LANGKAH PERIODE END PADA ACCURATE DEKSTOP

LANGKAH PERIODE END PADA ACCURATE DEKSTOP

Ketika Anda ingin melakukan periode end pada Accurate, langkahnya adalah :

Period End (Explorer | Periode End)

Menghitung & Menjurnal Selisih Kurs

Jika terdapat data yang memiliki mata uang lebih dari satu, maka pada saat Period End akan diminta mengisi Rate Pelaporan untuk Periode yang dipilih. Yang akan dilakukan ACCURATE adalah mengadjust Account-account Cash/Bank, AR dan AP mata uang asing sesuai dengan Rate Period End.
Hasil dari proses Period end untuk account-account mata uang asing tersebut dapat dilihat dari :

List | General Ledger | Journal Voucher kemudian pada bagian Type pilihlan Period End

Menghitung & Menjurnal Penyusutan Fixed Asset

Jika kita sudah membuat list Fixed Asset pada menu List | Fixed Asset List, maka ACCURATE akan menghitung & menjurnal Penyusutan Fixed Asset sampai dengan periode yang kita pilih waktu Period End.
Misal kita sudah Period End Jan, lalu langsung Period End April, maka penyusutan untuk Feb Maret dan April akan akumulatif di posting di bulan April. Karena itu sebaiknya Period End dilakukan setiap bulan.
Hasil dari proses Period end untuk Penyusutan Fixed Asset tsb bisa dilihat dari List | General Ledger | Journal Voucher, Type Depreciation Asset.

 

Menghitung & Menjurnal WIP Inventory & Variance Exp(bagi pengguna versi Enterprise)

ACCURATE akan menghitung berapa WIP Inventory pada periode yang dipilih, yaitu Proses Produksi yang masih dalam proses sampai dengan akhir bulan. Diambil dari selisih nilai yang sudah di Release dengan yang sudah di Result.
Selain itu juga menghitung berapa nilai Variance expense dari WIP Standard dibandingkan WIP Actual, dll.
Hasil dari proses Period end untuk WIP Inventory dan Variance tsb bisa dilihat dari List | General Ledger | Journal Voucher, Type Production Period End.

Catatan :

Jadi pengertian Period End bukanlah proses tutup buku tahunan atau bulanan. Karena pada prinsipnya Period End di Accurate dapat dilakukan kapan saja dan tidak harus di akhir bulan.
Jika kita sudah melakukan proses Period End, tetapi ada transaksi mata uang asing atau Aktiva Tetap yang ketinggalan pada periode yang sudah di Period End, setelah dilakukan penambahan kita tinggal lakukan Period End ulang untuk periode tersebut dan periode-periode setelahnya.

(Available for v5)

Berikut Tutorial Vidionya :

PEMBELIAN IMPOR DENGAN BEA MASUK, FREIGHT DAN PPN IMPOR

PEMBELIAN IMPOR DENGAN BEA MASUK, FREIGHT DAN PPN IMPOR

Impor adalah kegiatan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke dalam wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Komponen yang termasuk dalam Nilai Impor adalah CIF (Cost + Insurance + Freight) dan Bea Masuk.

Lalu bagaimana penginputannya pada Accurate Accounting Software ?

Pada saat mencatat transaksi Pembelian Import, ada biaya-biaya yang mau dibebankan ke Cost barang yang diimport, Bea Masuk yang menambah nilai DPP (Dasar Pengenaan Pajak), juga adanya pengakuan PPN Import yang terhutang di Forwarding bukan ke Suplier Barang. Maka berikut ini dijelaskan cara input transaksi pembelian import tsb :

A. Purchase Invoice I (Tagihan Barang)

1. Ke menu Activities | Purchase | Purchase Invoice

2. Pilih vendor yang telah diset mata uangnya dengan mata uang asing, secara OTOMATIS Accurate akan memunculkan informasi nila tukar atau rate transaksi atas pembelian tersebut. Silahkan tentukan nilai tukarnya, misalnya 9.000. Lalu klik OK

