INFORMASI TERKAIT TARIF BARU PPN (11%) PADA ACCURATE 5

TIPS : INFORMASI TERKAIT TARIF BARU PPN (11%) PADA ACCURATE 5

Berikut ini beberapa informasi yang perlu anda ketahui dan lakukan pada database Accurate versi 5 anda terkait dengan adanya perubahan tarif PPN menjadi 11% (sebelumnya 10%) per tanggal 1 April 2022 :

  • Menyelesaikan Penginputan Transaksi Yang Dikenakan PPN s/d 31 Maret 2022

Sebelum melakukan pengubahan tarif PPN yang baru yaitu menjadi 11%, pastikan semua transaksi yang dikenakan PPN, baik transaksi penjualan (Pesanan ataupun Faktur) ataupun pembelian (Pesanan ataupun Faktur Pembelian) sampai dengan Tanggal Transaksi 31 Maret 2022 sudah diinput di database Accurate 5. Sedangkan untuk transaksi penjualan ataupun pembelian yang dikenakan PPN tertanggal 1 April 2022 dan seterusnya, ditunda terlebih dahulu penginputannya sampai transaksi penjualan/pembelian sebelum 1 April 2022 selesai diinput.

  • Mengubah Tarif PPN Pada Database Anda.

Jika semua transaksi yang dikenakan PPN sebelum 1 April 2022 telah selesai diinput di database Accurate 5 anda, lakukan pengubahan tarif PPN dengan tarif yang baru, dengan cara sebagai berikut ini :

  1. Masuk ke menu Daftar [List] | Kode Pajak [Taxes]

2. Klik pada baris Pajak Pertambahan Nilai yang digunakan lalu klik ‘Ubah’ atau klik 2x pada baris Pajak Pertambahan Nilai.

3. Ubah menjadi 11 pada kolom % Nilai lalu klik ‘Ok’ untuk menyimpannya.

 

Selanjutnya silakan lakukan penginputan transaksi penjualan/pembelian yang dikenakan PPN dengan tarif baru (transaksi penjualan/pembelian mulai per tanggal 1 April 2022 dan selanjutnya).

  • Tidak Melakukan Pengubahan Informasi Terkait Pajak Pada Transaksi Sebelum 1 April 2022

Pada transaksi penjualan/pembelian yang dikenakan PPN sebelum 1 April 2022, JANGAN lakukan pengubahan informasi terkait pajak pada Formulir Transaksi Pesanan Penjualan [Sales Order], Faktur Penjualan [Sales Invoice], Pesanan Pembelian [Purchase Order] dan Faktur Pembelian [Purchase Invoice] yang telah diinput di database Accurate 5 anda.

Pengubahan informasi terkait pajak yang dimaksud adalah sebagai berikut ini :

 1. Centangan ‘Kena Pajak [Cust/Vendor Is Taxable]’

Jangan melakukan pengubahan pada informasi ‘Kena Pajak’ pada transaksi-transaksi yang telah diinput sebelum tanggal 1 April 2022, yaitu dengan melepaskan centangan informasi ‘Kena Pajak’ kemudian mencentang-nya kembali. Karena jika hal ini dilakukan, maka tarif PPN pada transaksi tersebut akan berubah sesuai dengan tarif PPN yang telah diubah.

2. Kode Pajak pada Baris Barang/Jasa

Tidak melakukan pengubahan Kode Pajak pada baris barang, yaitu dengan menghapus kode pajak kemudian mengisikannya kembali. Jika hal ini dilakukan, maka nilai PPN akan tersesuaikan dengan nilai pajak yang baru (sesuai pengubahan pada Daftar Kode Pajak).

  • Bagaimana Jika Ingin Mengubah Transaksi Sebelum 1 April 2022 ?

