Muncul Error Saat Menyimpan Transaksi Pencatatan Gaji Pada Accurate Online

Error : “Akun Beban Gaji/Tunjangan xxxx Harus Diisi” Saat Menyimpan Transaksi Pencatatan Gaji

 

Muncul Error Saat Menyimpan Transaksi Pencatatan Gaji Pada Accurate

Error Saat Menyimpan Pencatatan Gaji

Jika pada saat menyimpan transaksi Pencatatan Gaji. tampil pesan error seperti diatas, lakukan pengecekan pada keterangan error yang tampil tersebut. Pada contoh diatas pesan error-nya adalah ‘Akun Beban Gaji/Tunjangan Potongan Gaji harus diisi’. Dari pesan error tersebut, diinformasikan bahwa ada akun Beban Gaji/Tunjangan yang belum diisikan pada Potongan Gaji, berarti yang perlu dilakukan pengecekan adalah tunjangan untuk Potongan Gaji.

Pengecekannya, bisa dilakukan dengan langkah berikut ini :

1. Masuk ke menu Perusahaan | Gaji/Tunjangan.

Muncul Error Saat Menyimpan Transaksi Pencatatan Gaji Pada Accurate

Mengakses Menu Gaji / Tunjangan

2. Lalu ke menu Daftar (sebelah tab Data Baru) dan cari ‘Potongan Gajin’ lalu klik 2x untuk membuka-nya

Muncul Error Saat Menyimpan Transaksi Pencatatan Gaji Pada Accurate

Mencari Gaji/Tunjangan dengan Nama Potongan Gaji

3. Pada Formulir Potongan Gaji, lakukan pengecekan pada kolom Akun Beban, jika masih kosong (belum terisi akun-nya), lakukan pengisian untuk akun beban Potongan Gaji yang sesuai, kemudian simpan.

Muncul Error Saat Menyimpan Transaksi Pencatatan Gaji Pada Accurate

Penyebab Error Dikarenakan Akun Beban / Tunjangan Belum Diisikan

4. Setelah itu, lakukan simpan ulang untuk transaksi Pencatatan Gaji tersebut.

Note : Eror yang tampil di Pencatatan Gaji biasanya dikarenakan belum mengisikan Akun untuk Komponen Potongan/Tunjangan/Gaji yang dipilih pada transaksi Pencatatan Gaji tersebut.

Memberikan Hak Akses Melakukan Penomoran Transaksi Manual Bagi Operator pada Accurate Online

Memberikan Hak Akses Melakukan Penomoran Transaksi Manual Bagi Operator

Tampilan Transaksi dengan Penomoran Otomatis

Berikut ini langkah-langkah untuk memberikan akses untuk mengisikan penomoran manual pada transaksi :

1. Silakan login ke accurate.id dengan Pengguna berlevel Administrator.

2. Kemudian masuk ke Menu Pengaturan | Akses Grup.

Memberikan Hak Akses Melakukan Penomoran Transaksi Manual Bagi Operator

Mengakses Akses Group

3. Klik pada Daftar Akses Grup, lalu pilih Akses Grup yang dimaksud untuk diubah.

Memberikan Hak Akses Melakukan Penomoran Transaksi Manual Bagi Operator

Memilih Akses Group yang akan diubah

4. Pada tab Hak Akses, pilih bagian Perusahaan, kemudian centang informasi “Mengisi Nomor Transaksi Manual” lalu simpan

Memberikan Hak Akses Melakukan Penomoran Transaksi Manual Bagi Operator

Mengaktifkan Penomoran Transaksi Manual

5. Selanjutnya, silakan akses database bagi pengguna tersebut dan buka transaksi, maka akan tampil icon pensil yang berfungsi untuk mengatur penomoran secara otomatis atau manual.

