MENAMPILKAN DPP PADA INVOICE PENJUALAN (INCLUSIVE TAX)

MENAMPILKAN DPP PADA INVOICE PENJUALAN (INCLUSIVE TAX)

Pada saat Anda melakukan transaksi penjualan terdapat penjualan di mana harga penjualannya sudah termasuk pajak (Inclusive Tax) dan penjualan yang harga jualnya belum termasuk pajak.

Pada kesempatan hari ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana menampilkan DPP (Dasar Pengenaan Pajak) pada faktur penjualan di mana artinya harga jual barang tersebut sudah termasuk pajak (Inclusive Tax).

Pada Accurate Online untuk setting pajak sudah otomatis menggunakan Rounded Lower 1. Sehingga untuk nilai pajak dengan desimal berapapun akan dibulatkan kebawah.

Sebagai ilustrasi, misalkan ada transaksi dengan nilai total adalah 5.000, maka dengan kondisi perpajakan di Accurate Online (11%), rinciannya adalah : 4.505 = DPP, dan 495 = PPN.

Berikut adalah langkah-langkah untuk mencatat nilai DPP pada Desain Cetakan Faktur Penjualan dengan pilihan pajak adalah Inclusive Tax (Termasuk Pajak).

1. Membuat contoh transaksi dengan pilihan adalah Termasuk Pajak (Inclusive Tax).

Selanjutnya masuk pada Desain Cetakan untuk menambahkan rumus yang dapat menampilkan nilai DPP atas transaksi penjualan di atas, dari menu Pengaturan | Desain Cetakan.

Desain Cetakan

3. Klik pada nama Desain Cetakan Faktur Penjualan yang akan ditambahkan rumus untuk menampilkan DPP.

 4. Tambahkan variable dengan Click and Drag pada Input Variable, lalu letakan di posisi yang tepat.

 

5. Masukkan rumusnya yaitu

$F{salesInvoice.totalAmount}.subtract($F{salesInvoice.tax1Amount})

6. Klik Simpan, kemudian ujicoba pada transaksi faktur penjualan dengan mengklik Cetak.

7. Perview desain cetakan setelah di edit

 

Note : Jika kondisi semua item dikenakan pajak.

Berikut Tutorial Vidionya :

MEMBUAT KOMISI PENJUAL BERDASARKAN KUANTITAS DAN BERTINGKAT

MEMBUAT KOMISI PENJUAL BERDASARKAN KUANTITAS DAN BERTINGKAT

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai salah satu fitur yang terdapat pada Accurate Online yaitu fitur komisi penjualan dan mengatur komisi penjualan bertingkat. Berikut adalah penjelasannya

MEMBUAT KOMISI PENJUAL BERDASARKAN KUANTITAS

Perhitungan komisi penjual pada Accurate mengakomodir perhitungan komisi spt :

a. Perhitungan berdasarkan kuantitas dan nilai barang yang terjual.

b. Perhitungan berdasarkan persentase atau nilai tetap dari setiap kuantitas atau nilai barang yang terjual.

Cara membuat komisi penjual adalah sbb :

1. Klik menu Penjualan kemudian pilih Komisi Penjualan

2. Sebagai contoh perhitungan komisi, di bawah ini adalah perhitungan komisi berdasarkan kuantitas barang terjual, dengan range 100 sd 1000, dimana salesman akan mendapatkan 10% dari nilai penjualan barang.

3. Klik Simpan jika telah selesai.

4. Komisi Penjual ini akan bisa bekerja jika pada saat membuat faktur penjualan, nama penjual dimasukkan dan memenuhi syarat dan ketentuan yang tertera pada komisi penjual.

MEMBUAT KOMISI BERTINGKAT

Komisi Bertingkat merupakan fitur pada Accurate Online yang berfungsi untuk mencatat komisi atas suatu barang jika penjual atau salesman terdiri lebih dari satu orang.

Cara untuk membuat komisi bertingkat adalah sbb :

1. Klik menu Penjualan | Komisi Penjual.

2. Buatlah komisi bertingkat sesuai dengan jenjang/tingkat yang diberikan kepada salesman atau penjual. Contoh spt pada gambar di bawah ini.

3. Rincian komisi 1 dan 2 yang dibuat seperti pada gambar di bawah ini.

4. Membuat transaksi Faktur Penjualan dengan memilih nama produk yang sudah diberikan syarat komisi.

5. Memilih nama penjual (salesman) dengan mengurutkan sesuai dengan tingkat komisi yang diterima, perhatikan gambar berikut.

6. Nilai komisi dari hasil penjualan tersebut bisa Anda lihat dari Laporan | Daftar Laporan | Laporan Penjualan, misalnya Rincian Komisi Penjual per Faktur.

Untuk video tutorialnya dibawah ini ya……..

SETTING BATCH NUMBER INVENTORY PADA ACCURATE 

SETTING BATCH NUMBER INVENTORY PADA ACCURATE 

Batch Number adalah kode yang berhubungan dengan inventory dan biasanya dijadikan sebagai kode produksi pabrik barang tersebut. Kode ini berfungsi sebagai satu kesatuan dalam fungsi penjaminan mutu. Jika ada sesuatu, kode produksi ini berfungsi sebagai identitas suatu produk. Salah satu aspek penting dalam rangkaian produksi tersebut adalah kode produksi, atau dalam industri farmasi lebih dikenal dengan nomor batch dan lot.Nomor ini mewakili identitas suatu tahapan produksi.

Dalam produksi suatu barang biasanya satu job memiliki satu job number atau satu Batch Number yang sama. Sebagai contoh:

Untuk memproduksi 1000 Botol Minuman, PPIC mengeluarkan Surat Perintah Kerja Produksi dengan Nomor SPK-001. Setelah Proses produksi selesai, maka 1000 Botol Minuman tersebut akan diberikan kode produksi Misalkan MEC0987. Jadi dari 1000 botol tersebut memiliki nomor Batch dan Tanggal Kadaluarsa yang sama yaitu MEC0987.

Batch Number Berbeda dengan Serial Number

  • Satu kode Batch Number bisa untuk banyak barang dalam proses produksi yang sama. jika produksi 1000 unit maka cukup dengan satu kode Batch untuk 1000 untit barang.

  • Sedangkan SN bersifat Unik. Satu kode Serial Number (SN) adalah untuk 1 unit produk.

ACCURATE Menyediakan fitur untuk Setting SN maupun Batch Number.

Jika sebuah barang akan dikontrol masuk atau keluarnya Batch atau SN nya, maka Inventory Control dari barang tersebut harus diaktifkan. Cara mengaktifkannya adalah sebagai berikut:

  • Klik List(Daftar) | Items(Barang dan Jasa)

  • Buat barang baru dengan klik New atau edit barang yang sudah ada yang hendak dikontrol SN/Batchnya
  • ke Tab Kontrol persediaan atau Inventory Control
  • Aktifkan atau centang Manage Serial Number
  • Pilih Unik number jika ingin kontrol sebagai SN atau Pilih Batch No jika ingin kontrol sebagai Batch. dan centang Expired date jika barang tersebut memiliki tanggal kadaluarsa.

  • Centang juga Force Serial Number on Transaction Entry jika setiap transaksi keluar masuk barang wajib mengisi atau memilih SN atau Batch No.

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

INPUT UANG MUKA DARI PURCHASE INVOICE PADA ACCURATE

INPUT UANG MUKA DARI PURCHASE INVOICE PADA ACCURATE

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai langkah-lagkah penginputin uang muka pembelian dan penjualan tanpa harus menarik dari proses sebelumnya yaitu pesanan penjualan dan pesanan pembelian pada Accurate dekstop.