Jika pengubahan yang dilakukan diluar informasi pajak seperti yang disebutkan pada penjelasan sebelumnya, maka tidak akan mengubah nilai PPN-nya. Misalnya, jika akan mengubah jumlah kuantias barang, menambahkan barang baru, menambahkan keterangan atau mengubah keterangan, dsbnya. Selama pengubahan yang dilakukan tidak terkait dengan Informasi Pajak pada formulir transaksi tersebut.

  • Bagaimana Dengan Transaksi Pesanan sebelum Tanggal 1 April 2022 ?

Transaksi Pesanan Penjualan ataupun Pesanan Pembelian sebelum 1 April 2022 dan baru akan dibuat Faktur-nya di bulan April 2022, perlakukan nilai PPN pada transaksi Faktur-nya akan mengikuti nilai PPN yang telah dilakukan pengubahan yaitu 11%. Sedangkan transaksi Pesanannya tetap senilai 10%.

Sebagai ilustrasi : Pesanan Penjualan per tanggal 4 Maret 2022 senilai Rp 5.500.000 (termasuk PPN 10%) telah diinput di Accurate 5 sebelum dilakukan pengubahan tarif PPN-nya. Dan akan difakturkan pada tanggal 2 April 2022 (tarif PPN pada database Accurate 5 telah diubah menjadi 11%), maka nilai faktur-nya akan sebesar Rp 550.000.

 

  • Disarankan Untuk Mengaktifkan Fitur Pembatasan Penginputan Periode Transaksi

Berdasarkan informasi yang telah disebutkan diatas, sangat disarankan untuk mengaktifkan fitur pembatasan dalam penginputan transaksi berdasarkan periode transaksi. Langkah ini dilakukan dalam rangka mencegah adanya kesalahan pengubahan atau penginputan (human error) pada transaksi di periode yang lalu, khususnya sebelum 1 April 2022.

Untuk mengetahui bagaimana cara mengaktifkan fitur ini serta penjelasannya, silakan klik disini

  • Bagaimana jika ada transaksi sebelum 1 April 2022 yang terlupa (terselip) diinput namun tarif PPN sudah diubah ?

Pada kasus seperti ini, maka saat anda lakukan penginputan nilai PPN-nya akan mengikuti tarif PPN yang berlaku saat itu, yaitu Nilai PPN yang telah diubah menjadi 11%. Walaupun tanggal transaksi yang anda input adalah sebelum 1 April 2022.

Dan jika ingin tarif PPN-nya adalah 10%, maka anda perlu melakukan beberapa hal berikut ini :

  1. Menghentikan sementara semua penginputan transaksi yang dikenakan PPN mulai per 1 April 2022 dan seterusnya (berlaku untuk semua pengguna).
  2. Melakukan pengubahan Nilai PPN menjadi 10% melalui menu Daftar | Daftar Lainnya | Kode Pajak.
  3. Jika anda mengaktifkan fitur pembatasan penginputan periode transaksi, non-aktifkan terlebih dahulu melalui menu Persiapan | Informasi Perusahaan.
  4. Menginput transaksi tersebut pada database accurate 5.
  5. jika sudah selesai dilakukan penginputan, maka lakukan pengubahan kembali atas Nilai PPN-nya yaitu menjadi 11% dan lakukan penginputan transaksi yang dikenakan PPN setelah 1 April 2022.

Menampilkan Widget Pengingat Piutang / Hutang pada Accurate Online

Menampilkan Widget Pengingat Piutang / Hutang

Pada Accurate Online untuk menampilkan beberapa kegiataan di masa yang akan datang, maka Anda dapat menggunakan Widget Kegiatan Mendatang.

Beberapa kegunaan dari Widget Kegiatan Mendatang antara lain bisa digunakan untuk menampilkan Piutang / Hutang yang akan jatuh tempo, seperti halnya di Reminder pada Accurate Desktop.

