CARA REKONSILIASI BANK PADA ACCURATE

 

CARA REKONSILIASI BANK PADA ACCURATE

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai Cara Rekonsiliasi Bank Pada Accurate, mari kita review mengenai apa itu rekonsiliasi bank.

Rekonsiliasi bank adalah suatu prosedur pengendalian terhadap kas di bank dengan membandingkan catatan akuntansi kas menurut perusahaan secara periodik. Rekonsiliasi bank dilakukan untuk menunjukkan dan menjelaskan adanya perbedaan antara catatan kas menurut bank dan menurut perusahaan. Jika perbedaan dihasilkan dari transaksi yang belum dicatat oleh bank, maka catatan perusahaan dianggap benar.  Sebaliknya, jika perbedaan dihasilkan dari kesalahan dalam pencatatan perusahaan dan catatan bank, maka diperlukan penyesuaian.

TUJUAN REKONSILIASI BANK 

  1. Menentukan saldo kas (bank) yangs eharusnya disajikan dalam laporan keuangan (neraca)
  2. Mengamankan kekayaan perusahaan dan mendeteksi kemungkinan adanya penyalahgunaan kas di bank

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA REKONSILIASI BANK 

Pada umunya, perbedaan antara saldo kas menurut catatan perusahaan dan catatan bank disebabkan karena 2 hal, yaitu :

1. Perbedaan Waktu Pengakuan 
  • Adanya setoran dalam perjalanan (Deposit In Transit), yaitu setoran yang dilakukan oleh perusahaan, tetapi pihak bank belum menerima, atau belum mengkredit rekening perusahaan. Akibatnya, saldo kas menurut bank terlalu rendah dibanding saldo kas yang benar
  • Cek yang belum diuangkan (Outstanding Chek), yaitu cek yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai tanda pembayaran kepada pihak lain, tetapi pihak penerima belum menguangkan cek tersebut ke bank. Akibatnya, bank belum mengetahui adanya pengeluaran oleh perusahaan. Sehingga saldo kas menuru bank terlalu besar dibandingkan dengan saldo kas perusahaan yang sebenarnya
  • Tagihan piutang perusahaan yang dilakukan oleh bank (bank collections) tetapi pihak perusahaan belum menerima surat pemberitahuan dari bank. Akibatnya saldo kas menurut perusahaan terlalu rendah dibanding saldo kas yang sesungguhnya
  • Biaya bank (Bank Charge) yang telah didebitkan ke rekening perusahaan di bank, tetapi perusahaan belum menerima surat pemberitahuan dari bank. Akibatnya, saldo kas menurut perusahaan lebih besar dibanding saldo kas yang benar
  • Adanya cek kosong atau dana kurang. Yaitu cek yang diterima oleh perusahaan dari langganannya sebagai penerimaan kas, tetapi setelah disetorkan ke bank ternyata cek tersebut tidak ada dananya atau kurang. Karena perusahaan telah mencatat cek tersebut sebagai penerimaan, saldo kas menurut perusahaan terlalu besar dibanding saldo kas yang sesungguhnya

B. Kesalahan Pencatatan Oleh Perusahaan atau Oleh Bank

Kesalahan pencatatan yang terjadi pada bank ataupada perusahaan. Akibat yang terjadi dikarenakan kesalahan ini berbeda-beda tergantung pada jenis kesalahan yang ada

ISTILAH-ISTILAH DALAM REKONSILIASIASI BANK

Beberapa istilah dalam rekonsiliasi bank antara lain :

  1. Deposit In Tansit : yaitu Kas dan atau Cek yang telah diterima oleh perusahaan tetapi belum didepositkan dan dicatat oleh bank. Deposit in transit ini biasanya terjadi pada akhir bulan, baik dikarenakan deposit terlambat datang ke bank karena adanya cut off di bank ataupun karena perusahaan belum menyerahkan deposit tersebut ke bank
  2. Outstanding Chek : yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan kepada pihak ketiga (misalnya vendor) tetapi belum dikelurkan pada catatan bank. Hal ini dikarenakan pihak ketiga belum mencairkan cek tersebut sehingga belum dicatat oleh bank
  3. NSF (Non Sufficient Fund) : yaitu sebuah cek yang dikeluarkan perusahaan tetapi tidak diakui oleh bank dikarenakan dana yang ada di rekening bank perusahaan tidak mencukupi. Dengan demikian, NSF cek ini harus dikoreksi pada catatan perusahaan.

