Cara Membuat Purchase Order pada Accurate 5

Anda dapat mencatat Aktifitas pesanan pembelian kepada Vendor pada Formulir Purchase Order dengan mengikuti petunjuk di bawah ini:

  1. Buka Formulir Purchase Order yang baru dengan cara klik menu utama Activities – Purchase – Purchase Order (Aktifitas – Pembelian – Pesanan Pembelian).
  2. Pada tampilan formulir Purchase Order tersebut isi nama Vendor, tanggal Order, nomor PO, dan detail item yang akan dipesan.
  3. Setelah semua informasi pesanan selesai anda entry pada formulir Purchase Order, anda dapat menyimpan dan menutup formulir tersebut dengan mengkilik tombol Save & Close

Cara Membuat Formulir Purchase Order dengan Uang Muka Pembelian

Untuk mencatat pesanan pembelian disertai dengan pembayaran uang muka kepada Vendor/supplier dapat dilakukan dengan cara:

  1. Buka Formulir Purchase Order yang baru dengan cara klik menu utama Activities – Purchase – Purchase Order (Aktifitas – Pembelian – Pesanan Pembelian);
  2. Pada tampilan formulir Purchase Order tersebut isi nama Vendor, tanggal Order, nomor PO dan detail item yang akan dipesan kepada Vendor;
  3. Setelah informasi pesanan selesai anda entry, pastikan kolom DP Account telah terisi dengan akun uang muka pembelian (tipe akun account receivable), langkah selanjutnya adalah KLIK tombol Down Payment yang terdapat pada formulir Purchase Order, Perhatikan pada saat anda meng-KLIK tombol Down Payment, secara otomatis ACCURATE akan menampilkan formulir Purchase Invoice.
  4. Perhatikan, detail formulir Purchase Invoice secara otomatis telah menampilkan item Down Payment dengan unit price senilai total Order yang anda buat. Ubah nilai unit price tersebut sesuai dengan jumlah uang muka pembelian yang anda bayar kepada Vendor lalu klik tombol Recalc kemudian klik Tombol Pay Vendor untuk mencatat pengeluaran kas/bank atas pembayaran uang muka pembelian tersebut pada formulir Purchase Payment.
  5. Klik Tombol Save & Close.

Perhatikan gambar ilustrasi dibawah ini:

Untuk Video Turorialnya Bisa Ditonton Disini ya………

Tidak Menampilkan Work Order Status Closed

Tidak Menampilkan Work Order Status Closed di Material Release dan Product and Material Result

 

Berikut panduan untuk tidak menampilkan work order status closed di material release dan product and material result:
1. Ke menu setup | user profile

 

2. Pilih login name | klik tab manufacture | uncheck Release/Result Closed Work Order | klik save.

 

 

Available for ACCURATE 4 & 5 Version

Fitur Purchase Requisition [Permintaan Pembelian] pada ACCURATE 5

Purchase Requisition (Permintaan Pembelian) merupakan formulir untuk internal perusahaan, yang berfungsi untuk mencatat permintaan pembelian barang kepada bagian pembelian. Pencatatan aktifitas ini belum mempengaruhi posisi keuangan.