Bagi Anda yang ingin menginput down payment baik saat Sales (Penjualan) maupun Purchase (Pembelian) tanpa harus menarik dari proses sebelumnya yaitu Sales Order dan Purchase Order, maka di bawah ini kami informasikan langkah-langkahnya :

Uang Muka Penjualan (Advanced Sales)

1. Langkah pertama, silahkan Anda buka aktifias sales invoice dengan cara :

Klik menu List, kemudian pilih Sales lalu pilih Sales Invoice

Pilih customer dan masukkan informasi yang dibutuhkan seperti : No. Invoice, Tanggal Invoice, dll)

 

Pada kolom item, Anda harus memilih item down payment dengan kode item -1 dan type item Non Inventory Part. Lalu masukkan jumlah DP yang ingin Anda bayarkan. Lalu klik Save & Close

Setelah Anda membuat Sales Invoice tersebut dan menyimpannya. Proses selanjutnya adalah Anda harus menarik Sales Invoice tersebut ke Sales Receipt dengan cara :

Buka kembali Sales Invoice yang sebelumnya Anda buat untuk pembayaran down payment kemudian klik button Sales Receipt yang ada di bagian atas,

masukkan informasi yang dibutuhkan kemudian klik Save & Close

Uang Muka Pembelian (Advanced Purchase)

Buka aktifitas Purchase Invoice dengan cara :

Klik menu List kemudian pilih Purchase lalu pilih Purchase Invoice

Pilih Vendor dan masukkan informasi yang dibutuhkan seperti : No. Invoice, Tanggal Invoice, dll)

Pada kolom item, Anda harus memilih item down payment dengan kode item -1 dan type item Non Inventory Part. Lalu masukkan jumlah DP yang ingin Anda bayarkan. Lalu klik Save & Close

 

Berikut Tutorial Vidionya :

IMPLEMENTASI WORK ORDER TANPA BOM (SPECIAL ORDER) PADA ACCURATE

IMPLEMENTASI WORK ORDER TANPA BOM PADA ACCURATE

Bill of Material 

Bill of Material (BOM) adalah definisi produk akhir yang terdiri dari daftar  item, bahan, atau material  yang  dibutuhkan  untuk merakit, mencampur  atau memproduksi  produk akhir.
BOM terdiri dari berbagai bentuk dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan. BOM  dibuat  sebagai  bagian  dari  proses  desain  dan  digunakan  oleh  manufacturing engineer  untuk  menentukan  item  yang  harus  dibeli  atau  diproduksi.  Perencanaan pengendalian produksi dan persediaan menggunakan BOM yang di-hubungkan dengan master  production  schedule,  untuk  menentukan  release  item  yang  dibeli  atau diproduksi.

BOM dibedakan menjadi dua macam:

1. Single Level Bill of Material berfungsi untuk menampilkan assembly atau sub-assembly dengan hanya satu level children. Menampilkan komponen yang langsung dibutuhkan untuk membuat assembly atau sub-assembly.
2. Multilevel Bill of Material, untuk  produk  dengan  subassembly,  digunakan  Multilevel  Tree  dan Multilevel  Bill  of Material. Multilevel  Tree  berupa  “pohon”  dengan  beberapa  level  yang menggambarkan  struktur  produk. Pada Multilevel Bill of material, penulisan setiap  level ditandai dengan  format penulisan Part Number

Jika kita mau produksi barang yang tidak ada formulanya (Bill of Material) karena memang adalah Special Order atau hanya sekali ini saja produksi nya.

Bagaimana mencatatnya di Accurate Enterprise sbb :

1. Buat Item Barang Jadi dari proses produksi tsb dari List kemudian pilih  Items.

2. Activities  | Manufacture | Work Order

3. Di kolom Item No, pilih Product/Item Finish Good yang akan di produksi. (Item yang sudah dibuat di langkah pertama diatas)

4. Kolom Job isi/ketikkan dengan keterangan pekerjaan tsb.

5. Di table Detail of Job pilih item-item bahan baku yang akan digunakan untuk memproduksi Item Finish Good tsb. Isi juga halaman Costjika ada Labor atau Overhead yang sudah dibuat di List | Manufacture | Conversion Costs. Save and Close.

Catatan :

Jika pesanan tsb dicatat pada Sales Order, waktu buat WO pilih Select SO maka otomatis bagian Product terisi Product yang dipesan, lalu dibagian Detail of Job nya tinggal dipilih item-item bahan baku dan isi Cost nya.

(Available for v4 & v5)

ALOKASI PRODUKSI SAAT PERIOD END PADA ACCURATE

ALOKASI PRODUKSI SAAT PERIOD END PADA ACCURATE

Di pencatatan manufaktur di kenal Standard Cost dan Actual Cost. Standard Cost diperoleh dari formula produksi untuk membuat suatu produk, sedang Actual Cost adalah biaya real yang dikeluarkan untuk membuat produk tsb. Mengapa beda? karena saat proses produksi ada kemungkinan terjadi penyimpangan(variance) dari formula yang sudah dibuat, baik di pemakaian bahan baku atau biaya overhead.

Seperti informasi diflow manufaktur di Accurate, ACCURATE menggunakan Actual Cost saat :

  • Material Release atas pengeluaran Bahan (mengikuti cost FIFO atau Average tergantung metode yang di gunakan data tsb) dan
  • Alokasi biaya ke biaya produksi saat period End

Pembahasan kali ini tentang alokasi biaya sebagai biaya produksi saat period end. Agar saldo suatu akun biaya dapat dialokasikan ke biaya produksi maka perlu mencentang pilihan “Allocation for Production” seperti pada gambar dibawah ini dari Daftar Akun.

Dengan begitu biaya-biaya tsb akan muncul berikut dengan saldo periode yang sedang di period end untuk dapat dialokasikan sebagai biaya aktual produksi. Akun-akun biaya tersebut akan ditampilkan di bagian Production Alocation Cost, kolom-kolom yang perlu diketahui disini :

  • % Alloc, isi dengan berapa % dari total Biaya periode tsb yang akan di alokasi sebagai Biaya Aktual Produksi.
  • Allocated Amount, jika bukan dalam persentase kita juga bisa menentukan langsung berapa nilai yang akan di alokasikan ke biaya aktual produksi.
  • Allocate, centang untuk mengalokasikan ke biaya produksi.
  • Auto Calc, centang jika diharapkan ACCURATE yang menghitung otomatis distribusi biaya tsb ke masing-masing work order(WO) yang masih outstanding dan menggunakan akun biaya tsb di Conversion Cost nya.

Gambar dibawah ini contoh jika kita pilih Auto Calc sehingga ACCURATE otomatis mendistribusikan saldo biaya yang dialokasikan ke produksi ke masing-masing WO. Tampilkan dengan cara double-click di baris akun Biaya yang dimaksud.

Perhitungan AUTO CALC

Perlu diketahui WO yang akan mendapat distribusi biaya aktual dari akun biaya yang ada di period end adalah :

  1. WO yang masih outstanding sampai dengan periode yang sedang di period end.
  2. WO yang Conversion Cost nya menggunakan akun biaya yang sedang dialokasikan di period end.

Cara perhitungannya Auto Calc secara proporsional, dengan contoh diatas dimana WO outstanding hanya dua yaitu WO 1001 dan 1002 maka,

Namun demikian kita masih bisa mengganti manual nilai hasil Auto Calc tsb jika diperlukan, dengan mengganti nilai hasil Auto Calc yang ada di kolom Amount disetiap baris WO di tampilan period end.

REPORT

Alokasi biaya aktual ke masing-masing WO saat period end dapat dilihat hasil nya di Report | Index to Report | Manufacturing Reports | Variant Production By WO, di baris Perio untuk setiap WO nya.

