PROFESIONAL KONSULTANT TRAINING SOFTWARE ACCURATE
  • Layanan
    • Layanan Pembukuan
    • Permintaan Training
  • Harga Training
  • Kursus Accurate
  • Support Produk
    • Accurate Online
  • Tentang Kami
  • Tutorial
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

FUNGSI JOB COSTING (PEMBIAYAAN PESANAN)

August 2, 2017/0 Comments/in Onsite/by Devi Eryana

Beberapa  Fungsi  Job Costing (Pembiayaan Pesanan) Diantaranya adalah sebagai Berikut:

  1. Memecah Barang( Repacking)

Sebagai  Contoh Membeli Barang Dengan  Bentuk Galon, Direpaking menjadi Ukuran Gelas. Pada saat Membeli Barang misalkan Membeli  Air Galon akan di kemas ulang isinya menjadi ukuran Gelas dan dijual kembali dalam ukuran Gelas.

Contoh Transaksinya sebagai berikut:

Sebelum proses job Costing Terlebih dahulu Buat Nama Item di List Item ( Daftar | Barang dan Jasa) sebagai contoh silahkan buat item barang seperti contoh berikut:

  1. Air Galon
  2. Gelas kosong
  3. Air Gelas

Pada saat pembelian, Lakukan pembelian Air Galon Seperti biasa melalui Modul Purchase atau melalui menu Activities | Purchase | Purchase Invoice

Jika Pembelian Air Galon sudah dilakukan dari modul pembelian, otomatis Stok Air Galon di Gudang akan Bertambah dan kita bisa melakukan Proses Repacking.

Untuk Melakukan Repacking ini isi Job Costing Sebagai beruikut:

  • Buka Formulir Job Costing dengen klik Inventory(Persediaan) | Job Costing(Pembiayaan Pesanan)
  • kita Juga bisa membuka Formulir Job Costing dari Menu Activities(Aktivitas) | Job Costing(Pembiayaan Pesanan) | Job Costing(Pembiayaan Pesanan).
  • Isi Job Cost Account dengan Akun tipe Harta Lancar lainnya misalkan Namanya WIP / Persediaan Dalam Proses.
  • Isi item dengan Memilih Barang yang akan direpacking dan isi Juga Qty yang diambil. Dengan Demikian Stok barang ini akan berkurang sesuai Jumlah(Qty yang diambil dan Nilainya akan masuk ke WIP / Persediaan dalam proses. Perhatikan Gambar (Lihat Gambar 1)
  • Jika ada biaya Pengerjaan(Ongkos) kita bisa klik Tab Beban(expense) lihat Gambar 2 ( Jika belum memiliki Nama Beban untuk di Masukkan ke dalam Job Costing, Anda bisa membuat akun tersebut dari menu List (Daftar) | Chart Of Account(Daftar Akun))

Gambar 1 ( Mamasukkan Nama Item yang diambil untuk diproses)

Gambar 2 ( Memasukkan Nilai Biaya Pengerjaan/Ongkos – “Jika ada”

Langkah Selanjutnya adalah Penyelesaian Job Costing ini.

Untuk Penyelesaian Job Costing, Kita akan melakukan Roll Over Job Costing

Klik Menu Activities(Aktivitas) | Job Cost(Pembiayaan Pesanan) | Roll Over

  1. Pilin No Job Cost( No Pesanan)
  2. Pilih To Item(Ke Barang)
  3. Isi Item dengan Barang Jadi Akhir (yaitu Air Gelas) dan isi Qty dengan Jumlah Jadinya
  4. Cost dari Air Galon dan Gelas Kosong yang diambil, akan menjadi Cost Per Item Air Gelas

Dengan Proses Roll Over ini Maka Stok Air Gelas akan bertambah sebanyak Qty yang terjadi.

Jurnal yang dihasilkan dari Roll Over ini adalah

Persediaan (D) Rp. xxxxx

        Persediaan Dalam Proses (K) Rp. xxxxx

2. FUNGSI YANG KEDUA ( Assembling/Penggabungan Beberapa Komponen Menjadi Barang Baru)

Contoh Kita Memiliki barang A,B,C,D dan akan kita Rakit Menjadi Barang E

  • Pada saat Membuat Job Costing (Proses Job Costing sama seperti proses Job Costing diatas), Pilih Item A,B,C,D dan isi masing-masing Qty yang diambil untuk diproses
  • Pada Saat Penyelesaian Job Costing/Finishing(Roll Over) pilih To Item, isi Nama Item dengan Item E (Item Barang Jadinya) dan Masukkan Qty Jadinya

Note : Jika dalam proses Job Costing diatas kita memasukkan Nilai Beban(Ongkos Pengerjaan, Maka  untuk mengeluarkan Uang Kas /Bank untuk biaya pengerjaan tersebut diatas, kita bisa menggunakan Modul Cash/Bank atau Melalui Menu Activities(Aktivitas) | Cash Bank | Payment.

  • Pilih Nama Kas / Bank yang digunakan untuk membayar Biaya Pengerjaan/Ongkos tersebut.
  • dan isi Account No. dengan Nama Biaya pengerjaan/Ongkos yang dimaksud.
  • Jika dalam proses Jobcosting Repacking/Assembling kita tidak ada biaya ongkos pengerjaa, maka langkah ini tidak perlu dilakukan

3. FUNGSI YANG KETIGA (Membebankan Barang)

Yang dimaksud Membebankan barang adalah, kita mengeluarkan Barang bukan untuk dijual, tetapi untuk keperluan lain. Sebagai Contoh, Mengambil barang stok untuk dipakai oleh kantor sendiri atau dipakai untuk kepentingan sendiri, Membebankan barang karena hilang(Stok fisik di gudang lebih kecil dari stok di Sistem), Mengambil barang untuk sample dan tidak kembali ke gudang, dan sebagainya.

Untuk membebankan barang dengan Job Costing, Buka Formulir Job Costing seperti biasa, Tetapi isi Job Cost Account dengan Akun Beban yang dikehendaki.

 

Jika Memilih Akun Job Costing dengan Akun Beban / HPP, maka tidak perlu dilakukan Finishing/Penyelesaian Job Costing, karena langsung terposting ke Akun atau laporan Rugi/Laba

Untuk video tutorialnya bisa ditonton disini ya………

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Devi Eryana https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Devi Eryana2017-08-02 02:37:322025-07-09 15:23:42FUNGSI JOB COSTING (PEMBIAYAAN PESANAN)

MENAMPILKAN DPP PADA INVOICE PENJUALAN (INCLUSIVE TAX)

July 24, 2017/0 Comments/in Onsite/by Devi Eryana

MENAMPILKAN DPP PADA INVOICE PENJUALAN (INCLUSIVE TAX)

Pada saat Anda melakukan transaksi penjualan terdapat penjualan di mana harga penjualannya sudah termasuk pajak (Inclusive Tax) dan penjualan yang harga jualnya belum termasuk pajak.

Pada kesempatan hari ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana menampilkan DPP (Dasar Pengenaan Pajak) pada faktur penjualan di mana artinya harga jual barang tersebut sudah termasuk pajak (Inclusive Tax).

Pada Accurate Online untuk setting pajak sudah otomatis menggunakan Rounded Lower 1. Sehingga untuk nilai pajak dengan desimal berapapun akan dibulatkan kebawah.

Sebagai ilustrasi, misalkan ada transaksi dengan nilai total adalah 5.000, maka dengan kondisi perpajakan di Accurate Online (11%), rinciannya adalah : 4.505 = DPP, dan 495 = PPN.

Berikut adalah langkah-langkah untuk mencatat nilai DPP pada Desain Cetakan Faktur Penjualan dengan pilihan pajak adalah Inclusive Tax (Termasuk Pajak).

1. Membuat contoh transaksi dengan pilihan adalah Termasuk Pajak (Inclusive Tax).

Selanjutnya masuk pada Desain Cetakan untuk menambahkan rumus yang dapat menampilkan nilai DPP atas transaksi penjualan di atas, dari menu Pengaturan | Desain Cetakan.

Desain Cetakan

3. Klik pada nama Desain Cetakan Faktur Penjualan yang akan ditambahkan rumus untuk menampilkan DPP.

 4. Tambahkan variable dengan Click and Drag pada Input Variable, lalu letakan di posisi yang tepat.

 

5. Masukkan rumusnya yaitu

$F{salesInvoice.totalAmount}.subtract($F{salesInvoice.tax1Amount})

6. Klik Simpan, kemudian ujicoba pada transaksi faktur penjualan dengan mengklik Cetak.

7. Perview desain cetakan setelah di edit

 

Note : Jika kondisi semua item dikenakan pajak.

Berikut Tutorial Vidionya :

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Devi Eryana https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Devi Eryana2017-07-24 06:17:492024-09-25 11:29:56MENAMPILKAN DPP PADA INVOICE PENJUALAN (INCLUSIVE TAX)

MEMBUAT KOMISI PENJUAL BERDASARKAN KUANTITAS DAN BERTINGKAT

July 21, 2017/0 Comments/in Accurate Online, Contoh Kasus, Onsite/by Devi Eryana

MEMBUAT KOMISI PENJUAL BERDASARKAN KUANTITAS DAN BERTINGKAT

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai salah satu fitur yang terdapat pada Accurate Online yaitu fitur komisi penjualan dan mengatur komisi penjualan bertingkat. Berikut adalah penjelasannya

MEMBUAT KOMISI PENJUAL BERDASARKAN KUANTITAS

Perhitungan komisi penjual pada Accurate mengakomodir perhitungan komisi spt :

a. Perhitungan berdasarkan kuantitas dan nilai barang yang terjual.

b. Perhitungan berdasarkan persentase atau nilai tetap dari setiap kuantitas atau nilai barang yang terjual.

Cara membuat komisi penjual adalah sbb :

1. Klik menu Penjualan kemudian pilih Komisi Penjualan

2. Sebagai contoh perhitungan komisi, di bawah ini adalah perhitungan komisi berdasarkan kuantitas barang terjual, dengan range 100 sd 1000, dimana salesman akan mendapatkan 10% dari nilai penjualan barang.

3. Klik Simpan jika telah selesai.

4. Komisi Penjual ini akan bisa bekerja jika pada saat membuat faktur penjualan, nama penjual dimasukkan dan memenuhi syarat dan ketentuan yang tertera pada komisi penjual.

MEMBUAT KOMISI BERTINGKAT

Komisi Bertingkat merupakan fitur pada Accurate Online yang berfungsi untuk mencatat komisi atas suatu barang jika penjual atau salesman terdiri lebih dari satu orang.

Cara untuk membuat komisi bertingkat adalah sbb :

1. Klik menu Penjualan | Komisi Penjual.

2. Buatlah komisi bertingkat sesuai dengan jenjang/tingkat yang diberikan kepada salesman atau penjual. Contoh spt pada gambar di bawah ini.

3. Rincian komisi 1 dan 2 yang dibuat seperti pada gambar di bawah ini.

4. Membuat transaksi Faktur Penjualan dengan memilih nama produk yang sudah diberikan syarat komisi.

5. Memilih nama penjual (salesman) dengan mengurutkan sesuai dengan tingkat komisi yang diterima, perhatikan gambar berikut.

6. Nilai komisi dari hasil penjualan tersebut bisa Anda lihat dari Laporan | Daftar Laporan | Laporan Penjualan, misalnya Rincian Komisi Penjual per Faktur.

Untuk video tutorialnya dibawah ini ya……..

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Devi Eryana https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Devi Eryana2017-07-21 07:57:172024-11-25 13:30:38MEMBUAT KOMISI PENJUAL BERDASARKAN KUANTITAS DAN BERTINGKAT

SETTING BATCH NUMBER INVENTORY PADA ACCURATE 

July 19, 2017/0 Comments/in Accurate, Onsite/by Devi Eryana

SETTING BATCH NUMBER INVENTORY PADA ACCURATE 

Batch Number adalah kode yang berhubungan dengan inventory dan biasanya dijadikan sebagai kode produksi pabrik barang tersebut. Kode ini berfungsi sebagai satu kesatuan dalam fungsi penjaminan mutu. Jika ada sesuatu, kode produksi ini berfungsi sebagai identitas suatu produk. Salah satu aspek penting dalam rangkaian produksi tersebut adalah kode produksi, atau dalam industri farmasi lebih dikenal dengan nomor batch dan lot.. Nomor ini mewakili identitas suatu tahapan produksi.

Dalam produksi suatu barang biasanya satu job memiliki satu job number atau satu Batch Number yang sama. Sebagai contoh:

Untuk memproduksi 1000 Botol Minuman, PPIC mengeluarkan Surat Perintah Kerja Produksi dengan Nomor SPK-001. Setelah Proses produksi selesai, maka 1000 Botol Minuman tersebut akan diberikan kode produksi Misalkan MEC0987. Jadi dari 1000 botol tersebut memiliki nomor Batch dan Tanggal Kadaluarsa yang sama yaitu MEC0987.

Batch Number Berbeda dengan Serial Number

  • Satu kode Batch Number bisa untuk banyak barang dalam proses produksi yang sama. jika produksi 1000 unit maka cukup dengan satu kode Batch untuk 1000 untit barang.

  • Sedangkan SN bersifat Unik. Satu kode Serial Number (SN) adalah untuk 1 unit produk.

ACCURATE Menyediakan fitur untuk Setting SN maupun Batch Number.

Jika sebuah barang akan dikontrol masuk atau keluarnya Batch atau SN nya, maka Inventory Control dari barang tersebut harus diaktifkan. Cara mengaktifkannya adalah sebagai berikut:

  • Klik List(Daftar) | Items(Barang dan Jasa)

  • Buat barang baru dengan klik New atau edit barang yang sudah ada yang hendak dikontrol SN/Batchnya
  • ke Tab Kontrol persediaan atau Inventory Control
  • Aktifkan atau centang Manage Serial Number
  • Pilih Unik number jika ingin kontrol sebagai SN atau Pilih Batch No jika ingin kontrol sebagai Batch. dan centang Expired date jika barang tersebut memiliki tanggal kadaluarsa.

  • Centang juga Force Serial Number on Transaction Entry jika setiap transaksi keluar masuk barang wajib mengisi atau memilih SN atau Batch No.

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Devi Eryana https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Devi Eryana2017-07-19 10:13:272024-09-26 10:25:08SETTING BATCH NUMBER INVENTORY PADA ACCURATE 

INPUT UANG MUKA DARI PURCHASE INVOICE PADA ACCURATE

July 14, 2017/0 Comments/in Onsite/by Devi Eryana

INPUT UANG MUKA DARI PURCHASE INVOICE PADA ACCURATE

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai langkah-lagkah penginputin uang muka pembelian dan penjualan tanpa harus menarik dari proses sebelumnya yaitu pesanan penjualan dan pesanan pembelian pada Accurate dekstop.

Bagi Anda yang ingin menginput down payment baik saat Sales (Penjualan) maupun Purchase (Pembelian) tanpa harus menarik dari proses sebelumnya yaitu Sales Order dan Purchase Order, maka di bawah ini kami informasikan langkah-langkahnya :

Uang Muka Penjualan (Advanced Sales)

1. Langkah pertama, silahkan Anda buka aktifias sales invoice dengan cara :

Klik menu List, kemudian pilih Sales lalu pilih Sales Invoice

Pilih customer dan masukkan informasi yang dibutuhkan seperti : No. Invoice, Tanggal Invoice, dll)

 

Pada kolom item, Anda harus memilih item down payment dengan kode item -1 dan type item Non Inventory Part. Lalu masukkan jumlah DP yang ingin Anda bayarkan. Lalu klik Save & Close

Setelah Anda membuat Sales Invoice tersebut dan menyimpannya. Proses selanjutnya adalah Anda harus menarik Sales Invoice tersebut ke Sales Receipt dengan cara :

Buka kembali Sales Invoice yang sebelumnya Anda buat untuk pembayaran down payment kemudian klik button Sales Receipt yang ada di bagian atas,

masukkan informasi yang dibutuhkan kemudian klik Save & Close

Uang Muka Pembelian (Advanced Purchase)

Buka aktifitas Purchase Invoice dengan cara :

Klik menu List kemudian pilih Purchase lalu pilih Purchase Invoice

Pilih Vendor dan masukkan informasi yang dibutuhkan seperti : No. Invoice, Tanggal Invoice, dll)

Pada kolom item, Anda harus memilih item down payment dengan kode item -1 dan type item Non Inventory Part. Lalu masukkan jumlah DP yang ingin Anda bayarkan. Lalu klik Save & Close

 

Berikut Tutorial Vidionya :

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Devi Eryana https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Devi Eryana2017-07-14 05:14:562024-05-17 14:00:14INPUT UANG MUKA DARI PURCHASE INVOICE PADA ACCURATE

IMPLEMENTASI WORK ORDER TANPA BOM (SPECIAL ORDER) PADA ACCURATE

July 11, 2017/0 Comments/in Onsite/by Devi Eryana

IMPLEMENTASI WORK ORDER TANPA BOM PADA ACCURATE

Bill of Material 

Bill of Material (BOM) adalah definisi produk akhir yang terdiri dari daftar  item, bahan, atau material  yang  dibutuhkan  untuk merakit, mencampur  atau memproduksi  produk akhir.
BOM terdiri dari berbagai bentuk dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan. BOM  dibuat  sebagai  bagian  dari  proses  desain  dan  digunakan  oleh  manufacturing engineer  untuk  menentukan  item  yang  harus  dibeli  atau  diproduksi.  Perencanaan pengendalian produksi dan persediaan menggunakan BOM yang di-hubungkan dengan master  production  schedule,  untuk  menentukan  release  item  yang  dibeli  atau diproduksi.

BOM dibedakan menjadi dua macam:

1. Single Level Bill of Material berfungsi untuk menampilkan assembly atau sub-assembly dengan hanya satu level children. Menampilkan komponen yang langsung dibutuhkan untuk membuat assembly atau sub-assembly.
2. Multilevel Bill of Material, untuk  produk  dengan  subassembly,  digunakan  Multilevel  Tree  dan Multilevel  Bill  of Material. Multilevel  Tree  berupa  “pohon”  dengan  beberapa  level  yang menggambarkan  struktur  produk. Pada Multilevel Bill of material, penulisan setiap  level ditandai dengan  format penulisan Part Number

Jika kita mau produksi barang yang tidak ada formulanya (Bill of Material) karena memang adalah Special Order atau hanya sekali ini saja produksi nya.

Bagaimana mencatatnya di Accurate Enterprise sbb :

1. Buat Item Barang Jadi dari proses produksi tsb dari List kemudian pilih  Items.

2. Activities  | Manufacture | Work Order

3. Di kolom Item No, pilih Product/Item Finish Good yang akan di produksi. (Item yang sudah dibuat di langkah pertama diatas)

4. Kolom Job isi/ketikkan dengan keterangan pekerjaan tsb.

5. Di table Detail of Job pilih item-item bahan baku yang akan digunakan untuk memproduksi Item Finish Good tsb. Isi juga halaman Costjika ada Labor atau Overhead yang sudah dibuat di List | Manufacture | Conversion Costs. Save and Close.

Catatan :

Jika pesanan tsb dicatat pada Sales Order, waktu buat WO pilih Select SO maka otomatis bagian Product terisi Product yang dipesan, lalu dibagian Detail of Job nya tinggal dipilih item-item bahan baku dan isi Cost nya.

(Available for v4 & v5)

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Devi Eryana https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Devi Eryana2017-07-11 08:14:102024-11-21 17:04:14IMPLEMENTASI WORK ORDER TANPA BOM (SPECIAL ORDER) PADA ACCURATE

ALOKASI PRODUKSI SAAT PERIOD END PADA ACCURATE

July 7, 2017/0 Comments/in Onsite/by Devi Eryana

ALOKASI PRODUKSI SAAT PERIOD END PADA ACCURATE

Di pencatatan manufaktur di kenal Standard Cost dan Actual Cost. Standard Cost diperoleh dari formula produksi untuk membuat suatu produk, sedang Actual Cost adalah biaya real yang dikeluarkan untuk membuat produk tsb. Mengapa beda? karena saat proses produksi ada kemungkinan terjadi penyimpangan(variance) dari formula yang sudah dibuat, baik di pemakaian bahan baku atau biaya overhead.

Seperti informasi diflow manufaktur di Accurate, ACCURATE menggunakan Actual Cost saat :

  • Material Release atas pengeluaran Bahan (mengikuti cost FIFO atau Average tergantung metode yang di gunakan data tsb) dan
  • Alokasi biaya ke biaya produksi saat period End

Pembahasan kali ini tentang alokasi biaya sebagai biaya produksi saat period end. Agar saldo suatu akun biaya dapat dialokasikan ke biaya produksi maka perlu mencentang pilihan “Allocation for Production” seperti pada gambar dibawah ini dari Daftar Akun.

Dengan begitu biaya-biaya tsb akan muncul berikut dengan saldo periode yang sedang di period end untuk dapat dialokasikan sebagai biaya aktual produksi. Akun-akun biaya tersebut akan ditampilkan di bagian Production Alocation Cost, kolom-kolom yang perlu diketahui disini :

  • % Alloc, isi dengan berapa % dari total Biaya periode tsb yang akan di alokasi sebagai Biaya Aktual Produksi.
  • Allocated Amount, jika bukan dalam persentase kita juga bisa menentukan langsung berapa nilai yang akan di alokasikan ke biaya aktual produksi.
  • Allocate, centang untuk mengalokasikan ke biaya produksi.
  • Auto Calc, centang jika diharapkan ACCURATE yang menghitung otomatis distribusi biaya tsb ke masing-masing work order(WO) yang masih outstanding dan menggunakan akun biaya tsb di Conversion Cost nya.

Gambar dibawah ini contoh jika kita pilih Auto Calc sehingga ACCURATE otomatis mendistribusikan saldo biaya yang dialokasikan ke produksi ke masing-masing WO. Tampilkan dengan cara double-click di baris akun Biaya yang dimaksud.

Perhitungan AUTO CALC

Perlu diketahui WO yang akan mendapat distribusi biaya aktual dari akun biaya yang ada di period end adalah :

  1. WO yang masih outstanding sampai dengan periode yang sedang di period end.
  2. WO yang Conversion Cost nya menggunakan akun biaya yang sedang dialokasikan di period end.

Cara perhitungannya Auto Calc secara proporsional, dengan contoh diatas dimana WO outstanding hanya dua yaitu WO 1001 dan 1002 maka,

Namun demikian kita masih bisa mengganti manual nilai hasil Auto Calc tsb jika diperlukan, dengan mengganti nilai hasil Auto Calc yang ada di kolom Amount disetiap baris WO di tampilan period end.

REPORT

Alokasi biaya aktual ke masing-masing WO saat period end dapat dilihat hasil nya di Report | Index to Report | Manufacturing Reports | Variant Production By WO, di baris Perio untuk setiap WO nya.

(Available for v4 & v5)

https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png 0 0 Devi Eryana https://solusiakuntansiindonesia.com/wp-content/uploads/2026/08/Logo-SAI.png Devi Eryana2017-07-07 10:16:392017-07-11 09:10:23ALOKASI PRODUKSI SAAT PERIOD END PADA ACCURATE
Page 61 of 61«‹596061
Search Search

Recent Posts

  • Cara Mencatat Pajak UMKM 0,5% di Accurate Online
  • Perlakuan Nilai Beban Pokok Penjualan pada Faktur Penjualan (Dimuka)
  • Cara Memaksimalkan Hasil Cetakan Menggunakan Accurate Direct Print
  • Mengatur/Memilih Desain Cetakan Transaksi Pada Accurate Lite
  • Error: “Cabang ini telah digunakan. Silahkan pilih cabang lainnya.” Saat Integrasi Accurate Online Dengan Bliss

Categories

  • Accurate
  • Accurate Desktop V5
  • Accurate Online
  • Accurate POS
  • Akuntansi
  • Contoh Kasus
  • Database
  • Frontpage Article
  • License
  • Manufaktur
  • Onsite
  • Report & Desain Cetakan
  • Software
  • Uncategorized

Meta

  • Register
  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

HUBUNGI KAMI

PT Solusi Akuntansi Indonesia

Jl. Bambu Apus Raya No.181B

Pondok Bambu

Duren Sawit – Jakarta Timur

WA. 0811-8885-605

Recent Posts

  • Cara Mencatat Pajak UMKM 0,5% di Accurate Online
  • Perlakuan Nilai Beban Pokok Penjualan pada Faktur Penjualan (Dimuka)
  • Cara Memaksimalkan Hasil Cetakan Menggunakan Accurate Direct Print

Categories

  • Accurate
  • Accurate Desktop V5
  • Accurate Online
  • Accurate POS
  • Akuntansi
  • Contoh Kasus
  • Database
  • Frontpage Article
  • License
  • Manufaktur
  • Onsite
  • Report & Desain Cetakan
  • Software
  • Uncategorized
Search Search
© Copyright - PROFESIONAL KONSULTANT TRAINING SOFTWARE ACCURATE - powered by Enfold WordPress Theme
Scroll to top Scroll to top Scroll to top