REPORT SALESMAN BY ITEM PADA ACCURATE DEKSTOP

Bagi Pengguna Accurate Dekstop yang ingin menghasilkan Report Salesman by Item yang mana dalam Report tersebut menampilkan penjualan per salesman per item silahkan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Report | Sales | Sales Report | Sales By Item Detail | Modify, ke bagian Available Coloumn | Salesman, double klik untuk Name.
  2. Masih di Modify, ke bagian Group, Add Group pilih Salesman Name. By default dia ada di posisi paling bawah, pindahkan ke urutan paling atas dengan panah keatas warna merah yg ada disampaing kanan. Lalu klik setting dibawah, untuk Show Header centang Salesman Name, untuk Show Footer, centang Qty, Amount, COGS dan Gross Profit.
  3. Masih di Modify, klik dibagian Analysis. Centang Show Report As Analysis Model. Row Axis pilih Salesman Name, lalu centang Multi Coloumn, di bagian Coloumn di Row Axis kali ini pilih Item Description.  Untuk bagian Coloumn Axis centang “Data Fields” Quantity, Amount, COGS dan Gross Profit.
  4. Klik Ok, jika preview report sudah ok, kita bisa klik button Memorize agar lain kali untuk preview report seperti ini kita tinggla ke menu Report | Memorize Report.

WARNING YOUR DATA VERSION IS HIGHER THAN APPLICATION VERSION

Warning “Your Data Version Is Higher Than Application Version”

“Accurate cannot open your data because your Database Version is Higher than Application Version. Please Upgrade Accurate to The Lastest Version.”

Konfirmasi “Database yang Anda gunakan lebih tinggi.. “ ini dikarenakan file data .GDB Accurate yang sedang kita buka versi nya lebih tinggi dari versi Accurate yang kita pakai untuk membuka database tsb.

Mungkin data tsb sudah di upgrade oleh user lain yang sudah menggunakan versi yang lebih tinggi dari Accurate yang terinstall di komputer kita. Atau mungkin data ini data hasil copy-an dari komputer lain yang versi Accurate nya lebih tinggi dari yang kita gunakan.

Solusinya kita install Accurate versi terakhir dari versi yang kita gunakan. Misal menggunakan versi 5 build 1913, gunakan versi 5 rilis terakhir atau minimal sama dengan versi yang digunakan di komputer dimana data tersebut pernah dibuka terakhir.

Sekedar informasi, versi Accurate yang digunakan dapat dicek dari Help | About Accurate.

Dan untuk mendownload Installer anda bisa kunjungi web CPSSoft.com – pilih menu Download – kemudian pilih jenis accurate yang Anda butuhkan

Request Jasa Training Accurate Accounting Software silahkan isi pada form berikut, klik disini

Berikut Tutorial Vidionya :

MEKANISME CREDIT LIMIT PADA ACCURATE ACCOUNTING SOFTWARE

Mekanisme Credit Limit Pada Accurate Accounting Software

Pada ACCURATE 5, tersedia fitur Credit Limit pada List Customer yang berfungsi untuk membatasi nilai piutang yang bisa diberikan kepada Customer. Bagaimana mekanisme dan aturannya ada pada informasi di bawah ini.

Untuk credit limit pada SO akan keluar warning jika Owing + SO melebihi limit, misalnya:

Contoh 1 :

– Owing Customer = 0 (nol)
– Settingan Credit Limit nya adalah =  100 Juta

1. Saat buat SO sebesar 80 Juta, tidak akan keluar warning karena Owing + SO tidak melebihi credit limit

2. Lalu buat SO 40 Juta, tidak akan keluar warning karena Owing + SO tidak melebihi credit limit

3. Jika langsung membuat SO sebesar 120 Juta, maka akan keluar warning, dikarenakan SO telah melebihi credit limit sebesar 100 Juta (karena owing + SO sudah melebihi credit limit)

Contoh 2 :

– Owing Customer = 0 (nol)
– Settingan Credit Limit adalah =  100 Juta

1. Pada saat membuat SI sebesar 80 Juta, maka akan muncul owing sebesar 80 Juta.

2. Lalu saat dilanjutkan dengan membuat SO sebesar 40 Juta, maka akan keluar warning dikarenakan Owing + SO melebihi credit limit.

Contoh 3 :

Untuk SO setelah dilakukan pembayaran, maka limit tersebut akan terisi ulang dan bisa digunakan kembali, contohnya :

– Settingan Credit Limit adalah = 100 Juta

1. Pada saat membuat SI sebesar 80 Juta, maka akan muncul owing sebesar 80 Juta

2. Kemudian ada pembayaran atas SI tsb, dengan kondisi tersebut limitnya akan kembali ke 100 Juta kembali.

 

(Avalaible for V4 & V5)

 

Request Jasa Training Accurate Accounting Software silahkan isi pada form berikut, klik disini

Video Tutorial….

DISPOSE FA & JUAL MELALUI SALES INVOICE (KENA PAJAK ATAU TIDAK)

Dispose Fixed Asset & Menjual Melalui Sales Invocie (Kena Pajak Atau Tidak)

1. Disposed Fixed Asset yang akan dijual. Dari List | Fixed Asset | Fixed Asset List, Edit Fixed Asset yang dimaksud lalu klik button DISPOSED, isi tanggal Dispose dengan tanggal kapan FA dijual, lalu isi Account Disposed dengan akun Gain/Loss Disposal Fixed Asset (type account bisa Expense atau Other Expense).

2. “Asset Selling” tidak perlu di centang lalu save Disposed Fixed Asset.

Jurnal yang dihasilkan disini adalah :

(Dr) Akumulasi Depresiasi FA (sampai dengan tanggal Dispose) xxxx

(Dr) Gain/Loss Dispose FA xxxx

(Cr) Fixed Asset xxxx

3. Buat item baru dari List | Item dengan type “Non Inventory Part” dan GL akunnya diset semua ke Account Gain/Loss Dispose FA yang dipilih waktu Dispose di langkah 1 diatas, untuk Unbilled Account biarkan ke akun Unbilled saja.

4. Buat transaksi Sales Invoice dengan memilih item yang dibuat diatas dan kenakan pajak pada item tersebut.

Jurnal yang dihasilkan adalah :

(Dr) Piutang/AR xxxx

(Cr) Gain/Loss Dispose FA xxxx

(Cr) PPn Keluaran xxxx

Disini yang dijurnal ke akun Gain/Loss Dispose Fixed Asset adalah nilai sebesar harga jualnya, sehingga plus minus dari jurnal waktu Dispose dan Jual untuk akun ini, nilai selisihnya adalah kerugian / keuntungan dari penjualan Fixed Asset kita.

(Available for V5)

Untuk video tutorialnya bisa ditonton dibawah ini ya……….

 

Request Jasa Training Accurate Accounting Software silahkan isi pada form berikut, klik disini

MEMPERBARUI HARGA JUAL DI SELLING PRICE ADJUSTMENT DENGAN DATA EXCEL

MEMPERBARUI HARGA JUAL DI SELLING PRICE ADJUSTMENT DENGAN DATA EXCEL

Jika sebelumnya kita sudah membuat harga jual suatu barang dari Selling Price Adjustment, kemudian dari daftar barang yang sudah di buat Selling Price Adjustment ini ingin diubah/diupdate harga jualnya, hal tsb bisa kita lakukan dengan mengimport data dari Excel tanpa harus merubah satu per satu/membuat Selling Price Adjusment yang baru.

Daftar harga jual barang yang ada di Selling Price Adjustment yang lama, bisa langsung terupdate sesuai dengan harga jual baru yang sudah kita buat dari Excel.

Yang perlu diketahui dahulu :

– Untuk format Excel yang kita buat untuk bisa diimport, cukup dengan membuat kolom :
Item No, Price 1, Price 2, s/d Price 5 (jika memang membuat sampai Price 5).
– Daftar nomor barang/nama barang yang ada di Excel harus sama seperti daftar nomor barang/nama barang yang ada di Selling Price Adjustment yang akan di update harga jualnya.

Langkah untuk cara mengimportnya adalah sbb :

1. Siapkan file Excel yang sudah berisi data harga jual barang yang baru.

2. Masuk dari menu List | Inventories | Selling Price Adjustment | Nanti akan muncul daftar Selling Price Adjustment yang sudah pernah dibuat.

3. Klik 2x pada Adjustment No dari Selling Price Adjustment yang dimakud. Setelah form Selling Price Adjustmentnya muncul, kemudian klik Import.

4. Klik gambar document lalu ambil file Excel (Excel 97-2003 worksheet) yang sudah kita buat tadi, kemudian klik Extract Data. Setelah itu centang box “With the same Item” (seperti pada ilustrasi gambar dibawah ini).

6. Hapus judul kolom pada Available Source, dengan cara mengarahkan kursor ke baris judul kolomnya, kemudian
klik kanan pilih Delete. (Seperti pada gambar dibawah ini)

7. Baru setelah itu lakukan mapping/pemetaan pada field “Define to Field Name”. (Seperti pada gambar dibawah ini)

8. Jika sudah, klik Import Data.


9.  Setelah itu agar harga jual yang baru tersebut bisa mengupdate, jangan lupa untuk mengklik “Save to Default”, lalu simpan dengan mengklik Save & Close.

(Available on V5)

Berikut Tutorial Vidionya :

MENYUSUTKAN BIAYA/BEBAN DIBAYAR DI MUKA DENGAN MENGANGGAPNYA SEBAGAI FIXED ASSET

MENYUSUTKAN BIAYA/BEBAN DIBAYAR DI MUKA DENGAN MENGANGGAPNYA SEBAGAI FIXED ASSET

Biaya dibayar di muka adalah biaya-biaya atau beban-beban yang telah dibayarkan pada suatu periode akuntansi, namun sebenarnya sebagian dari biaya atau beban tersebut bukan biaya atau beban pada periode tersebut, melainkan biaya atau beban yang harus dibayarkan pada periode akuntansi selanjutnya.

Contoh biaya dibayar di muka antara lain biaya asuransi, biaya sewa gudang atau sewa apapun, beban iklan dan sebagainya.

Selain dengan recurring yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, cara menyusutkan biaya dibayar di muka juga bisa dengan cara menganggapnya sebagai fixed asset.

Berikut ini langkah-langkah penginputan Sewa Gedung beserta dengan penyesuaiannnya:

– Input akun Sewa Gedung Dibayar Dimuka melalui List | Chart of Account, klik New  dan pilih tipe akunnya Fixed Asset.

– Input pengakuan Sewa Gedung dan pembayarannya melalui menu Activities | New Fixed Asset. Pada tab General isikan dengan informasi yang berkaitan dengan Sewa Gedung tsb dan jangan lupa centang untuk option “ Intangible Asset” kemudian di tab Expenditure isi dengan akun  Cash/bank yang digunakan untuk membayar Sewa tsb, di kolom Amount isikan dengan harga Sewa gedungnya lalu Save & Close.

– Pada saat akhir bulan lakukan Period end agar otomatis dihitung oleh ACCCURATE untuk penyusutan masing2 Asset yang sudah diinput di List Fixed Asset, termasuk juga dengan alokasi biaya Sewa gedung.

Untuk  melihat jurnal penyusutan  hasil period end dapat melalui menu List | General Ledger| Jurnal Voucher, filter by datenya di uncheck dan dibagian Type centang Depreciation Asset, lalu double-click di baris transaksi untuk Period end yang sudah dilakukan. Akan tampil jurnalnya sebagai berikut:

(Dr)   Biaya Sewa    1.000.000

(Cr)      Sewa Gedung Dibayar dimuka.-  1.000.000

(Available For V5)

Berikut Tutorial Vidionya :

CARA REKONSILIASI BANK PADA ACCURATE

 

CARA REKONSILIASI BANK PADA ACCURATE

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai Cara Rekonsiliasi Bank Pada Accurate, mari kita review mengenai apa itu rekonsiliasi bank.

Rekonsiliasi bank adalah suatu prosedur pengendalian terhadap kas di bank dengan membandingkan catatan akuntansi kas menurut perusahaan secara periodik. Rekonsiliasi bank dilakukan untuk menunjukkan dan menjelaskan adanya perbedaan antara catatan kas menurut bank dan menurut perusahaan. Jika perbedaan dihasilkan dari transaksi yang belum dicatat oleh bank, maka catatan perusahaan dianggap benar.  Sebaliknya, jika perbedaan dihasilkan dari kesalahan dalam pencatatan perusahaan dan catatan bank, maka diperlukan penyesuaian.

TUJUAN REKONSILIASI BANK 

  1. Menentukan saldo kas (bank) yangs eharusnya disajikan dalam laporan keuangan (neraca)
  2. Mengamankan kekayaan perusahaan dan mendeteksi kemungkinan adanya penyalahgunaan kas di bank

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA REKONSILIASI BANK 

Pada umunya, perbedaan antara saldo kas menurut catatan perusahaan dan catatan bank disebabkan karena 2 hal, yaitu :