Cara Membuat Formulir Purchase Requisition

  1. Buka Formulir Purchase Requsition yang baru dengan cara klik menu utama Activities [Aktifitas] – Purchase [pembelian] – Purchase Requisition [Permintaan Pembelian] atau dapat dibuka dari menu Jelajah (Explor), dengan cara klik tombol Purchase (Pembelian) kemudian klik Purchase Requisition (Permintaan Pembelian).
  2. Isi formulir Purchase Requisition tersebut dengan petunjuk berikut ini:
  • Request No          : Pada kolom ini anda dapat mengisi nomor urut formulir Purchase Requisition. Kolom ini secara default langsung terisi dengan nomor 1000. Anda dapat mengganti nomor default tersebut sesuai dengan penomoran formulir pada perusahaan anda.
  • Request Date      : Pada kolom ini anda dapat mengisi tanggal pembuatan formulir Purchase Requisition.
  • Item                       : Pada kolom ini anda dapat mengetik nomor item yang anda ingin dibeli, atau jika anda tidak menghapal nomor item tersebut, anda dapat memilih item tersebut langsung dari daftar item dengan cara double klik pada kolom item tersebut atau klik tombol Ellipsis.
  • Description        : Kolom ini secara otomatis menampilkan nama item yang sesuai dengan nomor item yang anda pilih (isi).
  • Qty                         : Pada kolom ini anda dapat mengetikkan jumlah barang yang ingin anda beli.
  • Item Unit            : Kolom ini akan terisi otomatis dengan satuan penunjuk kuantitas barang.
  • Required Date  : Pada kolom ini anda dapat mengisi tanggal pengajuan permintaan pembelian barang (tanggal pengajuan permintaan untuk setiap barang dapat berbeda beda).
  • Catatan                : Pada kolom ini anda dapat mengetikkan catatan ringkas sehubung dengan item yang anda beli tersebut.
  • Qty Ordered       : Kolom ini secara otomatis akan menampilkan jumlah kuantitas item yang telah dipesan kepada pemasok. Jadi kolom ini akan terisi otomatis setelah anda membuat Purchase Order atas Purchase Requisition tersebut.
  • Project                 : Pada kolom ini anda dapat memilih nomor proyek yang berhubungan dengan aktifitas permintaan pembelian barang tersebut.
  • Qty Receive         : Kolom ini secara otomatis akan menampilkan jumlah kuantitas item yang telah diterima dari pemasok yang dicatat pada formulir Receive Item atau Purchase Invoice.
  • Description        : Pada kolom ini anda dapat mengetikkan keterangan sehubung dengan formulir Purchase Requisition yang anda buat.
  • Select From Project   :  Tombol ini berfungsi untuk memilih nama project yang membutuhkan item untuk dibeli, sehingga akan ditampilkan item-item yang diinput pada Work Price Analysis dalam RAB project tersebut, bila requisition ini bersumber dari project.
  • Get From Memorize  : Tombol ini berfungsi untuk menuat transaksi Purchase Requisition yang sudah pernah disimpan/dimemorize. Pada sebelah tombol ‘Get From Memorize’ terdapat anak panah ke bawah, yang bila diklik terdapat tombol ‘Memorize Transaction’ yang berfungsi untuk menyimpan transaksi Purchase Requisition yang sedang anda buat.
  • Save & New       : Tombol ini berfungsi untuk menyimpan formulir Purchase Requisition yang tampil sekaligus membuka tampilan formulir yang baru.
  • Save & Close     : Tombol yang berfungsi untuk menyimpan formulir Purchase Requisition sekaligus keluar dari aktifitas Purchase Requisition.

Cara Menghapus/Mengubah Formulir Purchase Requisition

Formulir Purchase Requisition yang telah anda simpan dapat anda hapus atau ubah pada Daftar Formulir Purchase Requisition dengan mengikuti petunjuk di bawah ini:

  1. Buka Daftar Formulir Purchase Requisitin dengan cara klik menu utama List – Purchase – Purchase Requisition [Daftar – Pembelian – Permintaan Pembelian];
  2. Pada Daftar Formulir Purchase Requisition cari Formulir yang ingin anda hapus atau ubah dengan cara mengetikan nomor Formulir atau description formulir yang ingin anda edit atau hapus pada kolom FIND.
  3. Setelah formulir yang ingin dihapus atau diedit tersorot langkah selanjutnya klik kanan Delete (Klik tombol Delete) untuk menghapus formulir tersebut atau klik kanan Edit (klik tombol Edit) untuk mengubah Formulir tersebut.

Perhatikan gambar berikut ini:

Daftar Purchase Requisition [Pemintaan Pembelian]

Daftar formulir Purchase Requisition yang telah anda buat akan direkap dalam satu tabel yang disebut Daftar Permintaan Pembelian (List Of Purchase Requisition).

Daftar Permintaan Pembelian (List Of Purchase Requisition) dapat anda buka menu utama List [Daftar] – Purchase [Pembelian] – Purchase Requisition [Permintaan Pembelian].

Menu pada Tampilan Daftar Formulir Purchase Requisition:

  1. New             : Tombol yang berfungsi untuk membuat Formulir Purchase Requisition yang baru.
  2. Edit             : Tombol yang berfungsi untuk membuka tampilan Formulir Purchase Requisition yang tersorot, sehingga anda dapat mengedit/mengubah tampilan formulir tersebut, atau membuka formulir tersebut untuk sekedar mengecek saja. Pengeditan tampilan Formulir Purchase Requisition dapat dilakukan dengan catatan formulir tersebut belum diproses menjadi pesanan pembelian.
  3. Delete        : Tombol yang berfungsi untuk menghapus Formulir Purchase Requisition yang tersorot, penghapusan formulir Purchase Requisition dapat dilakukan dengan catatan formulir tersebut belum diproses menjadi pesanan pembelian.
  4. Filter          : Tombol yang berfungsi untuk menampilkan kolom filter yang terdapat pada sebelah kiri Daftar Purchase Requisition.
  5. Refresh      : Tombol yang berfungsi untuk mengupdate tampilan Daftar Purchase Requisition sesuai dengan penginputan data yang terakhir.
  6. Print           : Tombol yang berfungsi untuk mencetak tampilan Daftar Purchase Requisition.
  7. Find            : Kolom yang berfungsi untuk mempermudah anda mencari Formulir Purchase Requisition yang ingin anda edit, hapus, ataupun cek. Quick Find dilakukan berdasarkan <No> dan <Description>.

