Error Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian pada Accurate Online

Error “Tidak Dapat Mengubah/Menghapus Data! Data Adalah Saldo Awal” Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian

 

Saat anda menghapus Faktur Penjualan/Pembelian dan tampil pesan error seperti pada gambar berikut dibawah ini, hal ini disebabkan transaksi faktur penjualan/pembelian yang anda akan hapus tersebut merupakan Faktur Penjualan/Pembelian atas penginputan Saldo Awal Piutang/Hutang Pelanggan/Pemasok yang bersangkutan. Dengan demikian, jika anda ingin menghapus ataupun mengubah nilai-nya, hanya bisa dilakukan melalui menu pelanggan/pemasok yang bersangkutan.

Error Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian pada Accurate

Pesan Error Saat Menghapus Faktur Penjualan

 

Berikut ini langkah-langkah untuk menghapus Faktur Penjualan hasil inputan saldo awal piutang :

  1. Masuk menu Penjualan | Pelanggan, klik Daftar Pelanggan dan cari nama pelanggan yang dimaksud.
Error Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian pada Accurate

Membuka Menu Pelanggan

  • Buka pelanggan yang dimaksud, kemudian ke tab Saldo.
Error Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian pada Accurate

TAb SAldo Awal pada Pelanggan

  • Pilih Nomor Transaksi Faktur Penjualan yang akan dihapus / diubah kemudian klik 2x sehingga akan tampil detail Saldo Awal. Silakan lakukan pengubahan pada detail saldo awal tersebut ataupun klik informasi ‘Hapus’ jika ingin menghapus.
Error Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian pada Accurate

Memilih transaksi yang akan diubah/dihapus

Error Saat Menghapus Faktur Penjualan/Pembelian pada Accurate

Tampilan Transaksi Saldo Awal Piutang yang bisa dihapus/diubah

  • Jika telah selesai simpan informasi pelanggan yang bersangkutan dan Accurate online akan otomatis melakukan penyesuaian terkait pengubahan yang dilakukan. Jika transaksi saldo awal dihapus, maka transaksi faktur penjualan tersebut tidak akan tampil (terhapus) lagi pada Daftar Faktur Penjualan.

Note : lakukan hal yang sama untuk pengubahan/penghapusan transaksi faktur pembelian atas inputan saldo awal hutang, yaitu melalui menu Pembelian | Pemasok.

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya pada Accurate Online

Jika anda ingin mengubah nilai persediaan yang anda miliki tanpa mengubah jumlah kuantitas-nya, anda bisa melakukannya melalui modul Penyesuaian Persediaan, yaitu dengan mengosongkan persediaan tersebut terlebih dahulu (memilih tipe penyesuaian dengan ‘Pengurangan’ pada formulir Penyesuaian Persediaan), kemudian menambahkan kembali sejumlah kuantitas yang sama dengan sebelumnya (memilih tipe penyesuaian dengan ‘Penambahan’ pada formulir Penyesuaian Persediaan) namun di-isikan dengan total nilai persediaan yang baru.

Contoh Kasus :
Perusahaan ingin mengubah total nilai persediaan untuk barang Kemeja, dikarenakan adanya kenaikan bahan kemeja. Saat ini stok Kemeja sejumlah 70 pcs dengan total nilai persediaan sebesar Rp 6.631.579. Total nilai stok Kemeja akan diubah menjadi  Rp 7.000.000.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk melakukan penyesuaian nilai persediaan tersebut adalah sebagai berikut ini :

  1. Masuk ke menu Persediaan | Penyesuaian Persediaan, masuk ke tab Info Lainnya dan pilih akun yang akan digunakan untuk menampung penyesuaian tersebut.
Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Memilih akun untuk menampung penyesuaian persediaan

Note : Jika akun yang anda maksud tidak tersedia pada Info Lainnya, silahkan lakukan penambahan akun yang dimaksud pada Akun Perkiraan Penyesuaian Persediaan di Preferensi, yaitu melalui Pengaturan | Preferensi | Akun Perkiraan, silakan isikan akun yang akan digunakan pada Akun Penyesuaian Persediaan.