(Available for v4 & v5)

MEMBUAT CREDIT NOTE DAN DEBIT NOTE PADA ACCURATE DEKSTOP

MEMBUAT CREDIT NOTE DAN DEBIT NOTE PADA ACCURATE

Langkah-langkah untuk membuat Credit Note/Debit Note untuk memotong nilai piutang tanpa ada barang yang dikembalikan :

Credit Note

1. Buat Item baru dari List | Item | New, pilih type “Non Inventory Part” dengan nama “Credit Note” dan semua GL akun dialokasikan ke akun mana yang akan menampung Credit Note tsb,  Sales Discount misalnya.

2. Aktifkan “Can enter any item” pada Retur Penjualannya melalui menu Setup | Preferences | Sales/Purchase, pada bagian sales-nya centang “can enter any item”. Lalu Ok

3. Buat Sales Return dari Activity | Sales | Sales Return, lalu pilih nama customer dan select Inv.No = “None”

4. Pilih Item mengggunakan item yang sudah dibuat tadi (point 1), lalu isikan nilai retur-nya. Kemudian Save & Close

5. Buka Customer Receipt dari Activity | Sales | Sales Receipt, pilih nama customernya maka otomatis akan muncul invoice senilai retur yang sudah dibuat tadi dengan No Faktur yang sama dengan Nomor Credit Note. Centang No Credit Note tersebut berikut No Faktur yang akan dilunasi maka Nilai Credit Note yang minus tersebut akan menjadi pengurang.

Debit Note

1. Buat Item baru dari List | Item | New, pilih type “Non Inventory Part” dengan nama “Debit Note” dan semua GL akun dialokasikan ke akun mana yang akan menampung Debit Note tsb, Purchase Discount atau HPP misalnya.

2. Aktifkan “Can enter any item” pada Retur Pembelian-nya melalui menu Setup | Preferences | Sales/Purchase, pada bagian purchase-nya centang “can enter any item”. Lalu Ok .

3. Buat Purchase Return dari Activity | Purchase | Purchase Return, lalu pilih nama vendor dan select Inv.No = “None”

4. Pilih Item mengggunakan item yang sudah dibuat tadi (point1), lalu isikan nilai retur-nya. Kemudian Save & Close .

5. Buka Vendor Payment dari Activity | Purchase | Purchase Payment, pilih nama vendornya maka otomatis akan muncul invoice senilai retur yang sudah dibuat tadi.

Notes :

  • Jika judul Print Out Form Retur mau diganti menjadi Credit Note atau Debit Note, silakan buat template baru atau edit template yang dimaksud di bagian header. Untuk Title kita bisa ganti menjadi Credit Note untuk Sales Return atau Debit Note untuk Purchase Return.
  • Jika Debit Note ingin dialokasikan untuk mengurangi Cost perunit Barang yang belum terjual, caranya melalui Inventory Adjustment dan set Adjustment Account nya ke akun yang di setting diatas di langkah 1, Purchase Disc/HPP.

Video Tutorial…..

 

LIST OF QUANTITY AND COST CONTROL PADA ACCURATE

LIST OF QUANTITY AND COST CONTROL PADA ACCURATE

Daftar Kuantitas & Biaya Kontrol (List Of Quantity & Cost Control) adalah tabel yang menampilkan informasi Qty Budget, Qty Req., Qty Ordered, Qty Receipt, Qty Invoiced, Total Qty, dan Qty In Used dari bahan baku, tenaga kerja dan overhead yang dipakai pada Aktifitas Proyek.

Dengan daftar ini, Anda dapat mengontrol kuantitas bahan baku, tenaga kerja, dan overhead yang Anda pakai untuk menyelesaikan Aktifitas Proyek.