Memberikan Hak Akses Melakukan Penomoran Transaksi Manual Bagi Operator

Transaksi Bisa Diisikan Penomoran Manual

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Menampilkan Page Footer Di Setiap Halaman Desain Cetakan pada Accurate Online

Berikut ini langkah-langkah untuk menampilkan page footer di setiap halaman pada desain cetakan, sebagai ilustrasi yaitu pada Desain Cetakan Faktur Pembelian :

1. Masuk ke modul Pengaturan | Desain Cetakan, kemudian pilih Desain Cetakan transaksi faktur pembelian

Menampilkan Page Footer Di Setiap Halaman Desain Cetakan

Mengakses ke Menu Desain Cetakan

Menampilkan Page Footer Di Setiap Halaman Desain Cetakan

Masuk ke Buka Desainer

2. Aktifkan bagian footer pada desain cetakan dengan cara klik Pengaturan | Page footer, kemudian pilih ‘Ya’ pada informasi ‘Tampilkan Page Footer’.

Menampilkan Page Footer Di Setiap Halaman Desain Cetakan

Membuka Pengaturan pada Desain Cetakan

Menampilkan Page Footer Di Setiap Halaman Desain Cetakan

Mengaktifkan Page Footer Pada Setiap Halaman

3. Selanjutnya, perbesar area Footer dengan klik terlebih dahulu dibagian area footer lalu isikan ukuran Height pada bagian Footer sesuai kebutuhan (lihat gambar).

Menampilkan Page Footer Di Setiap Halaman Desain Cetakan

Mengatur Ukuran Page Footer (Sebelum diperbesar)

Menampilkan Page Footer Di Setiap Halaman Desain Cetakan

Page Footer setelah diperbesar

4. Setelah itu, pindahkan seluruh variabel skrip yang akan ditampilkan pada setiap halaman ke footer area dengan cara klik variable-variabel-nya kemudian geser ke area footer dan letakan ke posisi yang diinginkan.

Menampilkan Page Footer Di Setiap Halaman Desain Cetakan

Memindahkan Variabel Skrip di Area Summary ke Area Page Footer

5. Dan terakhir, perkecil area summary, yaitu dengan meng-klik pada area summary lalu isikan ukurannya pada kolom ‘Height’, setelah itu simpan desain cetakannya

Menampilkan Page Footer Di Setiap Halaman Desain Cetakan

Mengatur Ukuran Area Summary (Sebelum diperkecil)

Menampilkan Page Footer Di Setiap Halaman Desain Cetakan

Tampilan Setelah Area Summary diperkecil

6. Tampilan saat di preview pada Transaksi Faktur Pembelian adalah sebagai barikut ini.

Menampilkan Page Footer Di Setiap Halaman Desain Cetakan

Tampilan Preview Halaman 1

Menampilkan Page Footer Di Setiap Halaman Desain Cetakan

Tampilan Preview Halaman 2

 

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Retur Pembelian Untuk Transaksi Jasa pada Accurate Online

Pada dasarnya fitur retur pembelian di ACCURATE Online tidak dapat melakukan pencatatan atas retur pembelian untuk transaksi jasa. Tetapi jika diperlukan, maka anda dapat menggunakan alternatif cara sesuai dalam panduan ini.

Retur Pembelian Untuk Transaksi Jasa pada Accurate Online

Transaksi Faktur Pembelian Transaksi Jasa

Berikut langkah-langkah pencatatan retur pembelian untuk transaksi jasa :

1. Buat barang baru dengan Jenis Barang “Non Persediaan”, isikan akun-akun sesuai dengan akun beban yang digunakan pada barang jenis “jasa” tersebut (terutama pada akun retur pembelian) dan berikan nama barang-nya sesuai dengan nama jasa yang akan diretur untuk memudahkan proses.

Retur Pembelian Untuk Transaksi Jasa pada Accurate Online

Membuat Persediaan dengan Jenis Barang Non Persediaan

Retur Pembelian Untuk Transaksi Jasa pada Accurate Online

Mengatur Akun-Akun Sesuai dengan Akun Beban (Jasa)

2. Selanjutnya masuk ke menu Pembelian | Retur Pembelian, pada kolom “Retur dari” pilih pilihan “Tanpa Faktur”, kemudian pilih barang “non persediaan” yang sudah dibuat pada poin 1, lalu isikan nilai nominal sesuai transaksi jasa yang akan diretur dan simpan transaksi.

