WARNING UNAVAILABLE DATABASE KETIKA MEMBUKA ACCURATE

Warning Unavailable Database Ketika Membuka Accurate

Seringkali kita mendapati pesan error seperti pada gambar di bawah ini, ketika membuka database. Penyebab umumnya adalah sbb:

Solusi Akuntansi Indonesia

Solusi Akuntansi Indonesia

 

User membuka database dari Folder atau Drive hasil Mapping.

Berikut 2 gambar perbedaan alamat database di folder Mapping dan di Hardisk Komputer :

  • Database bukan hasil mapping, misalkan di Hardisk E :
Solusi Akuntansi Indonesia

Solusi Akuntansi Indonesia

 

Database ada di folder Mapping :

Solusi Akuntansi Indonesia

Solusi Akuntansi Indonesia

 

Solusinya :

Jika kita membuka database secara Lokal, maka ketika Browse pastikan kita memilih Drive bukan hasil mapping pada komputer tsb.

Jika membuka Database di komputer lain maka bisa menggunakan cara Remote seperti link di bawah ini :

http://solusiakuntansiindonesia.com/2017/11/02/buka-database-dari-komputer-lain-remote/

(Available for v5)

Booking Training Sekarang Klik Disini | Untuk Video Tutorial Klik Disini

DISPOSE FA & JUAL MELALUI SALES INVOICE (KENA PAJAK ATAU TIDAK)

Dispose Fixed Asset & Menjual Melalui Sales Invocie (Kena Pajak Atau Tidak)

1. Disposed Fixed Asset yang akan dijual. Dari List | Fixed Asset | Fixed Asset List, Edit Fixed Asset yang dimaksud lalu klik button DISPOSED, isi tanggal Dispose dengan tanggal kapan FA dijual, lalu isi Account Disposed dengan akun Gain/Loss Disposal Fixed Asset (type account bisa Expense atau Other Expense).

2. “Asset Selling” tidak perlu di centang lalu save Disposed Fixed Asset.

Jurnal yang dihasilkan disini adalah :

(Dr) Akumulasi Depresiasi FA (sampai dengan tanggal Dispose) xxxx

(Dr) Gain/Loss Dispose FA xxxx

(Cr) Fixed Asset xxxx

3. Buat item baru dari List | Item dengan type “Non Inventory Part” dan GL akunnya diset semua ke Account Gain/Loss Dispose FA yang dipilih waktu Dispose di langkah 1 diatas, untuk Unbilled Account biarkan ke akun Unbilled saja.

4. Buat transaksi Sales Invoice dengan memilih item yang dibuat diatas dan kenakan pajak pada item tersebut.

Jurnal yang dihasilkan adalah :

(Dr) Piutang/AR xxxx

(Cr) Gain/Loss Dispose FA xxxx

(Cr) PPn Keluaran xxxx

Disini yang dijurnal ke akun Gain/Loss Dispose Fixed Asset adalah nilai sebesar harga jualnya, sehingga plus minus dari jurnal waktu Dispose dan Jual untuk akun ini, nilai selisihnya adalah kerugian / keuntungan dari penjualan Fixed Asset kita.

(Available for V5)

Untuk video tutorialnya bisa ditonton dibawah ini ya……….

 

Request Jasa Training Accurate Accounting Software silahkan isi pada form berikut, klik disini

DP PEMBELIAN VENDOR A DIGUNAKAN UNTUK MEMOTONG INVOICE VENDOR B

DP PEMBELIAN VENDOR A DIGUNAKAN UNTUK MEMOTONG INVOICE VENDOR B

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai cara penginputan Uang Muka Pembelian atas Vendor A yang digunakan untuk memotong invoice Vendor B.

Misalkan ada kasus dimana Vendor A dan Vendor B adalah perusahaan yang berbeda namun masih dalam satu grup. Lalu kita sebagai perusahaan mempunyai sisa DP/Uang Muka Pembelian ke Vendor A misalkan sebesar Rp 1 juta, dan sisa DP sebesar Rp 1 juta tersebut ingin digunakan untuk memotong invoice atas Vendor B yang sebesar Rp 800 ribu.

Maka langkah penginputannya adalah sbb :

1. Buat akun baru dengan tipe Other Current Asset dari menu List | COA | New | Buat nama akunnya misalkan “Akun Perantara DP Pembelian“.

2. Buat Purchase Invoice lagi atas Vendor A, dengan nama item “Opening Balance”. Unit Price dan Amount nya di nol kan saja.

3. Klik Select DP, dan centang invoice DP yang sisa tadi yaitu sebesar Rp 1 juta tsb. Ubah angka pada tab DP menjadi Rp 800 ribu (karena yang ingin digunakan untuk memotong invoice Vendor B adalah sebesar Rp 800 ribu saja). Sampai disini jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr) Hutang Usaha Rp 800 ribu
(Cr) Uang muka pembelian Rp 800 ribu

4. Setelah itu klik Purchase Payment, lalu klik kanan pilih discount info pada invoice DP tsb . Isikan discount amount nya sebesar MINUS Rp 800 ribu, dan discount account nya pilih ke akun perantara yang dibuat di langkah 1. Sampai disini jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr) Akun Perantara DP Pembelian Rp 800 ribu
(Cr) Hutang Usaha Rp 800 ribu

5. Lalu untuk memotong invoice Vendor B yang sebesar Rp 800 ribu, kita masuk dari menu Activities | Purchase | Purchase Payment | Pilih nama Vendor B.

Setelah itu pada baris invoice yang ingin di potong nilai DP nya, kita klik kanan pilih discount info, isikan discount amount nya sebesar Rp 800 ribu (tanpa tanda minus), dan isikan discount account nya ke akun perantara tadi. Sehingga jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr) Hutang usaha Rp 800 ribu
(Cr) Akun Perantara DP Pembelian Rp 800 ribu

Karena DP atas Vendor A yang sebesar Rp 1 juta tidak terpakai semua, maka sisanya yaitu sebesar Rp 200 ribu akan tetap ada sebagai Uang Muka Pembelian atas Vendor A tersebut.

(Available for V4 & v5)

 

Untuk Video Tutorialnya bisa disimak di sini ya……….

EKSPOR IMPOR TRANSAKSI ANTAR ACCURATE

Bagi anda pengguna Accurate yang memiliki cabang dan tidak mau repot setting jaringan antar daerah dapat menggunakan fitur ekspor impor transaksi antar Accurate, persiapan apa saja sih yang diperlukan sebelum ekspor impor transaksi?

Berikut persiapan – persiapan yang harus Anda lakukan :

  1. Mempunyai database lebih dari 1 (per cabang ada masing-masing databasenya sendiri – sendiri)
  2. Setting kode cabang dari menu General Ledger | Company Info | Branch ID (Buku Besar | Info Perusahaan | ID Cabang)
  3. ID Cabang di masing – masing database harus di masukkan ke database pusat, sehingga pada list ID Cabang pada database pusat terdapat data ID Cabang yang dimiliki oleh masing – masing cabang.
  4. Setelah itu export impor dapat dilakukan.

Apasaja sih data yang dapat di export import? data yang dapat di ekspor impor transaksi sbb :

  • Currency ( Mata Uang)
  • Item (Barang)
  • Account (Akun)
  • Customer (Pelanggan)
  • Vendor (Pemasok)
  • Sales Order (Pesanan Penjualan)
  • Delivery Order (Pengiriman Pesanan)
  • Sales Invoice (Faktur Penjualan)
  • Sales Return (Retur Penjualan)
  • Purchase Requisition (Permintaan Pembelian)
  • Purchase Order (Pesanan Pembelian)
  • Receive Items (Penerimaan Barang)
  • Purchase Invoice (Faktur Pembelian)
  • Purchase Return (Retur Pembelian)
  • Purchase Payment (Permbayaran Pembelian)
  • Journal Voucher (Jurnal Umum)
  • Other Deposit (Penerimaan)
  • Other Payment (Pembayaran)
  • Customer Type (Tipe Pelanggan)
  • Salesman (Penjual)
  • Commission Range (Batas Komisi)
  • Selling Price Adjust (Penyesuaian Harga Jual)
  • Item Transfer (Pindah Barang)
  • Tax (Pajak)

Proses Ekspor Impor transaksi antar Accurate dapat dilakukan per transaksi atau sekelompok transaksi dan hanya dapat mengekspor data Insert dan Delete, tidak untuk kondisi Edit (Update), jadi data dalam kondisi insert atau edit, ACCURATE tetap mengganggap data tersebut adalah mode insdert saat diimport ke database lain.

Untuk menghindari Error pada saat pengeksporan data cabang ke pusat, Anda harus memastikan bahwa master data pusat dan cabang sama persis. Master data yang dimaksud disini seperti : Data Akun , Data Item dan Data Master lainnya.

Anda dapat membuat master data cabang dengan menduplikasi database pusat menggunakan fitur Create New Branch. Fitur Create New Branch secara otomatis akan membuatkan duplikasi data dari data utama dengan kiode cabang yang berbeda dan otomatis membuatkan data – data master seperti Item, Customer, Vendor, Tax, dll, sehingga data cabang siap untuk memulai penginputan transaksi.

Fitur ekspor impor transaksi dapat Anda akses melalui File | Eksport Import Transaction (Berkas | Ekspor Impor Transaksi). Naaah… disini silahkan Anda filter apa saja yang akan di ekspor impor (langkahnya melakukan ekspor data dari cabang terlebih dahulu, dan hasil ekspor data tersebut di impor ke database pusat).

 

Berikut Tutorial Vidionya :

ACCURATE SOFTWARE SEBAGAI TEKNOLOGI INFORMASI

ACCURATE SOFTWARE SEBAGAI TEKNOLOGI INFORMASI

ACCURATE Software sebagai teknologi informasi yaitu memproses transaksi-transaksi yang ada dalam perusahaan secara efektif dan efisien. Jika Anda masih menggunakan sistem manual maka data dimasukkan ke dalam jurnal dan buku besar yang berbasis kertas, sedangkan jika Anda sudah menggunakan ACCURATE Accounting Software data di input ke masing2 transaksi  (direkam ke dalam komputer) dan direkam ke dalam database. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan terhadap data untuk menghasilkan informasi yang berguna dan relevan disebut siklus pemrosesan data (data processing cycle), proses tersebut terdiri dari empat langkah yaitu :

  1. Perekaman data (data input)
  2. Penyimpanan data (data storage)
  3. Pengolahan data (data processing)
  4. Penyajian informasi (information output)
Perekaman data atau input data yang paling banyak direkam dalam siklus pendapatan adalah penjualan, baik penjualan secara tunai maupun kredit, data-data yang direkam biasanya berupa :
  • Tanggal dan waktu terjadinya penjualan
  • Petugas yang membantu konsumen pada saat penjualan
  • Petugas yang menyelesaikan administrasi penjualan
  • Jenis-jenis barang yang dijual
  • Jumlah barang yang terjual untuk masing-masing jenis barang
  • Harga jual dan harga modal barang yang terjual
  • Jumlah harga penjualan
  • Permintaan-permintaan terkait pengiriman
  • Nama konsumen, alamat penagihan, alamat pengiriman, alamat pajak.
  • Dll

Semuanya yang disebutkan di atas sudah dibuatkan tools oleh ACCURATE Accounting Software sehingga memudahkan Anda dalam perekaman data.

Selain input data perusahaan juga harus memastikan bahwa data yang direkam adalah data yang akurat dan lengkap, salah satu yang dapat digunakan untuk memastikan keakuratan maupun kelengkapan data adalah penggunaan pengendalian pada layar pemasukan data maupun menggunakan dokumen prenumbered dan tools ini pun disediakan oleh ACCURATE Accounting Software. Untuk posting kelengkapan data baru ada di ACCURATE ONLINE sedangkan untuk ACCURATE DEKSTOP belum didukung fitur posting kelengkapan data.

Selain memastikan keakuratan data yang tidak kalah pentingnya adalah memastikan bahwa kebijakan-kebijakan perusahaan diikuti seperti proses persetujuan transaksi dan kabar gembiranya ACCURATE ONLINE sudah dilengkapi dengan fitur persetujuan transaksi.

Proses kedua yaitu penyimpanan data, bagi perusahaan data perusahaan merupakan salah satu sumber daya yang berharga, namun ketersediaan data bukan merupakan hal yang cukup untuk dapat membuat perusahaan mampu menggunakan data-data tersebut untuk meningkatkan keunggulan bersaingnya. Untuk dapat berguna data harus dapat dengan mudah mangakses data kemudian menggunakannya. Data dikelompokkan dengan tujuan dapat memudahkan dalam proses temu kembali dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Data dapat disimpan dalam bentuk ledger maupun subsidiary ledger. Antara ledger dan subsidiary ledger memiliki control account, yang dapat digunakan untuk menjaga keakurasian data, ACCURATE Accounting Software dapat mencover hal ini.

Data-data dalam ledger diatur secara logis dengan pengelompokan data (coding) dengan cara-cara yang sistematis, yaitu :
  1. Sequence Code => data-data diberi kode nomor secara berurutan
  2. Block Code => data-data diberi nomor-nomor dengan jarak urutan tertentu berdasarkan jenis datanya
  3. Group Code => data-data diberi kode dengan menggunakan grup dan subgrup
  4. Mnemonic Code => data-data diberi kode dengan menggunakan huruf dan angka
Proses ketiga yaitu data processing, perusahaan harus melakukan pemrosesan data agar database tetap mutakhir. Proses tersebut adalah creating, reading, updating dan deleting (CRUD)
  • Creating, adalah proses pembuatan record baru, seperti merekam data karyawan baru
  • Reading, adalah proses mengambil atau membaca data sebelum disimpan
  • Updating, adalah proses pemutakhiran data sesuai dengan kegiatan aktivitas bisnis, misalnya mengubah nilai account receivable sesuai dengan pembayaran dilakukan oleh pelanggan
  • Deleting, adalah menghapus data sesuai dengan kebijakan penghapusan data yang ditetapkan oleh perusahaan

Proses terakhir dari siklus pemrosesan data yaitu penyajian informasi berupa laporan. Laporan yang dibutuhkan dapat berupa laporan tercetak ataupun dalam bentuk digital yang ditampilkan melalui tampilan layar. Salah satu kemampuan ACCURATE Accounting Software adalah kecepatan dalam membuat laporan, input transaksi langsung bisa dapat laporan di detik yang sama.

Sumber : Modul Chartered Accountant, Sistem Informasi dan Pengendalian Internal terbitan IAI 2015