Bagaimana cara menggunakan Widget Kegiatan Mendatang, berikut ini langkah-langkahnya:

1. Login ke Accurate.id dan bukalah database yang Anda gunakan.

2. Pada bagian Dashboard klik tanda anak panah untuk dapat menampilkan tombol Tambah Widget.

9

3. Selanjutnya klik tombol Tambah Widget, kemudian pilih Kegiatan Mendatang.

10

 

4. Setelah tampil Widget Kegiatan Mendatang, klik Edit/Delete untuk mengatur setting periode waktu yang akan ditampilkan pada widget tsb.

11

 

5. Anda dapat mengatur periode widget tsb apakah Seminggu, 2 Minggu, Sebulan atau 3 Bulan.

12

 

6. Jika telah ditentukan klik Simpan.

7. Pada contoh gambar di bawah, terlihat bahwa dalam 3 bulan kedepan ada 2 transaksi hutang dan piutang yang akan jatuh tempo.

13

Untuk vidoe tutorialnya bisa ditonton dibawah ini……….

 

Uninstall Accurate Online Private Cloud

Berikut langkah-langkah uninstall accurate online private:

1. Pastikan database yang ada di hardisk c atau hardisk selain c yaitu folder aol-data sudah di backup di desktop atau hardisk internal dan external. Saat di backup pastikan tidak ada user yang sedang mengakses accurate online private.

Warning :
Penghapusan folder aol-data akan mengakibatkan database yang sudah dibuat hilang dan tidak dapat diakses dan direstore kembali. 

aol data

 

2. Ke menu C:\Program Files\CPSSoft\Accurate Online Private Cloud | klik uninstall . Pastikan sudah terhapus folder CPSSoft dan ACCURATE Online Private Cloud

12

Booking Training Sekarang Klik Disini | Untuk Video Tutorial Klik Disini

Instalasi Accurate Online Private Cloud

Instalasi AOL Private Cloud

Berikut ini panduan untuk melakukan instalasi Accurate Private Cloud. Anda bisa mendownload installer Accurate Online Private Cloud disini

  1. Sebelum melakukan instalasi Accurate Online Private Cloud pada komputer anda, pastikan komputer yang digunakan sudah memenuhi spesifikasi dasar untuk melakukan proses instalasi Accurate Online Private Cloud. Informasi terkait spesifikasi ini, bisa anda lihat disini.
  2. Setelah installer anda download, klik 2x untuk memulai proses intalasi Accurate Online (AOL) Private Cloud, kemudian klik ‘Yes’ untuk melanjutkan dan ‘Next’.

 

  • Pada tahapan Terms & Conditions silakan klik informasi ‘I Accept…’ kemudian klik ‘Next’ untuk melanjutkan proses instalasi.

  • Selanjutnya anda akan diinformasikan alamat aplikasi AOL Private Cloud ter-install yaitu secara default berada di C:\Program Files\CPSSoft\Accurate Online Private Cloud, klik ‘Next’ untuk melanjutkan.

  • Setelah menginformasikan alamat aplikasi AOL Private Cloud tersimpan, anda juga akan diinformasikan alamat default database AOL Private Cloud anda tersimpan, yaitu C:\aol-data. Ini PENTING, untuk memastikan dimana alamat database AOL Private Cloud anda tersimpan. Karena jika folder ini terhapus, maka anda TIDAK bisa meng-akses database AOL anda.  NOTE : anda bisa mengubah alamat penyimpanan database AOL Private Cloud sesuai dengan kebutuhan anda, dengan mengklik folder ‘Browse’. Seperti pada ilustrasi, alamat penyimpanan di ubah ke D:\ dengan nama folder AOL Database.

  • Jika sudah memastikan dimana alamat penyimpanan Database AOL anda, klik ‘Next’ dan akan dikonfirmasi terkait alamat aplikasi AOL Private Cloud terinstall dan alamat penyimpanan database anda. Jika sudah tidak ada yang perlu diubah, silakan klik ‘Next’ untuk memulai proses instalasi AOL Private Cloud anda.

