FITUR DAFTAR LAIN (OTHER LIST) PADA ACCURATE 5

1. Daftar Kode Pajak (Taxes)

Daftar Kode Pajak (Taxes) adalah Tabel yang menampilkan Kode Pajak, Kode Pajak berfungsi untuk menghitung Pajak secara otomatis dan akan dicatat ke dalam Default Account yang dipilih.

Kode Pajak (Tax Codes) yang dapat ditampilkan dalam Daftar ini adalah:

a. Kode Pajak PPN        : Jika aktifitas pembelian dan penjualan di Perusahaan anda dikenakan PPN, maka anda dapat membuat Kode untuk PPN tersebut agar anda pada saat Anda mencatat transaksi pembelian atau penjualan, anda dapat menginput kode ini pada Formulir Pembelian atau Penjualan sehingga ACCURATE dapat menghitung dan menampilkan nilai PPN pada Formulir Pembelian dan Penjualan tersebut secara otomatis.

b. Kode Pajak PPnBM : Jika aktifitas pembelian dan penjualan di Perusahaan anda dikenakan PPnBM, maka anda dapat membuat Kode untuk PPnBM tersebut agar pada saat anda mencatat transaksi pembelian atau penjualan, anda dapat menginput kode ini pada Formulir Pembelian atau Penjualan sehingga ACCURATE dapat menghitung dan menampilkan nilai PPnBM pada Formulir Pembelian atau Penjualan tersebut secara otomatis.

c. Kode Pajak PPh 23 : Jika aktifitas pembelian atau penjualan di Perusahaan anda dikenakan Objek PPh 23, maka pada Daftar ini anda dapat membuat kode untuk PPh 23 tersebut agar pada saat anda mencatat penerimaan pelanggan atau pembayaran Pembelian atas transaksi yang merupakan objek PPh 23, anda dapat memilih kode pajak ini sehingga ACCURATE dapat menghitung dan menampilkan nilai PPh 23 yang dipotong pada formulir tersebut.

CARA MEMBUAT DAFTAR KODE PAJAK

Anda dapat membuat daftar Kode Pajak yang akan anda gunakan dalam transaksi dengan mengikuti petunjuk di bawah ini:

a. Klik menu utama List – Other- Taxes – New

b. Isi formulir New Tax

c. Klik tombol OK untuk menyimpan Kode Pajak yang baru saja anda input.

2. Daftar Termin (List Of Terms)

Merupakan daftar kondisi atau syarat-syarat pembayaran secara tunai atau kredit. ACCURATE menggunakan format term X/Y n/Z dan C.O.D (Cash On Delivery). X merupakan persen diskon yang diberikan kepada pembayaran dilakukan pada periode diskon, Y merupakan periode diskon, dan Z merupakan periode jatuh tempo (due date).

Misalnya 2/10 Net 30 artinya mendapatkan diskon 20% (will get discount) dari harga jual, jika melunasi 10 hari (if paid within) dari tanggal penjualan, pelunasan melebihi waktu 10 hari tidak dikenakan diskon, jatuh tempo piutang 30 hari dari tanggal penjualan.

Berikut ini gambar yang menampilkan contoh pengisian Tabel Terms Of Payment:

 

3. Daftar Jasa Pengiriman (List Of Shipment)

Daftar Jasa Pengiriman (Shipments) adalah tabel yang menampilkan daftar jasa pengiriman yang anda gunakan dalam transaksi jual beli barang. Jasa pengiriman barang biasanya akan ditampilkan pada Faktur Pembelian dan Faktur Penjualan.

CARA MEMBUAT DAFTAR SHIPMENTS BARU

Untuk membuat daftar Shipments baru, dapat anda lakukan dengan cara:

  • Klik menu utama Daftar – Daftar Lain – Jasa Pengiriman (List – Other List – Shipments);
  • Pada tabel Daftar Jasa Pengiriman (Shipments) klik tombol Baru atau New;
  • Pada formulir Jasa Pengiriman Baru (New Shipments) isi nama Jasa Pengiriman yang anda inginkan;
  • Klik tombol OK untuk menyimpan Jasa Pengiriman yang baru anda input.