Detail Kolom Daftar Purchase Requisition:

  1. No                     : Kolom yang menampilkan nomor Formulir Purchase Requisition.
  2. Date                  : Kolom yang menampilkan tanggal Formulir Purchase Requisition.
  3. Description    : Kolom yang menampilkan keterangan pada Formulir Purchase Requisition.

Klik Mouse Kanan pada Daftar Purchase Requisition

  1. New                      : Membuat formulir Purchase Requisition yang baru.
  2. Edit                       : Mengubah atau membuka tampilan Formulir Purchase Requisition yang tersorot.
  3. Delete                  : Menghapus tampilan Formulir Purchase Requisition yang tersorot.
  4. Filter Ctrl + F   : Menampilkan kolom Filter di sebelah kiri Daftar
  5. Sort by                : Mengurutkan tampilan daftar Purchase Requisition berdasarkan kolom no, date, dan description.
  6. Refresh F5        : Mengupdate tampilan daftar Purchase Requisition sesuai dengan penginputan data yang terakhir.

Berikut Tutorial Vidionya :

FITUR DAFTAR LAIN (OTHER LIST) PADA ACCURATE 5

1. Daftar Kode Pajak (Taxes)

Daftar Kode Pajak (Taxes) adalah Tabel yang menampilkan Kode Pajak, Kode Pajak berfungsi untuk menghitung Pajak secara otomatis dan akan dicatat ke dalam Default Account yang dipilih.

Kode Pajak (Tax Codes) yang dapat ditampilkan dalam Daftar ini adalah:

a. Kode Pajak PPN        : Jika aktifitas pembelian dan penjualan di Perusahaan anda dikenakan PPN, maka anda dapat membuat Kode untuk PPN tersebut agar anda pada saat Anda mencatat transaksi pembelian atau penjualan, anda dapat menginput kode ini pada Formulir Pembelian atau Penjualan sehingga ACCURATE dapat menghitung dan menampilkan nilai PPN pada Formulir Pembelian dan Penjualan tersebut secara otomatis.

b. Kode Pajak PPnBM : Jika aktifitas pembelian dan penjualan di Perusahaan anda dikenakan PPnBM, maka anda dapat membuat Kode untuk PPnBM tersebut agar pada saat anda mencatat transaksi pembelian atau penjualan, anda dapat menginput kode ini pada Formulir Pembelian atau Penjualan sehingga ACCURATE dapat menghitung dan menampilkan nilai PPnBM pada Formulir Pembelian atau Penjualan tersebut secara otomatis.

c. Kode Pajak PPh 23 : Jika aktifitas pembelian atau penjualan di Perusahaan anda dikenakan Objek PPh 23, maka pada Daftar ini anda dapat membuat kode untuk PPh 23 tersebut agar pada saat anda mencatat penerimaan pelanggan atau pembayaran Pembelian atas transaksi yang merupakan objek PPh 23, anda dapat memilih kode pajak ini sehingga ACCURATE dapat menghitung dan menampilkan nilai PPh 23 yang dipotong pada formulir tersebut.

CARA MEMBUAT DAFTAR KODE PAJAK

Anda dapat membuat daftar Kode Pajak yang akan anda gunakan dalam transaksi dengan mengikuti petunjuk di bawah ini:

a. Klik menu utama List – Other- Taxes – New

b. Isi formulir New Tax

c. Klik tombol OK untuk menyimpan Kode Pajak yang baru saja anda input.

2. Daftar Termin (List Of Terms)

Merupakan daftar kondisi atau syarat-syarat pembayaran secara tunai atau kredit. ACCURATE menggunakan format term X/Y n/Z dan C.O.D (Cash On Delivery). X merupakan persen diskon yang diberikan kepada pembayaran dilakukan pada periode diskon, Y merupakan periode diskon, dan Z merupakan periode jatuh tempo (due date).

Misalnya 2/10 Net 30 artinya mendapatkan diskon 20% (will get discount) dari harga jual, jika melunasi 10 hari (if paid within) dari tanggal penjualan, pelunasan melebihi waktu 10 hari tidak dikenakan diskon, jatuh tempo piutang 30 hari dari tanggal penjualan.

Berikut ini gambar yang menampilkan contoh pengisian Tabel Terms Of Payment:

 

3. Daftar Jasa Pengiriman (List Of Shipment)

Daftar Jasa Pengiriman (Shipments) adalah tabel yang menampilkan daftar jasa pengiriman yang anda gunakan dalam transaksi jual beli barang. Jasa pengiriman barang biasanya akan ditampilkan pada Faktur Pembelian dan Faktur Penjualan.