 

CARA REKONSILIASI BANK PADA ACCURATE 

  1. Silahkan buka program Accurate Anda kemudian pilih menu Activities pada toolbar, kemudian pilih Kas/Bank lalu pilih Bank Reconcile
  2. Pilih bank yang akan direkonsiliasi
  3. Tentukan tanggal pada kolom Reconcile Date. Tanggal rekonsiliasi identik dengan tanggal rekening koran yang sedang atau ingin kita rekonsiliasi dengan pencatatan perusahaan pada Accurate. Misal Anda sedang menangani rekening koran pertanggal 31 Oktober 2024, maka isi reconsile date dengan tanggal tsb
  4. Isilah kolom New Statement Balance. Diisi dengan saldo rekening koran per tanggal reconcile date
  5. Centang kolom Clear yang ada di setiap baris transaksi bank tersebut jika transaksi tersebut sudah sesuai dengan rekening koran
Note : 
  1. Calculate Statement Balance adalah saldo akumulatifdari semua transaksi yang sudah Anda clear dari awal s.d rekonsiliasi sekarang ini atas bank yang bersangkutan
  2. Jika ditemukan ada Clear yang berwarna merah pada baris transaksi tertentu ini dikarenakan transaksi tersebut sudah direkonsiliasi di tanggal Reconcile Date. Misalnya sekarang Anda sedang merekonsiliasi pertanggal 30 September namun per 1 Oktober Anda sudah rekonsiliasi dan clear transaksi tersebut
  3. Jika ditemukan transaksi yang ada di rekening koran dan di Accurate belum ada, silahkan input pada Accurate dari form transaksi biasanya transaksi tersebut diinput. Namun sebaliknya, jika diperlukan adjustment silahkan buat adjustment terlebih dulu atau lakukan perubahan terlebih dulu jika diperlukan.  Misal merubah transaksi atau tanggalnya
  4. Jadi pada dasarnya Rekonsiliasi ini tidak berpengaruh terhadap Laporan Keuangan, hanya sebagai saran untuk kita agar dapat menyamakan dengan rekening koran yang diterbitkan bank

Available on Accurate V5

DASAR HUKUM AKUNTANSI PEMERINTAHAN INDONESIA

DASAR HUKUM AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Dasar hukum Akuntansi pemerintahan Indonesia adalah pasal 23 UUD 1945 hal keuangan. Disamping itu pemerintah Hindia Belanda yang memerintah selama kurang lebih 350 tahun memberlakukan peraturan tentang cara pengurusan dan pertanggung jawaban Keuangan Negara yang ditetapkan dengan Wet tanggal 23 April 1864, Stbl. 1864 Nomor 106. Peraturan yang menyangkut akuntansi pemerintahan ini sangat terkenal dengan nama Indische Comptabiliteitswet atau ICW. Selanjutnya ICW yang telah diperbarui diundangkan lagi teksnya tahun 1925, Stbl. 1925 Nomor 448. Setelah Negara Republik Indonesia berdiri pada tanggal 17 Agustus 1945, maka berdasarkan aturan peralihan UUD 1945, Pasal II menetapkan bahwa :

“Segala badan Negara dan Peraturan yang ada masih langsung berlaku, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-undang Dasar ini”. Dengan demikian maka ICW yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Undang-undang Perbendaharaan Indonesia masih tetap berlaku.

PERUBAHAN UNDANG-UNDANG

Perubahan Undang-undang dalam Lembaran Negara pada tahun 1954 dan tahun 1955 diadakan lagi (LN.1954 Nomor 6 dan LN.1955 Nomor 49). Menjelang pelaksanaan Repelita I, tanggal 1 April 1969 dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1968 diadakan perubahan tahun anggaran yang semula dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember, menjadi 1 April sampai dengan 31 Maret tahun berikutnya.

Dengan adanya perubahan tahun anggaran tersebut berarti terjadi masa transisi selama tiga bulan yaitu 1 Januari 1969 s/d 31 Maret 1969.

ICW yang semula Indische Comptabiliteitswet menjadi Indonesiche Comptabiliteitswet dan dijadikan sebagai Undang-undang Perbendaharaan Indonesia yang isinya pada pasal 1 menetapkan : “Keuangan Negara Republik Indonesia diurus dan dipertanggungjawabkan menurut peraturan-peraturan yang ditetapkan dalam ndang-undang ini”. ICW menganut kas stelsel (cash basis) yang ternyata ditentukan didalam pasal 8.