CARA MENGHAPUS DAFTAR JASA PENGIRIMAN 

Daftar Jasa Pengiriman (Shipments) yang telah anda buat dapat anda hapus dari tabel Daftar Jasa Pengiriman dengan cara:

  • Buka tabel Daftar Jasa Pengiriman (Shipments) dengan cara klik menu utama Daftar – Daftar Lain – Jasa Pengiriman (List – Other List – Jasa Pengiriman);
  • Sorot Jasa Pengiriman yang anda ingin anda hapus, kemudian klik tombol menu DELETE (HAPUS) atau klik mouse kanan lalu pilih DELETE (HAPUS).

CARA MENGUBAH (MENGEDIT) DAFTAR TIPE PELANGGAN

Daftar Jasa Pengiriman (Shipments) yang telah anda buat dapat anda ubah (edit) dari tabel Daftar Jasa Pengiriman dengan cara:

  • Buka tabel Daftar Jasa Pengiriman (Shipments) dengan cara klik menu utama Daftar – Daftar Lain – Jasa Pengiriman (List – Other List – Shipments);
  • Sorot Jasa Pengiriman yang anda ingin ubah, kemudian klik tombol menu EDIT (UBAH) atau klik , mouse kanan lalu pilih EDIT (UBAH).

4. Daftar Tipe Pelanggan (Costumer Types)

Daftar Tipe Pelanggan (Costumer Types) adalah tabel yang menampilkan daftar tipe pelanggan yang anda miliki. Daftar tipe pelanggan yang anda buat akan diperlukan pada saat pembuatan Daftar Pelanggan.

Pencatatan pelanggan berdasarkan tipe, memungkinkan anda melihat laporan penjualan per tipe pelanggan dan analisa penjualan per tipe pelanggan.

CARA MEMBUAT DAFTAR TIPE PELANGGAN (COSTUMER TYPES)

Untuk membuat daftar Tipe Pelanggan dapat anda lakukan dengan cara:

  • Klik menu utama Daftar – Daftar Lain (List – Other List)
  • Lalu pilih Tipe Pelanggan (Costumer Type)
  • Pada tabel daftar Tipe Pelanggan, klik tombol New (Baru)
  • Pada formulir Tipe Pelanggan yang baru (New Costumer Type), isi tipe pelanggan yang anda inginkan
  • Klik tombol OK untuk menyimpan tipe pelanggan yang baru anda input.

CARA MENGHAPUS DAFTAR TIPE PELANGGAN

Daftar tipe pelanggan (costumer type) yang telah anda buat dapat anda hapus dari tabel Daftar Tipe Pelanggan dengan cara:

  • Buka tabel Daftar Tipe Pelanggan (Costumer Types) dengan cara klik menu utama Daftar – Daftar Lain – Tipe Pelanggan (List – Other List – Costumer Types);
  • Sorot tipe pelanggan yang ingin anda hapus, kemudian klik tombol menu DELETE (HAPUS) atau klik mouse kanan lalu pilih DELETE (HAPUS).

CARA MENGUBAH (MENGEDIT) DAFTAR TIPE PELANGGAN

Daftar tipe pelanggan (costumer types) yang telah anda buat dapat anda ubah (edit) dari tabel Daftar Tipe Pelanggan dengan cara:

  • Buka tabel Daftar Tipe Pelanggan (Costumer Types) dengan cara klik menu utama Daftar – Daftar Lain – Tipe Pelanggan (List – Other List – Costumer Types);
  • Sorot tipe pelanggan yang ingin anda ubah, kemudian klik tombol menu EDIT (UBAH) atau klik mouse kanan lalu pilih EDIT (UBAH).

5. Daftar Batasan Komisi (Commission Range)

Daftar ini merupakan acuan dalam perhitungan komisi salesman yang akan dibayarkan kepada salesman ketika salesman melakukan transaksi penjualan.

Cara membuat batasan Komisi:

  • Klik menu utama List – Other List (Daftar – Daftar lain)
  • Pilih dan klik Commission Range (Batasan Komisi)
  • Lalu klik New, kemudian isi informasi Batasan Komisi yang anda inginkan. Lalu klik tombol OK untuk menyimpan batasan komisi yang telah anda buat.

Perhatikan contoh pengisian form commission range berikut ini:

6. Daftar Penjual (Salesman)

Daftar salesman (penjual) ini nantinya akan muncul setiap anda membuat sales order dan Sales Invoice, dengan catatan anda telah mengaktifkan feature Use Salesman dari menu utama Setup – Preference – Feature.

Cara membuat Daftar Salesman (Pejual) :

  • Klik menu utama List – Other (Daftar  – Daftar Lain)
  • Pilih dan klik Salesman (Penjual)
  • Lalu klik New, Kemudian isi informasi Penjual yang anda inginkan, Klik tombol OK untuk menyimpan form new salesman yang telah anda buat.

Cut Off melalui fitur Create New Branch

Cut Off melalui fitur Create New Branch

 

Berikut ini akan dijelaskan mengenai  langkah-langkah untuk melakukan proses cut off (membuat database baru) melalui fitur Create New Branch.

Namun sebelum melakukan proses ini, mohon pastikan beberapa hal berikut :

  • Tidak ada transaksi Delivery Order [Pengiriman Pesanan] atau Received Item [Penerimaan Barang] yang masih outstanding (belum diproses ke Sales Invoice atau Purchase Invoice).
  • Semua transaksi sudah dilakukan penginputan s/d per tanggal cut off-nya. Misalnya tanggal cut off yang diinginkan adalah per 31 Desember 2018, pastikan semua transaksi-transaksi s/d tanggal 31 Desember 2018 sudah di-input.

Dan berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan setelah dihasilkan database baru melalui fitur ‘Create New Branch’ :

1. Setelah database baru terbentuk dari hasil Create New Branch, maka data-data master seperti Daftar Pelanggan, Pemasok, Barang/Jasa dan Akun terbawa ke database baru tanpa saldo-nya. Proses import saldo dari database lama ke database baru bisa dilakukan untuk master data Pelanggan, Pemasok dan Barang/Jasa yaitu dengan menggunakan fitur ‘Import from file’ dan centang informasi ‘Add Opening Balance’.

2. Sebelum melakukan import saldo dari database lama, atur Tanggal Mulai (start Date) pada database baru, yaitu dengan masuk ke menu Setup [Persiapan] | Company Info [Info Perusahaan] | Accounting Period [Periode Akuntansi]. Jika ingin menginput semua transaksi tahun 2019 pada database baru, maka isikan Start Date dengan tanggal 31 Desember 2018.

3. Import saldo Barang/Jasa dilakukan dari menu List [Daftar] | Items [Barang & Jasa] kemudian klik informasi ‘Import from file [impor dari berkas]’ (lakukan di database baru), kemudian pilih nama database yang lama.

4. Klik ‘extract Data’ maka akan tampil informasi-informasi data yang akan di-import, kemudian klik informasi ‘Add Opening Balance if Number Exist’ pada tabel Available Source.

 

 

5. Pada kolom Define To Field Name cari informasi ‘as of’ kemudian ganti ke pilihan ‘Ignore’. Hal ini bertujuan agar tanggal saldo awal sesuai dengan tanggal mulai (31 Desember 2018). Jika tidak dipilih ‘ignore’ maka tanggal saldo awal dari barang anda akan mengikuti tanggal dibuatnya database baru, yaitu dalam contoh tanggal 4 Januari 2019.

 

6. Selanjutnya klik ‘Import’ dan tunggu hingga proses import selesai dilakukan.

 

7. Jika proses impor saldo barang selesai dilakukan, lakukan pengecekan ke nilai persediaan pada Laporan Neraca per tanggal mulai, misalnya 31 Desember 2018. Pastikan nilai-nya sudah sama antara database yang lama dengan database baru.

 

8. Lakukan langkah yang sama pada poin 3 s/d 7 untuk melakukan impor saldo piutang Pelanggan dan hutang Pemasok. Dengan melakukan impor saldo tersebut, nilai piutang akan ditampung dalam 1 nomor faktur penjualan yang sama per masing-masing pelanggan, begitu juga dengan Pemasok. Jika ingin dibedakan per nomor faktur, maka perlu melakukan penginputan saldo awal piutang satu per satu seperti panduan disini.
Namun, jika ada transaksi uang muka melalui Sales Order/Purchase order atau yang diinput langsung melalui Sales Invoice/Purchase Invoice, maka proses impor saldo tidak bisa dilakukan. Karena nilai uang muka tidak akan terbawa pada database baru, melainkan akan mengurangi nilai piutang/hutang pada masing-masing pelanggan/pemasok. Dengan demikian, anda perlu melakukan penginputan saldo piutang/hutang satu per satu seperti panduan disini. Sedangkan penginputan saldo awal uang muka bisa mengikuti panduan disini dan disini.