CARA MEMBUAT DAFTAR SHIPMENTS BARU

Untuk membuat daftar Shipments baru, dapat anda lakukan dengan cara:

  • Klik menu utama Daftar – Daftar Lain – Jasa Pengiriman (List – Other List – Shipments);
  • Pada tabel Daftar Jasa Pengiriman (Shipments) klik tombol Baru atau New;
  • Pada formulir Jasa Pengiriman Baru (New Shipments) isi nama Jasa Pengiriman yang anda inginkan;
  • Klik tombol OK untuk menyimpan Jasa Pengiriman yang baru anda input.

CARA MENGHAPUS DAFTAR JASA PENGIRIMAN 

Daftar Jasa Pengiriman (Shipments) yang telah anda buat dapat anda hapus dari tabel Daftar Jasa Pengiriman dengan cara:

  • Buka tabel Daftar Jasa Pengiriman (Shipments) dengan cara klik menu utama Daftar – Daftar Lain – Jasa Pengiriman (List – Other List – Jasa Pengiriman);
  • Sorot Jasa Pengiriman yang anda ingin anda hapus, kemudian klik tombol menu DELETE (HAPUS) atau klik mouse kanan lalu pilih DELETE (HAPUS).

CARA MENGUBAH (MENGEDIT) DAFTAR TIPE PELANGGAN

Daftar Jasa Pengiriman (Shipments) yang telah anda buat dapat anda ubah (edit) dari tabel Daftar Jasa Pengiriman dengan cara:

  • Buka tabel Daftar Jasa Pengiriman (Shipments) dengan cara klik menu utama Daftar – Daftar Lain – Jasa Pengiriman (List – Other List – Shipments);
  • Sorot Jasa Pengiriman yang anda ingin ubah, kemudian klik tombol menu EDIT (UBAH) atau klik , mouse kanan lalu pilih EDIT (UBAH).

4. Daftar Tipe Pelanggan (Costumer Types)

Daftar Tipe Pelanggan (Costumer Types) adalah tabel yang menampilkan daftar tipe pelanggan yang anda miliki. Daftar tipe pelanggan yang anda buat akan diperlukan pada saat pembuatan Daftar Pelanggan.

Pencatatan pelanggan berdasarkan tipe, memungkinkan anda melihat laporan penjualan per tipe pelanggan dan analisa penjualan per tipe pelanggan.

CARA MEMBUAT DAFTAR TIPE PELANGGAN (COSTUMER TYPES)

Untuk membuat daftar Tipe Pelanggan dapat anda lakukan dengan cara:

  • Klik menu utama Daftar – Daftar Lain (List – Other List)
  • Lalu pilih Tipe Pelanggan (Costumer Type)
  • Pada tabel daftar Tipe Pelanggan, klik tombol New (Baru)
  • Pada formulir Tipe Pelanggan yang baru (New Costumer Type), isi tipe pelanggan yang anda inginkan
  • Klik tombol OK untuk menyimpan tipe pelanggan yang baru anda input.

CARA MENGHAPUS DAFTAR TIPE PELANGGAN

Daftar tipe pelanggan (costumer type) yang telah anda buat dapat anda hapus dari tabel Daftar Tipe Pelanggan dengan cara:

  • Buka tabel Daftar Tipe Pelanggan (Costumer Types) dengan cara klik menu utama Daftar – Daftar Lain – Tipe Pelanggan (List – Other List – Costumer Types);
  • Sorot tipe pelanggan yang ingin anda hapus, kemudian klik tombol menu DELETE (HAPUS) atau klik mouse kanan lalu pilih DELETE (HAPUS).

CARA MENGUBAH (MENGEDIT) DAFTAR TIPE PELANGGAN

Daftar tipe pelanggan (costumer types) yang telah anda buat dapat anda ubah (edit) dari tabel Daftar Tipe Pelanggan dengan cara:

  • Buka tabel Daftar Tipe Pelanggan (Costumer Types) dengan cara klik menu utama Daftar – Daftar Lain – Tipe Pelanggan (List – Other List – Costumer Types);
  • Sorot tipe pelanggan yang ingin anda ubah, kemudian klik tombol menu EDIT (UBAH) atau klik mouse kanan lalu pilih EDIT (UBAH).

5. Daftar Batasan Komisi (Commission Range)

Daftar ini merupakan acuan dalam perhitungan komisi salesman yang akan dibayarkan kepada salesman ketika salesman melakukan transaksi penjualan.

Cara membuat batasan Komisi:

  • Klik menu utama List – Other List (Daftar – Daftar lain)
  • Pilih dan klik Commission Range (Batasan Komisi)
  • Lalu klik New, kemudian isi informasi Batasan Komisi yang anda inginkan. Lalu klik tombol OK untuk menyimpan batasan komisi yang telah anda buat.