3. Isi Tab Item dengan barang-barang yang dibeli berikut juga informasi kuantiti dan Unit Price dalam mata uang asing

4. Misalnya pada pembelian terebut dikenakan bea masuk sebesar sebesar 100 dollar dan biaya angktut sebesar 200 dollar, maka masukkan nilai tersebut pada bagian Tab Expenses. Klik kolom Account No. dan pilih akun Bea Masuk dan Biaya Angkut

5. Dikarenakan Bea Masuk dan Biaya Angkut ini akan dimasukkan ke harga pokok barang yang ditagihkan ke forwarder, maka beri tanda cheklist pada kolom Apply to Item dan Charge To Other Vendor. Kemudian lengkapi pada bagian Expenses are charge to vendor dengan pihak forwarder. Kemudian klik Save & Close

  • Jika forwarder lebih dari satu, pilih di sini dengan salah satu vendor forwarder saja

B. Purchase Invoice II (Tagihan dari forwarder & PPN Import)

1. Buat tagihan yang kedua untuk pencatatan Hutang Bea Masuk, Freight, dan PPN Import dengan cara ke menu Activities | Purchase | Purchase Invoice

2. Tentukan vendornya dengan vendor yang sama seperti yang tertera pada invoice yang pertama

3. Isikan pada bagian tab item dengan item PPN masukan. Jika belum ada, maka buat terlebih dahulu dari menu List | Item klik New. Pilih type persediaan Non Inventory Part, No dan Nama Item PPN Impor misalnya.

4. Kemudian pada GL Account setting semua akunnya ke akun PPN Masukan (Vat In)

5. Masukkan qty = 1 dan di bagian unit price sebesar nilai DPPnya, nilai ini didapat dari (harga barang + bea masuk)  x rate, jika vendor forwarder mata uangnya rupiah. Kemudian masukkan di bagian kolom pajak (tax) kode pajaknya.

6. Selanjutnya tekan enter sampai turun ke baris kedua, masukkan ke item yang sama, dengan qty yang sama juga tetapi dengan Unit Price Minus, dan jangan dikenakan kode pajak. Agar nanti nilai sisanya adalah nilai PPNnya saja.

7. Selanjutnya masuk ke Tab Expenses, masukkan akun biaya angkut dan bea masuk

Catatan : 

Jika forwarder lebih dari satu, silahkan buat faktur pembelian berikutnya. Jadi misal Biaya Angkut Rp 2.000.000 (Rp 1.500.000 dari vendor A dan Rp 500.000 dari vendor B) pada purchase invoice I di atas, langsung Rp 2.000.000 dibagi dengan rate. Dan dilangkah purchase invoice II diatas, berarti dibagi menjadi 2 faktur dengan nilai masing-masing dalam rupiah jika vendor dalam rupiah

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

IMPORT JOURNAL / KONSOLIDASI PADA ACCURATE ACCOUNTING SOFTWARE

IMPORT JOURNAL / KONSOLIDASI PADA ACCURATE ACCOUNTING SOFTWARE

Konsolidasi pada ACCURATE ini hanya sebatas untuk melihat laporan keuangan gabungan antara database pusat dengan database cabang, terutama untuk laporan Neraca dan Profit & Loss. Dengan kondisi tersebut, jadi konsolidasi di ACCURATE ini tidak untuk dilanjutkan dalam transaksi.

Untuk langkah-langkah bagaimana melakukan konsolidasi pada Accurate, silahkan perhatikan penjelasan berikut ini :

Anda bisa mulai dari menu File | Import Journal | Dan pilih nama database yang ingin dilakukan konsolidasi.

Pilih penyimpanan file .GDB yang akan di import lalu klik OK.

Perlu diperhatikan jika proses konsolidasi untuk melihat laporan gabungan antara database pusat dan cabang yang Anda lakukan sudah selesai, segera lakukan Undo Import Journal dari menu File | Undo Import Journal | Pilih/centang nama database yang akan di keluarkan.