Yang termasuk dinas sesuatu tahun menurut pasal 8 ICW ialah :

  • Semua jumlah uang yang merupakan penerimaan atau pengeluaran anggaran, yang selama tahun itu dimasukkan dalam atau dikeluarkan dari Kas Negara atau kantor-kantor yang diserahi pekerjaan Kas Negara;
  • Semua perhitungan yang merupakan penerimaan atau pengeluaran anggaran, yang selama tahun itu dilakukan antara bagian-bagian anggaran;
  • Semua jumlah uang, yang merupakan penerimaan atau pengeluaran anggaran, yang selama tahun itu dilakukan atas daftar-daftar perhitungan tertentu, yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan;
  • Semua jumlah uang, yang merupakan penerimaan atau pengeluaran anggaran yang selama tahun itu diterima atau dikeluarkan oleh Wakil-wakil Republik Indonesia di luar negeri;
  • Pembayaran-pembayaran berkenaan dengan tahun itu, yang diterima dari atau diberikan kepada perusahaan-perusahaan Negara yang berdasarkan “Indonesische Bedrijvenwet” (IBW);
  • Sisa dari uang-uang untuk diperhitungkan kemudian yang ada pada akhir tahun itu, yang dalam waktu dua bulan sesudah itu telah diberikan perhitungannya.

Dasar hukum akuntansi pemerintah di samping pasal 23 UUD 1945 dan ICW, juga UU-APBN dan UU serta peraturan yang terkait lainnya.

INPUT PEMBELIAN FIXED ASSET MENGGUNAKAN JOURNAL VOUCHER PADA ACCURATE

INPUT PEMBELIAN FIXED ASSET MENGGUNAKAN JOURNAL VOUCHER PADA ACCURATE

Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai proses pencatatan pembelian aktiva tetap pada Accurate Accounting Software versi 5.

Software Accurate memungkinkan Anda melakukan pencatatan atas pembelian aktiva tetap baru (Fixed Asset) melalui Journal Voucher dan berikut ini adalah langkah-langkahnya :

  1. Buatlah sebuah akun perantara dengan nama Fixed Asset Transaction melalui menu List | Chart Of Account dengan tiper Other Current Asset

2. Apabila pembelian dilakukan secara kredit, maka buatlah journal voucher dengan inputan Fixed Asset Transaction (Dr) pada Hutang (Cr). Isikan pula subsidiary dengan nama vendor yang memberikan kredit

3. Apabila pembelian dilakukan secara tunai, maka journal voucher tadi pada bagian sisi kredit isikan akun Kas/Bank yang digunakan untuk pembayaran

4. Selanjutnya apabila pembelian fix aseet tersebut dilakukan secara kredit, ketika terjadi pembayaran angsuran, buatlah Journal Voucher dengan inputan Hutang (Dr) pada Kas atau Bank (Cr) sebesar nilai angsuran yang sudah ditetapkan. Lakukan langkah yang sama dengan seluruh hutang lunas

 

Setelah tahapan mulai dari pembelian sampai cicilan, selanjutnya adalah memasukkan nilai aktiva tetap ke dalam Daftar Aktiva Tetap, dengan cara :

  1. Pilih menu List kemudian pilih Fixed Asset lalu pilih Fixed Asset List kemudian pilih New. Isikan tanggal pembelian, tanggal pakai, dan informasi lain seperti akun aktiva tetap, Depresiasi, dan juga akumulasi serta Metode dan Umur Aktiva

2. Lalu klik pada menu Expenditure kemudian isikan akun Fixed Asset Transaction pada tab tersebut dan pada bagian Amount masukkan nilai atas pembelian aktiva tadi (sesuai dengan yang tercantum pada Journal Voucher)

3. Terakhir, jika Anda telah selesai melakukan semua prosesnya klik Save & Close. Setiap akhir bulan lakukan Periode End dari menu Activities kemudian pilih Periodic lalu pilih Periode End untuk menghitung nilai penyusutan secara otomatis di Software Accurate

Demikian pembahasan mengenai proses pencatatan pembelian aktiva tetap pada Accurate Accounting Software. Jika ada kendala dalam penggunaan Accurate Software, silahkan order Training kepada kami. Semoga bermanfaat

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

KEUNGGULAN UTAMA PADA ACCURATE ONLINE

KEUNGGULAN UTAMA PADA ACCURATE ONLINE

Baru-baru ini CPSSoft mengeluarkan produk terbarunya. Jika sebelumnya telah beredar Accurate Dekstop dengan berbagai versi maka kali ini CPSSoft mengeluarkan sebuah inovasi terbaru yaitu ACCURATE ONLINE. Accurate Online merupakan software akuntansi handal dalam bentuk aplikasi web sehingga dapat diakses di mana saja, kapan saja tanpa perlu instalasi apapun.

Accurate Online juga didukung dengan infrastruktur cloud yang modern dan termutakhir untuk memastikan kecepatan akses dan keamanan database Anda, sehingga produk ini tentunya akan semakin memudahkan Anda dalam menyusun pembukuan perusahaan.