Daftar Kuantitas & Biaya Kontrol dapat dibuka dari menu utama List – Project – Quantity & Cost Control

Tombol menu yang aktif pada Daftar Quantity and Cost Control yaitu : 

1. Tombol Filter : Tombol ini berfungsi untuk menampilkan form Filter pada Daftar Quantity and Cost Control. Filter daftar Quantity and Cost Control dapat Anda lakukan dengan cara:
a. Filter Project : Menampilkan daftar quantity and cost control sesuai dengan nama proyek yang Anda pilih.
b. Show :
• Quantity : Hanya menampilkan detail kolom Quantity saja pada Daftar Quantity and Cost Control.
• Cost : Hanya menampilkan detail kolom Cost saja pada Daftar Quantity and Cost Control.

2. Tombol Refresh : Tombol menu yang berfungsi untuk memperbarui tampilan Daftar Quantity and Cost Control sesuai dengan penginputan Aktifitas proyek yang Anda lakukan.

3. Tombol Print : Tombol menu yang berfungsi untuk melihat tampilan Daftar Quantity and Cost Control sebelum dicetak.

Penjelasan Kolom pada Daftar Quantity and Cost Control :

1. Item/Cost No : Menampilkan informasi nomor material, tenaga kerja, dan overhead yang Anda gunakan dalam Aktifitas Proyek. Informasi ini diambil dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).
2. Description : Menampilkan informasi deskripsi dari nomor material, tenaga kerja, overhead yang Anda pakai dalam Aktifitas Proyek.
3. Unit : Menampilkan informasi satuan unit dari material, tenaga kerja dan overhead yang Anda pakai dalam Aktifitas Proyek.
4. Qty Budget : Menampilkan informasi Anggaran kuantitas material, tenaga kerja dan overhead yang Anda pakai dalam Aktifitas Proyek.
5. Cost Budget : Menampilkan informasi Anggaran biaya per unit material, tenaga kerja dan overhead yang Anda pakai dalam Aktifitas Proyek.
6. Total Budget : Menampilkan informasi total Anggaran Biaya
7. Qty Req : Menampilkan informasi jumlah kuantitas material, tenaga kerja, dan overhead yang direquest atas pengerjaan proyek tersebut.
8. Qty Ordered : Menampilkan informasi jumlah kuantitas material yang telah diorder kepada Pemasok.
9. Cost Ordered : Menampilkan informasi biaya/unit dari material yang dipesan kepada Pemasok.
10. Total Ordered : Menampilkan informasi total biaya order dari material yang dipesan kepada Pemasok.
11. Qty Receipt : Menampilkan informasi kuantitas material yang sudah Anda terima dari Pemasok tetapi belum ditagih oleh Pemasok. Penerimaan barang ini dicatat pada Formulir Receive Item.
12. Qty Invoiced : Menampilkan informasi kuantitas material yang sudah Anda terima dimana penerimaan barang ini dicatat pada Formulir Purchase Invoice.
13. Cost Invoiced : Menampilkan informasi cost/unit material sesuai dengan formulir Purchase Invoice.
14. Total Invoiced : Menampilkan informasi total cost material sesuai dengan Formulir Purchase Invoice.
15. Quantity : Menampilkan total kuantitas material, tenaga kerja, overhead yang dapat Anda gunakan dalam mengerjakan Aktifitas Proyek.
16. Total : Menampilkan total cost material, tenaga kerja, dan overhead proyek.
17. Qty In Used : Menampilkan kuantitas actual dari material, tenaga kerja dan overhead yang sudah dipakai dalam mengerjakan Aktifitas Proyek.

(Available for V5)

Jadwalkan Sekarang Klik Disini | Untuk Video Tutorial Klik Disini

WORK IN PROCCESS (PERSEDIAAN DALAM PROSES) PADA ACCURATE

WORK IN PROCCESS (PERSEDIAAN DALAM PROSES) PADA ACCURATE

Akun Work In Procces (WIP) / Persediaan Dalam Proses adalah akun yang menampung nilai persediaan yang masih dalam proses produksi, pada Accurate versi Enterrise, digunakan untuk transaksi :

  • Material Release, yaitu saat Raw Material masuk proses produksi. Pada saat ini nilai yang keluar dan yang dijuarnal menggunakan Actual Cost sesuai urutan cost FIFO atau Average yang kita gunakan
  • Product and Material Result, yaitu mencatat Fininshing dengan menambah barang. Pada pencatatan result kita menggunakan Standard Cost sesuai Standard Cost di form Work Order(WO). Pada saat buat WO sendiri, secara otomatis Standard Cost yang tampil sesuai “Item Standard Cost” & “Standard Conversion Cost”yang berlaku pada saat kita buat WO, tapi di form WO kita masih bisa rubah jika diperlukan.
  • Period End. Pada saat akhir periode kita harus melakukan Period End (Period End, dari Activities | Periodik | Period End) untuk mengalokasikan nilai yang menjadi Variance Expense dan Saldo Akhir WIP  Inventory/Barang Dalam Proses yang akan dilaporkan di akhir bulan.

Berikut ini adalah ilustrasi penginputan transaksi di ACCURATE dan hasil laporannya : 

Dibuat Work Order(Activities | Manufactur | Work Order) :

Membuat Item X sebanyak 10 PCS dengan Formula untuk membuat item 10pcs item X  adalah :

– Item Bahan Baku RW–0001 10pcs dibeli dengan harga @70.000 sedang Standard Cost nya @ Rp.80.000

– Item Bahan Baku RW–0002 5pcs dibeli dengan harga @15.000 sedang Standard Cost nya @ Rp.60.000

– Item Bahan Baku RW–0005 10pcs dibeli dengan harga @35.000 sedang Standard Cost nya @ Rp.40.000

— Biaya Tenaga Kerja total Rp 1.150.000

Sehingga Standard Cost Per Unit Barang “X” adalah 2.650.000/10 = Rp. 265.000

 

Transaksi selama bulan Juni :

Pada tanggal 5 Juni dibuat transaksi Material Release (Activities | Manufactur | Material Release) mengeluarkan Bahan Baku untuk masuk proses produksi :

– Item Bahan Baku RW–0001 8pcs @70.000 = 560.000

– Item Bahan Baku RW–0002 5pcs @15.000 =  75.000

– Item Bahan Baku RW–0005 8pcs @35.000 = 280.000

Total  Rp 915.000

Jurnal yang terbentuk adalah :

(Dr)  WIP                                                915.000

 (Cr)  Persediaan Bahan Baku           915.000

 

 

Tanggal  25 Juni dicatat barang yang selesai diproduksi  dari Activities | Manufactur | Product And Material Result, Item X sebanyak 5 pcs.

Sehingga jurnal yang terjadi adalah  (dari 5pcs x 265.000<standard cost per unit sesuai WO> ) :
(Dr) Persediaan Barang Jadi    1.325.000

(Cr) WIP                                        1.325.000

Di laporan kita setelah dilakukan Period End, akan ditampilkan Saldo WIP di Neraca adalah 65.000 dari perhitungan (Jumlah Qty yang sudah dikeluarkan di Material Release *Standard Cost)-(Barang yang sudah di Result) :

– Item Bahan Baku A 8pcs @80.000 = 640.000

– Item Bahan Baku B 5pcs @60.000 = 300.000

– Item Bahan Baku C 8pcs @40.000 = 320.000

TOTAL   1.260.000

WIP = 1.260.000 – 1.325.000 = Rp.65.000 ( Nilai yang akan tampil di Neraca per 30 Juni)

 

Contoh kasus di atas adalah jika Bahan Baku yang di Release lebih besar dari Bahan Baku yang dibutuhkan oleh Barang Jadi yang sudah di Result.

Berikut ini kemungkinan lain yang bisa terjadi dan efek nya di accout WIP Inventory setelah Period End :

  • Sudah dibuat Product&Material Result dan belum ada Material Release, kemudian periode tsb di Period End, maka saldo WIP akan muncul dengan nilai Minus. Dengan contoh diatas jika tidak ada Material Release nya, maka setelah Period End saldo WIP -1.325.000. Hal ini juga bisa terjadi jika kita baru Release Raw Material sebagian, sedang Barang Jadi sudah di Result semua, waktu kita Period End maka saldo WIP akan minus sebesar Qty bahan baku yang belum dikeluarkan dikali Standard Cost.
  • Kondisi kita buat Material Release lebih dari Formula, maka selisih kelebihan antara Formula dengan yang di release akan di alokasikan ke Variance pada saat Period End.

(Available for v5)

Jadwalkan Sekarang Klik Disini | Untuk Video Tutorial Klik Disini

WARN IF (PERINGATI JIKA), ERROR IF (CEGAH JIKA)

WARN IF (PERINGATI JIKA), ERROR IF (CEGAH JIKA)

Dari Setup | Company Info di ACCURATE | Accounting Periode, akan dijumpai informasi Warn If (Peringati Jika), dan Error If (Cegah Jika).

Berikut ini penjelasan mengenai fungsi dan penggunaan fitur tsb :

  • Warn If (Peringati Jika), fungsi dan tujuan fitur ini adalah untuk memberikan tanda atau informasi ketika terjadi perubahan (Input, Edit, Delete) terhadap suatu transaksi di ACCURATE. Sebagai contoh Anda telah menentukan bahwa range perubahan hanya boleh dilakukan untuk bulan Desember 2012, maka ketika Anda melakukan perubahan diluar range periode tsb akan ditampilkan konfirmasi spt dibawah ini. Apabila Anda tetap ingin melanjutkan perubahan, silahkan klik OK pada konfirmasi yang tampil, sehingga ACCURATE akan tetap mencatat perubahan tsb.
  • Error If (Cegah jika), fungsi dan tujuan fitur ini kurang lebih sama dengan fungsi dan tujuan dari Warn If, tetapi yang membedakan dengan Warn If, fitur ini tidak ada konfirmasi pilihan untuk dapat melanjutkan atau tidak perubahan tsb. Jadi kalau sudah di batasi dibagian Error If, maka kita tidak bisa memposting perubahan diluar range periode tsb.
  • Warn If atau Error If, akan membaca informasi pada Default Periode.
  • Default Periode, umumnya dapat kita asumsikan sebagai Periode di Sistem Komputer. Sebagai contoh misalkan sekarang tanggal 3 Desember 2012, asumsi Default Periode adalah 12 (Desember) 2012 (Tahun 2012).Sebelum masuk pada pembahasan fitur tsb, kami informasikan pula beberapa hal terkait dengan Warn If dan Error If.

Berikut ini ilustrasi dan penggunaan fitur Warn If dan Error If.

Misalkan pada database Anda ingin dibuat fungsi Warn If (Peringati Jika), untuk user yang melakukan perubahan pada database pada periode Sebelum dan Sesudah Desember 2012 ingin dimunculkan konfirmasi. Maka yang perlu Anda lakukan adalah, seperti pada contoh gambar dibawah ini.

Informasi angka 1 dan month pada Before Or gambar tsb, untuk menginformasikan bahwa mulai 1 bulan dari bulan Desember (bulan berjalan) sd kebelakang, akan dikonfirmasi pesan Warn If.

Demikian juga angka 1 dan month After Default Periode, menunjukkan bahwa 1 bulan dari bulan Desember (bulan berjalan) sd kedepan, akan dikonfirmasi Warn If.

Mengambil ilustrasi pada contoh Warn If di atas, Error If juga dapat dikondisikan spt penjelasan diatas. Informasi gambar spt pada contoh dibawah ini.

Selain pilihan Month, ACCURATE juga menginformasikan pilihan Year, Anda dapat memilih informasi tsb, misalkan periode yang akan dibatasi adalah 1 tahun dari periode default, atau bisa juga mengisikan 12 bulan, pada field Warn If atau Error If.