  • Tunggu hingga proses instalasi selesai dilakukan, sampai terdapat konfirmasi seperti pada gambar berikut ini, klik ‘Finish’ dan otomatis akan terbuka web browser dengan alamat localhost:8765 untuk melakukan registrasi AOL Private Cloud anda.

NOTE :

  • Satu komputer hanya bisa dilakukan register AOL Private Cloud satu kali saja, selanjutnya hanya bisa dilakukan proses migrasi pada komputer tersebut (termasuk register untuk melakukan trial).
  • Untuk melakukan perubahan alamat email AOL Private Cloud silakan mengikuti panduan disini.

Setting Printer Dot Matrix LX-300 dan LX-310 pada Accurate Online

Setting Printer Dot Matrix LX-300 dan LX-310

 

Berikut  panduan cara setting printer Dot Matrix LX-300 dan  LX-310 pada Accurate Online :

1. Download AOL Direct Print dengan klik disini kemudian install pada komputer yang akan digunakan untuk mencetak formulir Desain Cetakan dengan printer Dot Matrix.

2. Selanjutnya pada  masuk menu Start | Devices & Printers  lalu klik printer LX-310 kemudian klik Print Server  Properties.

 

 

3. Checklist Create New Form lalu masukkan pada Form Name misalkan AOL lalu masukkan Width dan Height nya sesuai dengan ukuran kertas yang telah kita ukur melalui penggaris, kemudian klik save form | klik ok

 

4. Selanjutnya klik kanan printer LX-310 lalu klik Printer Preferences kemudian klik Paper/Quality |  Paper Source  ganti menjadi Tractor kemudian klik Advanced.

 

5. Paper Size ganti dengan form yang sudah dibuat dan untuk print quality pilih 240 x 144 dots per inch, lalu klik OK.

 

6. Klik kanan printer LX-310 lalu klik Printer Properties kemudian klik Device Setting dan pastikan  Manual Feed dan Tractor ke AOL.

 

7. Setelah melakukan pengaturan pada Printer dikomputer anda, selanjutnya adalah melakukan pengaturan ukuran kertas pada Desain Cetakan di Accurate Online, yaitu melalui menu Pengaturan | Desain cetakan, dan pilih Tipe pilih layout dasar yang sesuai yaitu misalnya Desain A5 Dotmatrix, jika ukuran kertas yang digunakan adalah A5

 

8. Kemudian Width dan Height masukkan sesuai yang dibuat sebelumnya (Custom New Form) | klik simpan jika sudah selesai dan bisa klik close designer.

9. Selesai melakukan pengaturan tersebut, anda bisa lakukan cetak Formulir Desain Cetakan dari formulir yang sesuai dan klik ‘Cetak’.

 

(Available for AOL version)

Cara Menambah Saldo untuk Perpanjang Database AOL

Tambah Saldo

 

Bagi user yang sudah melakukan aktivasi database, maka proses untuk perpanjangan database dengan cara melakukan transaksi tambah saldo yang prosesnya sebagai berikut :

1.  Login ke ACCURATE Online Anda, lalu buka halaman Area Penagihan

Area Penagihan

 

2. Pada halaman Billing Area, pilih database yang ingin ditambah saldonya.

 

3. Setelah database yang diinginkan terbuka, klik Tambah Deposit

 

4. Isi nilai deposit yang ingin ditambahkan, lalu klik Lanjutkan

 

5. Setelah klik Lanjutkan akan tampil halaman informasi pembayaran (dan juga dikirimkan email), silahkan transfer sesuai informasi yang diberikan ke nomor BCA Virtual Account yang tampil dan atau bisa melakukan pembayaran dengan kartu kredit.