Berikut adalah keunggulan utama Accurate Online :

Persetujuan (Approval) 

Fitur otorisasi atas transaksi yang diajukan oleh user kepada user lain yang memiliki kewenangan lebih tinggi. Sebagai contoh seorang staf bagian pembelian yang meminta persetujuan kepada kepala bagian pembelian untuk transaksi pesanan pembelian.

Karyawan, Pencatatan Gaji, Gaji dan Pajak Penghasilan Karyawan 

Ketiga fitur tersebut memiliki fungsi untuk mendata karyawan, mencatat gaji karyawan, serta mendapatkan perhitungan pajak penghasilan atas karyawan yang bersangkutan.

Cabang Perusahaan

Fitur ini berguna bagi Anda yang memiliki unit bisnis yang berbeda lokasi, tetapi ingin tetap dapat dimonitor dalam satu database. Monitoring tersebut meliputi pembatasan terhadap pengguna yang mengakses, penomoran transaksi dan hal-hal lainnya.

Transfer Uang Antar Kas/Bank 

Fitur yang berfungsi untuk mencatat perpindahan uang atau dana dari satu akun kas/bank ke akun kas/bank lainnya.

Stok Opname Persediaan Barang 

Fitur yang berfungsi untuk melakukan proses stok opname (penyesuaian antara stok fisik dengan catatan sistem). Dengan fitur ini pengguna dapat dengan mudah mencatat proses stok opname tersebut.

Aset Perlokasi 

Fitur ini memudahkan Anda untuk mengetahui aset tetap yang dimiliki oleh perusahaan, terutama jika perusahaan memiliki banyak lokasi. Sebagai contoh aset tetap kendaraan saat ini berada di lokasi mana, atau histori sebelum dipindahkan berasal dari mana, pada fitur ini Anda dapat mengetahuinya.

Pencatatan Beban 

Fitur ini memudahkan staf akunting untuk melakukan pencatatan beban yang sifatnya aktual seperti biaya telepon ataupun listrik, untuk kemudian dilakukan pencatatan pelunasannya setelah terjadi realisasi pembayaran

Dashboard

Fitur ini memudahkan pengguna untuk mengetahui kondisi saat ini perusahaan yang ditangani, dengan menggunakan widget-widget yang telah disediakan. Sebagai contoh widget atas Laporan Laba Rugi, Barang Yang Paling Laku Dijual, dan beberapa widget lain yang dibutuhkan.

Kalender 

Fitur ini memungkinkan pengguna dapat lebih berkolaborasi antara satu bagian dengan bagian yang lain, karena dengan fitur kalender pengguna dapat langsung melihat aktifitas apa yang akan dan sedang dilakukan oleh suatu bagian.

Cloud Base, Online Anywhere, Anytime, No Sever Installation 

Fitur ini berguna bagi Anda yang ingin dapat mengakses data tanpa adanya halangan waktu, tempat, dan instalasi. Karena dengan Anda memiliki browser yang terhubung dengan internet Anda dapat mengakses data yang dibutuhkan.

Target Penjualan 

Fitur ini berfungsi untuk menentukan targer penjualan dari produk yang dijual. Target penjualan bisa dibuat berdasarkan kuantitas, kategori barang, penjual (salesman), atau periode. Target penjualan juga bisa ditentukan untuk semua cabang atau hanya cabang tertentu sesuai kebutuhan perusahaan.

 

PENCATATAN LEASING AKTIVA TETAP PADA ACCURATE ACCOUNTING SOFTWARE

PENCATATAN LEASING AKTIVA TETAP PADA ACCURATE ACCOUNTING SOFTWARE

Dalam leasing umumnya ada 3 objek, yaitu :

  1. Perusahaan
  2. Dealer
  3. Bank

Misalnya sebuah perusahaan membeli kendaraan kepada dealer dengan cara leasing, berarti sebenarnya perusahaan sudah tidak ada hutang kepada dealer tersebut, karena sudah dibayar lunas oleh bank. Dan kondisinya sekarang adalah perusahaan yang berhutang kepada bank dengan membayar secara cicilan berikut dengan bunganya.

Contoh :

Harga sebuah kendaraan Rp 100.000.000, Biaya Asuransi dan Administrasi masing-masing adalah Rp 5.000.000 dan Rp 1.000.000 dan pembayaran uang muka sebesar Rp 20.000.000. Dengan asumsi bahwa kedua biaya tersebut ingin diakui sebagai harga kendaraan tersebut. Maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Buat akun baru dengan nama “Fixed Asset Transaction” dengan Type Account “Other Current Asset”

2. Buat item baru dengan tipe Non Inventory Part, dengan nama item yang sama seperti sebelumnya yaitu “Fixed Asset Transaction” kemudian set semua General Ledgernya ke akun Fixed Asset Transaction yang dibuat pada langkah no. 1, kecuali untuk unbilled goods accountnya

3. Setelah itu buatlah Purchase Invoice isikan nama item Fixed Asset Transaction dengan nilainya adalah Rp. 106.000.000 (Rp 100.000.000 + Rp 5.000.000 + Rp 1.000.000). Sampai disini jurnal yang terbentuk adalah Fixed Asset Transaction (Dr) sebesar Rp 106.000.000 dan Account Payable (Cr) dengan nominal yang sama

4. Dalam leasing biasanya ada Uang Muka yang harus dibayarkan. Maka ketika sudah membuat Purchase Invoice atas item Fixed Asset Transaction (Non Inventory Part) sebesar Rp 106.000.000, klik purchase payment kemudian isikan payment amountnya sebesar nilai uang muka yang dibayarkan. Maka jurnal yang terbentuk adalah : Account Payable (Dr) sebesar Rp 20.000.000 dan Cash/Bank (Cr) dengan nominal yang sama

5. Lalu buat aktiva barunya dari menu List | Fixed Asset | Fixed Asset List | New | isikan informasi fixed assetnya. Pada tab Expenditure isikan akun Fixed Asset Transaction sebesar Rp 106.000.000. Dengan begitu jurnal yang terbentuk disini adalah : Kendaraan (Dr) Rp 106.000.000 dan Fixed Asset Transaction (Cr) Rp 106.000.000

6. Sehingga akun Fixed Asset Transaction ini akan saling habis karena posisinya yang di debet dan kredit sebesar Rp 106.000.000

Dengan uang muka yang sudah dibayar, maka sisa hutang yang harus dibayar adalah Rp 86.000.000. Misalnya sisanya dicicil sebanyak 86 kali, berarti cicilan yang harus dibayarkan untuk aktiva tersebut adalah sebesar Rp 1.000.000.

Langkah-langkah untuk mencatat cicilan tersebut adalah sbb :

  • Masuk kembali pada Purchase Invoice, kemudian klik Purchase Payment dan isi payment amountnya sebesar Rp 1.000.000.

Untuk pembayaran bunga leasingnya :

  • Masih di Purchase Payment tersebut kemudian klik kanan dan pilih Discount Write Off, isikan diskon amount sebesar minus biaya bunganya. Pada Discount Account isikan dengan akun yang menampung biaya bunga tersebut. Jika telah selesai klik Save & Close

 

Berikut Tutorial Vidionya :

TRAINING ACCURATE SOFTWARE DAN SEJARAH AKUNTANSI

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas Training Accurate Software dan Sejarah Akuntansi yang mana Accurate sendiri dikembangkan sejak th. 1999 oleh PT. Cipta Piranti Sejahtera (Cpssoft Developer Of Accurate Software). Accurate Accounting Software adalah Aplikasi pembukuan yang dapat membantu pengusaha melakukan pencatatan pembukuan, transaksi penjualan, pembelian inventory dll, serta penyusunan laporan keuangan hanya dalam beberapa langkah mudah serta cepat dan akurat.

Sejarah profesi akuntansi Indonesia merupakan bagian dari sejarah profesi akuntansi Belanda, yang berlangsung sampai dengan perang dunia kedua. Kedudukan monopoli perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia yang menguasai sekitar 80% dari modal yang ditanam di Indonesia merupakan bukti yang nyata.

Kehadiran perusahaan-perusahaan asing lain, seperti Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Belgia dll memberikan pengarud sedikit berbeda dengan praktek akuntansi Belanda. Tetapi, bagi perkembangan profesi akuntansi secara keseluruhan, pengaruh profesi akuntansi Belanda jauh lebih besar. Selama pendudukan Jepang, orang-orang Indonesia mendapatkan kesempatan memasuki bidang akuntansi untuk menggantikan orang-orang Belanda yang ditahan oleh tentara Jepang. Pada th. 1955 studi akuntansi dimulai secara resmi dengan dibukanya jurusan akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta yang diasuh oleh profesor-profesor Belanda. Profesor Soemardjo Tjitrosidojo merupakan profesor Indonesia pertama yang mengajarkan akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Di dalam buku The History of Accountancy, Second Edition, th. 1986, DR. O. ten Have mengemukakan bahwa : “The history of accounting is written in the various areas of human activity. These fields can be distinguished for our present purpose in the following five groups :

  1. Commerce
  2. Industry
  3. Banking
  4. Government
  5. Large land ownership “.

Vernon Kam, Ph.D., CPA., di dalam bukunya Accounting Theory, Second Edition (1990), menguraikan masalah sejarah penggunaan istilah “Debit” dan “Credit” serta sejarah penggunaan tiga buku dalam akuntansi. Buku-buku itu adalah Buku Harian (Memorandum of Day Book), yang mencatat semua transaksi. Dari Buku Harian dipindahkan ke Jurnal (Journal) dengan menggunakan daftar kolom debet dan kredit. Selanjutnya dari jurnal dipindahkan ke Buku Besar (Ledger). Sebagai ilustrasi apa yang diuraikan beliau adalah : “The terms we employ today, debit and credit, were mentioned by Pacioli as debeo (owed to) and credito (owed by), which came from the Latin debeo and credo”.