9. Dan untuk saldo-saldo akun lainnya seperti Kas/Bank, other asset, beban, pendapatan, dsbnya anda perlu melakukan proses penginputan saldo awal satu per satu, yaitu dari menu List [Daftar] | Chart Of Account [Daftar Akun], kemudian pilih nama akun yang dimaksud, klik 2x dan isikan dibagian ‘Opening Balance [Saldo Awal]’ kemudian klik Ok untuk menyimpan.

 

10. Sedangkan untuk Daftar Aktiva Tetap, anda bisa melakukan proses Import dari database lama, yaitu dengan masuk dari menu List [Daftar] | Fixed Assets [Aktiva Tetap] | Fixed Asset List [Daftar Aktiva Tetap], kemudian klik ‘Import From File’, pilih nama database lama kemudian klik ‘Extract Data’.

11. Jika saat klik ‘Import’ tampil pesan seperti contoh dibawah ini yaitu ‘Accumulated Depr. Account has not been mapped’, maka klik Ok dan klik pada informasi ‘Accumulated Depre Account’ pada tabel Define To Field Name dan akan tambil tabel ‘Define your Accumulated Depre Account Source’ dan definisikan masing-masing ke akun yang sesuai.

 

12. Setelah semua saldo sudah terisi di database baru, lakukan proses Period End [Akhir Bulan] pada database baru, yaitu dari menu Activities [Aktifitas] | Periodic [Periodik] untuk periode yang sesuai yaitu dalam kasus ini adalah desember 2018.

13. Dan yang terakhir adalah melakukan pengecekan nilai saldo per masing-masing akun melalui Laporan Neraca dan Laporan Laba/Rugi antara database yang lama dengan database yang baru per tanggal cut off (tanggal mulai/start date). Pastikan kedua-nya menghasilkan nilai Laporan yang sama.

 

(Available for Accurate v5)

Fitur Preferensi (Setup References) pada ACCURATE 5

Pada saat anda melakukan persiapan data awal melalui Quick Setup, pengisian setup preference sebenarnya sudah anda lakukan. Agar anda lebih baik mengerti tentang tujuan pengisian dan pengaturan setup preferences, berikut ini penjelasannya:

Persiapan preferensi (Setup preference) ditujukan untuk mengatur preferensi sistem ACCURATE menurut kebijakan yang berlaku di perusahaan anda. Beberapa preferensi di dalam ACCURATE yang dapat anda pilih sesuai dengan kebijakan pada perusahaan anda, antara lain:

  1. Metode Perhitungan Harga Pokok Persediaan
  2. Fasilitas Modul yang disediakan ACCURATE, apakah ingin dipakai semua atau tidak
  3. Penentuan Akun Default Mata Uang
  4. Penentuan Akun Default Barang, dan beberapa preferensi lainnya.

Pengaturan setup preferensi dapat anda lakukan melalui form Preferensi yang dapat anda buka dengan cara:

Klik menu utama Setup – Preferences [Menu utama Persiapan – Preferensi]

Pengaturan preferensi terdiri dari:

  1. Company   : Pengaturan preferensi tentang data perusahaan dan Retained Earning
  2. Feature  : Preferensi tentang Fitur yang dapat dipilih dari fitur yang tersedia.
  3. Currency Default Account  : Pengaturan Akun Default Mata Uang.
  4. Item Default Account   : Preferensi untuk akun default barang Preferensi ini berfungsi untuk membuat GL Account standart setiap membuat New Item (Item Baru). Jika item baru yang anda buat memiliki GL Account yang berbeda dengan default Account yang anda sudah isi di preferensi ini, maka anda dapat menyesuaikan langsung GL Account item baru tersebut pada tab GL Account yang terdapat pada form isian item baru.
  5. Template Setting

Preferensi untuk menentukan default jumlah detail template Faktur Pajak Standart. Template Setting ini menentukan banyaknya lembar yang akan dicetak untuk Faktur Pajak Standart, apakah akan dicetak hanya satu lembar atau tiga lembar berturut-turut dengan diberikan nomor halaman pada bagian atas kanan.