Sebelum menjalankan proses konsolidasi ini, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu :

1. Daftar akun antara database pusat dengan cabang harus sama.
2. Jangan dilakukan di database master, jadi jika ingin melakukan konsolidasi, gunakan database copyan saja untuk melihat bagaimana hasil laporan konsolidasinya, sehingga tidak mempengaruhi database master/asli jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Yang terjadi ketika konsolidasi/import journal :

  • Apabila di database cabang ada menambah akun baru yang tidak ada di database pusat, dan sudah ada transaksi atas akun baru tersebut di database cabangnya, maka saat dilakukan Import Journal/Konsolidasi, akun yang tadi dibuat dicabang akan masuk ke daftar akun di database pusat namun dengan saldo awal nol.
  • Untuk merger account di Import Journal bisa digunakan jika ada kasus seperti : Pusat memberikan pinjaman kepada cabang, dan itu dianggap sebagai piutang internal, sehingga saat dilakukan konsolidasi, nilai dari piutang ini akan saling memotong/merge dan menghasilkan nilai nol, jadi tidak masuk dalam hitungan konsolidasinya. Jika tidak ada kasus tersebut, merger account ini bisa di abaikan.
  • Jika dalam kasus transaksi seperti no.2 tetapi tidak dilakukan merger account, maka saat konsolidasi dan melihat laporan konsolidasinya, kedua nilai dari hutang piutnag tersebut akan terpisah (tidak nol/masing-masing ada nilainya).

(Available for V4 & V5)

Berikut Tutorial Vidionya :

PELUNASAN HUTANG PPN (MATA UANG BERBEDA ANTARA DPP dan PPN)

PELUNASAN HUTANG PPN (MATA UANG BERBEDA ANTARA DPP dan PPN)

Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan mengenai cara pelunasan untuk melunasi hutang PPN, yang DPPnya merupakan mata uang asing dan PPNnya merupakan mata uang default.

Jika terdapat faktur dengan mata uang asing dan atas faktur tersebut dikenakan PPN, untuk pelunasannya dicatat dalam 2 form pelunasan. Yang pertama yaitu Form Pelunasan untuk melunasi DPP (Dasar Pengenaan Pajak) dan yang kedua yaitu Form Pelunasan untuk melunasi PPN. Mengapa form tersebut dipisah? Karena untuk PPN terhutang dalam mata uang default.

Berikut ini adalah penjelasan cara mencatatnya pada Accurate :

A.  Untuk melunasi DPP, langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Pilih menu Activities kemudian pilih Sales | Sales Receipt, lalu pilih Customer dan centang bagian Pay untuk baris Nomor Faktur yang akan dilunasi. Perhatikan gambar berikut ini :

2. Payment Ammount by Default muncul sebesar yang belum dilunasi, silahkan diganti jika ternyata tidak dilunasi keseluruhan, diganti sesuai dengan yang akan dilunasi saja

3. Kemudian isi Cheque Ammount di atas sesuai dengan nilai yang masuk ke bank yang dipilih. Jika telah selesai klik Save & Close. Perhatikan gambar berikut ini :

B. Untuk melunasi PPNnya, langkahnya adalah sebagai berikut : 

1. Pilih menu Activities | Purchase | Purchase Payment | kemudian pilih Vendor

2. Beri tanda cheklist pada bagian Fiscal Payment

3. Kemudian beri tanda cheklist juga pada bagian Pay untuk baris Nomor Faktur yang akan dilunasi

4. Bagian Payment Ammount akan menampilkan nilai PPN yang sudah dikonfersi ke nilai mata uang default yaitu 11% DPP * Fiscal Rate Invoice. Jika ternyata nilai yang dilunasi tidak sebesar nilai tersebut dikarenakan perbedaan rate, untuk selisihnya silahkan dialokasikan dengan cara klik kanan dibaris faktur tersebut. Kemudian pilih Disc Info/Writee Off. Pada Disc Ammount diisi sebesar selisihnya, isi minus jika ternyata jumlah/nilai yang diterima lebih besar. Alokasikan Disc Ammount ke akun Realize Gain/Loss jika karena perbedaan rate sehingga diterima lebih atau kurang. Atau alokasikan ke akun yang lain jika karena hal lain sesuai dengan kasusnya.

5. Jika telah selesai klik Save & Close

 

WARNING “SERVICE NOT ALLOWED” KETIKA MENGINPUT SALES RETURN

WARNING “SERVICE NOT ALLOWED” KETIKA MENGINPUT SALES RETURN

Ketika Anda menginput Sales Retur setelah memilih barang yang mau diretur dan muncul tampilan “Service Not Allowed” hal tersebut dikarenakan Sales Invoice yang akan diretur ternyata terdapat item yang tipenya adalah Service. Sehingga jika retur penjualannya diinput melalui Form Sales Invoice maka akan dikonfirmasi Service Not Allowed.

Terdapat 2 alternatif cara untuk menginput Sales Return agar tidak muncul warning “Service Not Allowed” tersebut yaitu :

1. Input di Form Sales Return dengan memilih Item Non Inventory Part 

– Buat item Non Inventory Part dari Explore | Inventory | Item, klik New.

– Pilih Item Type nya Non Inventory Part.

– Isikan di kolom Description dengan nama Item Servicenya. Kemudian di tab GL Account seting akun Sales ke Pendapatan Jasa dan Sales Return ke akun mana kita mau jika ada terjadi retur atas Service tsb. Untuk setting akun yang lainnya biarkan ke akun default.

– Lalu seting juga di  menu Setup | Preference | Sales, dibagian Sales Return, centang  Show “All Sales Invoice”, Can Enter Any item in Sales Return dan juga Show Confirmation when  Create Sales Invoice lalu klik Ok.

Kemudian input Sales Return  dengan cara berikut :

– Dari menu Activities| Sales | Sales Return, pilih customer yang mau diretur

– Di field Invoice No pilih Invoicenya yang None

– Double-click di kolom Item No dan pilih  item Jasa yang tipe Non Inventory Part tadi dan isikan di kolom Unit Price sesuai dengan nilai yang akan diretur lalu Save and Close.

Secara otomatis Accurate akan membuatkan satu invoice baru yang merupakan hasil dari retur tersebut. Jika dari retur tersebut uangnya akan dikembalikan ke customer maka setelah membuat Sales Return tersebut, input pengembalian uangnya melalui Sales Receipt, dengan cara :

– Pilih Nama Customer dan Nama Bank yang digunakan untuk mengembalikan uangnya dan juga centang No. Invoice yang diretur tadi lalu klik Save and Close. Untuk berikutnya baiknya jika ingin menginput penjualan jasa tersebut gunakan item Non Inventory Part saja sehingga jika ada retur bisa langsung diinput melalui Sales Return.

2. Menginput Retur Penjualan Jasa tsb Melalui Form Journal Voucher 

Menginput retur penjualan jasa tersebut melalui form journal voucher dengan cara menjurnal balik dari apa yang sudah diinput di Sales Invoice atas jasa tersebut. Berikut ini adalah jurnalnya :

Untuk akun pendapatannya sesuaikan dengan jurnal yang terbentuk dari Sales Invoice atas jasa yang sudah dibuat sebelumnya.

Mengenai pengembalian uang dari hasil retur tersebut harus dilakukan melalui jurnal voucher juga dengan jurnal sebagai berikut :

Cara ini dapat digunakan jika jasa tersebut sudah lunas atau invoice yang diretur sudah tidak outstanding lagi. Jika masih belum lunas, sebaiknya menggunakan cara yang pertama yaitu melalui Form Sales Return dengan Item Non Inventory Part. Cara ini juga tidak disarankan digunakan jika dimaksudkan untuk memotong tagihan faktur berikutnya, gunakan cara pertama di atas yaitu melalui Form Sales Return.