Perhatikan contoh pengisian form commission range berikut ini:

6. Daftar Penjual (Salesman)

Daftar salesman (penjual) ini nantinya akan muncul setiap anda membuat sales order dan Sales Invoice, dengan catatan anda telah mengaktifkan feature Use Salesman dari menu utama Setup – Preference – Feature.

Cara membuat Daftar Salesman (Pejual) :

  • Klik menu utama List – Other (Daftar  – Daftar Lain)
  • Pilih dan klik Salesman (Penjual)
  • Lalu klik New, Kemudian isi informasi Penjual yang anda inginkan, Klik tombol OK untuk menyimpan form new salesman yang telah anda buat.

Cut Off melalui fitur Create New Branch

Cut Off melalui fitur Create New Branch

 

Berikut ini akan dijelaskan mengenai  langkah-langkah untuk melakukan proses cut off (membuat database baru) melalui fitur Create New Branch.

Namun sebelum melakukan proses ini, mohon pastikan beberapa hal berikut :

  • Tidak ada transaksi Delivery Order [Pengiriman Pesanan] atau Received Item [Penerimaan Barang] yang masih outstanding (belum diproses ke Sales Invoice atau Purchase Invoice).
  • Semua transaksi sudah dilakukan penginputan s/d per tanggal cut off-nya. Misalnya tanggal cut off yang diinginkan adalah per 31 Desember 2018, pastikan semua transaksi-transaksi s/d tanggal 31 Desember 2018 sudah di-input.

Dan berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan setelah dihasilkan database baru melalui fitur ‘Create New Branch’ :

1. Setelah database baru terbentuk dari hasil Create New Branch, maka data-data master seperti Daftar Pelanggan, Pemasok, Barang/Jasa dan Akun terbawa ke database baru tanpa saldo-nya. Proses import saldo dari database lama ke database baru bisa dilakukan untuk master data Pelanggan, Pemasok dan Barang/Jasa yaitu dengan menggunakan fitur ‘Import from file’ dan centang informasi ‘Add Opening Balance’.

2. Sebelum melakukan import saldo dari database lama, atur Tanggal Mulai (start Date) pada database baru, yaitu dengan masuk ke menu Setup [Persiapan] | Company Info [Info Perusahaan] | Accounting Period [Periode Akuntansi]. Jika ingin menginput semua transaksi tahun 2019 pada database baru, maka isikan Start Date dengan tanggal 31 Desember 2018.

3. Import saldo Barang/Jasa dilakukan dari menu List [Daftar] | Items [Barang & Jasa] kemudian klik informasi ‘Import from file [impor dari berkas]’ (lakukan di database baru), kemudian pilih nama database yang lama.

4. Klik ‘extract Data’ maka akan tampil informasi-informasi data yang akan di-import, kemudian klik informasi ‘Add Opening Balance if Number Exist’ pada tabel Available Source.

 

 

5. Pada kolom Define To Field Name cari informasi ‘as of’ kemudian ganti ke pilihan ‘Ignore’. Hal ini bertujuan agar tanggal saldo awal sesuai dengan tanggal mulai (31 Desember 2018). Jika tidak dipilih ‘ignore’ maka tanggal saldo awal dari barang anda akan mengikuti tanggal dibuatnya database baru, yaitu dalam contoh tanggal 4 Januari 2019.

 

6. Selanjutnya klik ‘Import’ dan tunggu hingga proses import selesai dilakukan.

 

7. Jika proses impor saldo barang selesai dilakukan, lakukan pengecekan ke nilai persediaan pada Laporan Neraca per tanggal mulai, misalnya 31 Desember 2018. Pastikan nilai-nya sudah sama antara database yang lama dengan database baru.

 

8. Lakukan langkah yang sama pada poin 3 s/d 7 untuk melakukan impor saldo piutang Pelanggan dan hutang Pemasok. Dengan melakukan impor saldo tersebut, nilai piutang akan ditampung dalam 1 nomor faktur penjualan yang sama per masing-masing pelanggan, begitu juga dengan Pemasok. Jika ingin dibedakan per nomor faktur, maka perlu melakukan penginputan saldo awal piutang satu per satu seperti panduan disini.
Namun, jika ada transaksi uang muka melalui Sales Order/Purchase order atau yang diinput langsung melalui Sales Invoice/Purchase Invoice, maka proses impor saldo tidak bisa dilakukan. Karena nilai uang muka tidak akan terbawa pada database baru, melainkan akan mengurangi nilai piutang/hutang pada masing-masing pelanggan/pemasok. Dengan demikian, anda perlu melakukan penginputan saldo piutang/hutang satu per satu seperti panduan disini. Sedangkan penginputan saldo awal uang muka bisa mengikuti panduan disini dan disini.