6. Reminder

Preferensi untuk menentukan berapa hari ACCURATE mengingatkan anda terhadap hutang/piutang anda sebelum jatuh tempo dan barang yang sudah sama atau di bawah stock minimun reorder.

7. Preference – Sales

Pengaturan Preferensi yang berhubungan dengan aktifitas penjualan.

8. Preference – Purchase

Preference Purchase adalah preferesi yang berhubungan dengan pegaturan aktifitas pembelian.

9. Preference – Cost & Profit Center

a. Department

Melalui preference ini anda dapat mengatur agar ACCURATE menampilkan confirm message setiap anda tidak mengisi field Departmen pada Invoice.

b. Project

Pengaturan akun default project diperlukan agar ACCURATE dapat mencatat/menjurnal aktifitas project ke akun yang tepat sehingga ACCURATE dapat menyajikan informasi keuangan yang tepat dan akurat.

10. Preference – Job Costing

Pengaturan preference Job Costing berfungsi untuk mengatur akun default yang akan digunakan untuk menampung selisih yang timbul dari perubahan nilai bahan baku atas aktifitas job costing yang telah difnishing. Jadi jika terjadi perubahan cost dari bahan baku yang digunakan pada aktifitas Job Costing dimana aktifitas Job Costing tersebut sudah finishing maka akun ini berfungsi untuk menampung selisih akibat perubahan cost bahan baku tersebut sehingga cost Finished Good dari aktifitas Job Costing tersebut tidak akan berubah.

Akun yang disarankan sebagai default different cost adalah akun dengan tipe Cost Of Good Sold.

11. Preference – Font

Preference – Font Setting adalah preferensi yang berhubungan dengan pengaturan tampilan Huruf pada program ACCURATE Accounting Software. Melalui preferensi ini anda dapat menentukan nama huruf dan ukuran huruf yang akan anda gunakan sebagai default pada program ACCURATE Accounting Software.

12. Preference – Taxation

Preference Taxation adalah preferensi yang berhubungan dengan pengaturan pencatatan PPN, Penomoran pada Faktur Pajak Standar dan Pengaturan default akun untuk Income Tax.

13. Preference – Miscellaneous

Preference – Miscellaneous adalah preferensi yang berhubungan dengan pengaturan perilaku program ACCURATE, pengaturan bahasa yang akan digunakan, pemgaturan format nomor, pengaturan format tanggal dan pemgaturan umur faktur (Invoice Aging).

14. Preference – Skin Option

Prefence Skin Option adalah preferensi yang berhubungan dengan pengaturan tampilan skin program ACCURATE Acoounting Software.

 

Menampilkan total Amount di template Item Transfer

Menampilkan total Amount di template Item Transfer

 

Menampilkan total amount di template item transfer, caranya adalah

  1. Ke menu setup | form template  

 

2. Klik nama template | klik Design as frf 

 

3. Klik file | data dictionary

 

4. Klik invoice amount | new variable | masukkan Amout di new variable | checklist Expression | Expressionnya isi [[Quantity]*[Unit Price]] | klik ok.

 

 

5. Klik file | data dictionary kembali | klik new variable | masukkan TotalAmount | Expressionnya isi 0 | klik ok.

6. Klik close | yes.

7. Klik tab detail | checklist unit price di screen dan print

8. Klik designer | klik kolom variable item description dan tambahkan:

if FinalPass then
begin
TotalAmount := TotalAmount + Amount;
end;

 

9. Klik checklist |  insert rectangle object | letakkan dibagian footer | insert expression | variable | invoice item | klik TotalAmount 2 kali |  ok | ok | checklist.

10. Klik close | yes.

Menampilkan Tanggal dan Jam Pembuatan Transaksi

Menampilkan Tanggal dan Jam Pembuatan Transaksi Di Preview Delivery Order Dan Sales Invoice

 

Berikut langkah-langkah untuk menampilkan Tanggal dan Jam pembuatan transaksi di preview Delivery Order dan Sales Invoice:

1. Ke menu Setup | Form Template

 

2. Klik Nama Template | Klik Design as FrF

 

3. Klik Page 2 | klik IBX ke 2 | tekan tombol F 11 | klik [::] SQL

 