1. Perbedaan Waktu Pengakuan 
  • Adanya setoran dalam perjalanan (Deposit In Transit), yaitu setoran yang dilakukan oleh perusahaan, tetapi pihak bank belum menerima, atau belum mengkredit rekening perusahaan. Akibatnya, saldo kas menurut bank terlalu rendah dibanding saldo kas yang benar
  • Cek yang belum diuangkan (Outstanding Chek), yaitu cek yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai tanda pembayaran kepada pihak lain, tetapi pihak penerima belum menguangkan cek tersebut ke bank. Akibatnya, bank belum mengetahui adanya pengeluaran oleh perusahaan. Sehingga saldo kas menuru bank terlalu besar dibandingkan dengan saldo kas perusahaan yang sebenarnya
  • Tagihan piutang perusahaan yang dilakukan oleh bank (bank collections) tetapi pihak perusahaan belum menerima surat pemberitahuan dari bank. Akibatnya saldo kas menurut perusahaan terlalu rendah dibanding saldo kas yang sesungguhnya
  • Biaya bank (Bank Charge) yang telah didebitkan ke rekening perusahaan di bank, tetapi perusahaan belum menerima surat pemberitahuan dari bank. Akibatnya, saldo kas menurut perusahaan lebih besar dibanding saldo kas yang benar
  • Adanya cek kosong atau dana kurang. Yaitu cek yang diterima oleh perusahaan dari langganannya sebagai penerimaan kas, tetapi setelah disetorkan ke bank ternyata cek tersebut tidak ada dananya atau kurang. Karena perusahaan telah mencatat cek tersebut sebagai penerimaan, saldo kas menurut perusahaan terlalu besar dibanding saldo kas yang sesungguhnya

B. Kesalahan Pencatatan Oleh Perusahaan atau Oleh Bank

Kesalahan pencatatan yang terjadi pada bank ataupada perusahaan. Akibat yang terjadi dikarenakan kesalahan ini berbeda-beda tergantung pada jenis kesalahan yang ada

ISTILAH-ISTILAH DALAM REKONSILIASIASI BANK

Beberapa istilah dalam rekonsiliasi bank antara lain :

  1. Deposit In Tansit : yaitu Kas dan atau Cek yang telah diterima oleh perusahaan tetapi belum didepositkan dan dicatat oleh bank. Deposit in transit ini biasanya terjadi pada akhir bulan, baik dikarenakan deposit terlambat datang ke bank karena adanya cut off di bank ataupun karena perusahaan belum menyerahkan deposit tersebut ke bank
  2. Outstanding Chek : yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan kepada pihak ketiga (misalnya vendor) tetapi belum dikelurkan pada catatan bank. Hal ini dikarenakan pihak ketiga belum mencairkan cek tersebut sehingga belum dicatat oleh bank
  3. NSF (Non Sufficient Fund) : yaitu sebuah cek yang dikeluarkan perusahaan tetapi tidak diakui oleh bank dikarenakan dana yang ada di rekening bank perusahaan tidak mencukupi. Dengan demikian, NSF cek ini harus dikoreksi pada catatan perusahaan.

 

CARA REKONSILIASI BANK PADA ACCURATE 

  1. Silahkan buka program Accurate Anda kemudian pilih menu Activities pada toolbar, kemudian pilih Kas/Bank lalu pilih Bank Reconcile
  2. Pilih bank yang akan direkonsiliasi
  3. Tentukan tanggal pada kolom Reconcile Date. Tanggal rekonsiliasi identik dengan tanggal rekening koran yang sedang atau ingin kita rekonsiliasi dengan pencatatan perusahaan pada Accurate. Misal Anda sedang menangani rekening koran pertanggal 31 Oktober 2024, maka isi reconsile date dengan tanggal tsb
  4. Isilah kolom New Statement Balance. Diisi dengan saldo rekening koran per tanggal reconcile date
  5. Centang kolom Clear yang ada di setiap baris transaksi bank tersebut jika transaksi tersebut sudah sesuai dengan rekening koran
Note : 
  1. Calculate Statement Balance adalah saldo akumulatifdari semua transaksi yang sudah Anda clear dari awal s.d rekonsiliasi sekarang ini atas bank yang bersangkutan
  2. Jika ditemukan ada Clear yang berwarna merah pada baris transaksi tertentu ini dikarenakan transaksi tersebut sudah direkonsiliasi di tanggal Reconcile Date. Misalnya sekarang Anda sedang merekonsiliasi pertanggal 30 September namun per 1 Oktober Anda sudah rekonsiliasi dan clear transaksi tersebut
  3. Jika ditemukan transaksi yang ada di rekening koran dan di Accurate belum ada, silahkan input pada Accurate dari form transaksi biasanya transaksi tersebut diinput. Namun sebaliknya, jika diperlukan adjustment silahkan buat adjustment terlebih dulu atau lakukan perubahan terlebih dulu jika diperlukan.  Misal merubah transaksi atau tanggalnya
  4. Jadi pada dasarnya Rekonsiliasi ini tidak berpengaruh terhadap Laporan Keuangan, hanya sebagai saran untuk kita agar dapat menyamakan dengan rekening koran yang diterbitkan bank

Available on Accurate V5