9. Dan untuk saldo-saldo akun lainnya seperti Kas/Bank, other asset, beban, pendapatan, dsbnya anda perlu melakukan proses penginputan saldo awal satu per satu, yaitu dari menu List [Daftar] | Chart Of Account [Daftar Akun], kemudian pilih nama akun yang dimaksud, klik 2x dan isikan dibagian ‘Opening Balance [Saldo Awal]’ kemudian klik Ok untuk menyimpan.

 

10. Sedangkan untuk Daftar Aktiva Tetap, anda bisa melakukan proses Import dari database lama, yaitu dengan masuk dari menu List [Daftar] | Fixed Assets [Aktiva Tetap] | Fixed Asset List [Daftar Aktiva Tetap], kemudian klik ‘Import From File’, pilih nama database lama kemudian klik ‘Extract Data’.

11. Jika saat klik ‘Import’ tampil pesan seperti contoh dibawah ini yaitu ‘Accumulated Depr. Account has not been mapped’, maka klik Ok dan klik pada informasi ‘Accumulated Depre Account’ pada tabel Define To Field Name dan akan tambil tabel ‘Define your Accumulated Depre Account Source’ dan definisikan masing-masing ke akun yang sesuai.

 

12. Setelah semua saldo sudah terisi di database baru, lakukan proses Period End [Akhir Bulan] pada database baru, yaitu dari menu Activities [Aktifitas] | Periodic [Periodik] untuk periode yang sesuai yaitu dalam kasus ini adalah desember 2018.

13. Dan yang terakhir adalah melakukan pengecekan nilai saldo per masing-masing akun melalui Laporan Neraca dan Laporan Laba/Rugi antara database yang lama dengan database yang baru per tanggal cut off (tanggal mulai/start date). Pastikan kedua-nya menghasilkan nilai Laporan yang sama.

 

(Available for Accurate v5)

Fitur Preferensi (Setup References) pada ACCURATE 5

Pada saat anda melakukan persiapan data awal melalui Quick Setup, pengisian setup preference sebenarnya sudah anda lakukan. Agar anda lebih baik mengerti tentang tujuan pengisian dan pengaturan setup preferences, berikut ini penjelasannya:

Persiapan preferensi (Setup preference) ditujukan untuk mengatur preferensi sistem ACCURATE menurut kebijakan yang berlaku di perusahaan anda. Beberapa preferensi di dalam ACCURATE yang dapat anda pilih sesuai dengan kebijakan pada perusahaan anda, antara lain:

  1. Metode Perhitungan Harga Pokok Persediaan
  2. Fasilitas Modul yang disediakan ACCURATE, apakah ingin dipakai semua atau tidak
  3. Penentuan Akun Default Mata Uang
  4. Penentuan Akun Default Barang, dan beberapa preferensi lainnya.

Pengaturan setup preferensi dapat anda lakukan melalui form Preferensi yang dapat anda buka dengan cara:

Klik menu utama Setup – Preferences [Menu utama Persiapan – Preferensi]

Pengaturan preferensi terdiri dari:

  1. Company   : Pengaturan preferensi tentang data perusahaan dan Retained Earning
  2. Feature  : Preferensi tentang Fitur yang dapat dipilih dari fitur yang tersedia.
  3. Currency Default Account  : Pengaturan Akun Default Mata Uang.
  4. Item Default Account   : Preferensi untuk akun default barang Preferensi ini berfungsi untuk membuat GL Account standart setiap membuat New Item (Item Baru). Jika item baru yang anda buat memiliki GL Account yang berbeda dengan default Account yang anda sudah isi di preferensi ini, maka anda dapat menyesuaikan langsung GL Account item baru tersebut pada tab GL Account yang terdapat pada form isian item baru.
  5. Template Setting

Preferensi untuk menentukan default jumlah detail template Faktur Pajak Standart. Template Setting ini menentukan banyaknya lembar yang akan dicetak untuk Faktur Pajak Standart, apakah akan dicetak hanya satu lembar atau tiga lembar berturut-turut dengan diberikan nomor halaman pada bagian atas kanan.

6. Reminder

Preferensi untuk menentukan berapa hari ACCURATE mengingatkan anda terhadap hutang/piutang anda sebelum jatuh tempo dan barang yang sudah sama atau di bawah stock minimun reorder.

7. Preference – Sales

Pengaturan Preferensi yang berhubungan dengan aktifitas penjualan.

8. Preference – Purchase

Preference Purchase adalah preferesi yang berhubungan dengan pegaturan aktifitas pembelian.

9. Preference – Cost & Profit Center

a. Department

Melalui preference ini anda dapat mengatur agar ACCURATE menampilkan confirm message setiap anda tidak mengisi field Departmen pada Invoice.

b. Project

Pengaturan akun default project diperlukan agar ACCURATE dapat mencatat/menjurnal aktifitas project ke akun yang tepat sehingga ACCURATE dapat menyajikan informasi keuangan yang tepat dan akurat.

10. Preference – Job Costing

Pengaturan preference Job Costing berfungsi untuk mengatur akun default yang akan digunakan untuk menampung selisih yang timbul dari perubahan nilai bahan baku atas aktifitas job costing yang telah difnishing. Jadi jika terjadi perubahan cost dari bahan baku yang digunakan pada aktifitas Job Costing dimana aktifitas Job Costing tersebut sudah finishing maka akun ini berfungsi untuk menampung selisih akibat perubahan cost bahan baku tersebut sehingga cost Finished Good dari aktifitas Job Costing tersebut tidak akan berubah.

Akun yang disarankan sebagai default different cost adalah akun dengan tipe Cost Of Good Sold.

11. Preference – Font

Preference – Font Setting adalah preferensi yang berhubungan dengan pengaturan tampilan Huruf pada program ACCURATE Accounting Software. Melalui preferensi ini anda dapat menentukan nama huruf dan ukuran huruf yang akan anda gunakan sebagai default pada program ACCURATE Accounting Software.

12. Preference – Taxation

Preference Taxation adalah preferensi yang berhubungan dengan pengaturan pencatatan PPN, Penomoran pada Faktur Pajak Standar dan Pengaturan default akun untuk Income Tax.

13. Preference – Miscellaneous

Preference – Miscellaneous adalah preferensi yang berhubungan dengan pengaturan perilaku program ACCURATE, pengaturan bahasa yang akan digunakan, pemgaturan format nomor, pengaturan format tanggal dan pemgaturan umur faktur (Invoice Aging).

14. Preference – Skin Option

Prefence Skin Option adalah preferensi yang berhubungan dengan pengaturan tampilan skin program ACCURATE Acoounting Software.

 

Menampilkan total Amount di template Item Transfer

Menampilkan total Amount di template Item Transfer

 

Menampilkan total amount di template item transfer, caranya adalah

  1. Ke menu setup | form template  

 

2. Klik nama template | klik Design as frf 

 

3. Klik file | data dictionary

 

4. Klik invoice amount | new variable | masukkan Amout di new variable | checklist Expression | Expressionnya isi [[Quantity]*[Unit Price]] | klik ok.

 

 

5. Klik file | data dictionary kembali | klik new variable | masukkan TotalAmount | Expressionnya isi 0 | klik ok.

6. Klik close | yes.

7. Klik tab detail | checklist unit price di screen dan print

8. Klik designer | klik kolom variable item description dan tambahkan:

if FinalPass then
begin
TotalAmount := TotalAmount + Amount;
end;

 

9. Klik checklist |  insert rectangle object | letakkan dibagian footer | insert expression | variable | invoice item | klik TotalAmount 2 kali |  ok | ok | checklist.

10. Klik close | yes.

Menampilkan Tanggal dan Jam Pembuatan Transaksi

Menampilkan Tanggal dan Jam Pembuatan Transaksi Di Preview Delivery Order Dan Sales Invoice

 

Berikut langkah-langkah untuk menampilkan Tanggal dan Jam pembuatan transaksi di preview Delivery Order dan Sales Invoice:

1. Ke menu Setup | Form Template

 

2. Klik Nama Template | Klik Design as FrF

 

3. Klik Page 2 | klik IBX ke 2 | tekan tombol F 11 | klik [::] SQL

 

4. Tambahkan baris ini SEBELUM baris “FROM ARINV a”

, (select first 1 audit.MODIDATE from audit inner join arinv on arinv.GLHISTID=audit.GLHISTID where arinv.ARINVOICEID=:ARINVOICEID) CREATEDTIME

5. Jika sudah selesai ditambahkan checklist | klik Close | Yes

6. Selanjutnya klik designer | klik insert rectangle object dan kemudian letakkan dibagian footer

 

7. Masukkan variable [DialogForm.qrySIARInv.”CREATEDTIME”] untuk menampilkan tanggal | klik checklist.

8. Selajutnya klik insert rectangle object kembali | letakkan di bagian footer dan masukkan variable [COPY([DialogForm.qrySIARInv.”CREATEDTIME”], 11, 9)] untuk menampilkan jam pembuatan transaksi | checklist | close | yes.

Note : Panduan ini, bisa untuk transaksi Delivery Order & Sales Invoice
(Available for ACCURATE 4 & 5)

Fitur Informasi Perusahaan pada ACCURATE 5

Informasi tentang data perusahaan seperti nama, alamat, tahun fiksial, start date (tanggal mulai database ACCURATE), currency yang dipakai sebagai default report dan warning period saat mengisikan transaksi di ACCURATE dapat anda isi melalui menu utama Persiapan – Informasi Perusahaan (Setup – Company Info).