Retur Pembelian Untuk Transaksi Jasa pada Accurate Online

Transaksi Retur Pembelian Transaksi Jasa

Retur Pembelian Untuk Transaksi Jasa pada Accurate Online

Jurnal Transaksi Retur Pembelian Transaksi Jasa

3. Dan langkah terakhir adalah melakukan pencatatan pengembalian uang (jika transaksi pembelian tersebut sudah dilunasi) atau pemotongan nilai hutang Pemasok (jika transaksi pembelian belum dilunasi, yaitu melalui formulir Pembayaran Pembelian di menu Pembelian.

  • Jika belum lunas (Pemotongan Hutang Pemasok) : Pada formulir Pembayaran Pembelian, silahkan pilih Nama Pemasok yang dimaksud, lengkapi informasi lain sesuai kebutuhan, kemudian pilih Nomor Transaksi Faktur Pembelian atas hasil transaksi Retur Pembelian (bernilai minus) dan pilih juga Nomor Transaksi Faktur Pembelian atas Pembelian Jasa tersebutklik “Hitung Nilai Pembayaran” lalu Simpan (seperti tampilan digambar).
Retur Pembelian Untuk Transaksi Jasa pada Accurate Online

Pemotongan Hutang Pemasok Untuk Transaksi Faktur Yang Belum Lunas

Retur Pembelian Untuk Transaksi Jasa pada Accurate Online

Jurnal Transaksi Pemotongan Hutang

Jika sudah lunas (pengembalian uang ke pemasok) : Pada formulir Pembayaran Pembelian, pilih Nama Pemasok yang dimaksud, lengkapi informasi lain sesuai kebutuhan, kemudian pilih Nomor Transaksi Faktur Pembelian atas Retur Pembelian (bernilai minus), klik “Hitung Nilai Pembayaran” dan simpan transaksi.

Retur Pembelian Untuk Transaksi Jasa pada Accurate Online

Pengembalian Uang Untuk Transaksi Yang Sudah Dilunasi

Retur Pembelian Untuk Transaksi Jasa pada Accurate Online

Jurnal Transaksi Pengembaliann Uang

 

 

Memilih Gudang Pada Transaksi Penjualan Di Accurate Lite

Berikut ini cara memilih Gudang pada Transaksi Penjualan di Accurate Lite, jika gudang yang dimiliki lebih dari 1 (satu) Gudang :

1. Buka menu Penjualan, kemudian klik pada simbol Gudang di pojok kanan atas (lihat gambar)

 

2. Kemudian pilih nama Gudang yang dimaksud.

3. Setelah itu pilih nama barang yang akan dijual dan lakukan proses penginputan penjualan seperti disini, maka stok barang yang akan dikurangi adalah sesuai dengan nama Gudang yang dipilih pada poin 2.

Penyebab Nilai HPP Pada Laba/Rugi Berbeda Dengan Nilai Keluar di Accurate Online

Penyebab Nilai Harga Pokok Penjualan Pada Laba / Rugi Berbeda Dengan Nilai Keluar Pada Laporan Nilai Persediaan

 

Seperti yang kita ketahui bahwa pada Accurate menggunakan metode perpetual dalam pencatatan persediaannya sehingga saat terjadi Penjualan yaitu pada transaksi Faktur Penjualannilai Beban Pokok Penjualan akan langsung di-jurnal.

Jika anda ingin membandingkan nilai Beban Pokok Penjualan pada rentang periode tertentu di Laporan Laba/Rugi dengan Nilai Keluar Persediaan pada laporan Nilai Persediaan dan hasilnya terdapat selisih (nilainya berbeda), berikut ini cara menelusuri selisih nilai tersebut.

Ilustrasi : Pada laporan Laba/Rugi, NIlai Beban Pokok Penjualan Periode 1 Juni s/d 30 Juni 2020 adalah sebesar Rp 46.968.181,82 sedangkan pada laporan Nilai Persediaan, Nilai pada Kolom Keluar  adalah sebesar Rp 47.253.181,82. Dan terdapat selisih, yaitu sebesar Rp 285.000(Lihat Gambar).

Penyebab Nilai HPP Pada Laba/Rugi Berbeda Dengan Nilai Keluar

Nilai Beban Pokok Penjualan di Laporan Laba Rugi

 

Penyebab Nilai HPP Pada Laba/Rugi Berbeda Dengan Nilai Keluar

Laporan Nilai Persediaan

 

Biasanya selisih ini terjadi dikarenakan adanya transaksi Retur Penjualan pada rentang tanggal tersebut. Dan untuk melakukan pengecekan lakukan langkah-langkah berikut ini :

1. Buka Laporan Rincian Buku Besar, yaitu melalui menu Laporan | Daftar Laporan | Buku Besar, pilih parameter tanggal yang sedang dibandingkan, lalu ke tab “Kolom” lalu filter Tipe Akun adalah Beban Pokok Penjualan dan Tipe Transaksi pilih semuanya kecuali “Faktur Penjualan” kemudian klik Tampilkan.

Penyebab Nilai HPP Pada Laba/Rugi Berbeda Dengan Nilai Keluar

Filter Laporan RIncian Buku Besar

2. Maka akan ditampilkan sumber transaksi dari Nilai Beban Pokok Penjualan sebesar selisih yang terjadi yaitu Rp 285.000, yaitu berasal dari transaksi Retur Penjualan. Nilai tersebut sesuai dengan nilai selisihnya.

Penyebab Nilai HPP Pada Laba/Rugi Berbeda Dengan Nilai Keluar

Laporan Rincian Buku Besar setelah dilakukan filter

Mengapa transaksi Retur Penjualan menyebabkan nilai selisih tersebut ? ⇒ Hal ini dikarenakan Beban Pokok Penjualan di-jurnal pada posisi Kredit pada transaksi Retur Penjualan sedangkan nilai Persediaan atas transaksi-nya di Laporan Nilai Persediaan berada di kolom Nilai Masuk. Berikut ini ilustrasi berupa gambar dari penjelasan ini.

Penyebab Nilai HPP Pada Laba/Rugi Berbeda Dengan Nilai Keluar

Tampilan Salah Satu Formulir Retur Penjualan yang menyebabkan Perbedaan

 

Penyebab Nilai HPP Pada Laba/Rugi Berbeda Dengan Nilai Keluar

Jurnal Transaksi Retur Penjualan : Akun Beban Penjualan pada posisi Kredit

Penyebab Nilai HPP Pada Laba/Rugi Berbeda Dengan Nilai Keluar

Laporan Rincian Nilai Persediaan yang menampilkan transaksi Retur Penjualan yang menyebabkan perbedaan : berada di kolom Nilai Masuk

 

Note :

  • Pengecekan transaksi Retur Penjualan dilakukan melalui Laporan Rincian Nilai Persediaan, karena filter sumber transaksi tidak bisa dilakukan pada Laporan Nilai Persediaan.
  • Selain transaksi retur penjualan, penyebab lainnya bisa dikarenakan ada jurnal yang dilakukan selain dari transaksi Faktur Penjualan. Misalnya melalui Penerimaan Pelanggan, Jurnal umum atau lainnya.

Pengaruh Barang Minus Pada Laporan Keuangan di Accurate Online

Metode pencatatan persediaan pada Accurate Online menggunakan metode Perpetual, sehingga nilai persediaan serta nilai Biaya Pokok Penjualan akan selalu tersesuaikan secara real time sesuai dengan nilai masuk barang dan metode persediaan (FIFO atau Average) yang digunakan.

Berdasarkan hal diatas tersebut, jika terjadi kondisi barang yang minus (tidak tersedia stok di gudang, namun terjadi penjualan barang), maka bisa menyebabkan nilai persediaan dan nilai Biaya Pokok Penjualan bergerak pada periode sebelumnya (periode terjadinya barang yang minus). Untuk memudahkan pemahaman, berikut ini diberikan contoh ilustrasi-nya.

Ilustrasi : Pada tanggal 31 Juli 2020 terlihat pada Laporan Neraca untuk nilai akun Persediaan Assesoris Handphone adalah sebesar Rp.522.887.000. Dan jika dilihat pada Laporan Rincian Nilai persedian periode s/d 31 Juli 2020 terdapat barang dengan kondisi minus, dikarenakan adanya Penjualan saat stok barang kosong (nol). Dengan kondisi ini, nilai keluar atas barang tersebut menggunakan nilai masuk persediaan yang terakhir (Last Actual Cost).

Pengaruh Barang Minus Pada Laporan Keuangan di Accurate Online

Laporan Neraca dengan Nilai Persediaan Minus

 

Pengaruh Barang Minus Pada Laporan Keuangan di Accurate Online

Laporan Rincian Nilai Persediaan dengan Kondisi Barang Minus

Pengaruh Barang Minus Pada Laporan Keuangan di Accurate Online

Laporan Laba Rugi dengan Kondisi Barang Minus

Dan pada periode selanjutnya yaitu tanggal 4 Agustus 2020, terjadi transaksi pembelian atas barang tersebut dengan harga beli yang berbeda dari harga beli sebelumnya yaitu sebesar Rp.11.500/unit. Maka atas transaksi pembelian tersebut, Accurate Online otomatis menyesuaikan nilai keluar atas transaksi penjualan saat kondisi barang minus, sesuai dengan harga beli tersebut.

Hal ini juga otomatis mempengaruhi nilai persediaan pada Laporan Neraca per 31 Juli 2020 serta nilai Beban Pokok Penjualan periode Juli 2020. (Lihat Gambar).

Pengaruh Barang Minus Pada Laporan Keuangan di Accurate Online

Laporan Rincian Nilai Persediaan setelah ada Pembelian

Pengaruh Barang Minus Pada Laporan Keuangan di Accurate Online

Laporan Neraca Setelah ada Pembelian Barang

 

Pengaruh Barang Minus Pada Laporan Keuangan di Accurate Online

Laporan Laba Rugi setelah ada Pembelian

Menampilkan Tanggal Transaksi Pada Desain Faktur Penjualan Accurate Online

Menampilkan Tanggal Transaksi Dalam Format Bahasa Indonesia Pada Desain Cetakan Faktur Penjualan.

Pada artikel ini dibahas mengenai cara menampilkan tanggal transaksi dalam format bahasa Indonesia pada desain cetakan faktur penjualan. Berikut ini langkah-langkah untuk menampilkan Tanggal Transaksi dalam format Bahasa Indonesia pada Desain Cetakan Faktur Penjualan :

1. Buka Desain Cetakan Pesanan Pembelian yang dimaksud, yaitu melalui menu Pengaturan | Desain Cetakan, pilih desain cetakan Faktur penjualan yang dimaksud dan  klik ‘Buka Desainer’

Menampilkan Tanggal Transaksi Pada Desain Faktur Penjualan

Membuka Desain Cetakan

 

Menampilkan Tanggal Transaksi Pada Desain Faktur Penjualan

Memilih desain cetakan yang akan diubah

 

Menampilkan Tanggal Transaksi Pada Desain Faktur Penjualan

Membuka desainer dari desain cetakan tersebut

 

2. Pada Desainer, pilih variable tanggal transaksi yang akan diganti format nya

Menampilkan Tanggal Transaksi Pada Desain Faktur Penjualan

Memilih Variabel dari Tanggal Transaksi

 

3. Ganti variabel tanggal transaksi menjadi :
$V{SCRIPT}.fmtDate($F{salesInvoice.transDate},” d “) + $V{SCRIPT}.getShortMonthName($F{salesInvoice.transDate}.toLocalDate( ).getMonthValue( )) + $V{SCRIPT}.fmtDate($F{salesInvoice.transDate},” yyyy “)

Menampilkan Tanggal Transaksi Pada Desain Faktur Penjualan

Mengganti Variabel Tanggal Transaksi

 

4. Simpan Desain Cetakannya dan tampilan hasil preview-nya adalah sebagai berikut.

Menampilkan Tanggal Transaksi Pada Desain Faktur Penjualan

Simpan Variabel yang sudah diganti

 

Menampilkan Tanggal Transaksi Pada Desain Faktur Penjualan

Menyimpan Desain Cetakan

 

Menampilkan Tanggal Transaksi Pada Desain Faktur Penjualan

Tampilan Desain Cetakan Faktur Penjualan

Video Tutorial…………

 

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Error “Default Akun Selisih Pembelian Belum Tertagih Belum Didefinisikan” pada Accurate Online

Pada artikel ini dibahas mengenai bagaimana mengatasi jika muncul pesan error “Default Akun Selisih Pembelian Belum Tertagih Belum Didefinisikan”. 

Error “Default Akun Selisih Pembelian Belum Tertagih Belum Didefinisikan”

Pesan Eror saat Menyimpan Transaksi Penerimaan Barang

 

Pesan error tersebut tampil pada saat pembuatan penerimaan pembelian dikarenakan belum diisinya akun penampung selisih antara penerimaan barang dan faktur pembelian. Untuk mengisikan akun selisih tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Masuk ke modul Pengaturan | Preferensi | Pembelian

Error “Default Akun Selisih Pembelian Belum Tertagih Belum Didefinisikan”

2. Pada bagian penerimaan barang, isikan akun selisih pembelian belum tertagih

Error “Default Akun Selisih Pembelian Belum Tertagih Belum Didefinisikan”

3. Isikan akun penampung selisih penerimaan belum tertagihnya, klik ‘Simpan’.

Error “Default Akun Selisih Pembelian Belum Tertagih Belum Didefinisikan”

4. Setelah itu ulangi proses penginputan Penerimaan Barang.


Ilustrasi : perusahaan memesan barang A pada tanggal 25 Januari 2025 dengan harga 100.000 dan diterima pada tanggal 31 Januari 2025. Faktur pembelian diterima tanggal 02 Febuari 2025, dengan harga barang yang berubah menjadi 150.000.

Ada tiga pilihan pada pengaturan di atas dan masing-masing memiliki makna tersendiri. Berikut penjelasan nya:

1. Pilihan pertama Diperbarui oleh tagihan, maka saat input faktur pembelian nilai persediaan akan di perbarui menjadi 150.000.

Jurnal saat penerimaan barang

Jurnal saat penerimaan barang

2. Pilihan Kedua tidak diperbarui oleh tagihan, maka saat input faktur pembelian nilai persediaan akan tetap 100.000 sedangkan selisihnya 50.000 di alokasikan ke beban yang telah di mapping.

Jurnal saat penerimaan barang

Jurnal saat penerimaan barang.

3. Pilihan Ketiga , maka saat input faktur pembelian pada periode yang sama nilainya akan di perbarui menjadi 150.000. sedangkan jika berbeda periode nilai persediaan akan tetap 100.000 sedangkan selisihnya 50.000 di alokasikan ke beban yang telah di mapping.

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

Menampilkan Harga Jual Bersih Per-Item Pada Desain Faktur Penjualan Accurate Online

Menampilkan Harga Jual Bersih Per Item (Sesudah Dikurangi Diskon Item) Pada Desain Cetakan Faktur Penjualan

 

Berikut ini langkah-langkah untuk menampilkan Harga Jual Bersih, yaitu harga jual yang telah dikurangi dengan nilai diskon barang-nya pada Desain Cetakan Faktur Penjualan :

1. Silahkan masuk ke menu Pengaturan | Desain Cetakan | Daftar.

Menampilkan Harga Jual Bersih Per-Item Pada Desain Faktur Penjualan

Mengakses Desain Cetakan

 

2. Buka data desain cetakan yang akan diubah, lalu klik menu Buka Desainer

Menampilkan Harga Jual Bersih Per-Item Pada Desain Faktur Penjualan

Membuka Desainer dari Desain Cetakan

 

3. Klik 2x variable “diskon” pada bagian detail item dan ubah skrip variable menjadi seperti berikut ini : ($F{salesInvoiceDetail.unitPrice}-($F{salesInvoiceDetail.itemCashDiscount}/$F{salesInvoiceDetail.quantity}))

Menampilkan Harga Jual Bersih Per-Item Pada Desain Faktur Penjualan

Mengisikan Skrip Variabel Diskon Yang Baru

 

4. Simpan dan tutup desainer dari desain cetakan tersebut.

5. Berikut hasil preview dari Desain Cetakan Faktur Penjualan yang menampilkan harga setelah diskon barang.

Menampilkan Harga Jual Bersih Per-Item Pada Desain Faktur Penjualan

Formulir Transaksi Faktur Penjualan Dengan Diskon Barang

Menampilkan Harga Jual Bersih Per-Item Pada Desain Faktur Penjualan

Harga Jual Setelah Dipotong Diskon Barang pada Desain Cetakan Faktur Penjualan