  • Setelah itu kembali ke tab Rincian Barang, pilih barang ‘Kemeja’ dengan Tipe Penyesuaiannya adalah ‘Pengurangan’, kemudian isikan jumlah kuantitas yang akan dikurangkan yaitu 70 Pcs dan klik ‘Lanjut’ untuk menyimpannya.
Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Memilih nama barang pada tab rincian barang

 

Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Mengurangi stok barang

 

  • Selanjutnya lakukan hal yang sama pada poin 2, namun pilih Tipe Penyesuaian dengan ‘Penambahan’ dan isikan jumlah kuantitas yang ditambahkan adalah 70 pcs dan Biaya Satuan dengan biaya satuan yang baru yaitu Rp 100.000 (Rp 7.000.000 / 70 Pcs) sehingga total nilainya adalah Rp 7.000.000. Klik ‘Lanjut’ untuk menyimpannya.
Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Memilih barang kembali

Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Menambahkan stok dengan nilai yang baru

 

  • Tampilan pada Penyesuaian Persediaan akan seperti pada gambar berikut ini.
Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Tampilan Formulir Penyesuaian Persediaan untuk Pengurangan dan Penambahan Stok

 

  • Simpan transaksi dan jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut.
Penyesuaian Nilai Persediaan Tanpa Mengubah Stok Kuantitasnya

Jurnal Transaksi atas Pengurangan dan Penambahan Stok dengan Nilai yang baru

Untuk memastikan apakah anda telah menginput dengan benar, anda bisa melakukan pengecekan melalui menu Laporan | Daftar Laporan | Persediaan | Rincian Nilai Persediaan, filter parameter per tanggal hari ini (tanggal dilakukan penyesuaian) dan pilih nama barang yang dimaksud.

Laporan Rincian Nilai Persediaan

 

Note : Jika ingin nilai persediannya dipecah menjadi beberapa biaya satuan, silahkan lakukan Penambahan Kuantitas menjadi beberapa (lebih dari satu), sesuai dengan biaya satuan yang ingin ditambahkan. Misalnya : 10 pcs @Rp 100.000, 20 Pcs @Rp 95.000 dan 40 pcs @Rp 105.000, maka buat seperti pada gambar berikut ini.

 

Pengubahan Nilai Persediaan lebih dari 1 nilai

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Aturan Pemilihan Gudang oleh Sistem Accurate Online di dalam Transaksi

Aturan pemilihan gudang oleh sistem Accurate online terbagi menjadi 2 kondisi, yaitu untuk barang baru yang belum ada transaksi kecuali transaksi saldo awal dan barang yang sudah ada transaksi. Berikut ini penjelasan serta contoh kasusnya dari kedua kondisi tersebut :

A.  Barang Baru (belum ada transaksi, hanya transaksi Saldo Awal)

Dengan kondisi ini, jika barang tersebut digunakan dalam transaksi misalnya pada transaksi Pembelian dan Penjualan maka gudang yang terpilih adalah sesuai dengan urutan Abjad dari nama gudang. Dan khusus pada transaksi penjualan, selain memilih sesuai abjad, gudang yang terpilih juga dilihat dari ketersediaan stok atas barang yang bersangkutan.

Contoh Kasus :
Perusahaan memiliki 3 gudang yang terdiri dari :

  • Jakarta
  • Surabaya
  • Utama

Untuk mengetahui urutan abdjad-nya (A-Z) anda bisa melakukan pengecekan melalui menu Persediaan  | Gudang , klik Daftar Gudang dan akan ditampilkan urutan nama gudang sesuai dengan abjadnya (A – Z).

 

 

Pada kondisi A :
Membuat Faktur Pembelian atas barang baru yaitu Hanger Merah dan Hanger Biru. Dimana sebelumnya untuk barang Hanger Biru diisikan nilai saldo awalnya sebanyak 160 pcs (seperti terlampir gambar) sedangkan Hanger Merah tidak ada saldo awal. Maka nama gudang yang terpilih adalah sesuai dengan urutan abjadnya (A-Z) yaitu gudang Jakarta.

 

Note : transaksi saldo awal yang dimaksud adalah saldo awal barang yang diisikan melalui menu Barang yang bersangkutan kemudian ke Tab Saldo, seperti pada gambar diatas.

 

 

Note :

  • Kondisi ini berlaku pada Penerimaan Barang, Faktur Penjualan dan Pengiriman Pesanan.
  • Namun jika saldo awal pada Hanger Biru hanya pada beberapa gudang saja (tidak semua gudang), maka pemilihan nama gudang untuk Hanger Biru di transaksi Faktur Penjualan akan melihat kondisi stok-nya. Seperti pada contoh kasus, misalnya saldo awal hanya terisi pada Gudang Surabaya dan Utama. Maka saat membuat transaksi Faktur Penjualan untuk hanger Biru, gudang yang terpilih adalah gudang Surabaya.(lihat ilustrasi digambar).

 

 

B. Barang Yang Telah Ada Transaksinya

Untuk kondisi barang yang telah terdapat transaksi (bukan barang yang baru dibuat), maka pemilihan gudang pada transaksi adalah berdasarkan histori gudang terakhir yang digunakan pada jenis transaksi tersebut.

Pada kondisi B :
Membuat Penerimaan Barang untuk Hanger Biru, dimana berdasarkan histori, transaksi penerimaan barang terakhir untuk Hanger Biru adalah ke gudang Surabaya, maka pada transaksi penerimaan barang selanjutnya akan ditampilkan nama gudang sesuai histori sebelumnya yaitu gudang Surabaya. Note : dalam ilustrasi ini barang Hanger Biru sudah dibuatkan beberapa transaksi baik itu transaksi penerimaan barang/faktur pembelian atau pengiriman barang/faktur penjualan.

 

Untuk mengetahui gudang terakhir yang digunakan, anda bisa melakukan pengecekan dari  menu Persediaan | Barang dan Jasa, pilih nama barang yang dimaksud, klik 2x kemudian klik tab Mutasi dan filter tanggal-nya s/d per hari ini. Pada ilustrasi untuk barang Hanger Biru, transaksi terakhir dari Penerimaan Barang adalah Gudang Surabaya.

 

Note :

  • Kondisi ini berlaku juga untuk transaksi Faktur Penjualan, dengan catatan semua gudang mempunya stok atas barang tersebut.
  • Namun jika salah satu gudang tidak ada stok-nyamaka pemilihan nama gudang akan melihat dari ketersediaan stok-nya juga. Sesuai ilustrasi, misalnya untuk barang Hanger Merah, histori penjualan terakhir adalah menggunakan Gudang Surabaya. Namun ketersediaan stok dari Hanger Merah hanya terdapat di Gudang Utama, maka saat membuat transaksi Penjualan untuk Hanger Merah, Accurate Online akan memilihkan nama Gudang Utama (tidak berdasarkan histori sebelumnya). Lihat ilustrasi gambar berikut ini.

 

 

Impor Daftar Karyawan dari File Excel Pada Accurate Online

Pada artikel ini dijelaskan bagaimana cara untuk mengimport data karyawan dari file excel ke dalam Accurate Online.

1. Akses modul Perusahaan Karyawan, lalu Klik Daftar Karyawan.

2. Klik Impor Data Impor dari Excel.

3. Pada tab Impor Karyawan dijelaskan informasi apa saja yang perlu dipersiapkan untuk melakukan proses impor karyawan dan disediakan juga contoh format file excel untuk meng-impor data karyawan, yang bias di-unduh dengan mengklik informasi contoh file.

4. Jika sudah tersedia file excel nya, silahkan lakukan proses impor dengan klik icon folder pada bagian lokasi file impor, kemudian cari file yang akan diunggah , klik Open dan klik Unggah untuk mengimpor file tsb.

 

 

 

5. Proses selanjutnya adalah melakukan pemetaan nama kolom yang ada pada file excel dengan nama kolom yang sama pada Accurate Online.

6. Setelah selesai melakukan pemetaan nama-nama kolom  yang tersedia, klik Lanjutkan untuk meneruskan proses impor.

7. Tahap akhir sebelum memulai proses impor adalah tahap Konfirmasi Impor Data. Disini Accurate online akan menyajikan informasi beberapa baris data awal karyawan yang akan di-impor. Hal ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan, apakah data yang akan diimpor sudah dipetakan dengan benar/sesuai. Jika sudah sesuai, silahkan klik “Lanjutkan” untuk memulai proses impor.

 

8. Tunggu hingga proses impor selesai dilakukan, yaitu hingga terdapat informasi jumlah data yang berhasil di impor dan yang gagal terimpor (jika ada). Pastikan jumlah data yang terimpor sesuai dengan jumlah data yang terdapat pada file excel yang dibuat.

 

 

 

Note: Untuk data yang gagal terimpor, akan diinformasikan penyebab gagal-nya berupa log erroryang bisa anda download.

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Menampilkan Simbol Mata Uang pada Desain Cetakan Accurate Online

Desain Cetakan default dari ACCURATE tidak menampilkan simbol mata uang. Namun jika ingin menampilkan simbol mata uang, dapat dilakukan dengan cara menambahkan variabel simbol pada desain cetakan.

Berikut langkah-langkah menampilkan Simbol Mata Uang pada Desain Cetakan Faktur Penjualan (sebagai contoh) :

  1. Buka Desain Cetakan Faktur Penjualan yang akan ditambahkan Simbol Mata Uang-nya yaitu dari menu Pengaturan | Desain Cetakan, kemudian ke Daftar Desain Cetakan dan pilih Faktur Penjualan yang dimaksud, lalu klik Buka Desainer (Icon Pensil Hijau).
Menampilkan Simbol Mata Uang pada Desain Cetakan Accurate

Membuka Desain Cetakan

Menampilkan Simbol Mata Uang pada Desain Cetakan Accurate

Memilih Desain Cetakan Faktur Penjualan yang akan ditambahkan simbol mata uang

2. Pada Desainer dari Desain cetakan, pilih kolom variable yang akan ditambahkan simbol mata uang yaitu dengan meng-klik 2x pada kolom variable yang dimaksud. Dalam illustrasi contoh kolom yang akan ditambahkan adalah kolom variable Total Invoice.

Menampilkan Simbol Mata Uang pada Desain Cetakan Accurate

Memilih Kolom Variable Yang Akan ditambahkan Simbol Mata Uang

Menampilkan Simbol Mata Uang pada Desain Cetakan Accurate

Kolom Skrip Variable yang akan ditambahkan

3. Tambahkan 2 Skrip berikut ini pada variable Total Invoice , yaitu (a) tambahkan skrip  $F{salesInvoice.currency.symbol} + ” ” + pada bagian depan dan (b) tambahkan skrip .setScale(0, RoundingMode.DOWN) pada bagian belakang. Sehingga scrip pada variable total invoice menjadi :

$F{salesInvoice.currency.symbol} + ” ” + $V{SCRIPT}.fmtBigDecimal($F{salesInvoice.totalAmount}.setScale(0, RoundingMode.DOWN))

4. Simpan desain cetakan tersebut dan tampilan dari Desain Cetakan yang telah ditambahkan skrip akan seperti gambar berikut ini

Tampilan Desain Cetakan Faktur Penjualan setelah penambahan Simbol Mata Uang

 

Melakukan Pengecekan Proses Faktur Dimuka (Penjualan) pada Accurate Online

Fitur Faktur Dimuka (Mendahulu Pengiriman) pada Accurate Online merupakan fitur yang memungkinkan untuk mengirimkan Faktur Penjualan terlebih dahulu ke Pelanggan sementara Pengiriman Barang dilakukan dikemudian hari.

Melakukan Pengecekan Proses Faktur Dimuka (Penjualan)

Faktur di Muka

Untuk dapat mengetahui apakah Faktur Dimuka tersebut sudah dibuatkan Pengiriman Pesanan-nya atau belum, berikut ini dijelaskan 2 (dua) cara untuk melakukan pengecekan proses dari transaksi Faktur Dimuka (Mendahului Pengiriman) tersebut :

A. Melakukan Pengecekan Melalui Status Faktur Dimuka pada Daftar Faktur Penjualan.
Cara ini dilakukan dengan cara akses menu Penjualan | Faktur Penjualan, kemudian ke Daftar Penjualan, cek pada kolom Status Faktur Dimuka.

Jika tercantum Belum dikirim, berarti transaksi Faktur Dimuka belum dibuatkan Pengiriman Pesanan-nya. Sedangkan jika Status Faktur Dimuka tercantum Terkirim, berarti transaksi Faktur Dimuka tersebut telah dibuatkan transaksi Pengiriman Pesanannya.

Melakukan Pengecekan Proses Faktur Dimuka (Penjualan)

Status Belum Dibuatkan Pengiriman Pesanan

Melakukan Pengecekan Proses Faktur Dimuka (Penjualan)

Status Sudah Dibuatkan Pengiriman Pesanan

 

B. Pengecekan melalui Laporan Histori Proses Penjualan.
Laporan ini bisa diakses melalui menu Laporan | Daftar Laporan | Penjualan kemudian cari Laporan Histori Proses Penjualan, klik 2x isikan parameter tanggal dengan tanggal transaksi Faktur Dimuka-nya, kemudian klik ‘Tampilkan’.

Jika transaksi Faktur Dimuka belum dibuatkan Pengiriman Pesanan-nya, maka kolom Pengiriman Pesanan akan kosong (tidak tampil informasi nomor transaksi-nya). Sedangkan jika sudah dibuatkan Pengiriman Pesanannya, maka kolom yang terisi adalah kolom Pengiriman Pesanan dan Faktur.

Melakukan Pengecekan Proses Faktur Dimuka (Penjualan)

Laporan Belum Dibuatkan Pengiriman Pesanan

 

Melakukan Pengecekan Proses Faktur Dimuka (Penjualan)

Laporan Sudah Dibuatkan Pengiriman Pesanan

 

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate Online

Sebagai ilustrasi yaitu melakukan pengaturan format desimal pada Desain Cetakan Faktur Penjualan. Dan dibawah ini tampilan transaksi Faktur Penjualan serta Desain Cetakan-nya sebelum dilakukan pengaturan, yaitu sesuai dengan default Desain Cetakan di Accurate Online.

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Transaksi Faktur Penjualan

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Desain Cetakan Faktur Penjualan Sebelum Pengaturan Format Decimal

 

Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan pengaturan format angka desimal (angka dibelakang koma) pada Desain Cetakan :

1. Buka Desain Cetakan Faktur Penjualan, yaitu dari menu Pengaturan | Desain Cetakan, pilih desain cetakan yang dimaksud, kemudian klik Buka Desainer (Icon Pensil Hijau).

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Membuka Desain Cetakan

 

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Membukla Desainer dari Desain Cetakan yang akan Ditambahkan

2. Pada Desainer dari desain cetakan yang dimaksud, klik kolom yang ingin diatur format angka desimalnya, kemudian dibagian Variable, cari Format kemudian klik dibagian “Angka” dan akan tampil combo box ‘Format Tampilan Data’, yang tertuju pada bagian ‘Number’.

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Membuka Format Angka di Desainer Desain Cetakan

 

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Format Tampilan Data Angka

3. Pilih pilihan Format Desimal yang sesuai pada bagian “Pilih Format”, misal adalah dipilih dengan format 1,234,567 kemudian simpan dan simpan desain cetakannya

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Memilih Format Desimal Angka yang Akan digunakan

 

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Tampilan Desainer dari Desain Cetakan Setelah Pemilihan Format Desimal Angka

 

4. Tampilan Desain Cetakan untuk nilai Total Invoice dengan pemilihan format 1,234,567 adalah sebagai berikut.

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Tampilan Desain Cetakan Faktur Penjualan setelah Pengaturan Format Desimal Angka

 

Note : anda bisa melakukan pengaturan Format Angka Desimal diluar pilihan format yang tersedia, yaitu dengan memilih format angka Custom pada Format Tampilan Data. Kemudian silakan atur penempatan desimal yang diisikan seperti pada gambar terlampir yaitu disiikan dengan #,##0.### (tanda pagar dibelakang koma ini menentukan banyaknya desimal yang ditampilkan).

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Mengisikan Pengaturan Format Desimal Custom

 

Pengaturan Format Desimal pada Desain Cetakan Pada Accurate

Tampilan Desain Cetakan Faktur Penjualan dengan Pengaturan Format Desimal Custom

Berikut Tutorial Vidionya :

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Berjalan pada Accurate Online

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Ini (dibandingkan Laba/Rugi Tahun Lalu)

Berikut ini penjelasan mengenai perhitungan atas nilai yang tampil pada widget Laba/Rugi Tahun Ini (Cabang Pengguna) pada tampilan Dashboard Accurate Online.

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Berjalan pada Accurate Online

Tampilan Widget Laba/Rugi pada Dashboard Accurate Online

Rumus untuk nilai “Dibanding Tahun Lalu” adalah sebagai berikut :

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Berjalan pada Accurate Online

Sebelum melakukan pengecekan nilai pada laporan laba/rugi tahun ini dan tahun lalu, lakukan pengecekan atas Periode Akuntansi yang digunakan pada database tersebut, yaitu melalui Pengaturan | Preferensi | Perusahaan | Periode Akuntansi. Database yang digunakan pada ilustrasi ini adalah Database Contohdimana Periode Akuntansi yang digunakan adalah Januari – Desember.

