Menampilkan Keterangan Detail Barang di Desain Faktur Penjualan Accurate Online

Berikut panduan menampilkan keterangan detail barang di Desain Cetakan Faktur Penjualan:

1. Ke menu Pengaturan | Desain cetakan

 

2. Pilih Desain Cetakan | klik Buka Desainer 

3. Untuk keterangan di detail barang  jika ingin ditampilkan misalkan di kolom yang sama dengan kolom keterangan barang, maka bisa di klik kolom tsb dan tambahkan tanda + | search yaitu catatan | klik 2 kali variable catatan sehingga akan tampil $F{salesInvoiceDetail.detailName} + $F{salesInvoiceDetail.detailNotes}

 

4. Klik simpan | simpan (save).

5. Jika ingin di kolom yang berbeda bisa dengan cara yaitu  geser kolom yang ada di bagian detail yaitu dibagian kode barang, nama barang dan lainnya dan klik tanda + (tambah) | pilih Label | klik Tambah

 

6.  Letakkan di samping total harga, seperti dibawah ini dan lalu atur posisi kolomnya agar sama dengan kolom disebelahnya di bagian position dan dimension | ketikkan di kolom text misalkan Keterangan

 

7.  Jika di berikan garis, klik kolom tsb dan dibagian Border pilih Ya

 

 

8. Klik + (Tambah) | pilih Variable | letakkan di bawah kolom Label Keterangan tsb | atur kolomnya dibagian position dan dimension agar sama dengan kolom sebelahnya | jika ada Border (garis) pilih Ya

 

9. Search “Catatan” | klik variable Catatan | sehingga tampil dibawahnya adalah $F{salesInvoiceDetail.detailNotes} | Klik Simpan | Simpan (Save).

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Menampilkan Nama Cabang Di kolom Referensi (Export Import E-Faktur) pada Accurate Online

Berikut Langkah-Langkah untuk menampilkan Nama Cabang di Kolom Referensi Export & Import E-Faktur:

1. Ke menu Pengaturan | Preferensi | Pajak |  Lainnya Centang Sertakan nama cabang pada kolom referensi efaktur | Simpan.

 

2. Contohnya Faktur Penjualan nomor SI.2019.05.00001 dan Faktur Pajak nomor 010.903-19.00000003 dengan cabang Jakarta

3. Export dan import Pajak Keluaran dengan mengikuti panduan yang ada disini

4. Hasilnya, dibagian kiri bawah akan tampil nama cabangnya yaitu Jakarta.

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Penjualan dan Pembelian Kena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada Accurate Online

Berikut Panduan untuk Membuat Penjualan dan Pembelian Kena Pajak:

1. Pastikan Fitur Pajak Sudah di aktifkan di menu Pengaturan | Preferensi | Fitur.

 

2. Pastikan barang  sudah dimasukkan PPN yaitu dari Menu Persediaan | Barang & Jasa | Klik nama Barangnya | Klik tab Penjualan/Pembelian.

3. Selanjutnya, membuat Faktur Penjualan dari Menu Penjualan | Faktur Penjualan dan Faktur Pembelian dari Menu Pembelian | Faktur Pembelian . Jika belum disetting Penomoran Pajak Faktur Penjualan bisa dilihat disini.

4. Jika tampil Pajak PPN 10%, maka barang tsb sudah dikenakan PPN.

– Contoh Faktur Penjualan

– Contoh Faktur Pembelian

Transaksi Faktur Penjualan dan Pembelian kena pajak bisa di export dan import ke E-Faktur dan panduannya bisa dilihat disini.

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Smartlink e-Banking BCA Bisnis (API) Pada Accurate Online

Berikut Panduan untuk Rekonsiliasi Bank BCA Bisnis (API):

1. Melakukan pendaftaran dari menu Kas/Bank | Smartlink e-Banking

2. Pilih Jenis Internet Banking adalah Klik BCA Bisnis (API) dan Masukkan No. Rekening Bank, Corporate ID, Client ID, Client Secret, API Key, API Secret, & Relasi Akun Bank. Terkait Pembatasan Harian dan Bulan centang jika ingin dibatasi dan selanjutnya klik Simpan.

 

3. Jika sudah tersimpan, untuk Rekonsiliasi yaitu dari menu Kas/Bank | Rekonsiliasi

4. Pilih Akun Bank BCA Bisnis yang di masukkan di Relasi Akun Bank Smartlink e-Banking | Klik Import Data | Impor Internet Banking.

5. Klik Lanjut dan akan tampil notifikasi “Internet Banking telah berhasil di eksekusi” 

6. Selanjutnya, klik Cocok untuk rekonsiliasi.

 

Note :
1. Layanan ini berbayar dari pihak BCA, untuk tarif normalnya yaitu Rp 100,- per hit (1x tarik rekening koran) dengan minimal Rp 250,000,- per bulan per corporate id. Namun KHUSUS pengguna AOL, diberikan tarif spesial yaitu Rp 100,- per hit dengan minimal Rp 50,000,- saja per bulan per corporate id, dan FREE penggunaan untuk 6 bulan pertama. Karena layanan ini berbayar, user bisa mendefinisikan pembatasan hit API pada form SmartLink e-Banking (field Pembatasan Harian & Bulanan), untuk mencegah tagihan membengkak dari BCA. BCA akan melakukan pen-debetan langsung ke rekening bank BCA customer yang disebutkan pada form pendaftaran API BCA.

2. Karena layanan ini berbayar, tidak ada fitur otomatis menarik rekening koran secara terjadwal, jadi user memang harus trigger import melalui menu Rekening Koran / Rekonsiliasi Bank.

3. Pendaftaran API BCA (pengisian form pendaftaran dan pengiriman form ke BCA) perlu dilakukan untuk setiap Corporate ID yang berbeda. Artinya jika customer punya 1 corporate ID BCA namun didalamnya ada multiple rekening bank, TIDAK perlu daftar berkali2, cukup 1x saja. Namun jika ada Corporate ID lain yang ingin di-integrasikan juga dan belum pernah didaftarkan, maka perlu mengisi form pendaftaran lagi dan mengirimkannya ke BCA untuk Corporate ID tersebut.

Tampil Notifikasi Pembatasan Akses Ketika Membuka Database pada Accurate Online

Tampil Notifikasi : Administrator Sementara Membatasi Akses Anda Untuk Membuka Database Ini. Hubungi Admin Database Anda

Tampil Notifikasi : Administrator sementara membatasi akses anda untuk membuka database ini. Hubungi admin database anda. Hanya untuk user operator :

Hal ini dikarenakan adanya pembatasan yang dilakukan oleh user level administrator di  menu Pengaturan | Preferensi | Pembatasan | dipilih Dibatasi Semua.

 

Sehingga, bisa di pilih Tidak Dibatasi dan Klik simpan. Setelah tidak dibatasi, user level operator sudah bisa akses database kembali.

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Sebelum melakukan import barang dengan nomor Seri/Produksi, pastikan anda telah melakukan hal berikut ini :

  1. Mengaktifkan fitur Nomor Serial/Produksi, yaitu melalui menu Pengaturan | Preferensi | Fitur | Persediaan, centang fitur Nomor Serial/Produksi.
Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Mengaktifkan fitur Nomor Seri/Produksi

  • Me-non-aktifkan (tidak mencentang) pembatasan ‘Nomor Seri/Produksi barang harus diisi saat transaksi’ yang dilakukan melalui menu Pengaturan | Preferensi | Pembatasan. Note : pembatasan ini bisa anda aktifkan kembali setelah proses impor barang dengan nomor seri selesai dilakukan.
Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Me-nonaktifkan Pembatasan Nomor Seri/Produksi

Setelah melakukan kedua hal tersebut, maka proses import barang dengan nomor seri/produksi bisa dilakukan. Proses import-nya dilakukan dalam 2 tahap yaitu Tahap 1 merupakan proses import daftar barang ke database Accurate online dan sekaligus melakukan pengaktifan fitur penggunaan Nomor Seri/Produksi atas barang tersebut. Dan Tahap 2 adalah proses import data nomor seri/produksi atas barang yang dimaksud. Berikut ini penjelasan detail per tahap-nya :

TAHAP 1 : Impor Daftar Barang dan Aktifkan Fitur Nomor Seri/Produksi
Persiapkan format excell untuk daftar barang yang ingin di import ke dalam Accurate Online. Format File  excel untuk impor barang dapat didownload pada menu Persediaan | Barang dan Jasa | Import Barang dan Jasa | klik Contoh File.

Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Unggah Format Contoh File Excel

 

Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Format Excel Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat menginput data pada file excel, sebelum melakukan import barang dengan Nomor Seri :

  1. Pastikan Kolom Menggunakan No. Seri sudah diisi dengan YA.
  2. Pada Kolom Tipe Nomor Seri, disesuaikan dengan kebutuhan menggunakan Nomor Seri Unik

[Serial Number] atau Nomor Produksi [Batch Number]. Untuk Nomor Seri Unik diinput dengan serial_number sedangkan Nomor Produksi diisi dengan batch_number.

  • Jika menggunakan tanggal kadaluarsa, isikan Kolom Pakai tanggal kadaluarsa dengan YA (Fitur ini hanya berlaku untuk Batch Number (nomor produksi)).

Setelah file excel siap, anda bisa memulai melakukan proses impor daftar barang yaitu dengan melakukan unggah file excel yang telah disiapkan dengan Klik pada bagian Pilih Lokasi File Impor, kemudian pilih nama file yang dimaksud lalu klik ‘unggah’. Dan tunggu hingga proses impor selesai dilakukan (perhatikan gambar dibawah).

Setelah selesai, silakan cek ke nama barang yang memiliki nomor seri/produksi yaitu dari menu Persediaan | Barang & Jasa, akan tampil tab No. Seri pada nama Barang tersebut.

Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Mengunggah File Excel Data Barang dengan Nomor Seri/Produksi

Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Konfirmasi Hasil Impor Data Barang

Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Nama Barang Hasil Impor dengan Nomor Seri/Produksi

TAHAP 2 : Import Nomor Seri/Produksi atas Barang Menggunakan File Excell.
Tahap selanjutnya adalah melakukan impor data nomor seri/produksi atas barang yang bersangkutan. Pada ilustrasi data nomor seri yang akan diimpor, menggunakan data nomor seri unik seperti pada gambar dibawah. Dikarenakan tipe nomor seri-nya adalah unik sehingga dengan kuantitas stok barang  sebanyak 10 unit, jumlah Nomor Seri-nya juga sebanyak 10 unit.

Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Contoh Format Excel untuk Impor Data Nomor Seri Unik

Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan impor data nomor seri/produksi pada barang :

1. Masuk ke transaksi penginputan atas barang yang dimaksud (Penjualan, Penyesuaian Persediaan, dsbnya). Pada ilustrasi ini proses impor dilakukan melalui formulir Pengisian Nomor Seri yang terdapat pada menu Persediaan.

Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Impor Data Nomor Seri melalui formulir Pengisian Nomor Seri

 

2. Tentukan Tipe Transaksi atas barang yang akan di-impor data nomor seri/produksi-nya. Untuk transaksi saldo awal, pilih tipe transaksi Penyesuaian Persediaan, kemudian pilih nomor transaksi penyesuaian yang dimaksud.

Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Formulir Pengisian Nomor Seri dengan tipe transaksi Penyesuaian Persediaan

3. Selanjutnya, klik pada nama barang yang akan diisikan data nomor seri/produksi-nya dan akan tampil kotak Rincian Barang, kemudian lakukan seperti pada tampilan gambar berikut ini

Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Proses Impor Data Nomor Seri/Produksi

Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Memilih File Excel Data Nomor Seri/Produksi yang akan Diimpor

Impor Barang dengan Nomor Seri/Produksi pada Accurate Online

Data Nomor Seri Setelah Diimpor

4. Setelah selesai, klik Lanjut dan simpan transaksi-nya. Dan data nomor seri/produksi telah ter-input pada nama barang yang bersangkutan.

 

NOTE : Impor Data Nomor Seri/Produksi atas barang saldo awal bisa dilakukan melalui menu Persediaan | Barang & Jasa, kemudian pilih nama barang yang bersangkutan, lalu ke tab Saldo, pilih saldo awal yang yang dimaksud. Setelah itu ke tab Nomor Seri dan lakukan impor seperti pada poin 3.

Melunasi Hutang Pemasok dengan Piutang Pelanggan pada Accurate Online

Jika ada kondisi seperti ilustrasi berikut ini :
Hutang Perusahaan kepada Pemasok A sebesar Rp 50.000 akan dilunasi dengan pelunasan piutang dari Pelanggan A (pelanggan perusahaan).

Berikut ini langkah-langkah atas ilustrasi tersebut (melunasi Hutang dengan Piutang) :

  1. Buat terlebih dahulu Akun Penampung/Perantara yang akan digunakan untuk melakukan pembayaran pada formulir Pembayaran Pemasok. Tipe akun yang digunakan adalah Aset Lancar Lainnya (atau bisa dengan tipe Kewajiban Lancar Lainnya, sesuai kebutuhan anda).
Melunasi Hutang Pemasok dengan Piutang Pelanggan

Membuat Akun Perantara

  • Selanjutnya mendaftarkan akun perantara tersebut ke Akun Diskon Penerimaan/Pembayaran yaitu melalui menu Pengaturan | Preferensi | Akun Perkiraan | Penerimaan/Pembayaran | Akun Diskon.
Melunasi Hutang Pemasok dengan Piutang Pelanggan

Menambahkan Akun Perantara pada akun perkiraan diskon Penjualan/Pembelian

  • Lakukan Pembayaran Faktur Pembelian melalui menu Pembelian | Pembayaran Pembelian, pilih nama faktur yang akan dibayarkan dengan piutang.
Melunasi Hutang Pemasok dengan Piutang Pelanggan

Melakukan Pembayaran Hutang Pemasok

  • Pada faktur yang akan dibayarkan tersebut, klik pilihan ‘Informasi Diskon’. Pilih akun perantara yang dibuat pada poin satu pada Akun Diskon-nya dan isikan nilai hutang yang akan dibayarkan dengan piutang, kemudian klik Lanjut.
Melunasi Hutang Pemasok dengan Piutang Pelanggan

Menampung Nilai Hutang yang Dibayarkan ke Akun Perantara melalui Diskon Pembelian

  • Klik ‘Hitung Nilai Pambayaran’ kemudian simpan transaksi. Dan jurnal yang terbentuk adalah seperti pada gambar.
Melunasi Hutang Pemasok dengan Piutang Pelanggan

Menghitung Nilai Pembayaran Hutang

 

Melunasi Hutang Pemasok dengan Piutang Pelanggan

Jurnal Transaksi Pembayaran Hutang ke Akun Perantara

  • Selanjutnya lakukan penginputan untuk Pelunasan Piutang melalui Faktur Penjualan di modul Penjualan.
  • Pada formulir Penerimaan Pelanggan, pilih faktur penjualan yang akan digunakan untuk melakukan pelunasan atas hutang ke Pemasok A.
Melunasi Hutang Pemasok dengan Piutang Pelanggan

Pencatatan Penerimaan Piutang dengan Akun Perantara

  • Pada Faktur Penjualan yang akan dilunasi, klik ‘Informasi Diskon’ lalu isikan akun perantara yang sama pada Akun Diskon dan isikan nilai Piutang yang akan digunakan untuk melunasi nilai Hutang Pemasok A, lalu klik Lanjut.
Melunasi Hutang Pemasok dengan Piutang Pelanggan

Menampung Nilai Piutang ke Akun Perantara melalui Diskon Penjualan

  • Klik “Hitung Nilai Pembayaran” kemudian simpan transaksi. Dan jurnal yang terbentuk adalah seperti pada gambar.
Melunasi Hutang Pemasok dengan Piutang Pelanggan

Hitung Nilai Pelunasan Piutang

 

Melunasi Hutang Pemasok dengan Piutang Pelanggan

Jurnal Transaksi Penerimaan Penjualan ke Akun Perantara

Note : dengan demikian nilai hutang dan piutang akan terbayar/terlunasi (faktur sudah lunas) dan nilai akun perantara yang digunakan pada transaksi tersebut juga akan nol (tidak tersisa nilai). Anda bisa melakukan pengecekan dari modul Buku Besar | Akun Perkiraan, pilih dan buka akun perantara yang dimaksud, lalu ke tab Histori dan pilih parameter untuk kedua transaksi pembayaran/pelunasan tersebut.

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Mengembalikan Dana Transaksi Retur Penjualan Untuk Penjualan Lunas pada Accurate Online

Ilustrasi : Nilai Penjualan yang sudah dilunasi oleh pelanggan sebesar Rp 50.000 dilakukan retur dikarenakan alasan tertentu. Atas retur tesebut, maka perusahaan perlu melakukan pengembalian uang/dana ke pelanggan.

Berikut ini panduan untuk melakukan pencatatan pengembalian uang/dana ke pelanggan atas transaksi retur untuk faktur yang sudah lunas tersebut :

  1. Setelah melakukan pencatatan retur penjualan, masuk ke menu Penjualan | Penerimaan Penjualan untuk melakukan pencatatan pengembalian dana/uang ke pelanggan.
Mengembalikan Dana Transaksi Retur Penjualan Untuk Penjualan Lunas

Membuka Formulir Penerimaan Pelanggan

  • Pilih pelanggan yang akan dikembalikan dananya, klik pada “Ambil” kemudian pilih “Faktur Belum Lunas”.
Mengembalikan Dana Transaksi Retur Penjualan Untuk Penjualan Lunas

Pilih Nomor Faktur Penjualan yang telah diretur

  • Kemudian pilih nomor faktur penjualan yang telah dilakukan retur, yang tampil dengan nilai terutang minusNotes : dikarenakan retur dilakukan untuk faktur penjualan telah dilunasi, maka nilai faktur tersebut akan tampil kembali di formulir Penerimaan Penjualan dengan nilai minus.
Mengembalikan Dana Transaksi Retur Penjualan Untuk Penjualan Lunas

Faktur yang telah diretur tampil dengan nilai terutang minus

  • Klik “hitung nilai pembayaran” dan simpan transaksi.
Mengembalikan Dana Transaksi Retur Penjualan Untuk Penjualan Lunas

Hitung nilai pembayaran dan simpan

  • Jurnal yang terbentuk atas transaksi pengembalian dana/uang tersebut adalah sebagai berikut ini .
Mengembalikan Dana Transaksi Retur Penjualan Untuk Penjualan Lunas

Jurnal transaksi pengembalian dana ke pelanggan melalui formulir Penerimaan Penjualan

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Mengurutkan Data Transaksi dari Nilai Terbesar Ke Terkecil Pada Laporan Accurate Online

Berikut ini panduan untuk melakukan pengurutan Data Transaksi yaitu dari Nilai yang terbesar ke Nilai terkecil pada Laporan di Accurate Online. Contoh kasus yang digunakan adalah pada Laporan Daftar Faktur Penjualan, yaitu mengurutkan nilai Total faktur-nya.

  1. Buka Laporan Daftar Faktur Penjualan, yaitu dari menu Laporan | Daftar Laporan | Laporan Penjualan.
Mengurutkan Data Transaksi dari Nilai Terbesar Ke Terkecil Pada Laporan

Membuka Laporan Daftar Faktur Penjualan

 

  • Klik “Modifikasi” pada Laporan tersebut, lalu ke Tab Grup kemudian klik tanda [+]
Mengurutkan Data Transaksi dari Nilai Terbesar Ke Terkecil Pada Laporan

Melakukan Modifikasi Laporan

  • Pada bagian “Urut berdasarkan” isikan dengan nama kolom yang ingin diurutkan nilai-nya, dalam ilustrasi ini adalah kolom “Total”. Kemudian ubah informasi A – Z menjadi Z – A, lalu jangan centang informasi “Tampilkan keterangan pada kolom header” dan “Tampilkan Header”, lalu klik “Simpan”.
Mengurutkan Data Transaksi dari Nilai Terbesar Ke Terkecil Pada Laporan

Modifikasi untuk mengurutkan Nilai Terbesar ke Terkecil

  • Ubah susunan data Total sehingga berada diurutan paling atas, lalu klik “simpan”.
Mengurutkan Data Transaksi dari Nilai Terbesar Ke Terkecil Pada Laporan

Memindahkan Informasi Kolom Data pada Laporan

Mengurutkan Data Transaksi dari Nilai Terbesar Ke Terkecil Pada Laporan

Tampilan Kolom Data setelah Dipindahkan

  • Maka tampilan dari Laporan Daftar Faktur Penjualan akan diurutkan dari Nilai Terbesar dari data Total ke nilai terkecil dari data Total.
Mengurutkan Data Transaksi dari Nilai Terbesar Ke Terkecil Pada Laporan

Tampilan Laporan Daftar Faktur Penjualan

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Menampilkan Uang Muka dan PPN pada Desain Cetakan Faktur Penjualan Accurate Online

Contoh Ilustrasi : Nilai uang muka sebesar Rp 110.000 (termasuk PPN 10%) akan digunakan pada Faktur Penjualan dengan nilai sebesar Rp 550.000 (termasuk PPN 10%). Pada Cetak Faktur Penjualan ingin ditampilkan nilai Uang Muka + PPN-nya yaitu sebesar Rp 110.000 serta ditampilkan nilai total fakturnya setelah dikurangi uang muka + PPN-nya yaitu senilai Rp 440.000 (Rp 550.000 – Rp 110.000).

Berikut ini langkah-langkah untuk menampilkan nilai total Faktur Penjualan setelah dikurangi dengan Uang Muka dan PPN-nya :

  1. Masuk pada menu Pengaturan | Desain Cetakan.
Menampilkan Uang Muka dan PPN pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

Membuka Desain Cetakan

  • Pilih Desain Cetakan Faktur Penjualan yang akan digunakan, kemudian bisa klik Buka Desainer.
Menampilkan Uang Muka dan PPN pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

Memilih Desain Cetakan Faktur Penjualan

Menampilkan Uang Muka dan PPN pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

Membuka Desainer dari Desain Cetakan Faktur Penjualan

 

  • Pada tampilan Desain Cetakan yang sudah terbuka, tentukan dimana posisi nilai Uang Muka akan ditampilkan. Jika ingin ditampilkan sebelum Variabel Total Faktur, silakan geser label dan variabel Total, kemudian klik (+), pilih Label dan klik Tambah.
Menampilkan Uang Muka dan PPN pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

Mengatur Posisi untuk Penempatan Variabel Uang Muka

  • Tempatkan label pada posisi yang dimaksud, kemudian sesuaikan Position serta Dimension dari label tersebut. Berikan keterangan judul label pada kolom Text, misalnya dengan judul ‘Uang Muka’.
Menampilkan Uang Muka dan PPN pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

Menempatkan Variabel Uang Muka dan Mengatur Posisi serta Dimensinya

 

  • Selanjutnya klik kembali (+), pilih Variable lalu klik Tambah kemudian tempatkan disamping Label Uang Muka, lalu sesuaikan ukuran Position dan Dimension-nya. Isikan rumus skrip uang muka dengan $F{salesInvoice.totalDownPayment} dan ubah rumus skrip Total Faktur dengan $F{salesInvoice.totalAmount}-($F{salesInvoice.totalDownPayment}) pada bagian expression-nya.
Menampilkan Uang Muka dan PPN pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

Menambahkan Rumus Skrip Uang Muka

 

Menampilkan Uang Muka dan PPN pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

Mengubah Rumus Skrip Total Faktur

  • Berikut ini tampilan dari desain cetakan Faktur Penjualan-nya.
Menampilkan Uang Muka dan PPN pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

Uang Muka Penjualan dengan PPN

 

Menampilkan Uang Muka dan PPN pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

Faktur Penjualan dengan Uang Muka

 

Menampilkan Uang Muka dan PPN pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

Tampilan Desain Cetakan Faktur Penjualan

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :