Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan pada Accurate Online

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan (Pelanggan) Pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

Berikut ini akan dijelaskan mengenai cara menampilkan Atribut Tambahan (Pelanggan) yang digunakan sebagai Alamat Pelanggan pada Desain Cetakan Faktur Penjualan. Atribut Tambahan (Pelanggan) yang dimaksud adalah seperti yang dijelaskan disini

Ilustrasi : menggunakan Atribut Tambahan dengan Tipe Karakter. Jumlah Karakter yang digunakan sebanyak 3 Karakter dengan rincian sebagai berikut :Karakter 1 diisikan untuk Jalan, Karakter 2 diisikan untuk Kota dan Karakter 3 diisikan untuk Negara. Dengan detail atribut tambahan yang akan ditampilkan sesuai dengan gambar pada detail data pelanggan ‘PT Biru’ di tab Lain-lain.

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Atribut Tambahan Pelanggan

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Atribut Tambahan yang digunakan di Data Pelanggan

Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menampilkan informasi Atribut Tambahan tersebut sebagai data Alamat Pelanggan di Desain Cetakan Faktur Penjualan :

1. Masuk ke desainer dari Desain Cetakan Faktur Penjualan yang akan ditambahkan Atribut Tambahan tersebut yaitu melalui menu Pengaturan | Desain Cetakan

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Buka Desainer Faktur Penjualan

2. Pada tabel variable Alamat Pelanggan klik 2x dan ubah variable-nya menjadi :
$F{salesInvoice.toAddress}== ” ? $F{salesInvoice.customer.charField1}+”, “+$F{salesInvoice.customer.charField2}+”, “+$F{salesInvoice.customer.charField3} : $F{salesInvoice.toAddress}
kemudian simpan desain cetakannya.

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Tabel Variabel Alamat Pelanggan

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Variabel Alamat Pelanggan dengan Atribut Tambahan

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Variabel Alamat Pelanggan dengan Atribut Tambahan

 

3. Dan hasil cetakan dari Faktur Penjualan-nya akan seperti berikut ini

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Hasil Cetak Faktur Penjualan

 

4. Atau jika langsung mengisikan Alamat Pelangan pada formulir Faktur Penjualan di Tab info lainnya, pada hasil cetakan akan mengikuti alamat yang anda isikan tersebut. Seperti contoh pada transaksi Faktur Penjualan PT Biru, kemudian diubah alamatnya menjadi Melati Indah, Bandung Jawa Barat. Maka tampilannya adalah sebagai berikut.

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Mengubah Alamat pada Tab Info Lain

Menampilkan Alamat Dari Attribut Tambahan Pada Desain Faktur Penjualan

Hasil Cetakan Faktur Penjualan

 

Menampilkan Tanda % (Persentase) Di Preview Desain Cetakan Accurate Online

Berikut panduan untuk menampilkan tanda % (Persentase) di preview desain cetakan, misalkan di desain cetakan Faktur Penjualan ingin menambahkan tanda % (Persentase)  di kolom diskon barang :

1. ke menu Pengaturan | Desain Cetakan

 

2. Pilih Desain cetakan dengan cara klik bagian list (bewarna hijau)  | klik Buka Desainer

 

3. Klik kolom yang ingin ditambahkan tanda% (Persentase), seperti contoh diatas yaitu kolom diskon maka klik kolom diskon dan ganti variable nya menjadi :

$F{salesInvoiceDetail.itemCashDiscount}.compareTo(new BigDecimal(0)) == 0 ? ” ” + ” ” : $F{salesInvoiceDetail.itemDiscPercent} + “%” 

 

(Catatan : Untuk tanda petik dua (“) untuk rumus di atas mohon dihapus dan diketika ulang)

4. Klik Simpan | Save.

5. Berikut contoh hasil preview faktur penjualan untuk kolom diskon yang ditambahkan tanda %   (Persentase) 

 

Note :

Terkait tanda tidak hanya bisa menampilkan tanda persentase tetapi misalkan tanda Strip ” – ” dan untuk rumusnya sama yaitu + ” – ” sehingga akan tampil tanda strip (-) dan ataupun tanda lainnya yang ada di keyboard komputer. 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Penggunaan Barcode Reader (Scanner) Pada Accurate Online

Penggunaan Barcode Reader (Scanner) Pada Accurate Online

Berikut ini cara penggunaan Barcode Reader (scanner) pada formulir transaksi Accurate Online :

1. Buat Barang terlebih dahulu dari menu Persediaan | Barang dan Jasa, silahkan isikan informasi seperti kategori barang, nama barang dsb. Kemudian lakukan pengisian UPC/Barcode pada barang yang bersangkutan. Pengisiannya bisa dilakukan dengan mengetikkan secara manual atau bisa dengan cara scan barcode barang-nya.
Jika penginputan Barcode Barang ingin menggunakan scanner barcode maka arahkan kursor ke kolom “UPC/Barcode”, kemudian scan kode barcode barang yang akan diinput menggunakan scanner barcode dan nomor barcode akan otomatis terisi.

Penggunaan Barcode Reader (Scanner) Pada Accurate Online

Pengisian Barcode/UPC pada Barang/Jasa

2. Setelah barang  tsb di input maka pada saat penginputan transaksi seperti penjualan dan pembelian pada  kolom cari/pilih barang tidak perlu memilih secara manual, namun bisa menggunakan scanner barcode dengan cara scan pada barcode  barang yang dimaksud, maka barang tsb akan otomatis tampil pada transaksi nya.

Penggunaan Barcode Reader (Scanner) Pada Accurate Online

Menggunakan Barcode Scanner dengan mengarahkan ke kolom pencarian Barang/Jasa

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Error Saat Menghapus Akun Perkiraan pada Accurate Online

Error “Tidak Dapat Menghapus Akun Perkiraan Karena Telah Digunakan di Mata Uang” Saat Menghapus Akun Perkiraan

Tampil pesan error “Tidak Dapat Menghapus Akun Perkiraan karena telah digunakan di Mata Uang”  saat  menghapus akun perkiraan dari menu  Buku Besar Akun Perkiraan.  Hal ini dikarenakan akun yang akan dihapus tersebut digunakan pada default akun dari Mata Uang yang sesuai dengan mata uang dari akun yang bersangkutan.

Error Saat Menghapus Akun Perkiraan pada Accurate Online

Eror saat menghapus Akun Perkiraan

Sebagai contoh akun yang akan dihapus adalah Piutang Usaha IDR dengan Mata uangnya adalah Indonesian Rupiah dan saat akan dihapus, tampil pesan eror seperti pada gambar diatas. Berikut ini panduan yang perlu untuk dilakukan sebelum menghapus akun tersebut :

1. Aktifkan fitur Multi Mata Uang dari menu Pengaturan | Preferensi | Mata Uang.

Error Saat Menghapus Akun Perkiraan pada Accurate Online

Mengaktifkan fitur Multi Mata Uang

2. Selanjutnya, ke menu Perusahaan | Mata Uang | Klik Bagian List (Bewarna Hijau).

Error Saat Menghapus Akun Perkiraan pada Accurate Online

Mengakses Menu Mata Uang di Perusahaan

Error Saat Menghapus Akun Perkiraan pada Accurate Online

Ke Menu Daftar Mata Uang

 

3. Pilih Mata Uang Indonesian Rupiah | Klik tab Default Akun, kemudian cek apakah Akun Piutang Usaha IDR digunakan pada salah satu Default Akun di mata uang tersebut.

4. Akun Piutang Usaha IDR digunakan sebagai default akun untuk Akun Piutang UsahaSilakan ganti default akun untuk Akun Piutang Usaha dengan akun lainnya, kemudian simpan.

Error Saat Menghapus Akun Perkiraan pada Accurate Online

Tab Default Akun dari Mata Uang

5. Selanjutnya, silakan menghapus akun Piutang Usaha IDR melalui menu Buku Besar | Akun Perkiraan.

Untuk video tutorialnya dibawah ini ya………

Muncul Error Saat Membuat Pengiriman Barang pada Accurate Online

Error “Tidak Dapat Membuat Pengiriman Barang xxx Dari Pesanan Penjualan xxxx Karena Pesanan Sudah Langsung Diproses ke Faktur Penjualan” Saat Membuat Pengiriman Barang

Muncul Error Saat Membuat Pengiriman Barang pada Accurate Online

Muncul Pesan error seperti gambar di atas ketika membuat Pengiriman Barang

Saat membuat Pengiriman Barang dari Pesanan Penjualan dan tampil pesan eror seperti diatas, hal ini disebabkan karena ilustrasi berikut ini :

  1. Pesanan penjualan SO.2019.11.00001 terdiri dari Item A sebanyak 5 pcs.
  2. Pesanan Penjualan SO.2019.11.00001 dibuatkan Faktur Penjualan untuk Item A sebanyak 3 pcs.
  3. Pesanan Penjualan SO.2019.11.00001 dibuatkan Pengiriman Barang untuk Item A sebanyak 2 pcs ==> maka akan tampil pesan eror diatas saat disimpan.