Formulir Pengisian Informasi Perusahaan terdiri dari 3 Tab yaitu:

  1. Tab General. Pada Tab ini anda dapat mengisi informasi umum tentang perusahaan anda meliputi:
  • Company Name            : Nama lengkap perusahaan. Nama ini akan ditampilkan sebagai Header pada saat anda mencetak Invoice dan Laporan. Pengetikkan nama lengkap perusahaan dapat dilakukan max. 60 karakter.
  • Address 1                         : Alamat perusahaan (Nama Jalan dan No)
  • Address 2                        : Alamat Perusahaan (Nama Kecamatan, Kota dan Kabupaten)
  • Address 3                        : Nama Propinsi
  • Zip Code                          : Kode Pos
  • Phone No                        : Nomor Telepon Perusahaan
  • Fax No                              : Nomor Fax Perusahaan
  • Country                           : Nama Negara tempat Perusahaan Berdomisili.
  • Default Currency         : Mata uang dasar yang dipakai oleh suatu perusahaan ketika melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang lain.

Berikut ini contoh gambar pengisian Tab General :

2. Tab Accunting Period. Pada tab ini, anda dapat mengisi informasi sehubung dengan periode Akuntasi perusahaan Anda, yang meliputi:

  • Start Date             : Tanggal saldo awal database atau tanggal mulai pembukuan menggunakan ACCURATE. Contoh: Anda akan mulai menggunakan ACCURATE untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan anda di tahun 2015 dengan kondisi anda mempunyai data saldo dari pembukuan anda yang lama (tahun buku 2014). Untuk kondisi ini anda dapat menginput Start Date 31-12-2014. Jika perusahaan anda baru berdiri dimana anda tidak mempunyai data saldo dari pembukuan lama, maka anda dapat menginput Start Date 01-01-2015.
  • Fiscal Year           : Pada kolom ini isi tahun buku perusahaan, biasanya kolom ini diisi dengan tahun yang anda input pada kolom Start Date. Contoh: Jika start date 31-12-2014 maka kolom fiskal year dapat anda isi dengan tahun 2014. Pengisian tahun fiskal dapat dilakukan dengan mengetikan dua digit angka saja, jadi untuk tahun 2014 cukup diketik 14 saja.
  • Default Period   : Secara otomatis terisi sesuai dengan tanggal system komputer anda.
  • Warn If Before ……. or ……. After Default Period    : Memunculkan warning jika tanggal transaksi yang anda input ….. bulan/tahun sebelum default period atau ….. bulan/tahun setelah Default Period, tetapi anda masih dapat melanjutkan penginputan transaksi tanpa harus mengubah tanggal. Contoh: Periode Default menunjukan periode Oktober 2015. Anda mengisi Warn If Before 2 Month or 1 Month After Default Period. Artinya : ACCURATE akan menampilkan warning (peringatan) pada saat anda menginput atau mengedit transaksi dengan tanggal sebelum September 2015 atau jika anda menginput atau mengedit transaksi dengan tanggal setelah Oktober 2015.
  • Error If Before ……. or ……. After Default Period    : Memunculkan Error jika tanggal transaksi yang ada input ….. bulan/tahun sebelum Default Period atau ….. bulan/tahun setelah Default Period. Anda tidak akan dapat melanjutkan penginputan transaksi dengan tanggal yang dibatasi kecuali anda mengganti dengan tanggal yang diijinkan. Contoh: Periode Default menunjukan periode Oktober 2015. Anda mengisi Error If Before 2 Month or 1 Month After Default Period. Artinya : ACCURATE akan menampilkan ERROR pada saat anda menginput atau mengedit transaksi dengan tanggal sebelum September 2015 atau jika anda menginput atau mengedit transaksi dengan tanggal setelah Oktober 2015.

3. Tab Tax. Pada tab ini anda dapat mengisi informasi data pajak yang meliputi:

  • Company Name                      : Nama lengkap perusahaan yang nantinya akan ditampilkan pada saat anda mencetak Faktur Pajak Standart.
  • Address                                     : Alamat perusahaan yang nantinya akan ditampilkan pada saat anda mencetak Faktur Pajak Standart.
  • Form Serial Number              : Nomor seri Faktur Pajak Standart yang akan di tampilkan pada kolom pertama nomor seri Faktur Pajak Standart.
  • Tax Registration Number     : NPWP Perusahaan.
  • Taxable Company’s No          : NPPKP Perusahaan.
  • Taxable Company’s Date       : Tanggal Pengukuhan Perusahaan sebagai Pengusaha Kena Pajak.
  • Branch Code                             : Kode Cabang
  • Type                                            : Jenis perusahaan bergerak di bidang apa.
  • KLU                                             : Kode Lapangan Usaha.

4. Tab Branch ID. Pengisian kode cabang pada tab ini berhubungan dengan aktifitas Ekstrak Impor Transaksi.