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Berjalan pada Accurate Online

Pengecekan Penggunaan Periode Akuntansi pada Database

Periode acuan yang digunakan untuk melakukan pengecekan Laporan Laba/Rugi Tahun Ini dan Tahun Lalu adalah Tanggal Hari Ini (yaitu tanggal saat anda melakukan pengecekan nilai Laba/Rugi Tahun Ini dibanding Tahun Lalu pada dashboard Accurate Online).

Sebagai ilustrasi pada gambar sebelumnya didapatkan nilai bahwa laporan Laba/Rugi Tahun ini 4x dibandingkan Laba/Rugi Tahun Lalu. Nilai tersebut dilihat per tanggal hari ini yaitu tanggal 18 September 2019.

Maka untuk melakukan pengecekan nilai Laba/Rugi Tahun lalu-nya adalah melalui menu Laporan | Daftar Laporan | Keuangan | Laba/Rugi (Standar) kemudian isikan parameter-nya dengan tanggal 1 Januari 2018 – 18 September 2018 kemudian klik “Tampilkan”. Dan didapatkan senilai Rp 312.818,18.

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Berjalan pada Accurate Online

Pengecekan Nilai Laba/Rugi Tahun Lalu

Sedangkan untuk melakukan pengecekan nilai Laba/Rugi Tahun ini, yaitu melalui laporan yang sama, Laporan Laba/Rugi (Standar) dengan mengisikan parameter-nya dengan tanggal  1 Januari 2019 – 18 September 2019 kemudian klik “Tampilkan”. Dan didapatkan nilai sebesar Rp 1.449.117,97.

Perhitungan Widget Laba/Rugi Tahun Berjalan pada Accurate Online

Pengecekan Nilai Laba/Rugi Tahun Ini

Sehingga dari kedua nilai tersebut, jika dilakukan perhitungan sesuai dengan rumus akan sebagai berikut :

 

Note : hasil perhitungan dibulatkan ke atas, sehingga yang ditampilkan pada dashboard Accurate Online adalah sebesar 4x.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Sebelum melakukan pencatatan atas Pembayaran Pembelian yang dilunasi menggunakan kartu kredit, maka terlebih dahulu membuat akun penampung atas hutang kartu kredit tersebut.

Untuk membuat akun baru dilakukan melalui menu Buku Besar | Akun Perkiraan, pilih Tipe Akun-nya dengan Kewajiban Jangka Pendek kemudian isikan nama akun dengan Hutang Kartu Kredit (atau penamaan akun lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan/kebijakan perusahaan) lalu Simpan.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Membuat Akun Penampung Hutang Kartu Kredit

Selanjutnya tambahkan akun tersebut melalui menu Pengaturan | Preferensi | Akun Perkiraan yaitu pada bagian Penerimaan/Pembayaran di kolom Akun Diskon lalu Simpan pengaturannya.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

MEnambahkan Akun Penampung ke Akun Perkiraan Diskon Pembayaran

Dan untuk melakukan pencatatan Pembayaran Pembelian dengan Kartu Kredit, misal terdapat transaksi Faktur Pembelian dengan rincian dan jurnal seperti terlampir digambar.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Contoh Transaksi Faktur Pembelian yang akan dibayarkan dengan kartu kredit

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Jurnal Faktur Pembelian

Maka pencatatan Pembayaran Pembelian dengan Kartu Kredit bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut ini :

1. Masuk ke menu Pembelian |  Pembayaran Pembelian, lengkapi formulir Pembayaran Pembelian seperti biasa, seperti memilih nama Pemasok, akun Bank yang digunakan, dsbnya.

