INPUT PENJUALAN SECARA GROUPING PADA ACCURATE DEKSTOP

INPUT PENJUALAN SECARA GROUPING PADA ACCURATE DEKSTOP

Penjualan Barang Secara Grouping

Proses penjualan dalam sebuah perusahaan kurang lebih hampir sama dengan proses pembelian. Namun, transaksi penjualan lebih luas dari pembelian, di mana bisa saja dalam penjualan yang dijual tersebut bukan hanya kuantitas barang, tetapi bisa juga kualitas jasa suatu barang.

Kemungkinan lain bisa juga terjadi yaitu menjual suatu kelompok barang yang terdiri dari part (bagian) atau gabungan dari beberapa barang lainnya. Misalnya, toko buku yang menjual paket siap sekolah. Dimana dalam paket tersebut berisi Pensil 12 pcs, Tempat Pensil 1 pcs, Tas Sekolah 1 Psc, Buku 12 pcs yang dibandrol dengan harga Rp. 250.000

Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan mengenai penjualan barang secara grouping.

Fitur item Grouping tampak serupa dengan Job Costing namun untuk item Grouping ini hanya membuat item baru yang terdiri dari berbagai macam item lain di dalamnya dan tidak menggunakan Cost seperti Job Costing.

Yang membedakannya yaitu job costing menghasilkan item baru dengan adanya pemotongan item lain yang dijadikan bahan baku sedangkan item grouping memotong item bahan baku pada saat dilakukan penjualan tampa menghasilkan item baru.

Langkah-langkah untuk dapat mengakses fitur grouping adalah sebagai berikut : 

1. Activities (Aktivitas) | Inventory (barang & jasa)

2. Selanjutnya isikan nomor gorup, nama group, akun harga jual, akun penjualan group, akun retur penjualan dan diskon item penjualan beserta kode pajaknya

3. Aktifkan pilihan Cetak item di faktur, jika atas komponen barang grouping ingin ditampilkan saat mencetak fakturnya atau tidak ingin menampilkan isi grup

4. Selanjutnya isikan no. item dengan nomor komponen barang yang di grup tersebut beserta kuantitasnya yang dibutuhkan

5. Kemudian klik Simpan & Baru

6. Untuk penjualan item tipe grup bisa dilakukan seperti penjualan normal

 

Berikut adalah penjelasan atas kolom-kolom yang terdapat pada fitur grouping :

  • Auto Calculate by Detail PricesJika kotak ini diaktifkan maka secara otomatis ACCURATE akan menghitung harga jual dari Item Grouping yang akan dibuatkan. Perhitungannya dari total keseluruhan Unit Price masing-masing detail item Groupingnya.Apabila tidak ingin otomatis dihitung maka tidak perlu mengaktifkan kotak tsb dan isi manual di kotak Selling Price nya.
  • Sales Account, Sales Return Account, Sales Item DiscountGL Account untuk item Grouping harus diisi kembali untuk akun Sales, Sales Return dan Sales Item Discount.
  • SuspendedJika kotak ini diaktifkan maka akan membuat Item Grouping tsb tidak tampil pada saat memilih item di penginputan transaksi.

 

Berikut Tutorial Vidionya :

 

 

PESANAN PEMBELIAN DOLLAR, UANG MUKA RUPIAH PADA ACCURATE

PESANAN PEMBELIAN DOLLAR, UANG MUKA RUPIAH PADA ACCURATE

Siklus Pembelian

Proses Pembelian dalam sebuah perusahaan bisa berawal dari penawaran harga yang dilakukan oleh vendor atas suatu jenis barang, kemudian perusahaan tertarik dengan penawaran tersebut lalu melakukan pemesanan dengan mengirimkan formulir pemesanan barang (purchase order). Selain karena penawaran dari pemasok, bisa juga dari permintaan internal perusahaan tersebut.

Setelah proses purchase order, langkah selanjutnya adalah penerimaan barang yang dipesan. Penerimaan barang tersebut bisa dibarengi dengan penerimaan tagihan dari pemasok. Tapi bisa juga tagihan tersebut diterima bersamaan dengan surat jalan sekaligus.

Setelah penerimaan barang dan tagihan, langkah selanjutnya adalah pembayaran hutang. Sebenarnya sebelum pembayaran tersebut, terdapat verifikasi terhadap barang yang diterima apakah sudah sesuai dengan yang dipesan atau tidak. Jika tidak sesuai bisa saja terjadi retur pembelian.

Kali ini akan dibahas mengenai, Proses Pesanan Pembelian dengan Dollar, Uang Muka Rupiah

Berikut adalah ilsutrasinya :

Pada tanggal 15 Januari 2024 perusahaan memesan AC pada JVC USD dengan termin 2/10 n/30, kurs saat pemesanan adalah 1 USD = 15.000. Uang muka dibayar dengan cek BCA Rupiah yang dibelikan dengan dollar : 1.000 USD x 15.000 = 15.000.000,- cek dapat dicairkan tanggal 16 Januari 2024.

Analisis transaksi :

Terdapat 2 aktifitas pada ilustrasi di atas. Yaitu pemesanan barang dalam dollar dan pembayaran uang muka pembelian dollar dengan cek bank rupiah yang telah dikurskan sedangkan tanggal cair cek tidak sama dengan tanggal pembayaran

Langkah penginputannya dalam Accurate adalah sebagai berikut : 

1. Buat Pesanan Pembelian lalu pilih nama pemasok dan item yang dibeli.

Setelah Anda input Nama Pemasok dan Item yang dibeli, tentukan akun penampung uang muka tersebut dengan mengklik proses lalu pilih uang muka.

3. Kemudian klik tombol Down Payment. Akan muncul tampilan Purchase Invoice, isikan jumlah uang muka sesuai dengan yang Anda bayarkan. dan di info lainnya isikan nomor fakturnya.

4. Setelah Anda mengisi uang muka, klik proses  (Payment Vendor) sesuai dengan jumlan uang muka yang Anda bayarkan

Pada saat pembayaran uang muka ini belum tercatat sebagai hutang. Dicatat sebagai hutang adalah ketika pemasok telah mengirimkan atau menerbitkan invoice.

Untuk video tutorial nya bisa ditonton dibawah ini ya…………..

 

REVALUASI AKTIVA TETAP PADA ACCURATE DEKSTOP

Revaluasi aktiva tetap pada accurate, Fungsi revaluasi adalah penilaian kembali nilai aktiva tetap pada saat akhir masa pemakaian. Jika suatu aktivatetap sudah habis masa umur ekonoisnya, tetapi ternyata aktiva tetap tersebut masih dapat digunakan lagi untuk beberapa tahun kemudian, maka taksiran pemakaian untuk beberapa tahun kemudian tersebut akan dinilai kembali.

Selain itu, bisa juga untuk menilai ulang harga aktiva tetap agar mengikuti harga pasar, seperti nilai tanah atau nilai gedung yang berada di lokasi strategis sehingga bisa diperkirakan setiap sekian tahun harganya akan naik.

Revaluasi bisa juga dimaksudkan untuk mendongkrak asset suatu perusahaan agar kelihatan lebih sehat dibandingkan dengan sebelum revaluasi. Bagi yang masih teguh memegang konsep historical cost, biasanya tidak akan pernah mau melakukan revaluasi lagi.

Asset Tetap Yang Dapat Dinilai Kembali

Asset tetap yang dapat dinilai kembali adalah aset tetap berwujud yang terletak atau yang berada di Indonesia yang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang merupakan objek pajak

Lalu bagaimana pengaplikasiannya pada program Accurate? Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah ilustrasinya :

Pada tanggal 1 Februari 2004 gedung lantai 3 Wisma Sudirman dinilai kembali dari harga buku sebelumnya menjadi Rp 900.000.000 dan dapat digunakan lagi selama 18 tahun kemudian (sebelumnya tinggal 17 tahun 11 bulan)

Langkah-langkah pencatatannya adalah :

1. Buka menu List – Fixed Asset – Fixed Asset List

List aset tetap

2. Klik ganda aktiva tetap yang akan direvaluasi (Gedung Lantai 3 di Wisman Sudirman)

3. Setelah terbuka form data aktiva tetap tersebut, klik pada tombol Revaluasi

REALUASI AKTIVA TETAP PADA ACCURATE

4. Selanjutnya tetapkan informasi tentang revaluasi seperti tanggal revaluasi (01-02-2004) merubah nilai revaluasi (900.000), perkiraan yang menampung laba/rugi revaluasi (gain/loss revaluation FA), umur ekonomis (18 tahun, 0 bulan), metode penyusutan (straight line method), dan nilai sisanya (jika ada)

5. Jika telah selesai klik OK

Membatalkan Transaksi Revaluasi Aktiva Tetap 

Aktiva tetap yang terlanjur dilakukan revaluasi atau disposal, dapat dibatalkan dengan 2 kemungkinan, yaitu :

1. Dari Daftar Journal Voucher

a. Buka menu List | General Ledger | Journal Vouchers

b. Lakukan filter pada tanggal yang pernah dilakukan revaluasi, type aktifkan voucher dan depreciation assets

c. Jika Anda sudah menemukan transaksi akibat dari revaluasi tersebut, klik pada transaksi tersebut

d. Klik Delete atau klik mouse kanan, lalu klik Delete

2. Dari Daftar Aktiva Tetap 

a. Buka menu List | Fixed Asset | Fixed Asset List

b. Sorot baris aktiva tetap yang pernah dilakukan revaluasi dan transaksi tersebut ingin dibatalkan

c. Setelah disorot lalu klik mouse kanan, lalu klik Delete Last Edit

 

Lihat Video Tutorial lainnya mengenai ACCURATE di Sini
Butuh training Accurate? Hubungi 0811-8885-605 atau klik di sini untuk booking sekarang!

Untuk video tutorialnya bisa ditonton dibawah ini ya………..

MENGEDIT REKONSILIASI BANK YANG SUDAH DISIMPAN PADA ACCURATE

MENGEDIT REKONSILIASI BANK YANG SUDAH DISIMPAN

Jika pada postingan sebelumnya dibahas mengenai langkah-langka rekonsiliasi fiskal pada Software Accurate, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai langkah-langkah untuk mengedit rekonsiliasi yang sebelumnya telah Anda buat dan simpan jika dalam pengerjaannya terdapat kesalahan input seperti tanggal, atau salah dalam memberikan tanda cheklist, dsb. Untuk dapat memahami lebih jelas, silahkan perhatikan ilustrasi dan pemecahannya di bawah ini.

Sebagai ilustrasi, silahkan perhatikan contoh di bawah ini :

Setiap akhir bulan bagian accounting akan melakukan rekonsiliasi antara saldo buku bank perusahaan dengan saldo buku bank menurut pencatatan Rekening Koran bank. Aktifitas rekonsiliasi per 31 Oktober 2024, ternyata salah tanggal dan diubah menjadi tanggal 01 November 2004, sehingga terdapat dua transaksi pada November yang terekonsiliasi di bulan Oktober sehingga mengakibatkan kesalahan dalam proses rekonsiliasi, dimana terdapat selisih antara saldo menurut buku bank perusahaan dan saldo buku bank menurut pencatatan Rekening Koran bank.

Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut adalah uraian langkah solusinya. Langkah untuk mengedit aktifitas rekonsiliasi yang telah Anda buat dan sudah disimpan adalah sebagai berikut :

1. Klik pada menu utama Activities (Aktifitas) – Pilih Bank Reconcile (Rekonsiliasi Bank), kemudian pada tampilan form rekonsiliasi bank tersebut, pilih nama bank yang aktifitas rekonsilasinya akan diedit

2. Kemudian isi kolom Reconcile Date (Tanggal Rekonsiliasi) sesuai dengan Last Reconcile Date (Tanggal Terakhir Rekonsiliasi), untuk membuka kembali aktifitas rekonsiliasi bank yang sebelumnya telah Anda simpan

3. Karena selisih diakibatkan karena adanya transaksi pada bulan Februari 2004 yang direkonsiliasi pada bulan Oktober 2024 (baca ilustrasi), maka agar pencatatan saldo menurut buku bank perusahaan sesuai dengan saldo menurut rekening koran, maka Anda dapat memberi tanda uncheklist pada kolom Clear pada setiap baris transksi bulan November 2024

4. Perhatikan setelah pengeditan dilakukan field Out Of Balance akan menampilkan nilai 0

5. Langkah terakhir adalah klik tombol Simpan & Tutup (Save &  Close) untuk menutup dan menyimpan aktifitas rekonsiliasi yang sudah Anda buat (edit)

 

Berikut Tutorial Vidionya :

PERHITUNGAN HPP (COGS) DENGAN METODE PERSEDIAAN AVERAGE, JIKA ITEM MINUS

PERHITUNGAN HPP (COGS) DENGAN METODE PERSEDIAAN AVERAGE, JIKA ITEM MINUS

COGS (Cost of Goods Sold) atau disebut juga dengan HPP (Harga Pokok Penjualan) adalah biaya langsung yang terkait dengan produksi barang. Sebagai contoh apabila kita memproduksi permen, maka komponen biaya yang masuk ke dalam COGS adalah gula, air, pembungkusnya, listrik, dan tenaga kerja. Lain halnya jika Anda membuka toko kelontong yang menjual permen. COGS permen yang Anda jual adalah biaya untuk membeli permen tersebut dari supplier kita.