6. Apabila pembayaran telah dilakukan, dan pembayaran Anda sudah terproses, maka Anda akan menerima email Faktur Penjualan

7. Saldo Anda, bisa di cek dari Area Penagihan | Klik Nama Database | Kolom Saldo Deposit.

Panduan Ekspor-Impor Transaksi Penjualan/Pembelian dari AOL ke E-Faktur Dekstop

Panduan Ekspor-Impor Transaksi Penjualan/Pembelian dengan PPN Pada AOL Ke E-Faktur Desktop

 

Berikut ini panduan untuk melakukan ekspor-import transaksi Penjualan/Pembelian dengan PPN pada AOL ke E-faktur Desktop :
1.  Setting Regional and Language pada Komputer (control panel | regional and language) dan pastikan setinggan:
– Format : Indonesia
– Decimal Symbol : Tanda Koma
– Digit Grouping Symbol : Tanda Titik

1

 

2. Setting Company Tax Information dapat dibuka dari menu Pengaturan | Preferensi | Pajak

2

 

3.  Memasukkan Nomor Seri Pajak yaitu  Klik menu Pengaturan | Penomoran Pajak.

3

 

4.   Membuat Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yaitu dari menu Perusahaan | Pajak.

4

 

5. Setting tipe pajak pelanggan dan pemasok yaitu dari  menu penjualan | pelanggan / pembelian | pemasok, doubleklik nama pelanggan / pemasok | klik tab pajak. Masukkan nomor NPWPtipe pajak dan kode dokumen.
– Pelanggan 

5

 

– Pemasok

6

 

6.  Selanjutnya, klik menu persediaan | barang dan jasa | klik nama barang, lalu masuk ke tab penjualan/pembelian. Pastikan pada bagian PPN telah diisi dan  pada bagian Dasar Pengenaan PPN, juga diisi dengan prosentase nilai yang dijadikan dasar perhitungan PPN.

7

 

7. Contoh transaksi faktur penjualan dan faktur pembelian  dikenai PPN

– Faktur Penjualan

8

 

9

 

– Faktur Pembelian

10

11

 

8. Selanjutnya ke menu laporan | SPT Masa PPN / PPN BM, masukkan nomor SPT Masa, periode yang akan dilaporkan dan juga tipe Pajak yang akan diexport, apakah Pajak KeluaranMasukan atau kedua-duanya.
– Tab Pajak Masukkan

12

 

– Tab Pajak Keluaran

13

 

9. Lalu untuk mengexport lawan transaksi, barang, pajak keluaran, pajak keluaran dengan pelanggan, retur keluaran, pajak masukan, retur masukan,  dokumen lain, dan retur dokumen maka bisa di klik efaktur seperti di lampiran:

14

 

Atau bisa di klik unduh semua dan akan terdownload file zip dan kemudian file zip nya di copy dan paste di folder dan di klik kanan | extract here untuk file zipnya.

10. Selanjutnya masuk ke aplikasi E-Faktur  dan pastikan untuk nomor referensi pajak sudah di rekam seperti di bawah ini:

15

 

16

 

11. Selanjutnya ke Tab Referensi | Barang/Jasa | Import

 

12. Pilih CSV barang dan jika sudah dipilih klik proses import 

 

 

13. Untuk memeriksa hasil import maka di klik Referensi | Barang/Jasa | Administrasi Barang/Jasa | klik F5

 

 

14. Selanjutnya import lawan transaksi Referensi | Lawan Transaksi | Import

 

15. Pilih CSV lawan transaksi dan jika sudah dipilih klik proses import 

16. Kemudian untuk mengeceknya adalah Tab Referensi | Lawan Transaksi | Administrasi Lawan Transaksi | Tekan F5 


1
7. Kemudian import Pajak Keluarannya atau Pajak Keluaran dengan pelanggan yaitu dari Faktur | Pajak Keluaran | Import 

18. Pilih CSV Pajak keluaran atau pajak keluaran dengan pelanggan dan jika sudah dipilih klik proses import 


19. Kemudian untuk mengeceknya PPN Keluaran yang sudah di import maka dari Tab Faktur | Pajak Keluaran | Administrasi Faktur | Tekan F5


20. Selanjutnya untuk Import PPN Masukkan dan Tab Dokumen Lain sama dengan PPN Keluaran

21. Kemudian  jika untuk posting Data Faktur untuk SPT dan sebagainya maka bisa di lanjutkan user .

 (Available for AOL)

 

 

 

Hitungan Barang Dipesan Ulang di Widget (Dashboard)

Hitungan Barang Dipesan Ulang di Widget (Dashboard)

 

Berikut cara perhitungan barang dipesan ulang  yang tampil di widget (dashboard):
1. Contoh tampilannya:

 

Rumusnya = (SPD * PT) + ((SPD * PT) – OP – OH)
                       = (1.92*1) + ((1.92*1)-20-(-40))
                       = 23,84 dan dibulatkan menjadi 24

Keterangan:
– SPD (sold per day) atau  Penjualan per hari rumusnya yaitu penjualan pertama sampai hari ini (tanggal di informasi kuantitas pesan) dalam rentang waktu 1 bulan ke belakang.   Dibagi dengan range tanggal yang tampil di informasi kuantitas pesanan dengan tanggal faktur penjualan yang pertama di 1 bulan kebelakang.

Contoh tanggal di informasi kuantitas pesan yaitu 7 Agustus 2019, maka  barang yg perlu di cek stok to reordernya adalah barang barang yg terjual sebulan terakhir (7 Juli – 7 Agustus 2019). Kuantitas yang terjual totalnya 25 dan tanggal faktur penjualan pertama 26 juli 2019, sehingga range dari 26 juli sd 7 agustus 2019 adalah 13 hari.

= 25/13 hari = 1.92

 

 

– PT (purchase time) : waktu yang dibutuhkan dari pesan barang sampai barang diterima

– OP (on purchase)  atau sedang dibeli yaitu kuantitas barang yang sedan dipesan atau baru dibuatkan pesanan pembelian (purchase order).

 

 

– OH (on hand)  atau stock adalah keseluruhan kuantitas barang.

 

(Available for AOL)

Pencatatan Konsinyasi Pada Accurate Online

Pencatatan konsinyasi dibagi menjadi 2, yaitu sebagai pihak yang menitipkan barang (Consignor) dan sebagai pihak yang menerima titipan (Consignee).

A. PENCATATAN SEBAGAI CONSIGNOR (PIHAK YANG MENITIPKAN BARANG)

Contoh Kasus : Perusahaan anda sebagai consignor menitipkan barang dagangan kepada PT. Mitra (sebagai consignee). Barang yang akan dititipkan tersebut, tersimpan di Gudang Pusat.

Langkah – langkah yang perlu dilakukan, sbb :

1. Buat Pelanggan Konsinyasi : dari menu Penjualan | Pelanggan, isikan informasi yang dibutuhkan terkait pelanggan tersebut dan pada tab Penjualan, centang informasi “Ya, Perusahaan menitipkan barang ke perusahaan ini” pada baris Konsinyasi. Dengan mencentang informasi tersebut, maka Accurate akan otomatis membuatkan Gudang dengan nama Pelanggan tsb, misalnya PT. Mitra. Informasi Daftar Gudang, bisa dilihat dari menu Persediaan | Gudang.

1

 

2. Saat barang dititipkan ke PT Mitra, buat Pesanan Penjualan sejumlah barang yang dititipkan.

Membuat Pesanan Penjualan ke Pelanggan yang akan dititipkan barang Perusahaan

 

3. Dan saat barang yang dititipkan dikirimkan ke PT Mitra, maka buat Pemindahan Barang dengan tipe ‘Kirim Barang’, pilih nama gudang dengan gudang pengambilan barang sedangkan Gudang Tujuan dengan nama gudang PT Mitra dan klik ‘Ambil’, pilih ‘Pesanan’dan pilih nomor transaksi Pesanan Penjualan yang dimaksud.

Mengirimkan Barang yang dititipkan ke Pelanggan

4. Jika barang yang dititipkan sudah diterima di gudang PT Mitra, lakukan pencatatan Terima Barang atas transaksi Kirim Barang di poin 2 tersebut.
xxxxxxxxxx

5. Dan jika barang yang dititipkan di PT Mitra terjual, maka buat Faktur Penjualan atas Pesanan Penjualan PT Mitra dan pilih nama Gudang dengan nama Gudang PT Mitra serta nama Penjualnya.
xxxxxxxxx

Membuat Faktur Penjualan atas barang titipan yang terjual

 

Faktur Penjualan ke Pelanggan yang dititipkan Barang oleh Perusahaan

 

6. Setelahnya lakukan proses penjualan seperti biasa, yaitu melakukan pencatatan Penerimaan Penjualan jika dilakukan pelunasan atas piutang tersebut.

Video tutorial….

B. PENCATATAN SEBAGAI CONSIGNEE (PIHAK YANG MENERIMA TITIPAN BARANG)

Contoh Kasus : Perusahaan anda selaku Consignee yaitu pihak yang menerima pentitipan barang. Ada Consignor yang menitipkan barang sebanyak 5 Set ke perusahaan anda. Pihak Consignor akan memberikan komisi sebesar Rp 40.000 per Set dari setiap barang yang terjual. Harga jual barang yang dititipkan adalah sebesar Rp 200.000.

Langkah – langkah yang perlu dilakukan adalah :

1. Buat akun baru dengan tipe Kewajiban Jangka Pendek (dari menu Buku Besar | Akun Perkiraan) dengan nama Hutang Consignor”. Akun ini nantinya akan digunakan untuk mencatat hutang ke Consignor atas penjualan barang konsinyasi ke konsumen.
xxxxx

2. Ke menu Pengaturan | Preferensi | Akun Perkiraan | kolom Penjualan pilih akun Hutang Consignor | Simpan.

Hutang

 

3. Buat barang baru (dari menu persediaan | barang dan jasa) dengan nama sesuai dengan nama item yang dititipkan, kemudian pada pengaturan akun-nya pilih akun “Hutang Consignor” (yang dibuat pada poin 1) untuk akun Penjualan, sehingga akan terjurnal akun Hutang Consignor pada saat barang konsinyasi terjual (diinput di Faktur Penjualan).

4

 

4. Buat Gudang Konsinyasi dari menu Persediaan | Gudang
xxx

5. Mencatat informasi Consignor sebagai Pemasok, yaitu dari menu Pembelian | Pemasok.
xxx

6. Membuat persediaan baru dengan tipe Non-Persediaan, yang berfungsi untuk melakukan pencatatan laporan ke pihak consignor atas barang konsinyasi yang telah terjual. Pada akun Beban pilih ke akun Hutang Consignor dan namakan persediaan tersebut dengan nama misalnya dengan Hutang Consignor.

Item Non-Persediaan

 

Memilih Akun Hutang Consignor untuk Akun Beban

 

7. Saat menerima barang dari Consignor, buatlah Faktur Pembelian dengan memilih pemasok Consignor, kemudian pilih barang yang dititipkan (pada poin 3) dan isikan kuantitas persediaan yang diterima dan pada kolom @harga isikan dengan angka nol. Karena ini merupakan barang titipan, tidak ada nilai persediaan ataupun hutang yang perlu dicatat oleh Perusahaan selaku Consignee.

Rak

 

8. Pada saat melakukan penjualan buatlah Faktur Penjualan, kemudian pilih barang konsinyasi-nya, isikan harga jual barang dan pilih gudang Konsinyasi. Dari transaksi ini akan ter-jurnal akun Hutang Consignor, informasi selengkapnya silakan lihat gambar terlampir.
xxxxxxxxx

Detail Barang Konsinyasi yang akan dijual

 

Faktur Penjualan Rak

 

Jurnal Penjualan untuk barang Konsinyasi

 

9. Saat melakukan laporan ke Consignor dan menerima tagihan atas penjualan barang konsinyasi, lakukan pencatatan pada Faktur Pembelian melalui menu Pembelian | Faktur Pembelian. Pada Formulir Faktur Pembelian, pilih nama pemasok Consignor, barang non persediaan yang dibuat pada poin 5 dan isikan kts-nya dengan angka 1 sedangkan harga diisikan dengan total penjualan barang konsinyasi, dalam contoh kasus adalah sebesar Rp 1.000.000. Sedangkan untuk komisi atas konsinyasi tersebut, bisa diisikan pada tab Biaya Lainnya dengan memilih akun Pendapatan Komisi, isikan dengan nilai minus (misalnya -Rp 200.000), sehingga mengurangi nilai total pembayaran ke Pemasok Consignor. Pencatatan Komisi bisa juga diakui saat pembayaran pemasok, yaitu dicatat sebagai nilai diskon.

7

 

9

 

10

 

Video tutorial …..

 

AOL Private Cloud Tidak Dapat Diakses

Layanan AOL Private Cloud “xxx” TIDAK Dapat Diakses. Pastikan Status Koneksi VPN Terhubung

Pada saat mengakses database Accurate Online Private tampil notifikasi :

“Layanan AOL Private Cloud “xxx” Tidak Dapat Diakses. Pastikan Status Koneksi VPN Terhubung”.

Salah satu penyebabnya adalah ACCURATE Online Private belum di aktivasi dan masa aktif (trial) sudah berakhir. Pengecekkannya bisa dilakukan dengan cara :

1. Akses tab baru di web browser server (komputer yang menginstall aplikasi accurate online private) dan ketikkan http://localhost:8765/

2. Selanjutnya klik info license | tampil masa aktif jika belum dilakukan aktivasi dan jika sudah melewati masa aktif, maka database tidak bisa di akses kecuali Anda membeli kode aktivasi server accurate online private.
Jika sudah di aktivasi server ACCURATE Online Private, maka tampil jenis lisensi adalah COMMERCIAL, sehingga mohon mengikuti panduan selanjutnya.

 

3. Jika sudah melakukan aktivasi dan tampil notifikasi diatas saat akses database yang perlu dilakukan adalah :

1) Pastikan di komputer server tidak sedang mengakes http://localhost:8765/, selanjutnya ke menu  Start | Control Panel | Administrative Tools | Services | Stop dan Start AOLPRIVATEAPPServer dan AOLPRIVATEDBServer

2. Selanjutnya klik Start | Run |  Cmd kemudian ketik ping 172.16.0.1  | enter (pastikan hasil ping nya reply dan printscreen tampilannya)

 

3. Masih di CMD, ketikan  telnet 172.16.0.1 55514 | enter (printscreen tampilannya)

4. Selanjutnya ke Control panel | Network and Internet | Network and Sharing Center | Change Apdater Setting,  pastikan koneksi internet yang digunakan komputer server tidak silang berwarna merah. Jika silang, mohon  IT Administrator anda melakukan pengecekkan koneksi internet tsb. (printscreen tampilannya)

5. Selanjutnya, off kan windows firewall dan antivirus dan restart Komputer server accurate online private

6. Jika sudah mengikuti langkah 1 sd 5, bisa di coba akses kembali http://localhost:8765/ dan database aol private.

7. Jika masih tidak bisa mengakses database accurate online private, email ke support@cpssoft.com dengan melampirkan:

1) Printscreen notifikasi error
2) Printscreen hasil dari  tampilan 2 sd 4
3) Log aol private yang ada di menu C:\Program Files\CPSSoft\Accurate Online Private Cloud\logs
4) Untuk panduan printscreen bisa dilihat disini

(Available for AOL Private)