk Period end yang sudah dilakukan. Akan tampil jurnalnya sebagai berikut:

(Dr)   Biaya Sewa    1.000.000

(Cr)      Sewa Gedung Dibayar dimuka.-  1.000.000

(Available For V5)

Berikut Tutorial Vidionya :

PESANAN PEMBELIAN DOLLAR, UANG MUKA RUPIAH PADA ACCURATE

PESANAN PEMBELIAN DOLLAR, UANG MUKA RUPIAH PADA ACCURATE

Siklus Pembelian

Proses Pembelian dalam sebuah perusahaan bisa berawal dari penawaran harga yang dilakukan oleh vendor atas suatu jenis barang, kemudian perusahaan tertarik dengan penawaran tersebut lalu melakukan pemesanan dengan mengirimkan formulir pemesanan barang (purchase order). Selain karena penawaran dari pemasok, bisa juga dari permintaan internal perusahaan tersebut.

Setelah proses purchase order, langkah selanjutnya adalah penerimaan barang yang dipesan. Penerimaan barang tersebut bisa dibarengi dengan penerimaan tagihan dari pemasok. Tapi bisa juga tagihan tersebut diterima bersamaan dengan surat jalan sekaligus.

Setelah penerimaan barang dan tagihan, langkah selanjutnya adalah pembayaran hutang. Sebenarnya sebelum pembayaran tersebut, terdapat verifikasi terhadap barang yang diterima apakah sudah sesuai dengan yang dipesan atau tidak. Jika tidak sesuai bisa saja terjadi retur pembelian.

Kali ini akan dibahas mengenai, Proses Pesanan Pembelian dengan Dollar, Uang Muka Rupiah

Berikut adalah ilsutrasinya :

Pada tanggal 15 Januari 2024 perusahaan memesan AC pada JVC USD dengan termin 2/10 n/30, kurs saat pemesanan adalah 1 USD = 15.000. Uang muka dibayar dengan cek BCA Rupiah yang dibelikan dengan dollar : 1.000 USD x 15.000 = 15.000.000,- cek dapat dicairkan tanggal 16 Januari 2024.

Analisis transaksi :

Terdapat 2 aktifitas pada ilustrasi di atas. Yaitu pemesanan barang dalam dollar dan pembayaran uang muka pembelian dollar dengan cek bank rupiah yang telah dikurskan sedangkan tanggal cair cek tidak sama dengan tanggal pembayaran

Langkah penginputannya dalam Accurate adalah sebagai berikut : 

1. Buat Pesanan Pembelian lalu pilih nama pemasok dan item yang dibeli.

Setelah Anda input Nama Pemasok dan Item yang dibeli, tentukan akun penampung uang muka tersebut dengan mengklik proses lalu pilih uang muka.

3. Kemudian klik tombol Down Payment. Akan muncul tampilan Purchase Invoice, isikan jumlah uang muka sesuai dengan yang Anda bayarkan. dan di info lainnya isikan nomor fakturnya.

4. Setelah Anda mengisi uang muka, klik proses  (Payment Vendor) sesuai dengan jumlan uang muka yang Anda bayarkan

Pada saat pembayaran uang muka ini belum tercatat sebagai hutang. Dicatat sebagai hutang adalah ketika pemasok telah mengirimkan atau menerbitkan invoice.

Untuk video tutorial nya bisa ditonton dibawah ini ya…………..

 

CARA REKONSILIASI BANK PADA ACCURATE

 

CARA REKONSILIASI BANK PADA ACCURATE

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai Cara Rekonsiliasi Bank Pada Accurate, mari kita review mengenai apa itu rekonsiliasi bank.

Rekonsiliasi bank adalah suatu prosedur pengendalian terhadap kas di bank dengan membandingkan catatan akuntansi kas menurut perusahaan secara periodik. Rekonsiliasi bank dilakukan untuk menunjukkan dan menjelaskan adanya perbedaan antara catatan kas menurut bank dan menurut perusahaan. Jika perbedaan dihasilkan dari transaksi yang belum dicatat oleh bank, maka catatan perusahaan dianggap benar.  Sebaliknya, jika perbedaan dihasilkan dari kesalahan dalam pencatatan perusahaan dan catatan bank, maka diperlukan penyesuaian.

TUJUAN REKONSILIASI BANK 

  1. Menentukan saldo kas (bank) yangs eharusnya disajikan dalam laporan keuangan (neraca)
  2. Mengamankan kekayaan perusahaan dan mendeteksi kemungkinan adanya penyalahgunaan kas di bank

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA REKONSILIASI BANK 

Pada umunya, perbedaan antara saldo kas menurut catatan perusahaan dan catatan bank disebabkan karena 2 hal, yaitu :

1. Perbedaan Waktu Pengakuan 
  • Adanya setoran dalam perjalanan (Deposit In Transit), yaitu setoran yang dilakukan oleh perusahaan, tetapi pihak bank belum menerima, atau belum mengkredit rekening perusahaan. Akibatnya, saldo kas menurut bank terlalu rendah dibanding saldo kas yang benar
  • Cek yang belum diuangkan (Outstanding Chek), yaitu cek yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai tanda pembayaran kepada pihak lain, tetapi pihak penerima belum menguangkan cek tersebut ke bank. Akibatnya, bank belum mengetahui adanya pengeluaran oleh perusahaan. Sehingga saldo kas menuru bank terlalu besar dibandingkan dengan saldo kas perusahaan yang sebenarnya
  • Tagihan piutang perusahaan yang dilakukan oleh bank (bank collections) tetapi pihak perusahaan belum menerima surat pemberitahuan dari bank. Akibatnya saldo kas menurut perusahaan terlalu rendah dibanding saldo kas yang sesungguhnya
  • Biaya bank (Bank Charge) yang telah didebitkan ke rekening perusahaan di bank, tetapi perusahaan belum menerima surat pemberitahuan dari bank. Akibatnya, saldo kas menurut perusahaan lebih besar dibanding saldo kas yang benar
  • Adanya cek kosong atau dana kurang. Yaitu cek yang diterima oleh perusahaan dari langganannya sebagai penerimaan kas, tetapi setelah disetorkan ke bank ternyata cek tersebut tidak ada dananya atau kurang. Karena perusahaan telah mencatat cek tersebut sebagai penerimaan, saldo kas menurut perusahaan terlalu besar dibanding saldo kas yang sesungguhnya

B. Kesalahan Pencatatan Oleh Perusahaan atau Oleh Bank

Kesalahan pencatatan yang terjadi pada bank ataupada perusahaan. Akibat yang terjadi dikarenakan kesalahan ini berbeda-beda tergantung pada jenis kesalahan yang ada

ISTILAH-ISTILAH DALAM REKONSILIASIASI BANK

Beberapa istilah dalam rekonsiliasi bank antara lain :

  1. Deposit In Tansit : yaitu Kas dan atau Cek yang telah diterima oleh perusahaan tetapi belum didepositkan dan dicatat oleh bank. Deposit in transit ini biasanya terjadi pada akhir bulan, baik dikarenakan deposit terlambat datang ke bank karena adanya cut off di bank ataupun karena perusahaan belum menyerahkan deposit tersebut ke bank
  2. Outstanding Chek : yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan kepada pihak ketiga (misalnya vendor) tetapi belum dikelurkan pada catatan bank. Hal ini dikarenakan pihak ketiga belum mencairkan cek tersebut sehingga belum dicatat oleh bank
  3. NSF (Non Sufficient Fund) : yaitu sebuah cek yang dikeluarkan perusahaan tetapi tidak diakui oleh bank dikarenakan dana yang ada di rekening bank perusahaan tidak mencukupi. Dengan demikian, NSF cek ini harus dikoreksi pada catatan perusahaan.

 

CARA REKONSILIASI BANK PADA ACCURATE 

  1. Silahkan buka program Accurate Anda kemudian pilih menu Activities pada toolbar, kemudian pilih Kas/Bank lalu pilih Bank Reconcile
  2. Pilih bank yang akan direkonsiliasi
  3. Tentukan tanggal pada kolom Reconcile Date. Tanggal rekonsiliasi identik dengan tanggal rekening koran yang sedang atau ingin kita rekonsiliasi dengan pencatatan perusahaan pada Accurate. Misal Anda sedang menangani rekening koran pertanggal 31 Oktober 2024, maka isi reconsile date dengan tanggal tsb
  4. Isilah kolom New Statement Balance. Diisi dengan saldo rekening koran per tanggal reconcile date
  5. Centang kolom Clear yang ada di setiap baris transaksi bank tersebut jika transaksi tersebut sudah sesuai dengan rekening koran
Note : 
  1. Calculate Statement Balance adalah saldo akumulatifdari semua transaksi yang sudah Anda clear dari awal s.d rekonsiliasi sekarang ini atas bank yang bersangkutan
  2. Jika ditemukan ada Clear yang berwarna merah pada baris transaksi tertentu ini dikarenakan transaksi tersebut sudah direkonsiliasi di tanggal Reconcile Date. Misalnya sekarang Anda sedang merekonsiliasi pertanggal 30 September namun per 1 Oktober Anda sudah rekonsiliasi dan clear transaksi tersebut
  3. Jika ditemukan transaksi yang ada di rekening koran dan di Accurate belum ada, silahkan input pada Accurate dari form transaksi biasanya transaksi tersebut diinput. Namun sebaliknya, jika diperlukan adjustment silahkan buat adjustment terlebih dulu atau lakukan perubahan terlebih dulu jika diperlukan.  Misal merubah transaksi atau tanggalnya
  4. Jadi pada dasarnya Rekonsiliasi ini tidak berpengaruh terhadap Laporan Keuangan, hanya sebagai saran untuk kita agar dapat menyamakan dengan rekening koran yang diterbitkan bank

Available on Accurate V5