Berikut contoh Ilustrasi perhitungan  COGS (HargaPokokPenjualan ) di ACCURATE  jika ada kondisi item minus dengan mengunakan metode persediaan AVERAGE

Tanggal  30 Januari  2015 di beli  item A kuantitas 5 dengan harga @1.000 Per Unit

  1. Tanggal  30 Januari  2015 di jual item A kuantitas  5 dengan harga @5.000 Per Unit
  2. Tanggal  8 Februari 2015 di jual Item A kuantitas  5 dengan harga @7.500 Per Unit
  3. Tanggal 10 Februari 2015 di beli item A  kuantitas  2 dengan harga @1.500 Per Unit
  4. Tanggal 03  Maret 2015 di beli item A kuantitas 10 dengan harga @2.000 Per Unit

Dari transaksi di atas dimana pada tanggal 08 februari menyebabkan item A dalam kondisi minus dan berikut contoh transaksi yang diinput dan COGS (Harga Pokok Penjualan) yang dihitung ACCURATE adalah seperti penjelasan di bawah ini :

untitled

 

Keterangan :

  • Transaksi Purchase Invoice di tanggal 30 Januari 2015 dengan cost per unit 1.000
  • Kemudian di Jual (Sales Invoice) sehingga kuantitas Item A menjadi 0 dan valuenya o di tanggal 30 Januari 2015
  • Di jual kembali item A sebanyak 5 unit sehingga menyebabkan minus untuk item A
  • Baru dilakukan pembelian Purchase Invoice di tanggal 10 Februari tetapi hanya 2 unit sehingga masih kurang 3 unit dan kondisi Item A masih minus
  • Baru di tanggal 3 Maret 2015 di lakukan pembelian kembali sebanyak 10 unit dengan cost @2.500 per unit sehingga item A menjadi positif, dikarenakan sudah mencukupi untuk item yang di jual.
  • Untuk perhitungan HPP nya adalah= (Value in  positif setelah minus + Value in di atas positif tsb ) / (kuantitas masuk (value in) dengan bal value minus + kuantitas masuk dengan bal value plus )
    = (25.000+3000)/(2+10)
    = 2.333,33

Note : 

Langkah-langkah ini berlaku untuk Accurate v4 & v5

 

LANGKAH-LANGKAH PENCATATAN SISTEM KONSINYASI PADA ACCURATE

LANGKAH-LANGKAH PENCATATAN SISTEM KONSINYASI PADA ACCURATE 

Sebelum kita membahas lebih jauh, mari kita review sedikit tentang konsinyasi.

Seperti yang telah kita ketahui, biasanya yang menggunakan sistem kerjasama konsinyasi adalah toko-toko pakaian atau disributor outlet (distro). Tapi tidak menutup kemungkinan untuk jenis produk / barang yang lain juga.

Konsinyasi adalah sebuah bentuk kerjasama penjualan yang dilakukan oleh pemilik barang / produk dengan penyalur (toko). Dimana pemilik produk nanti menitipkan barangnya kepada penyalur untuk dijual di tokonya.

Untuk pembagian keuntungan, biasanya penyalur (pemilik toko) akan menjual

A. Pencatatan jika Anda sebagai Consignor (Pihak yang Menitipkan Barang)

Langkah – langkah yang harus dilakukan :

1. Buat Gudang baru dengan nama konsinyasi

Caranya : Klik menu List | Warehouse | New, kemudian isi dengan nama Konsinyasi. Pada bagian Description isi dengan nama “Gudang Konsinyasi”

2. Buat Customer (Pelanggan) dengan nama “Consignee”.
Caranya : List | Customer | New.

 

Contoh Kasus :

Perusahaan kita sebagai consignor menitipkan barang dagangan (mis. Komputer) kepada PT. Mitra (sebagai consignee). Barang tersebut berasal dari Gudang Centre.

Langkah-langkahnya:

  1. Mencatat transfer barang dari Gudang Centre ke Gudang Konsinyasi. Caranya : Menu utama Activities | Inventory | Item transfer.

2. Membuat Sales Order

3. Setelah barang tersebut terjual, buatlah Sales Invoice dengan customer Consignee, kemudian pilih Warehouse (Gudang) Konsinyasi, isi Salesman dengan Consignee (jika belum ada, dapat dibuat langsung dengan klik New Salesman).

 

B. Pencatatan jika kita bertindak sebagai Consignee (pihak yang menerima titipan barang).

Langkah-langkahnya :

  1. Buat akun baru dengan type COGS (dari menu List | Chart of account | New) dengan nama “Harga Pokok Penjualan Konsinyasi”.

2. