NPWP 000000000000000 Ingin Masuk ke E-Faktur

  1. Pada pelanggan yang tidak diketahui NPWP nya tersebut masukkan kode NPWP / Tax Number nya 000000000000000.
  2. Pada saat di menu Report | SPT PPN / PPN BM | Masa XXX, pada Tab Export e-SPT / e-Faktur, agar mencentang informasi “di Pajak Keluarannpwp 000 ingin mendapatkan jatah nomor seri
  3. Selanjutnya Anda bisa mengekspor SPT biasa dari fitur Export e-Faktur, kemudian simpan file CSV nya dan kemudian import ke e-Faktur.

 

(Available for V5)

Menggabungkan Detail Barang Menjadi Satu Baris Di Template SI

Berikut ini langkah-langkah menjadikan satu baris item yang di tarik dari beberapa Delivery Order (DO) yang berbeda dengan jumlah qty dan amount tertotal di dalam template SI :

  • Klik menu Setup | Form Template.
  • Klik New | Isikan nama template dan juga tipe dari templatenya tersebut | Ok.
  • Pilih Design as FRF | Klik Page2 | klik satu kali pada IBX ketiga dari kiri layar tampilan | tekan F11.edit sql pada DO
  • Solcen2Klik SQL | ganti SQL-nya menjadi seperti berikut ini:
  • Select
    a.ARINVOICEID,
    0 as SEQ,
    0 as USEDINSIID,
    ” as USEDINSI,
    ” as INVOICENO,
    ” as PONOFROMDO,
    ‘Penjualan’ as ITEMNO,
    ‘===’ as ITEMOVDESC,
    Sum(a.QUANTITY) as Quantity,
    ” as ITEMDISCPC,
    0 as BRUTOUNITPRICE,
    0 as UNITPRICE,
    0 as ITEMHISTID,
    0 as ITEMCOST,
    0 as ITEMCOSTBASE,
    ” as ITEMUNIT,
    1 as UNITRATIO,
    1 as ITEMTYPE,
    ” as UNIT1,
    ” as UNIT2,
    ” as UNIT3,
    1 as RATIO2,
    1 as RATIO3,
    ” as NOTES,
    ” as INVENTORYGLACCNT,
    ” as COGSGLACCNT,
    ” as SALESGLACCNT,
    ” as SALESDISCOUNTACCNT,
    ” as GOODSTRANSITACCNT,
    ” as TAXCODES,
    Sum(a.TAXABLEAMOUNT1) as TAXABLEAMOUNT1,
    Sum(a.TAXABLEAMOUNT2) as TAXABLEAMOUNT2,
    ” as ITEMRESERVED1,
    ” as ITEMRESERVED2,
    ” as ITEMRESERVED3,
    ” as ITEMRESERVED4,
    ” as ITEMRESERVED5,
    ” as ITEMRESERVED6,
    ” as ITEMRESERVED7,
    ” as ITEMRESERVED8,
    ” as ITEMRESERVED9,
    ” as ITEMRESERVED10,
    ” as SOID,
    ” as SOSEQ,
    ” as SONO,
    ” as PONOFROMSO,
    0 as DEPTID,
    ” as DEPTNO,
    ” as DEPTNAME,
    0 as PROJECTID,
    ” as PROJECTNO,
    ” as PROJECTNAME,
    1 as WAREHOUSEID,
    ” as WPIName,
    0 as QuoteID,
    ” as QuoteNo,
    ” as SNLine,
    0 as SNExpDate,
    Sum(a.QTYCONTROL )as QtyControl
    From TEMPLATE_ARINVDET(:ARINVOICEID, 0) a
    Where 1=1
    and (a.GroupSeq is null or (a.GroupSeq is not null
    and (Exists (select s.Seq from ARINVDET s
    inner join Item it on it.itemNo=s.ItemNo and it.ItemType=3
    where it.MinimumQty=1 and s.ARInvoiceID=a.ARInvoiceID and s.Seq=a.GroupSeq))))
    group by a.ARINVOICEID
  • Klik Designer | Double klik di bagian Item Descriptionnya.
  • Ganti text editornya menjadi 1 lot dari Invoice No. [Invoice Number] | klik tanda ceklist.
  • Di bagian Amount di double klik, ganti rumusan yang ada di text editor menjadi:                              [ [Invoice Amount] – [Freight] – [Tax 1 Amount] – [Tax 2 Amount] + [Discount] ] | klik tanda ceklist
  • Di kolom Sub Total, ganti juga rumusnya dengan:                                                                                [ [Invoice Amount] – [Freight] – [Tax 1 Amount] – [Tax 2 Amount] + [Discount] ]
  • Close dan Klik Yes

 

(Available for V4 & V5)

Muncul Error Unable to Edit/Delete “Down Payment xxx”… Invoice(s) Exist

Saat kita ingin menghapus atau mengedit transaksi Sales Invoice, kemudian muncul error seperti pada gambar dibawah ini:

error unable edit/delete

Penyebabnya adalah Sales Invoice Down Payment (DP) tsb ada ter-settle di invoice lain. Meskipun kita sudah menghapus pembayaran Sales Receipt atas invoice Down Payment tsb, error akan tetap muncul.

Solusinya adalah, hapus terlebih dahulu Sales Invoice yang men-settle DP tersebut dari menu List | Sales | Sales Invoice. Pilih invoice-nya kemudian klik kanan Delete.

Jika kita tidak mengetahui Invoice mana yang menggunakan DP tersebut, kita bisa melihatnya dari Laporan “Down Payment Used by Sales Invoice”. Caranya: Pilih menu Report | Index to Report | Sales Report lalu pilih Down Payment Used by Sales Invoice.

(Available for V4 & V5)

Error Alamat Harus Diisi pada saat Input Pesanan Pembelian

Pesanan Pembelian adalah fitur pada Accurate Online yang berfungsi untuk mencatat pesanan kepada pemasok atas barang yang akan dibeli.

Jika pada saat membuat PO tersebut menemukan Error “Address Required” atau “Alamat harus diisi” seperti gambar berikut:error pada saat input pesanan pembelian di accurate online

Maka silahkan isi informasi alamat kirim pada tab ialamat kirim pada pesanan pembelian

Selanjutnya klik Simpan.

 

(Available for AOL)

ERROR IN ACTION ExecuteAction pada Saat Install ACCURATE

Pada saat Install ACCURATE Software muncul notifikasi “Error in action ExecuteAction saat install ACCURATE” berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

  1. Setelah muncul notifikasi tersebut silahkan klik OKerror pada saat install accurate
  2. Selanjutnya tutup proses instalasi Accurate nya.
  3. Pastikan di menu Program Files | CPSSoft | tidak ada folder ACCURATE 5 dan ACCURATE 5 License Service, hapus folder tersebut jika ada dengan klik kanan | delete.
  4. Kemudian cek ke menu Program Files | Firebird | klik 2x, dan jika ada Firebird_25 maka hapus folder tersebut.hapus folder firebird_25
  5. Selanjutnya jika windows yang digunakan adalah windows xp, maka install pacth dengan cara klik disini untuk link downloadnya.
  6. Jika Anda menggunakan windows 7, 8 dan 10 maka bisa menggunakan patch untuk windows xp dan selanjutnya install kembali 1 patch yang bisa di download disini.
  7. Setelah install patch-nya, selanjutnya restart komputer.
  8. Lalu turn off windows firewall di menu start | control panel | windows firewall dan turn off juga antivirus sesuai dengan antivirus masing-masing komputer.
  9. Download kembali installer ACCURATE disini  dan jika tidak ada build yang sama dengan sebelumnya maka Anda dapat klik download versi sebelumnya.
  10. Setelah di download, silahkan install kembali ACCURATE 5 nya.

 

 

(Available for V5)

Variance Expense Pada ACCURATE Software

Variance Expense Account yang jika kita menggunakan ACCURATE Enterprise dapat dilihat di report Profit And Loss bagian COGS/HPP adalah akun yang menampung nilai selisih dari Standard Cost dan Actual Cost saat produksi selain itu juga ada hal-hal lain yang mengakibatkan adanya variance seperti uraian berikut:

Point. 1 Ada nya Perbedaan antara Standard Cost dengan Actual Cost

Standard Cost disini adalah Cost yang ada di Work Order (WO). Pada saat kita buat WO, by default Standard Cost WO tsb diambil dari setting Item Standard Cost (List – Manufactures – Standard Items Costs) yang efektif berlaku di saat WO tsb dibuat, namun cost di WO tsb masih dapat kita rubah saat kita buat WO atau dengan mengedit WO, saat WO di edit jika sudah ada Product Result dari WO tsb, akan di update mengikuti Cost WO yang sudah di update manual Cost nya, jika mengikuti cost di WO. WIP dari Standard Cost di jurnal pada saat kita buat Product and Material Result.

Sedangkan Actual Cost dari Pengeluaran Material-material dan alokasi biaya-biaya waktu kita Period End untuk WO. Pengeluaran Raw Material mengikuti aturan cost yang digunakan database bersangkutan apakah FIFO atau Average. WIP dari Actual Cost dijurnal waktu kita ada pengeluaran material dari Material Release & Alokasi biaya waktu Period End.

Yang dapat meminimalkan nilai variance yang terjadi akibat dari selisih Standard dan Actual Cost adalah seringnya kita update Standard Items Cost (List  – Manufactures – Standard Items Cost) misal disesuaikan dengan Actual Cost dan WO langsung atau segera di buat Material Release nya untuk pengeluaran bahan bakunya segera.

Point. 2 Close/Stopped WO

Saat kita Stopped Work Order dimana dianggap WO sudah tidak dilanjutkan lagi, sedangkan Raw Material yang sudah dikeluarkan dari Material Release ada kurang atau melebihi dari bahan baku yang di perlukan oleh Product barang jadi yang sudah di Result untuk WO tsb, maka nilai selisih tsb akan dialokasikan ke Variance Expense saat kita Period End di akhir bulan.

Point. 3 Pengeluaran Raw Material yang tidak ada di WO

Kita ada buat Material Release bahan baku yang tidak ada di formulir WO yang kita pilih, dan secara total jadi menambah Actual Cost menjadi lebih besar dari Standard Cost.

Kita bisa menghindari terjadinya/teralokasinya Variance akibat dari adanya penggunaan bahan baku diluar Formula, cara nya dengan mencentang option “Auto Update from Release” yang ada di form WO. Sehingga penambahan/penggunaan material diluar formula tsb otomatis ditambahkan di Formula WO dan akan menambah Standard Cost (Cost Barang Jadi) atas WO tsb selain Actual Cost saat Material Release.

(Available for V4 & V5)

Menampilkan Status Full Receipt Pada Report Open Purchase Order by Item

Menampilkan Status Full Receipt Pada Report Open Purchase Order by Item pada ACCURATE artinya barang sudah semuanya diterima ketika membuka report Open Purchase Order by Item.

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menampilkan Status Full Receipt:

  1. Pilih menu Report | Index to Report | Purchase Report | Open Purchase Order by Item.
  2. Klik report tsb, kemudian ke tab Selected Columns & Filters.
  3. Pada kolom Item Status, ceklist filter untuk Full Received.
  4. Klik OK.
  5. Klik Icon Designer.
  6. Pada tab Data, double click pada kotak IBX.AND (PO.PODATE <= :PARAMDATE1) AND (PODET.QUANTITY > PODET.QTYRECV) AND (PO.CLOSED=0)

    Di SQL, pada baris:

    diganti menjadi :

    AND (PO.PODATE <= :PARAMDATE1) AND (PO.CLOSED=0)

  7. Lalu klik tanda ceklist.
  8. Klik save, lalu simpan report dengan format FR3.
  9. Untuk memanggil report masuk ke database, silahkan diimport report FR3 caranya klik disini

 

(Available for V4 & V5)

Menjumlahkan Variable Reserved / Custom Field Pada Report

Kemudian Custom Field tsb diaktifkan pada modul inputan transaksi dari menu Setup | Form Template | pilih modul template transaksi yang dimaksud | pada tab Detail ada Reserved 1 s/d 10 | Aktifkan dengan centang pada kotak Screen dan Print untuk variable Reserved yang ingin diaktifkan.
Setelah dibuatkan template tersebut maka siap digunakan untuk penginputan transaksi di bagian kolom Reserved/Custom Field yang dibuatkan tadi.
Di bawah ini contoh Ilustrasi dari modul Purchase Invoice dan Report yang digunakan adalah Report Purchase by Item Detail:
  1. Mangaktifkan kolom Reserved di Modul (Screen) dan Template (Print):template screen dan print
  2. Gunakan template yang sudah dibuat tadi dan input di kolom A, B dan C sesuai kebutuhan:tampilan kolom tambahan pada invoice
  3. Aktifkan kolom A, B dan C serta Calculated Field 1, 2 dan 3 di Report Purchase by Item Detail:modifikasi report
  4. Beri centangan pada kolom Calculated Field 1, 2 dan 3 kemudian inputkan Rumus untuk masing-masing Calculated Field seperti berikut:contoh rumus calculate field
  5. Pada menu Groups | di bagian Invoice No | aktifkan kotak Show Footer | beri centangan pada Calculated Field 1, 2 dan 3 lalu samakan centangan yang aktif seperti pada gambar ilustrasi:modify group report
  6. Berikut contoh tampilan hasilnya untuk penjumlahan Reserved/Custom Field:hasil penjumlahan calculate field

 

 

(Available for V4 & V5)

Menampilkan Total di Akhir Halaman Saja Pada Template VAT Invoice Local

Berikut Langkah-langkahnya:
  1. Buka menu Setup | Form Template | Klik tombol New | Template | Isikan Template Name | pilih tipe template VAT Invoice Local | lalu Layout nya Default | klik OK.
  2. Setelah selesai membuat template maka silahkan klik tombol Designer.
  3. Akan muncul tampilan Designer templatenya, pada kotak kolom bagian variable [SubTot_] silahkan diklik 2x sampai muncul kotak pengeditan rumusannya,
  4. Ketika sudah mucul maka bisa diubah rumusan di kotak bagian bawahnya seperti berikut:setting halaman invoice vatjika sudah maka bisa disimpan dengan mengklik tanda centang/ceklist.
  5. Tambahkan kotak memo baru dengan cara mengklik icon Insert Rectangle Object setting templatemisalkan di bagian ini:rumus halaman invoice vatkemudian isikan rumusan di kotak pertama seperti contoh berikut:rumus halaman Hal [PAGE#] dari [TOTALPAGES]
  6. Template sudah selesai diedit dan silahkan klik tombol Save lalu template sudah siap untuk digunakan.

(Available for V4 & V5)

Menampilkan Item Dimension di Report Product Result List Detail

Caranya adalah sebagai berikut:
  • Masuk ke dalam Report | Index To Report | Report Manufacture | Report Product Result List Detail.
  • Kemudian masuk ke dalam Modify | Available columns | checklist di bagian Custom Field yang akan digunakan (misalnya CustomField1 – CustomField5).
  • Masuk ke tab Columns & Filters | Selected Columns & Filter | checklist di bagian Custom Field yang tadi sudah di pilih.
  • Klik tab Designer | Data | First_Query | ganti SQL-nya menjadi:

SELECT
PRODRESULTDET_ITEMNO.ITEMNO COLUMNVALUE_1,
PRODRESULTDET_ITEMNO.ITEMNO PRIMARYKEYVALUE_173,
PRODRESULTDET_ITEMNO.ITEMDESCRIPTION COLUMNVALUE_2,
PRODRESULTDET.QUANTITY COLUMNVALUE_3,
PRODRESULTDET.ID PRIMARYKEYVALUE_30001,
PRODRESULTDET.UNIT COLUMNVALUE_4,
PRODRESULTDET.PORTION COLUMNVALUE_5,
PRODRESULTDET.COST COLUMNVALUE_6,
DATA_COUNT.DATACOUNT COLUMNVALUE_7,
DATA_COUNT.DATACOUNT PRIMARYKEYVALUE_50001,
PRODRESULT.RESULTDATE COLUMNVALUE_8,
PRODRESULT.ID PRIMARYKEYVALUE_10001,
PRODRESULT.RESULTNO COLUMNVALUE_9,
PRODRESULT_WODETID_WOID.WONO COLUMNVALUE_10,
PRODRESULT_WODETID_WOID.ID PRIMARYKEYVALUE_18,
PRODRESULT_WODETID.JOBDESCRIPTION COLUMNVALUE_11,
PRODRESULT_WODETID.ID PRIMARYKEYVALUE_16,
GET_PRODRESULTPORTION.PORTION COLUMNVALUE_12,
GET_PRODRESULTPORTION.ID PRIMARYKEYVALUE_20001,
PRODRESULTDET_ITEMNO.DIMHEIGHT COLUMNVALUE_13,
PRODRESULTDET_ITEMNO.DIMWIDTH COLUMNVALUE_14,
PRODRESULTDET_ITEMNO.DIMDEPTH COLUMNVALUE_15,
PRODRESULTDET_ITEMNO.WEIGHT COLUMNVALUE_16,
PRODRESULTDET_ITEMNO.DELIVERYLEADTIME COLUMNVALUE_17
FROM
PRODRESULT PRODRESULT
LEFT OUTER JOIN GET_PRODRESULTPORTION (PRODRESULT.ID) ON PRODRESULT.ID = GET_PRODRESULTPORTION.ID
LEFT OUTER JOIN PRODRESULTDET ON PRODRESULT.ID = PRODRESULTDET.ID
LEFT OUTER JOIN GET_REPORTCUSTOMFIELD ON 1=1
LEFT OUTER JOIN DATA_COUNT ON 1=1
LEFT OUTER JOIN ITEM PRODRESULTDET_ITEMNO ON PRODRESULTDET.ITEMNO=PRODRESULTDET_ITEMNO.ITEMNO
LEFT OUTER JOIN WODET PRODRESULT_WODETID ON PRODRESULT.WODETID=PRODRESULT_WODETID.ID
LEFT OUTER JOIN WO PRODRESULT_WODETID_WOID ON PRODRESULT_WODETID.WOID=PRODRESULT_WODETID_WOID.ID
WHERE 1=1
AND (PRODRESULT.RESULTDATE BETWEEN :PARAMDATE1 AND :PARAMDATE2)
ORDER BY
PRODRESULT.RESULTDATE ASC,
PRODRESULT.RESULTNO ASC

  • Klik tanda checklist
  • Tutup dengan klik tanda (x) | ketika mendapatkan konfirmasi apakah akan save report tersebut dalam .fr3 maka klik Yes | save.

Contoh report silahkan di download disini

 

(Available for V4 & V5)