4. Tambahkan baris ini SEBELUM baris “FROM ARINV a”

, (select first 1 audit.MODIDATE from audit inner join arinv on arinv.GLHISTID=audit.GLHISTID where arinv.ARINVOICEID=:ARINVOICEID) CREATEDTIME

5. Jika sudah selesai ditambahkan checklist | klik Close | Yes

6. Selanjutnya klik designer | klik insert rectangle object dan kemudian letakkan dibagian footer

 

7. Masukkan variable [DialogForm.qrySIARInv.”CREATEDTIME”] untuk menampilkan tanggal | klik checklist.

8. Selajutnya klik insert rectangle object kembali | letakkan di bagian footer dan masukkan variable [COPY([DialogForm.qrySIARInv.”CREATEDTIME”], 11, 9)] untuk menampilkan jam pembuatan transaksi | checklist | close | yes.

Note : Panduan ini, bisa untuk transaksi Delivery Order & Sales Invoice
(Available for ACCURATE 4 & 5)

Fitur Informasi Perusahaan pada ACCURATE 5

Informasi tentang data perusahaan seperti nama, alamat, tahun fiksial, start date (tanggal mulai database ACCURATE), currency yang dipakai sebagai default report dan warning period saat mengisikan transaksi di ACCURATE dapat anda isi melalui menu utama Persiapan – Informasi Perusahaan (Setup – Company Info).

Formulir Pengisian Informasi Perusahaan terdiri dari 3 Tab yaitu:

  1. Tab General. Pada Tab ini anda dapat mengisi informasi umum tentang perusahaan anda meliputi:
  • Company Name            : Nama lengkap perusahaan. Nama ini akan ditampilkan sebagai Header pada saat anda mencetak Invoice dan Laporan. Pengetikkan nama lengkap perusahaan dapat dilakukan max. 60 karakter.
  • Address 1                         : Alamat perusahaan (Nama Jalan dan No)
  • Address 2                        : Alamat Perusahaan (Nama Kecamatan, Kota dan Kabupaten)
  • Address 3                        : Nama Propinsi
  • Zip Code                          : Kode Pos
  • Phone No                        : Nomor Telepon Perusahaan
  • Fax No                              : Nomor Fax Perusahaan
  • Country                           : Nama Negara tempat Perusahaan Berdomisili.
  • Default Currency         : Mata uang dasar yang dipakai oleh suatu perusahaan ketika melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang lain.

Berikut ini contoh gambar pengisian Tab General :

2. Tab Accunting Period. Pada tab ini, anda dapat mengisi informasi sehubung dengan periode Akuntasi perusahaan Anda, yang meliputi:

  • Start Date             : Tanggal saldo awal database atau tanggal mulai pembukuan menggunakan ACCURATE. Contoh: Anda akan mulai menggunakan ACCURATE untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan anda di tahun 2015 dengan kondisi anda mempunyai data saldo dari pembukuan anda yang lama (tahun buku 2014). Untuk kondisi ini anda dapat menginput Start Date 31-12-2014. Jika perusahaan anda baru berdiri dimana anda tidak mempunyai data saldo dari pembukuan lama, maka anda dapat menginput Start Date 01-01-2015.
  • Fiscal Year           : Pada kolom ini isi tahun buku perusahaan, biasanya kolom ini diisi dengan tahun yang anda input pada kolom Start Date. Contoh: Jika start date 31-12-2014 maka kolom fiskal year dapat anda isi dengan tahun 2014. Pengisian tahun fiskal dapat dilakukan dengan mengetikan dua digit angka saja, jadi untuk tahun 2014 cukup diketik 14 saja.
  • Default Period   : Secara otomatis terisi sesuai dengan tanggal system komputer anda.
  • Warn If Before ……. or ……. After Default Period    : Memunculkan warning jika tanggal transaksi yang anda input ….. bulan/tahun sebelum default period atau ….. bulan/tahun setelah Default Period, tetapi anda masih dapat melanjutkan penginputan transaksi tanpa harus mengubah tanggal. Contoh: Periode Default menunjukan periode Oktober 2015. Anda mengisi Warn If Before 2 Month or 1 Month After Default Period. Artinya : ACCURATE akan menampilkan warning (peringatan) pada saat anda menginput atau mengedit transaksi dengan tanggal sebelum September 2015 atau jika anda menginput atau mengedit transaksi dengan tanggal setelah Oktober 2015.
  • Error If Before ……. or ……. After Default Period    : Memunculkan Error jika tanggal transaksi yang ada input ….. bulan/tahun sebelum Default Period atau ….. bulan/tahun setelah Default Period. Anda tidak akan dapat melanjutkan penginputan transaksi dengan tanggal yang dibatasi kecuali anda mengganti dengan tanggal yang diijinkan. Contoh: Periode Default menunjukan periode Oktober 2015. Anda mengisi Error If Before 2 Month or 1 Month After Default Period. Artinya : ACCURATE akan menampilkan ERROR pada saat anda menginput atau mengedit transaksi dengan tanggal sebelum September 2015 atau jika anda menginput atau mengedit transaksi dengan tanggal setelah Oktober 2015.

3. Tab Tax. Pada tab ini anda dapat mengisi informasi data pajak yang meliputi:

  • Company Name                      : Nama lengkap perusahaan yang nantinya akan ditampilkan pada saat anda mencetak Faktur Pajak Standart.
  • Address                                     : Alamat perusahaan yang nantinya akan ditampilkan pada saat anda mencetak Faktur Pajak Standart.
  • Form Serial Number              : Nomor seri Faktur Pajak Standart yang akan di tampilkan pada kolom pertama nomor seri Faktur Pajak Standart.
  • Tax Registration Number     : NPWP Perusahaan.
  • Taxable Company’s No          : NPPKP Perusahaan.
  • Taxable Company’s Date       : Tanggal Pengukuhan Perusahaan sebagai Pengusaha Kena Pajak.
  • Branch Code                             : Kode Cabang
  • Type                                            : Jenis perusahaan bergerak di bidang apa.
  • KLU                                             : Kode Lapangan Usaha.

4. Tab Branch ID. Pengisian kode cabang pada tab ini berhubungan dengan aktifitas Ekstrak Impor Transaksi.

Daftar Mata Uang pada ACCURATE 5

Daftar Mata Uang adalah Tabel yang menampilkan daftar mata uang yang anda gunakan dalam pencatatan transaksi operasional perusahaan anda.

Pada dasarnya pengisian daftar mata uang asing telah anda lakukan pada saat anda mengikuti panduan persiapan database dengan menggunakan Quick Setup.

Jika setelah melakukan persiapan database melalui Quick Setup ternyata terdapat informasi mata uang yang ingin anda tambah ataupun anda ubah/hapus, maka anda dapat langsung melakukan pada Daftar Mata Uang tanpa harus masuk ke tampilan Quick Setup lagi.

Membuat Mata Uang Baru (Create New Currency)

  1. Klik menu utama Daftar- Mata Uang [List- Currencies]
  2. Untuk menambah daftar mata uang yang baru, klik tombol New, Kemudian pada form isian mata uang yang baru, isi detail mata uang tersebut:
  • Name                      : Pada kolom ini anda dapat mengetikkan nama mata uang. Pengetikan nama mata uang pada kolom ini dapat dilakukan maksimal 20 karakter.
  • Exchange Rate    : Pada kolom ini, anda dapat mengetikkan nilai tukar mata uang tersebut terhadap mata uang dasar (base currency).
  • Country Name     : Pada kolom ini, anda dapat mengetikkan nama negara yang mengeluarkan mata uang tersebut.
  • Symbol                    : Pada kolom ini, anda dapat mengetikkan simbol mata uang yang anda input (maksimal 10 karakter).

Untuk mengisikan simbol mata uang yang unik, dapat anda lakukan dengan cara :

  • Buat satu File kosong di Microsoft Word
  • Lalu klik menu Insert kemudian pilih Symbol
  • Pilih Symbol mata uang yang anda ingikan, lalu klik insert lalu OK.
  • Doule klik symbol mata uang tersebut pada tampilan form isian mata uang baru program ACCURATE, letakkan cursor di Field Symbol, kemudian klik mouse kanan lalu pilih Paste.

Mengubah (Edit) dan Menghapus (Delete) Daftar Mata Uang

Untuk mengubah (edit) dan menghapus (delete) daftar mata uang yang sudah ada, dapat anda lakukan dengan cara:

  1. Buka Daftar Mata Uang dari menu utama Daftar – Mata Uang (List – Currencies)
  2. Untuk mengedit mata uang yang sudah ada dapat dilakukan dengan cara: Sorot mata uang yang ingin anda ubah (edit) lalu klik tombol menu Edit (Ubah) atau klik kanan Edit (Ubah)
  3. Untuk menghapus mata uang yang sudah ada dapat dilakukan dengan cara: Sorot mata uang yang ingin anda hapus lalu klik tombol menu Delete (Hapus) atau klik kanan Delete (Hapus).

Berikut Tutorial Vidionya :

Menampilkan Nama Departemen dan Proyek di Cetakan Pembayaran Lain

Menampilkan Nama Departemen dan Proyek di Cetakan Pembayaran Lain

 

Berikut ini langkah-langkah untuk menampilkan Nama Departemen atau Proyek pada Hasil Cetakan formulir Pembayaran Lain :

  • Masuk ke menu Setup (Persiapan) | Form Template (Rancangan Formulir), lalu pilih nama Rancangan Formulir yang akan ditambahkan nama departemen atau proyek-nya, lalu klik 2x.
  • Lalu klik informasi Design as Frf (Desain sebagai Frf), lalu ke tab Page 2.

  • Kemudian klik pada IBX yang paling kanan lalu tekan F11 dan akan tampil tabel Object Inspector.

  • Pada tabel Object Inspector klik tanda titik tiga pada baris SQLdan akan tampil SQL Editor.

  • Tambahkan berikut variable : d.deptname, r.projectname  sebelum kata ‘From JVDet a’ kemudian simpan (klik tanda centang dibagian atas).

  • Tutup Tabel Object Inspector dan desain sbg Frf lalu simpan.
  • Masih di Rancangan Formulir Pembayaran, klik ‘Designer (Desain)’ kemudian ke menu File pilih Data Dictionary.

 

  • Pada Data Dictionary, cari folder ‘Invoice Item’ kemudian tambahkan variable baru dengan klik informasi ‘New Variables’ dan namakan variable tersebut dengan DeptName dan pada Kolom Values, cari  DialogFromJVDet dan cari DEPTNAME, kemudian klik Ok.

 

  • Selanjutnya pada Detail Item untuk kolom Department ganti variable-nya dengan variable DeptName, yaitu dengan klik 2x dan akan tampil Text Editor, klik Insert Expression | Variable | Invoice Item dan cari variable DeptName, lalu klik Ok dan simpan desain cetakan-nya.

 

 

  • Dan hasil cetakan dari Pembayaran akan sebagai berikut ini.

 

 

Mengembalikan Uang Muka Penjualan berikut Nilai PPN-nya

Mengembalikan Uang Muka Penjualan berikut Nilai PPN-nya

 

Berikut ini langkah-langkah untuk mengembalikan nilai Uang Muka ke Pelanggan berikut dengan nilai PPN-nya :

Ilustrasi : nilai uang muka yang akan dikembalikan sebesar Rp 1.100.000 (termasuk PPN 10%).

  • Membuat faktur Penjualan baru dan pilih barang dengan item ‘Opening Balance’, isikan unit price-nya dengan nilai uang muka yang akan dikembalikan yaitu sebesar Rp 1.100.000 (termasuk Pajak).
  • Berikan kode Pajak PPN pada item ‘Opening Balance’ kemudian centang informasi ‘Termasuk Pajak’ atau ‘Inclusive Tax’ pada faktur penjualan tersebut.

  • Kemudian pilih nomor faktur uang muka yang akan dikembalikan yaitu dengan klik ‘Pilih Uang Muka’ disamping nama Pelanggan.

 

  • Simpan transaksi Faktur Penjualan tersebut dan jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut.

  • Buat transaksi Retur Penjualan dengan memilih nomor faktur penjualan yang dibuat pada poin 1, yang bertujuan untuk melakukan retur atas Nilai PPN uang muka-nya.

 

  • Simpan transaksi retur penjualan dan jurnal yang terbentu adalah sebagai berikut.

  • Selanjutnya adalah membuat Penerimaan Penjualan atas Faktur Penjualan yang telah diretur tersebut, yang bertujuan mencatat pengeluaran uang (kas/bank) atas pengembalian uang muka penjualan ke pelanggan. Nilai pembayaran akan tercantum minus (negatif).

  • Simpan transaksi Penerimaan Penjualan tersebut dan jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut.