Error : Data “Header” pada “…”terlalu besar. Maksimal 75 Karakter

Error : Data “Header” Pada “…” terlalu besar, Maksimal 75 Karakter saat mau menyimpan pengaturan di POS merupakan pesan error bahwa di header cetakan struk POS melebihi 75 karakter. Cara mengatasai nya yaitu:

  1. Buka tab desain struk > pastikan header tidak lebih dari 75 karakter. Jika melebihi batas silakan di edit terlebih dahulu.Error : Data “Header” pada “…”terlalu besar. Maksimal 75 Karakter.
  2. Klik icon simpan atau (Ctrl + S ) untuk menyimpan pengaturan POS.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Solusi Error Barang Tidak Ditemukan Saat Impor Accurate POS

Pada Accurate Online, terkadang pengguna menemukan transaksi Faktur Penjualan yang gagal terimpor dari Accurate POS. Kondisi ini dapat dilihat melalui Keranjang berwarna oranye di menu Penjualan | Faktur Penjualan | Daftar Faktur Penjualan.

Pesan kesalahan yang muncul umumnya berbunyi:

Barang & Jasa [Kode Barang] tidak ditemukan atau sudah dihapus.

Error tersebut menandakan bahwa sistem tidak dapat mengenali data barang yang digunakan pada transaksi POS. Secara umum, terdapat dua penyebab utama munculnya pesan error ini, yaitu:

  1. Data barang sudah dihapus dari database Accurate Online.
  2. Data barang masih ada, namun telah mengalami perubahan (misalnya pada kode barang)
Cara Menelusuri Penyebab Gagal Impor Transaksi Accurate POS

Untuk mengetahui penyebab pastinya, silahkan lakukan langkah-langkah berikut:

1. Akses daftar transaksi gagal impor

Masuk ke menu Penjualan | Faktur Penjualan, lalu kilk tombol List (warna hijau) di samping tab Data Baru, dan pilih Keranjang Oranye.

2. Cek detail transaksi gagal impor

Pada menu Impor Accurate POS, pilih transaksi Faktur Penjulan yang berstatus gagal. Perhatikan informasi Kode Barang dan Nama Barang pada bagian Data Struk, kemudian klik Simpan.

3. Lakukan pengecekan melalui Log Aktivitas

Selanjutnya buka menu Perusahaan | Log Aktivitas. Gunakan kolom pencarian untuk mencari Nama Barang yang menyebabkan transaksi gagal impor.

Solusi Berdasarkan Hasil Log Aktivitas
  • Jika status barang adalah”Hapus” artinya data barang tersebut sudah tidak ada di database. Solusinya, pengguna perlu membuat ulang data barang dengan Kode Barang dan Nama Barang yang sama persis, melalui menu Persediaan | Barang & Jasa | Data Baru.
  • Jika status barang adalah “Diubah” hal ini menandakan pernah terjadi perubahan data, khususnya pada Kode Barang. Untuk mengatasinya, buka menu Persediaan | Barang & Jasa, klik List, pilih barang terkait, lalu kembalikan Kode Barang ke kode awal sebelum perubahan dilakukan.
Melakukan Impor Ulang Transaksi

Setelah data barang diperbaiki atau dibuat ulang, pengguna dapat melakukan impor ulang transaksi Faktur Penjualan yang sebelumnya gagal dengan cara:

  1. Masuk ke manu Penjualan | Faktur Penjualan.
  2. Klik List, lalu buka Keranjang Oranye.
  3. Pilih transaksi yang gagal dan klik tombol Impor.

Dengan langkah tersebut, transaksi dari Accurate POS dapat kembali diproses dan masuk ke Accurate Online dengan normal.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Perhitungan Nilai Variance Pada AOL

Nilai Variance pada fitur Manufaktur di Accurate Online merupakan nilai yang muncul akibat adanya perbedaan dari nilai standar biaya porduksi dengan nilai aktual/rill nya. Anda dapat melakukan monitoring atas niali selisih ini pada laporan rincian perintah kerja.

Nilai variance ini akan diperhitungkan oleh Accurate Online saat anda melakukan proses akhir bulan melalui menu perusahaan. Nilai variance ini hanya dihitung untuk perintah kerja yang status nya telah selesai dan atau di tutup saja.

Terdapat 2 perlakuan untuk mengakui nilai variance ini, yaitu dengan dialokasikan langsung ke produk atau akan dijurnal ke akun penampung yang telah di pilih pada menu preferensi.

Default Akun Manufaktur AOL

I. Nilai Variance Dialokasikan ke Produk

Jika pada preferensi anda menceklis alokasi biaya variance ke produk maka selisih tersebut akan dialokasikan ke masing-masing produk sesuai porsi-nya dan akan menjadi HPP produk yang bersangkutan. Sebagai contoh terdapat selisih nilai produksi sebesar Rp. 118.437,5 maka setelah dilakukan proses akhir bulan akan otomatis ter alokasi seperti gambar di bawah.

Dengan Perhitungan:

Produk Utama = 95% x Rp. 118.437,5 = Rp. 112.515,63 sehingga HPP produk utama bertambah menjadi Rp. 843.600

Produk Lainnya = 5% x Rp. 118.437,5 = Rp. 5.921,88 sehingga HPP produk lainnya bertabah menjadi Rp. 44.400

II. Nilai Variance tidak dialokasikan ke produk

Jika anda tidak mengalokasikan nilai varince maka saat melakukan proses akhir bulan selisih nya akan langsung dialokasikan menjadi biaya sesuai akun yang di pilih pada preferensi manufaktur.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Eror: ” Gagal Menyimpan Data : Error: Dynamic SQL Error, SQL error code =-303, arithmetic exception, numeric, or string truncation” Saat Sinkronisasi Accurate Online ke Rene 2

Saat proses sinkronisasi awal RENE2 ke Accurate Online dan tampil pesan eror seperti pada gambar diatas, hal ini terjadi dikarenakan adanya perbedaan total jumlah karakter pada data barang/jasa dan data pelanggan. Agar bisa dilakukan proses sinkronisasi, maka perlu disesuaikan jumlah karakter pada Data RENE2 dengan Accurate Online. Berikut ini informasi jumlah karakter pada RENE dan Accurate Online.

Keterangan:

1. Data Barang/Jasa:

  • Kode Barang : di RENE2 maksimal 30 karakter dan pada Accurate online maksimal 50 karakter. Sehingga jika ada kode barang di Accurate Online melebihi 30 karakter perlu dilakukan penyesuaian dengan di ubah manual.
  • Nama Barang : di RENE2 maksimal 125 karakter dan pada Accurate Online maksimal 240 karakter. Sehingga jika ada nama barang di Accurate Online melebihi 125 karakter, perlu di lakukan penyesuaian dengan diubah manual.

2. Data Pelanggan:

  • Kode Pelanggan: di RENE2 maksimal 30 dan pada Accurate Online maksimal 50 karakter. Sehingga jika ada kode pelanggan pada accurate online melebihi 30 karakter, perlu dilakukan penyesuaian dengan diubah manual.
  • Nama Pelanggan: di RENE2 maksimal 256 dan di Accurate Online maksimal 125 karakter. Sehingga jika ada nama pelanggan RENE2 melebihi 125 karakter, perlu di lakukan penyesuaian dengan diubah manual.

Untuk mengetahui data barang/jasa atau pelanggan yang perlyu dilakukan penyesyaian, berikut ini caranya:

I. Pada Data Usaha Accurate Online

Pada Data Usaha Accurate Online, yang perlu dilakukan pengecekan adalah untuk nama barang, kode barang dan kode pelanggan. Berikut caranya:

  1. Buka Laporan daftar barang dan jasa.
  2. Modifikasi pada bagian halaman, ceklis tinggi kertas fleksibel lalu simpan.
  3. Klik ekspor laporan ke excel.
  4. Selanjutnya, pada hasil ekspor excel rumuskan menggunakan =LEN( ) dan diantara ( ) masukan kode kolom kode barang yang ingin dihitung karakternya. Dan jika terdapat karakter yang melebihi 30 karakter, maka perlu di lakukan penyesuaian jumlah karakter pada kode barang tersebut di Accurate Online.
  5. Lakukan hal yang sama pada data nama barang, kode pelanggan, dan nama pelanggan.

II. Pada Data Usaha RENE 2

  1. Buka RENE 2 Administrator, lalu buka laporan daftar pelanggan, lalu ekspor ke excel.
  2. Selanjutnya lakukan hal yang sama seperti excel accurate, Jika ada nama pelanggan yang memiliki karakter melebihi 125 karakter maka harus dilakukan penyesuaian pada RENE 2 Administrator.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Eror Barang Terproses Ganda di Faktur Pembelian Accurate Online

Saat melakukan persetujuan Faktur Pembelian di Accurate Online, pengguna terkadang menemui pesan :

Barang ABC atas Pesanan XYZ terdeteksi terproses dua kali. Mohon cek transaksi yang memproses pesanan tersebut.”

Pesan tersebut muncul ketika sistem mendeteksi bahwa satu Pesanan Pembelian diproses oleh lebih dari satu Faktur Pembelian, sehinggan terjadi duplikasi pemprosesan barang.

Penyebab Terjadinya Eror

Kondisi ini umumnya terjadi karena Pesanan Pembelian yang diporses menjadi dua Faktur Pembelian berbeda, dan keduanya sempat berada dalam status Draft (DFT).

Ketika:

  • Faktur Pembelian pertama disetujui dan  berhasil diproses,
  • Lalu Faktur Pembelian kedua (yang masih terkait dengan Pesanan Pembelian yang sama) juga mencoba disetujui,

maka sistem akan menolak proses tersebut dan menampilkan pesan error di atas, karena barang dianggap sudah diproses sebelumnya.

Contoh Kasus

Misalnya:

  • Pada tanggal 6 Juni perusahaan melakukan Pesanan Pembelian Barang A sebanyak 5 PCS dengan harga Rp50.000 per unit kepada Pemasok B.
  • Pada tanggal 6 Juni juga Pesanan Pembelian tersebut diproses menjadi Faktur Pembelian pertama dan disimpan dengan status Draft.
  • Pada tanggal 7 Juni Pesanan Pembelian yang sama kembali diproses menjadi Faktur Pembelian kedua juga dengan status Draft.

Ketika salah satu Faktur Pembelian disetujui terlebih dahulu, maka persetujuan pada Faktur pembelian lainnya akan gagal dan memunculkan pesan error “barang terdeteksi terproses dua kali”.

Cara Mengecek Pesanan Pembelian Diproses ke Transaksi Apa Saja

untuk mengetahui Pesanan Pembelian tersebut sudah diproses ke transaksi mana saja, lakukan langkah berikut:

  1. Buka menu Pembelian | Pesanan Pembelian.
  2. Klik tombol List (ikon hijau di samping tab Data baru).
  3. Cari Pesanan Pembelian yang dimaksud.
  4. Buka transaksi tersebut, lalu masuk ke tab Informasi Pesanan.

Pada tab ini akan terlihat daftar transaksi lanjutan (Faktur Pembelian) yang memproses Pesanan Pembelian tersebut.

Catatan Penting

Pesanan Pembelian bisa diproses ke lebih dari satu Faktur Pembelian Draft karena pada database Accurate Online fitur berikut dalam keadaan aktif:

Dapat memproses transaksi yang sedang diproses oleh transaksi berstatus Draf/Pengajuan

Pengaturan ini dapat dicek melalui:

  • Pengaturan | Preferensi
  • Tab Pembatasan
  • Submenu Lainnya | Pembatasan Umum

Jika fitur ini diaktifkan, sistem memang mengizinkan pemrosesan ganda selama transaksi masih berstatus Draft, namun berisiko menimbulkan error saat proses persetujuan.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Error creating model object for view ID-accurate_init Accurate Online

Pada saat pengguna ingin mengakses database accurate online, kemudian muncul error seperti dibawah, hal ini karena adanya indikasi pada tampilan view atau model data yang digunakan accurate online. “Error creating model object for view ID-accurate_init Accurate Online”.

Eror: Error creating model object for view ID-accurate_init

Untuk mengatasi hal ini, lakukan hal berikut:

  1. Logout akun accurate terlebih dahulu.
  2. Clear all history dan cache web browser terlebih dahulu dengan klik Ctrl + Shift + Delete lalu hapus cache.
  3. Kemudian buka accurate online menggunakan browser yang sama.
  4. Jika belum bisa dan masih tampil error yang sama, disarankan untuk mengakses menggunakan browser lain atau device lain.
  5. Jika hal tersebut belum teratasi maka silahkan hubungi support@cpssoft.com

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Membuat Laporan Penjualan Per Kategori Barang

Pada accurate online anda dapat membuat laporan pejualan per kategori barang dengan cara memodifikasi laporan yang tersedia, anda dapat membuat laporan tersebut dari laporan penjualan per barang maupun laporan rincian faktur penjualan. Ikuti langkah-langkah di bawah untuk membuat laporan penjualan per kategori barang.

  1. Buka menu laporan > pilih daftar laporan.
  2. Buka laporan penjualan > buka laporan penjualan per barang.
  3. Pilih modifikasi > cari variable kategori barang.VARIABLE KATEGORI BARANG
  4. Klik Header & Footer untuk mengganti judul laporan.
  5. Klik analisa, masukan kategori barang pada kolom analisa, lalu data analisa anda dapat memasukan kunantitas dan Penjualan, lalu klik simpan.
  6. Klik memorize untuk menyimpan format laporan supaya tidak hilang.

 

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Cara Upload Dokumen Digunggung dari Accurate Online ke Coretax

Pada Accurate Online, pengguna dapat melakukan pengunggahan dokumen Faktur Digunggung ke Coretax DJP dengan terlebih dahulu mengekspor file XML dari laporan SPT PPN/PPNBM. Proses ini terdiri dari dua tahapan utama, yaitu ekspor data dari Accurate Online dan unggah file XML ke Coretax.

A. Ekspor File XML Faktur Penjulan Digunggung dari Accurate Online

1. Login ke Accurate Online

Akses situs Accurate dan masuk menggunakan akun pengguna yang memiliki hak untuk melakukan ekspor data pajak.

2. Membuat Data Pelanggan Digunggung
  • Masuk ke menu Penjualan | Pelanggan lalu pilih Data Baru.
  • Pada tab Pajak, tentukan Tipe Transaksi: Digunggung.
  • Simpan data pelanggan tersebut.
3. Membuat Faktur Penjualan Digunggung
  • Buka menu Penjualan | Faktur  Penjualan dan klik Data Baru.
  • Pada tab Info Lainnya – Info Pajak, pastikan Tipe Transaksi sudah diatur sebagai Digunggung.
  • Simpan transaksi faktur penjualan.
4. Ekspor Dokumen Digunggung
  • Masuk ke Laporan | Daftar Laporan | SPT PPN/PPNBM.
  • Klik Data Baru, kemudian pilih menu efaktur – Faktur Digunggung.
  • Tentukan Masa SPT dan Kode Transaksi sesuai kebutuhan.
  • Klik Export untuk menghasilkan file XML.

B. Unggah File XML ke Coretax

1. Login ke Coretax

Akses Coretax melalui situs resmi DJP, kemudian login menggunakan akun pajak perusahaan.

2. Membuat Konsep SPT Masa PPN
  • Masuk ke menu Surat Pemberitahuan (SPT) dan klik Buat Konsep SPT.
  • Langkah 1: Pilih jenis SPT PPN, lalu klik Lanjut.
  • Langkah 2: Tentukan Periode dan Tahun Pajak, kemudian klik Lanjut.
  • Langkah 3: Pilih Modul/Jenis SPT, lalu klik Buat Konsep SPT.
3. Membuka Detail SPT

Pada daftar SPT, klik ikon pensil untuk membuka detail SPT Masa PPN yang telah dibuat.

4. Unggah File XML dari Accurate Online
  • Scroll ke bagian bawah formulir SPT Masa PPN.
  • Pada bagian unggah dokumen sesuai Kode Transaksi, klik Unggah XML.
  • Pilih opsi Add to Existing Data, lalu pilih file XML hasil ekspor dari Accurate Online.
  • Klik Open untuk memulai proses unggah.
5. Simpan atau Lapor SPT

Jika unggah berhasil, sistem akan menampilkan notifikasi “Dokumen berhasil diunggah“. Setelah itu, pengguna dapat melengkapi data SPT dan memilih Simpan Konsep atau langsung Bayar dan Lapor.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, proses pemindahan dokumen Faktur Digunggung dari Accurate Online ke Coretax dapat dilakukan dengan lebih mudah, rapi, dan sesuai ketentuan pelaporan PPN yang berlaku.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Cara Memahami dan Mengecek Laporan Harga Pokok Produksi

Laporan Harga Pokok Produksi (HPP) berfungsi untuk menampilkan perhitungan biaya produksi dalam satu periode tertentu. Agar nilai yang tersaji di laporan ini dapat dipahami dan diverifiksi dengan benar, berikut penjelasan masing-masing komponen beserta cara pengecekannya.

Untuk membuka laporan Harga Pokok Produksi anda harus klik daftar laporan lalu klik daftar laporan lagi seperti pada gambar.

Lalu anda pergi ke bagian Manufaktur, lalu pilih Laporan Harga Pokok Produksi Tersebut.

1. Persediaan Awal Bahan Baku

Nilai persediaan awal berasal dari saldo awal barang dengan tipe Bahan Baku pada awal periode laporan.

Cara pengecekan:

Nilai ini dapat dibandingkan dengan Laporan Nilai Persediaan melalui menu:

Laporan -> Daftar Laporan -> Persediaan

Lakukan penyesuaian laporan dengan memfilter hanya barang bertipe Bahan Baku, kemudian perhatikan nilai pada kolom Saldo Awal sesuai periode yang dilihat.

Pilih tipe kategori Bahan Baku.

2. Pembelian Bahan Baku

Bagian ini menunjukkan total nilai pembelian bahan baku selama periode laporan HPP.

Cara pengecekan:

Gunakan Laporan Pembelian per Barang melalui:

Laporan -> Daftar Laporan -> Pembelian

Atur rentang tanggal sesuai periode HPP, lalu pada bagian penyaringan pilih hanya kategori barang Bahan Baku dan jenis barang  Persediaan .

Pilih parameter sesuai periode laporan Harga Pokok Produksi

Setelah terbuka laporannya, lalu klik modifikasi.

Lalu di bagian kolom data keluarkan variabel nama kategori barang dengan cara klik 2 kali pada variabel tersebut.

Keluarkan juga untuk variabel Jenis Barang.

Lalu ke kolom penyaringan, dan klik tombol tambah.

Lakukan penyaringan khusus untuk kategori bahan baku saja seperti pada gambar.

Lakukan juga penyaringan jenis barang hanya persediaan seperti pada gambar.Selanjutnya Klik Simpan.

Catatan:

Nilai pembelian yang tercantum hanya berasal dari Faktur Pembelian atau Pengiriman Pesanan yang sudah difaktur. Pengiriman pesanan yang belum diproses menjadi faktur tidak akan memngaruhi nilai ini.

3. Penyesuaian Persediaan

Penyesuaian mencerminkan perubahan nilai persediaan bahan baku yang terjadi di luar transaksi pembelian, penerimaan barang, dan pengambilan bahan baku untuk produksi.

Cara Pengecekan:

Nilai ini dapat ditelusuri melalui Laporan Penyesuaian Bahan (Harga Pokok Produksi) di:

Laporan -> Daftar Laporan -> Manufaktur

Sesuaikan parameter bulan dan tahun dengan periode laporan HPP yang sedang dianalisis.

4. Persediaan Akhir Bahan Baku

Persediaan akhir merupakan nilai saldo bahan baku di akhir periode laporan.

Cara pengecekan:

Gunakan Laporan Nilai Persediaan dengan pengaturan yang sama seperti pengecekan persediaan awal, namun fokus pada kolom Saldo Akhir.

5. Overhead Manufaktur

Overhead manufaktur mencerminkan total biaya produksi aktual selama periode laporan. Apabila perusahaan menggunakan Tahapan Proses, maka biaya subkontraktor akan dikategorikan sebagai Tenaga Kerja Langsung dan ditampilkan dalam komponen overhead ini.

Cara pengecekan:

Nilai overhead dapat diversifikasi melalui Laporan Rincian Perintah Kerja, dengan melakukan modifikasi

  • Setting Kolom Diguakan Seperti Gambar Dibawah

Setelah Terbuka Laporannya Klik Modifikasi.

  • Saring untuk tipenya menjadi biaya saja.

Lalu ke Tab Penyaringan dan Klik Tambahkan.Lalu saring dengan settingan seperti gambar.

Lalu klik tambahkan untuk menambahkan grup berdasarkan tahapan.

  • Kelompokkan berdasarkan tahapan

Setting di bagian Grup seperti pada gambar.

Lalu setting satu settingan grup lagi agar data lebih sesuai.

Setelah sudah klik simpan untuk membuka laporannya kembali sesuai settingan barunya.

Dengan cara ini, biaya produksi baik yang disubkon maupun yang dikerjakan internal dapat terlihat secara terpisah.

6. Barang Dalam Proses (BDP) Awal

Komponen ini menunjukkan nilai produk yang masih dalam proses produksi pada awal periode laporan .

Cara pengecekan:

Periksa akun Pekerjaan Dalam Proses yang ditentukan pada:

Preferensi -> Manufaktur -> Perintah Kerja

Kemudian lihat Laporan Neraca per awal bulan. Jika akun tersebut tidak memiliki saldo, maka nilai BDP awal pada laporan HPP akan bernilai nol.

Untuk pengecekannya, pergi ke bagian laporan keuangan, lalu klik laporan neraca.

Lakukan settingan parameter sesuai dengan periode awal dari laporan Harga Pokok Produksi.

Klik nilainya, untuk melihat rinciannya.

Terlihat bahwa untuk saldo per 31 mei 2021 itu nol.

7. Selisih Biaya Produksi (Variance)

Variance merupakan selisih antara biaya produksi aktual dengan biaya yang dibebankan dalam proses produksi pada periode tertentu.

Cara pengecekan:

Buka menu:

Buku Besar -> Jurnal Umum

Lalu filter Tipe Transaksi dengan Proses Akhir Bulan (Pabrikasi) dan buka jurnal hasil proses tersebut. Apabila selisih berada di sisi debit, maka pada laporan HPP nilainya akan tampil dalam bentuk minus.

Filter transaksinya.

Pilih transaksi yang dimaksud.

8. Barang Dalam Proses (BDP) Akhir

BDP Akhir menunjukkan nilai produksi yang masih dalam tahap produksi pada periode laporan.

Cara pengecekan:

Periksa kembali akun Pekerjaan Dalam Proses pada Laporan Neraca per akhir bulan dengan pengaturan yang sama seperti pengecekan Barang Dalam Proses (BDP) awal. Nilai saldo akun inilah yang akan muncul sebagai BDP Akhir di Laporan HPP.

Seting parameter per akhir periode transaksi sesuai periode laporan Harga Pokok Produksinya.

Kesimpulan

Dengan memahami fungsi setiap komponen serta cara melakukan pengecekan silang melalui laporan pendukung, pengguna Accurate Online dapat memastikan bahwa Laporan Harga Pokok Produksi yang dihasilkan sudah akurat dan mencerminkan kondisi biaya produksi yang sebenarnya.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Error “tidak dapat menghapus rincian penerimaan barang karena telah digunakan di rincian pemindahan barang” saat akan menghapus transaksi penerimaan barang

Jika anda mengalami error pada accurate online seperti gambar di bawah ini maka artinya anda harus membatalkan (hapus) terlebih dahulu transaksi dari pemindahan barang yang telah anda buat di accurate sebelum menghapus transaksi penerimaan barang.

error pada accurate online

berikut langkah-langkah untuk mengetahui transaksi pemindahan barang nya:

  1. Buka laporan > pilih laporan gudang.
  2. Cari laporan rincian pemindahan barang, lalu buka laporan tersebut dan tentukan parameter tanggal nya.
  3. Klik icon modifikasi lalu cari variable seperti di gambar, klik 2x pada varible tersebut lalu simpan.
  4. Maka akan muncul nomor pernerimaan barang dan anda juga bisa melihat nomor pemindahan barang nya.
  5. langkah selanjutnya anda dapat menghapus transaksi pemindahan barang terlebih dahulu sebelum menghapus transaksi penerimaan barang nya.

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!