Ilmu pengetahuan akuntansi berkembang menjadi dua kelompok besar, yaitu :
  1. Kelompok ilmu pengetahuan accounting
  2. Kelompok ilmu pengetahuan auditing
Ilmu pengetahuan accounting terbagi lagi menjadi tiga bidang, yaitu :
  1. Bidang Business Accounting
  2. Bidang Govemmental Accounting
  3. Bidang Social Accounting
Bidang Business Accounting terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu :
  1. Financial Accounting (Equity Accounting)
  2. Cost Accounting (Operational Accounting)
Financial Accounting (Equity Accounting) terdiri dari tiga tingkatan, yaitu :
  1. Basic Accounting
  2. Intermediate Accounting
  3. Advance Accounting
Ilmu pengetahuan accounting membahas bermacam-macam masalah, seperti :
  • Accounting theory/ Fundamentals
  • Accounting system
  • Budgeting
  • Financial statements and ratio analysis
  • Controllership
Ilmu pengetahuan auditing membahas bermacam-macam masalah, seperti :
  • Audit principles/ Standards
  • Audit procedures/ Techniques
  • Audit program
  • Audit reports
  • Management audit
Ilmu pengetahuan auditing terbagi menjadi dua bidang, yaitu :
  1. Internal Auditing
  2. External Auditing

DUPLIKASI DATA, EDIT INFORMASI DATABASE, GANTI PASSWORD PENGGUNA, MENGHAPUS DATABASE

DUPLIKASI DATA, EDIT INFORMASI DATABASE, GANTI PASSWORD PENGGUNA, MENGHAPUS DATABASE

DUPLIKASI DATA 

Duplikasi Data pada Accurate Online memiliki fungsi untuk menduplikat atau mengcopy database yang sudah Anda buat. Tujuan Duplikasi Data bisa difungsikan sebagai back up atau kebutuhan lain. Cara untuk menduplikasi data pada Accurate Online adalah sebagai berikut :

1. Log in ke accurate.id dengan akun yang memiliki level sebagai Administrator pada database

2. Klik pada bagian yang diberi tanda panah, lalu klik pada Duplikasi Data

3. Akan muncul Duplikasi Data, Anda klik Lanjutkan untuk memproses duplikasi. Hasilnya jika berhasil akan ada database baru dengan nama yang sama, tetapi ada keterangan Duplikat seperti pada gambar di bawah

 

EDIT INFORMASI DATABASE

Edit info pada tampilan accurate.id memiliki fungsi untuk mengubah informasi pada database. Informasi yang dapat Anda ubah antara lain : Nama Database, Background dan Logo Database. Cara untuk mengubah informasi database adalah sebagai berikut :

1. Log in ke accurate.id dengan akun yang memiliki level sebagai Administrator pada database

2. Klik pada bagian yang diberi tanda anak panah, lalu klik pada bagian yang diberi tanda lingkaran (Edit Info)

3. Anda bisa mengubah nama database, backgorund ataupun logo, lalu setelah selesai Anda bisa klik Simpan untuk menyimpan perubahannya

 

GANTI PASSWORD PENGGUNA

Ganti Password Pengguna berfungsi apabila Anda ingin mengganti password yang sudah Anda buat sebelumnya.

1. Log in ke accurate.id dengan akun yang biasa Anda gunakan

2. Setelah Anda berhasil login, klik pada Nama Profile Anda, lalu pilih Ganti Password

3. Selanjutnya masukkan Password Lama Anda, kemudian lanjutkan dengan Password Baru yang ingin Anda tentukan, dan ulangi password baru Anda pada bagian ulangi password baru, lalu klik Simpan

4. Jika berhasil tampilan Accurate Online akan diperbarui seperti Anda baru pertama kali login

 

MENONAKTIFKAN DATABASE

Fitur menonaktifkan data pada Accurate Online berfungsi untuk menghilangkan database pada tampilan utama accurate.id

Database dinonaktifkan bisa diakibatkan terjadi salah setup ataupun karena data tersebut sudah tidak ingin digunakan lagi, sehingga dapat meminimalisir pengguna salah menginput transaksi.

Cara untuk menonaktifkan database adalah sebagai berikut :

1. Setelah Anda login ke accurate.id dengan menggunakan akun level administrator, Klik pada bagian yang diberi tanda anak panah, lalu klik pada bagian yang diberi tanda lingkaran (Nonaktifkan Data).

2. Akan tampil pop up untuk menonaktifkan database, Anda lalu klik Ya, Non Aktifkan.

3. Pilih alasan menonaktifkan data yang paling sesuai

4. Jika berhasi, maka akan muncul notifikasi kalau database sudah berhasil dinonaktifkan. Database yang telah dinonaktifkan akan otomatis hilang dari tampilan utama accurate.id

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

PEMAHAMAN DASAR AKUNTANSI (KLASIFIKASI REKENING NERACA)

PEMAHAMAN DASAR AKUNTANSI

(KLASIFIKASI REKENING NERACA)

Rekening/Akun atau Perkiraan (Account) adalah tempat mencatat perubahan aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan beban dari transaksi keuangan. Rekening memberikan informasi tentang operasional perusahaan setiap hari, sehingga dapat diketahui besarnya perubahan aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan beban.

Pada dasarnya akun diklasifikasikan menjadi dua, yaitu akun-akun neraca (kotak biru) dan akun-akun laba rugi (kotak merah).

Klasifikasi Rekening/Perkiraan Neraca 

Akun-akun neraca adalah akun yang pada akhir periode dilaporkan dalam laproran neraca. Meliputi kelompok akun aktiva, kewajiban, dan ekuitas (modal). Terdiri dari :

A. Rekening Aktiva atau Harta 

Harta perusahaan yang terdapat dalam rekening aktiva meliputi aktiva lancar, investasi jangka panjang, aktiva tetap, dan aktiva tidak berwujud

1. Aktiva Lancar (Current Account)

Adalah aktiva yang mudah dicairkan dan habis dipakai dalam satu periode akuntansi. Contoh akun : Kas, Piutang Usaha, Surat-Surat Berharga, Perlengkapan, Asuransi dibayar di muka, Sewa dibayar di muka, dan sebagainya.

Contoh Aktiva Lancar

Contoh Aktiva Lancar

2. Invetasi Jangka Panjang (Long Term Investment)

Adalah investasi yang dilakukan perusahaan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Contoh akun investasi saham dan investasi obligasi.

3. Aktiva Tetap (Fixed Assets)

Adalah aktiva berwujud (tangible assets) yang digunakan perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam operasi normal perusahaan dan mempunyai manfaat lebih dari satu tahun. Contoh akun : peralatan, tanah, gedung, kendaraan, mesin, dan sebagainya.

Selain aktiva berwujud, aktiva tetap juga ada yang berbentuk tidak berwujud (intangible assets). Intangible Assets adalah aktiva yang berupa hak-hak istimewa yang dapat menguntungkan perusahaan. Contoh akun : goodwill, hak paten, hak cipta, dan sebagainya.

B. Rekening Kewajiban dan Utang 

Rekening kewajiban dikelompokkan menjadi utang lancar dan utang jangka panjang.

1.Utang Lancar (Current Liability) 

Adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun. Contoh akun : utang usaha, utang gaji, beban yang terutang, pendapatan diterima di muka, dan sebagainya.

2. Utang Jangka Panjang (Long Term Liability)

Adalah kewajiban kepada pihak lain atau kreditur yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Contoh akun : utang obligasi, utang hipotik, utang bank.

C. Akun Ekuitas (Modal)

Akun modal terdiri dari akun Modal Awal, Laba Ditahan dan Laba/Rugi Tahun Berjalan.

Klasifikasikan Rekening/Perkiraan Laba Rugi 

Akun-akun yang pada akhir periode dilaporkan dalam laporan laba rugi. Akun-akun ini meliputi akun akun yang masuk kelompok pendapatan dan beban.

1. Akun Pendapatan atau Penghasilan

Pendapatan adalah hasil bruto yang diterima perusahaan dalam melakukan operasionalnya. Pendapatan dapat digolongkan ke dalam pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha.

Contoh pendapatan usaha adalah pendapatan jasa penjualan barang dagangan, sedangkan pendapatan di luar usaha sepeti pendapatan bunga dan pendapatan dari aktiva tetap.

2. Akun Beban

Adalah biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan dan yang harus diakui selama usaha untuk memperoleh pendapatan. Beban dapat digolongkan menjadi beban usaha contohnya beban gaji, beban sewa, beban listrik, beban air, beban perlengkapan, dan beban di luar usaha contohnya : beban bunga dan beban penyusutan gedung.

MENGETAHUI IP ADDRESS STATIC ATAU DYNAMIC PADA KOMPUTER

Pada saat penggunaaan ACCURATE ada akses REMOTE dan INTERNET, terlebih lagi di ACCURATE 5 menggunakan ACCURATE LICENSE MANAGER di mana komputer terinstall ALM tsb harus diset ber-IP STATIC.

Pada panduan ini akan diinformasikan bagaimana untuk mengetahui IP Address  Static atau Dynamic pada komputer kita.

IP ADDRESS DYNAMIC jika kita memilih OBTAIN,

IP ADDRESS STATIC

jika kita menentukan sendiri IP Address kita (bisa ditanyakan kepada staff IT atau pihak ISP nya untuk konfigurasi IP Static).

Pertama, Klik icon Bar Wi-Fi atau LAN nya lalu klik Open Network and Sharing Center.

Kedua, klik pada bagian Connections.

Ketiga, klik Properties,

3ip

Keempat, pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) lalu klik Properties,

4ip

Kelima, jika tampilannya ternyata terpilih OBTAIN maka IP Address komputer tsb adalah Dynamic yang artinya bisa berubah sewaktu-waktu dengan mengambil IP Address yang tersedia pada range IP di jaringan tsb.

5ip

Keenam, jika tampilannya terpilih Use the following.. dan sudah terisi angka-angka maka IP Address komputer tsb diset STATIC dan tidak akan berubah-ubah otomatis. IP Address di gambar hanya sebagai contoh dan bukan digunakan sebagai acuan di komputer Anda.

6ip

Untuk kasus jika IP Address tidak dapat di setting Static maka yang harus di setting adalah nama komputernya, yang mana nama komputer tersebut digunakan sebagai pengganti IP Address.

 

( Available for ACCURATE 4 and 5 )

Berikut Tutorial Vidionya :

PERINTAH DAN HASIL STOK OPNAME DALAM ACCURATE SOFTWARE

PERINTAH DAN HASIL STOK OPNAME DALAM ACCURATE SOFTWARE

Perintah Stok Opname merupakan fitur yang ada dalam menu Inventory yang berfungsi untuk melakukan stok opname atas barang-barang yang ada di gudang. Pada perintah stok opname akan diinformasikan Tanggal Mulai Stok Opname, Penanggung Jawab, Gudang, dan katagori barang Katergori Barang yang akan dilakukan stok opname.

 

Membuat Perintah Stok Opname

Langkah-langkah untuk membuat perintah stok opname adalah sbb :

Klik menu Persediaan kemudian pilih Perintah Stok Opname

Lengkapi field Tanggal Mulai, Penanggung Jawab, Dikerjakan Oleh, Gudang, dan informasi lain yang dibutuhkan

 

Setelah lengkap, klik Simpan

 

Mengeksekusi Hasil Stok Opname 

Langkah-langkah untuk mengeksekusi hasil stok opname sbb :

Klik menu Persediaan kemudian Perintah Stok Opname

 

Klik Daftar Perintah Stok Opname yang telah dibuat, lalu klik Nomor Perintah Stok Opname yang akan dieksekusi

 

Pada Perintah Stok Opname yang sudah dibuatkan Hasil Stok Opnamenya akan muncul tombol Proses Opname, klik tombol tersebut untuk mengeksekusi Hasil Stok Opname yang telah dibuat.

 

Pada saat klik Proses Opname akan muncul pesan seperti pada gambar berikut

 

Anda klik Ya, jika sudah yakin dengan Hasil Stok Opname yang telah dibuat

Transaksi hasil eksekusi ini adalah Penyesuaian Persediaan yang bisa dilihat pada Daftar Penyesuaian Persediaan.

 

Hasil Stok Opname 

Hasil Stok Opname merupakan operasi lanjutan dari proses Perintah Stok Opname yang telah dibuat sebelumnya. Transaksi yang dihasilkan dari Hasil Stok Opname ini berupa transaksi Penyesuaian Persediaan.

Membuat Hasil Stok Opname 

Untuk membuat Hasil Stok Opname caranya adalah sbb :

Klik menu Persediaan kemudian pilih Hasil Stok Opname

 

Lengkapi field Tanggal Opname, lalu pilih Perintah Opname yang akan dieksekusi, kemudian pada bagian Cari/Pilih Barang, masukkan nama barang yang akan dimasukkan Hasil Stok Opnamenya

 

Masukkan jumlah kuantitas hasil stok opname pada field Kuantitas

Setelah selesai, klik Simpan

Berikut Tutorial Vidionya :