 

CARA MENGECEK SELISIH KURS YANG TERLALU BESAR/TERLALU KECIL

CARA MENGECEK SELISIH KURS YANG TERLALU BESAR/TERLALU KECIL

Berikut langkah-langkah untuk mengecek saldo account Realize maupun Unrealize Gain/Loss yang dilihat terlalu besar atau terlalu kecil dari biasanya :

Langkah 1

Cari transaksi mana yang menyebabkan/yang berkontribusi besar sehingga saldonya terlalu besar atau terlalu kecil. Cara mengeceknya dari List | Chart of Account, klik kanan di baris akun Realize atau Unrealize Gain/Loss pilih menu History maka akan muncul tampilan Account History. Range Filter by Date dari tanggal awal sd/ akhir bulan yang mengalami Selisih kurs yang tidak wajar.

Jika akun Unrelize, bisa dipastikan itu dari transaksi Period End. Jika dari akun Realize kemungkinannya selain dari transaksi Period End bisa dari transaksi Vendor Payment atau Customer Receipt.

Langkah 2

Jika yang menjadi penyebab saldo jadi besar adalah dari transaksi Customer Received atau Vendor Payment, cek Rate transaksi tersebut, apakah sudah benar? dari tampilan Account History tersebut, kita tinggal double klik di baris transaksi yang dimaksud lalu cek Rate transaksi tersebut. Untuk Customer atau Vendor mata uang asing, dibayar dengan Cash/Bank mata uang apapun, seharusnya Rate diisi sesuai dengan Rate mata uang asing . Jika rate diisi 1 ganti sesuai dengan rate seharusnya.

Bila Rate sudah benar cek Rate transaksi SalesInvoice² atau PurchaseInvoice² yang dilunasi di Vendor Payment atau Customer Receipt tsb. Catat dulu No fakur yang dilunasi lalu untuk Purchase Invoice cari dari List | Purchase | Purchase Invoice, untuk Sales Invoice dari List | Sales | Sales Invoice . Setelah Sales atau Purchase Invoice Rate-nya diperbaiki, Edit Customer Received atau Vendor Payment tersebut, lalu ketik ulang tanggal transaksinya kemudian klik Save&Close agar tersave dan terjurnal ulang.

Langkah 3

Jika transaksi yang menjadi penyebab saldo jadi besar adalah dari transaksi Period End, kita ke List | General Ledger | Journal Voucher, type transaksi centang yang “Period End” saja lalu Filter by date range per periode yang dimaksud atau uncheck Filter by Date tersebut. Doubleklik Period End Periode yang dimaksud, lalu cek pasangan jurnal dari akun mata uang asing mana yang menyebabkan jurnal akun Realize atau Unrelize nya menjadi besar?.

Langkah 4

Setelah diketahui Account Mata Uang Asing mana yang menyebabkan selisih kurs besar, kita cek penginputan transaksi-transaksi account tersebut dari Report | General Ledger | General Ledger Detail, klik Modify | Customize, centang Rate, Debit Prime dan Credit Prime . Uncheck Description agar ketiga tambahan kolom yang kita centang cukup ditampilkan lalu klik Ok.

Ditampilan preview report General Ledger Detail tersebut, cek di kolom Rate, pastikan sesuai dengan rate mata uang account bersangkutan, Rate tidak boleh 1. Jika ada rate yang salah perbaiki lalu lakukan Period End ulang .

Catatan :

Jika sudah mengikuti langkah-langkah diatas tidak ada transaksi yang rate nya salah diperiode tersebut, coba lakukan Period End ulang untuk periode sebelumnya, apakah hasil Period End tersebut account Realize atau Unrealize nya menjadi tidak wajar? jika iya berarti ada perubahan rate dari transaksi periode sebelumnya , lakukan pengecekan seperti diatas hanya saja range tanggal dimundurkan ke bulan² sebelumnya, perbaiki lalu Period End ulang dari mulai bulan yang rate-nya salah sd sekarang.

(Available for V3, V4, V5)

DP PEMBELIAN VENDOR A DIGUNAKAN UNTUK MEMOTONG INVOICE VENDOR B

DP PEMBELIAN VENDOR A DIGUNAKAN UNTUK MEMOTONG INVOICE VENDOR B

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai cara penginputan Uang Muka Pembelian atas Vendor A yang digunakan untuk memotong invoice Vendor B.

Misalkan ada kasus dimana Vendor A dan Vendor B adalah perusahaan yang berbeda namun masih dalam satu grup. Lalu kita sebagai perusahaan mempunyai sisa DP/Uang Muka Pembelian ke Vendor A misalkan sebesar Rp 1 juta, dan sisa DP sebesar Rp 1 juta tersebut ingin digunakan untuk memotong invoice atas Vendor B yang sebesar Rp 800 ribu.

Maka langkah penginputannya adalah sbb :

1. Buat akun baru dengan tipe Other Current Asset dari menu List | COA | New | Buat nama akunnya misalkan “Akun Perantara DP Pembelian“.

2. Buat Purchase Invoice lagi atas Vendor A, dengan nama item “Opening Balance”. Unit Price dan Amount nya di nol kan saja.

3. Klik Select DP, dan centang invoice DP yang sisa tadi yaitu sebesar Rp 1 juta tsb. Ubah angka pada tab DP menjadi Rp 800 ribu (karena yang ingin digunakan untuk memotong invoice Vendor B adalah sebesar Rp 800 ribu saja). Sampai disini jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr) Hutang Usaha Rp 800 ribu
(Cr) Uang muka pembelian Rp 800 ribu

4. Setelah itu klik Purchase Payment, lalu klik kanan pilih discount info pada invoice DP tsb . Isikan discount amount nya sebesar MINUS Rp 800 ribu, dan discount account nya pilih ke akun perantara yang dibuat di langkah 1. Sampai disini jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr) Akun Perantara DP Pembelian Rp 800 ribu
(Cr) Hutang Usaha Rp 800 ribu

5. Lalu untuk memotong invoice Vendor B yang sebesar Rp 800 ribu, kita masuk dari menu Activities | Purchase | Purchase Payment | Pilih nama Vendor B.

Setelah itu pada baris invoice yang ingin di potong nilai DP nya, kita klik kanan pilih discount info, isikan discount amount nya sebesar Rp 800 ribu (tanpa tanda minus), dan isikan discount account nya ke akun perantara tadi. Sehingga jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr) Hutang usaha Rp 800 ribu
(Cr) Akun Perantara DP Pembelian Rp 800 ribu

Karena DP atas Vendor A yang sebesar Rp 1 juta tidak terpakai semua, maka sisanya yaitu sebesar Rp 200 ribu akan tetap ada sebagai Uang Muka Pembelian atas Vendor A tersebut.

(Available for V4 & v5)

 

Untuk Video Tutorialnya bisa disimak di sini ya……….

EKSPOR IMPOR TRANSAKSI ANTAR ACCURATE

Bagi anda pengguna Accurate yang memiliki cabang dan tidak mau repot setting jaringan antar daerah dapat menggunakan fitur ekspor impor transaksi antar Accurate, persiapan apa saja sih yang diperlukan sebelum ekspor impor transaksi?

Berikut persiapan – persiapan yang harus Anda lakukan :

  1. Mempunyai database lebih dari 1 (per cabang ada masing-masing databasenya sendiri – sendiri)
  2. Setting kode cabang dari menu General Ledger | Company Info | Branch ID (Buku Besar | Info Perusahaan | ID Cabang)
  3. ID Cabang di masing – masing database harus di masukkan ke database pusat, sehingga pada list ID Cabang pada database pusat terdapat data ID Cabang yang dimiliki oleh masing – masing cabang.
  4. Setelah itu export impor dapat dilakukan.

Apasaja sih data yang dapat di export import? data yang dapat di ekspor impor transaksi sbb :

  • Currency ( Mata Uang)
  • Item (Barang)
  • Account (Akun)
  • Customer (Pelanggan)
  • Vendor (Pemasok)
  • Sales Order (Pesanan Penjualan)
  • Delivery Order (Pengiriman Pesanan)
  • Sales Invoice (Faktur Penjualan)
  • Sales Return (Retur Penjualan)
  • Purchase Requisition (Permintaan Pembelian)
  • Purchase Order (Pesanan Pembelian)
  • Receive Items (Penerimaan Barang)
  • Purchase Invoice (Faktur Pembelian)
  • Purchase Return (Retur Pembelian)
  • Purchase Payment (Permbayaran Pembelian)
  • Journal Voucher (Jurnal Umum)
  • Other Deposit (Penerimaan)
  • Other Payment (Pembayaran)
  • Customer Type (Tipe Pelanggan)
  • Salesman (Penjual)
  • Commission Range (Batas Komisi)
  • Selling Price Adjust (Penyesuaian Harga Jual)
  • Item Transfer (Pindah Barang)
  • Tax (Pajak)

Proses Ekspor Impor transaksi antar Accurate dapat dilakukan per transaksi atau sekelompok transaksi dan hanya dapat mengekspor data Insert dan Delete, tidak untuk kondisi Edit (Update), jadi data dalam kondisi insert atau edit, ACCURATE tetap mengganggap data tersebut adalah mode insdert saat diimport ke database lain.

Untuk menghindari Error pada saat pengeksporan data cabang ke pusat, Anda harus memastikan bahwa master data pusat dan cabang sama persis. Master data yang dimaksud disini seperti : Data Akun , Data Item dan Data Master lainnya.

Anda dapat membuat master data cabang dengan menduplikasi database pusat menggunakan fitur Create New Branch. Fitur Create New Branch secara otomatis akan membuatkan duplikasi data dari data utama dengan kiode cabang yang berbeda dan otomatis membuatkan data – data master seperti Item, Customer, Vendor, Tax, dll, sehingga data cabang siap untuk memulai penginputan transaksi.

Fitur ekspor impor transaksi dapat Anda akses melalui File | Eksport Import Transaction (Berkas | Ekspor Impor Transaksi). Naaah… disini silahkan Anda filter apa saja yang akan di ekspor impor (langkahnya melakukan ekspor data dari cabang terlebih dahulu, dan hasil ekspor data tersebut di impor ke database pusat).

 

Berikut Tutorial Vidionya :

MEMPERBARUI HARGA JUAL DI SELLING PRICE ADJUSTMENT DENGAN DATA EXCEL

MEMPERBARUI HARGA JUAL DI SELLING PRICE ADJUSTMENT DENGAN DATA EXCEL

Jika sebelumnya kita sudah membuat harga jual suatu barang dari Selling Price Adjustment, kemudian dari daftar barang yang sudah di buat Selling Price Adjustment ini ingin diubah/diupdate harga jualnya, hal tsb bisa kita lakukan dengan mengimport data dari Excel tanpa harus merubah satu per satu/membuat Selling Price Adjusment yang baru.

Daftar harga jual barang yang ada di Selling Price Adjustment yang lama, bisa langsung terupdate sesuai dengan harga jual baru yang sudah kita buat dari Excel.

Yang perlu diketahui dahulu :

– Untuk format Excel yang kita buat untuk bisa diimport, cukup dengan membuat kolom :
Item No, Price 1, Price 2, s/d Price 5 (jika memang membuat sampai Price 5).
– Daftar nomor barang/nama barang yang ada di Excel harus sama seperti daftar nomor barang/nama barang yang ada di Selling Price Adjustment yang akan di update harga jualnya.

Langkah untuk cara mengimportnya adalah sbb :

1. Siapkan file Excel yang sudah berisi data harga jual barang yang baru.

2. Masuk dari menu List | Inventories | Selling Price Adjustment | Nanti akan muncul daftar Selling Price Adjustment yang sudah pernah dibuat.

3. Klik 2x pada Adjustment No dari Selling Price Adjustment yang dimakud. Setelah form Selling Price Adjustmentnya muncul, kemudian klik Import.

4. Klik gambar document lalu ambil file Excel (Excel 97-2003 worksheet) yang sudah kita buat tadi, kemudian klik Extract Data. Setelah itu centang box “With the same Item” (seperti pada ilustrasi gambar dibawah ini).

6. Hapus judul kolom pada Available Source, dengan cara mengarahkan kursor ke baris judul kolomnya, kemudian
klik kanan pilih Delete. (Seperti pada gambar dibawah ini)

7. Baru setelah itu lakukan mapping/pemetaan pada field “Define to Field Name”. (Seperti pada gambar dibawah ini)

8. Jika sudah, klik Import Data.


9.  Setelah itu agar harga jual yang baru tersebut bisa mengupdate, jangan lupa untuk mengklik “Save to Default”, lalu simpan dengan mengklik Save & Close.

(Available on V5)

Berikut Tutorial Vidionya :

INPUT DOWNPAYMENT ATAS BARANG YANG BELUM DIKETAHUI PADA ACCURATE

INPUT DOWNPAYMENT ATAS BARANG YANG BELUM DIKETAHUI PADA ACCURATE

Customer membayar sejumlah uang kepada perusahaan untuk pembelian yang belum diketahui item apa yang akan mereka beli (item yang akan kita jual), maka kita bisa menganggapnya sebagai uang muka (downpayment).

Cara menginput DP tsb sebagai berikut :

1. Buka menu Activities | Sales | Sales Invoice.

2.Pilih nama customer yg bayar dp tsb, dan input tanggal invoicenya.

3.Pada kolom item, masukkan item no -1 yaitu Downpayment , isi qty dengan angka 1, dan Unit Price isi senilai uang muka yang kita terima dari customernya.

4. Kalau sudah, di bagian atas klik button Sales Receipt

5. Pada form Sales Receipt yang terbuka ini, pilih nama Bank yang terima uangnya dan jangan lupa input Payment Date dan Cheque Datenya .

Kalau sudah klik Save and Close, sehingga pada akun Kas/Bank perusahaan akan bertambah saldonya karena DP tadi.

Jika kita sudah terima pesanan penjualan dari customer tsb, dan dp yang sudah masuk ingin di alokasikan atas faktur penjualannya, maka berikut ini adalah langkah-langkahnya :

1. Buat pesanan penjualannya dari menu Activities | Sales | Sales Order, buat pesanan penjualan seperti biasa, kalau sudah maka buat Delivery Order (untuk pengiriman barangya) dan buat Sales Invoice (untuk tagihannya).

2. Pada form Sales Invoice ini, uang muka tersebut bisa kita alokasikan disini, caranya dengan klik button di bagian atas yaitu Select DP

3. Centang Nomor Faktur DP yang sudah di buat, klik OK

4. Dengan demikian, nilai DP tersebut telah masuk ke Tab Downpaymentnya, kita masih bisa edit nilai dp yang mau kita alokasikan untuk faktur tersebut pada kolom Total DP nya.

 5. Save and Close Invoicenya, sampai disini invoice tersebut sudah selesai (tidak perlu di tarik ke Sales Receipt lagi karena sudah tidak ada nilai piutang yang outstanding atas invoice bersangkutan).

Catatan :

Langkah yang sama dapat dilakukan juga untuk kasus Pembelian, tetapi prosesnya dilakukan dari modul Pembelian, tepatnya mulai dari Purchase Invoice.

(Available for v5)

 

 

Berikut Tutorial Vidionya :