2. Pilih nomor Faktur Pembelian yang akan dibayarkan kemudian ke tab Informasi Diskon, isikan Akun Diskon dengan akun penampung yaitu Hutang Kartu Kredit dan isikan kolom Diskon dengan nilai yang akan dibayarkan, klik Lanjut.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Memasukkan Nilai Hutang Kartu Kredit pada Informasi Diskon Pembayaran

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Pembayaran Pembelian dengan Kartu Kredit

3. Simpan transaksi dan jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Jurnal Pembayaran Pembelian dengan Kartu Kredit

Note :

  • Untuk melakukan pembayaran tagihan atas penggunaan kartu kredit tersebut, dilakukan melalui menu Kas & Bank | Pembayaran, pilih akun Bank yang akan digunakan untuk melakukan pembayaran, kemudian pilih akun Hutang Kartu Kredit tersebut dan akun beban bunga (jika dikenakan bunga) beserta nilai-nya
Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Pembayaran Hutang Kartu Kredit beserta bunganya

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Jurnal Pembayaran Hutang Kartu Kredit

Akun penampung hutang kartu kredit akan nol (habis) jika hutang kartu kredit sudah dilunasi keseluruhannya. Anda bisa melakukan pengecekan melalui Laporan Rincian Buku besar atas akun penampung tersebut.

Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit Pada Accurate Online

Laporan Buku Besar Akun Penampung Hutang Kartu Kredit

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak pada Accurate Online

Accurate online menyediakan metode pembayaran menggunakan cek/giro, dimana pengakuan pelunasan piutang (jurnal yang terbentuk) adalah sesuai dengan tanggal cek-nya.

Lalu bagaimana jika cek/giro yang diterima untuk pelunasan tersebut ditolak/kosong (void) ? Berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara untuk melakukan pembatalan transaksi penerimaan pelanggan dikarenakan cek/giro yang digunakan ditolak (void).

Ilustrasi : Penerimaan Pelanggan pada tanggal 15 September 2019 dengan menggunakan Cek/Giro dengan tanggal cek-nya adalah 17 September 2019 tidak bisa dicairkan. Sehingga transaksi penerimaan tersebut perlu dibatalkan. Dan oleh pelanggan digantikan dengan cek/giro baru dengan nomor cek Giro-456 dengan tanggal cek 22 September 2019.

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Ilustrasi Penerimaan Penjualan dari Pelanggan yang dibatalkan

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Jurnal Transaksi Penerimaan Pelanggan setelah dibatalkan

Atas ilustrasi diatas, maka berikut ini langkah-langkah untuk melakukan penginputannya :

1. Lakukan pembatalan transaksi Penerimaan Pelanggan dengan cara melakukan Void atas transaksi tersebut, yaitu dengan masuk ke menu Penjualan | Penerimaan Pelanggan, pilih transaksi yang dimaksud, kemudian ke tab Info Lainnya dan centang informasi ‘Void’ kemudian simpan.

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Melakukan pembatalan atas transaksi penerimaan penjualan

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Jurnal Penerimaan Penjualan seteah dibatalkan

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Informasi Pembatalan Transaksi Penerimaan Penjualan pada akun Kas/Bank di Histori Bank

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Informasi Pembatalan Transaksi Piutang pada Laporan Rincian Buku Besar Pembantu Piutang

Note : setelah transaksi Penerimaan Pelanggan dibatalkan (di-void), maka Accurate akan melakukan jurnal pembalik atas transaksi penerimaan pelanggan tersebut seperti terlampir di gambar. Dan pada Histori Bank atas akun Kas/Bank yang digunakan pada transaksi Penerimaan Pelanggan yang dibatalkan tersebut akan ditampilkan histori transaksi minus dengan keterangan ‘cek kosong’. Sedangkan untuk akun piutang atas pelanggan, informasi pembatalan transaksi penerimaan ditampilkan pada Laporan Rincian Buku Besar Pembantu Piutang (lihat gambar diatas). 

2. Selanjutnya saat menerima cek/giro baru dari pelanggan untuk menggantikan cek/giro yang tidak bisa dicairkan adalah membuat transaksi Penerimaan Pelanggan yang baru untuk faktur yang bersangkutan.  Karena setelah dilakukan void atas transaksi penerimaan pelanggan, faktur yang bersangkutan berubah status menjadi ‘belum dilunasi’.

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Transaksi Penerimaan Penjualan dengan Cek/Giro baru

Membatalkan Transaksi Penerimaan Penjualan Karena Cek/Giro Kosong/Ditolak

Jurnal Transaksi Penerimaan Penjualan yang baru

Untuk video tutorialnya bisa ditonton dibawah ini ya…………..