Solusi atas error diatas adalah dengan membuatkan langsung Faktur Penjualan atas sisa kuantitas Item A yang masih tersisa di formulir Pesanan Penjualan. Atau jika ingin membuat Pengiriman Barang, maka perlu menghapus transaksi Faktur Penjualan pada poin 2, kemudian baru membuat Pengiriman Barangnya.

Kesimpulannya jika sebagian barang yang sama dalam 1 formulir transaksi Pesanan Penjualan sudah diproses langsung ke Faktur Penjualan, maka sebagian lainnya tidak bisa diproses ke Pengiriman Barang namun harus langsung di proses ke Faktur Penjualan juga.

Video Tutorial…..

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan Accurate Online

Menampilkan Nilai, Total dan Grand Total Beban Pokok Penjualan dan Laba pada Laporan Rincian Penjualan per Barang

Pembahasan akan dibagi menjadi 2 bagian yaitu 1) pembahasan mengenai langkah-langkah menampilkan nilai variabel Beban Pokok Penjualan (BPP) &  Laba dan 2) pembahasan mengenai langkah-langkah untuk menjumlahkan (Total) nilai BPP dan Laba per Barang dan penjumlahan nilai BPP dan Laba untuk keseleruhan barang (Grand Total).

A.  Menampilkan Nilai BPP dan Laba Pada Laporan Rincian Penjualan per Barang.

1. Buka Laporan Rincian Penjualan per Barang yaitu dari menu Laporan | Daftar Laporan | Laporan Penjualan

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Membuka Laporan Rincian Penjualan per Barang

2. Filter Parameter tanggal dan cabang, klik ‘Tampilkan’.

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Menambahkan Variabel BPP (Beban Pokok Penjualan)

3. Klik ‘Modifikasi’ kemudian ke Kolom Data, cari variable ‘BPP’ dan ‘Laba’ kemudian klik 2x dan Simpan

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Menambahkan Variabel Laba

4. Berikut tampilan Laporan Rincian Penjualan per Barang yang telah ditambahkan kolom data ‘BPP’ dan ‘Laba’.

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Tampilan Laporan Rincian Penjualan per Barang dengan Nilai BPP dan Laba

 

 

Menampilkan kolom Total dan Grand Total pada Laporan.

B-1. Langkah-langkah menampilkan total pada suatu kolom, contoh pada kolom BPP dan Laba pada Laporan Rincian Penjualan per Barang.

1. Setelah menampilkan variabel BPP & Laba seperti pada penjelasan sebelumnya, ke Modifikasi kemudian ke tab Grup

2. Pada Tab Grup, klik di Nama Barang kemudian klik Edit (Icon Pensil Biru) dan akan tampil Grup Data dari Nama Barang. Pada kolom + Tambah Footer cari dan tambahkan variabel BPP dan Laba Lalu Simpan.

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Menambahkan Variabel BPP dan Laba untuk dijumlahkan

3. Dan berikut tampilan dari modifikasi untuk menampilkan penjumlahan (Total) nilai BPP & Laba per Barang  pada Laporan Rincian Penjualan per Barang

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Tampilan Laporan Rincian Penjualan per Barang dengan Penjumlah (Total) nilai BPP dan Laba

 

 

B-2. Langkah-langkah menampilkan Grand Total pada suatu kolom. Contoh pada BPP dan Laba pada laporan Rincian Penjualan per Barang.

1. Pada Laporan klik Modifikasi, kemudian pada Kolom Data, cari dan buka Folder Mata Uang kemudian klik 2x pada variabel Negara/Nama

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Menambahkan Variabel Negara/Mata Uang

2. Lalu ke Tab Grup kemudian Klik Tanda Tambah (icon “+”) dan pada baris “Urutkan Berdasarkan”  pilih variabel  “Negara/Nama Mata Uang” dan pada kolom “+ Tambah Footer”, cari dan tambahkan variabel BPP dan Laba lalu Simpan.

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Menambahkan Variabel Negara/Mata Uang pada Tab Grup

3. Pada Tab Grup, urutkan variable Negara/Nama Mata Uang pada urutan pertama dengan cara meng-klik tanda panah ke atas lalu simpan

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Mnempatkan Urutan untuk Variabel Negara/Mata Uang di Tab Grup

4. Berikut tampilan dari hasil modifikasi menjumlahkan nilai BPP & Laba dari semua barang di Laporan Rincian Penjualan per Barang

Menampilkan Nilai dan Grand Total BPP serta Laba pada Laporan

Tampilan Laporan Rincian Penjualan per Barang dengan penjumlahan Nilai BPP & Laba untuk semua barang (Grand Total)

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan pada Accurate Online

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara untuk melakukan pembayaran PPh atas transaksi Pembelian yang diinput melalui formulir Faktur Pembelian.

Ilustrasi : Perusahaan menerima tagihan sebesar Rp 4.500.000 atas jasa kebersihan dan akan memotong PPh 23 sebesar 2% atau Rp 90.000 atas jasa yang ditagihkan tersebut.  Atas tagihan tersebut perusahaan membuatkan faktur pembelian seperti gambar terlampir.

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Faktur Pembelian dengan PPh 23

Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan pencatatan atas pembayaran PPh 23 atas transaksi pembelian tersebut :

  1. Pencatatan pembayaran PPh 23 atas transaksi Pembelian dilakukan melalui formulir Pembayaran pada modul Kas/Bank.
  2. Pada formulir Pembayaran, isikan informasi yang diperlukan kemudian klik informasi ‘Ambil’ dan pilih pilihan ‘PPh Pembelian’ dan akan tampil detail tabel PPh Pembelian
Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Memilih PPh 23 yang akan dibayarkan

Pada tabel PPh Pembelian, silakan filter transaksi PPh pembelian yang akan dilakukan pembayaran atau bisa dipilih pilihan ‘Semua’ kemudian pilih transaksi PPh yang akan dilakukan pembayaran kemudian klik ‘Lanjut’.

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Mengatur PPh Pembelian

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Menampilkan PPh Pembelian yang akan dibayarkan

Kemudian akan tampil informasi PPh yang akan dibayarkan pada Formulir Pembayaran yang disertai dengan keterangan nomor transaksi-nya

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Mencatat Pembayaran PPh Pembelian

Simpan transaksi dan jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Jurnal Pembayaran PPh Pembelian

Untuk pelunasan hutang ke pemasok, lakukan pembayaran secara biasa yaitu melalui formulir Pembayaran Pembelian dan nilai hutang akan otomatis dikurangi PPh 23. Dan jika faktur dilunasi semua, namun nilai PPh-nya belum dibayarkan, status atas faktur tersebut akan dianggap LUNAS.

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Pelunasan Hutang ke Pemasok setelah dikurangi PPh 23

Cara Melakukan Pembayaran PPh dari Transaksi Pembelian/Penjualan

Jurnal Pembayaran Hutang Pemasok

Note :  cara ini juga bisa dilakukan untuk melakukan pembayaran PPh atas transaksi penjualan, yaitu pada saat di Formulir Pembayaran, saat klik ‘Ambil’ klik pilihan ‘PPh Penjualan’. Atau bisa juga dilakukan untuk melakukan pembayaran PPh / BPJS atas transaksi Pencatatan Gaji, yaitu memilih pilihan ‘Pencatatan Gaji’.

Untuk video tutorial nya bisa ditonton dibawah ini ya………

 

Tampil Error Pada Saat Penerimaan Penjualan Accurate Online

Tampil Error “Anda Tidak Memiliki Hak Penomoran….” Pada Saat Penerimaan Penjualan, Jika ada kondisi simpan transaksi yang berkaitan dengan Kas/Bank (contoh: Peneriman Penjualan) tampil error sebagai berikut :

Tampil Error Pada Saat Penerimaan Penjualan AOL

Tampil Pesan Error

Error tersebut terjadi dikarenakan user/login tersebut tidak memiliki akses ke penomoran transaksi atas akun Kas/Bank tersebut. Pada Accurate Online, setiap akun Kas/Bank memiliki penomoran transaksi-nya sendiri, yang secara otomatis akan dibuatkan oleh Accurate Online saat anda membuat akun baru dengan tipe akun Kas/bank. Dan penomoran ini bisa dilihat melalui menu Pengaturan | Penomoran.

Solusi jika terjadi pesan error diatas yaitu dengan melakukan pengecekan apakah user/login tersebut sudah diberikan hak akses ke penomoran atas akun Kas/Bank tersebut. Pengecekan dilakukan melalui menu Pengaturan | Penomoran, ke Daftar Penomoran kemudian pilih penomoran atas akun Kas/Bank yang dimaksud, klik 2x kemudian ke tab “Daftar Pengguna”, pastikan user yang input transaksi sudah diberikan akses ke penomoran tersebut.

Booking Training Sekarang Klik Disini | Untuk Video Tutorial Klik Disini

Video Tutorial….

Menampilkan Scanner Barcode Pada Desain Cetakan Accurate Online

Berikut ini langkah-langkah untuk menampilkan scanner barcode pada Desain Cetakan. Sebagai ilustrasi variabel barcode yang digunakan adalah Kode Barang dan ditampilkan pada desain cetakan Faktur Penjualan :

1. Masuk ke Desain Cetakan yaitu melalui menu Pengaturan, lalu ke Daftar Desain Cetakan kemudian pilih desain cetakan yang akan ditambahkan Scanner Barcode, kemudian klik ‘Buka Desainer’ (Icon Pensil Hijau).

Menampilkan Scanner Barcode Pada Desain Cetakan AOL

Membuka Desain Cetakan

Menampilkan Scanner Barcode Pada Desain Cetakan AOL

Memilih Desain Cetkan yang akan diubah

2. Klik Tanda Tambah “+” pilih pilihan “Barcode” kemudian klik “Tambah”

Menampilkan Scanner Barcode Pada Desain Cetakan AOL

Menambah Variabel Barcode

3. Letakan posisi variable Barcode sesuai yang diinginkan, lalu klik 2x pada Variable Barcode kemudian cari dan pilih variabel kode barang, sehingga tampil skrip variabel : $F{salesInvoiceDetail.item.no} kemudian klik Simpan.

Menampilkan Scanner Barcode Pada Desain Cetakan AOL

Menambahkan Skrip Variabel Kode Barang pada Variabel Barcode

4. Simpan desain cetakan dan Contoh Desain Cetakan yang menampilkan scanner barcode dengan kode barang pada desain cetakan faktur penjualan adalah sebagai berikut

Menampilkan Scanner Barcode Pada Desain Cetakan AOL

Tampilan Desain Cetakan dengan Scanner Barcode

 

Menampilkan Scanner Barcode Pada Desain Cetakan AOL

Tampilan Hasil Cetakan Formulir Faktur Penjualan dengan Scanner Barcode Kode Barang

Note : Format Barcode dapat diatur dengan beberapa format, untuk pengaturannya bisa dengan cara klik pada variabel Barcode tersebut, kemudian pada menu disamping-nya akan tampil Format. Anda bisa memilih pilihan format barcode yang tersedia yang sesuai kebutuhan anda.

Menampilkan Scanner Barcode Pada Desain Cetakan AOL

Pngaturan Format Barcode yang akan digunakan

Berikut keterangan dari masing-masing format:
1.  Code39 : support Huruf dan Angka dan beberapa tanda baca.
2.  Code128 : support Huruf dan Angka dan beberapa tanda baca.
3.  UPCA : hanya Angka, harus 11 digit, digit ke-12 adalah digit pemeriksa.
4.  EAN13 : hanya Angka, harus 12 digit, digit ke-13 adalah digit pemeriksaan.
5.  QRCode : support Huruf, angka dan tanda baca.

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok, Barang/Jasa per Cabang pada Accurate Online

Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membatasi akses data Pelanggan, Pemasok dan Barang per Cabang. Misalnya Barang ABC hanya bisa diakses oleh pengguna di Cabang Bekasi saja, selain cabang tersebut tidak bisa menggunakan barang ABC tersebut.

Dan berikut tahapan langkah-langkahnya :

Langkah 1 : Mengaktifkan & Membuat Cabang
Mengaktifkan fitur cabang dan membuat nama cabang sesuai kebutuhan perusahaan. Fitur Cabang diaktifkan melalui menu Pengaturan | Preferensi | Fitur. Dan untuk membuat nama cabang, panduannya silakan klik disini

Langkah 2 : Mengatur Akses Pengguna ke Cabang
Mengatur akses pengguna ke Cabang dilakukan melalui menu Pengaturan | Pengguna | Daftar Pengguna, pilih pengguna yang dimaksud, kemudian isikan nama cabang-nya pada Akses Cabang kemudian Simpan.

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok & Barang/Jasa per Cabang

Mengakses ke Menu Pengguna

 

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok & Barang/Jasa per Cabang

Daftar Pengguna

 

Atau bisa dengan masuk ke menu Perusahaan | Cabang, pilih nama cabang-nya lalu klik 2x kemudian ke tab Pengguna dan isikan nama pengguna yang dimaksud.

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok & Barang/Jasa per Cabang

Mengatur Akses Pengguna pada Menu Cabang

Langkah 3 : Membatasi Akses Pelanggan, Pemasok dan Barang/Jasa per Cabang.

3A. Membatasi Akses Pelanggan per Cabang
Pembatasan bisa dilakukan melalui menu Penjualan | Pelanggan | Daftar Pelanggan, pilih nama pelanggan yang dimaksud, kemudian isikan nama cabang yang sesuai pada informasi ‘Dipakai di Cabang’. Lalu simpan.

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok & Barang/Jasa per Cabang

Mengakses Daftar Pelanggan

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok & Barang/Jasa per Cabang

Mengatur Akses Cabang pada Pelanggan

3B. Membatasi Akses Pemasok Per Cabang
Pembatasan dapat dilkukan melalui menu Pembelian | Pemasok | Daftar Pemasok, pilih Pemasok yang dimaksud, lalu isikan nama cabang yang sesuai pada informasi ‘Dipakai di Cabang’. Lalu simpan.

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok & Barang/Jasa per Cabang

Mengakses Daftar Pemasok

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok & Barang/Jasa per Cabang

Mengatur Akses Cabang Pada Pemasok

3C. Membatasi Akses Barang/Jasa per Cabang
Pembatasan dapat dilakukan melalui menu Persediaan | Barang dan Jasa | Daftar Barang dan Jasa, kemudian pilih nama Barang/Jasa yang dimaksud, lalu isikan nama cabang yang sesuai pada informasi “Dipakai di Cabang”. Lalu simpan.

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok & Barang/Jasa per Cabang

Mengakses Daftar Barang/Jasa

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok & Barang/Jasa per Cabang

Mengatur akses cabang ke Barang/Jasa

Langkah 4 : Tidak Mengaktifkan ‘Dapat Menggunakan Semua Pelanggan/Pemasok/Barang/Jasa’ pada Akses Grup Pengguna.

Men-non-aktifkan fitur ‘Dapat Menggunakan Semua Pelanggan/Pemasok/barang/Jasa’ dilakukan melalui menu Pengaturan | Akses Grup, kemudian pilih Akses Grup dari pengguna yang bersangkutan, kemudian klik 2x. Lalu ke Tab Penjualan, Pembelian dan Persediaan dan pastikan informasi ‘Dapat Menggunakan Semua Pelanggan/Pemasok/Barang/Jasa’ tidak dicentang (perhatikan gambar).

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok & Barang/Jasa per Cabang

Mengakses Akses Grup Pengguna

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok & Barang/Jasa per Cabang

Tidak Mengaktifkan fitur ‘Dapat menggunakan semua Pelanggan’ Di penjualan

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok & Barang/Jasa per Cabang

Tidak Mengaktifkan ‘Dapat Menggunakan Semua Pemasok’ di Pembelian

Pembatasan Akses Pelanggan, Pemasok & Barang/Jasa per Cabang

Tidak Mengaktifkan ‘Dapat Menggunakan Semua Barang/Jasa’ di Persediaan

Notes : Dengan mencentang (mengaktifkan) ‘Dapat menggunakan semua…’ maka Pengguna pada Akses Grup tersebut dapat menggunakan pelanggan, pemasok, barang/jasa pada semua cabang. Walaupun sudah dilakukan pembatasan nama cabang pada masing-masing data Pelanggan/Pemasok ataupun Barang/Jasa tersebut.

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :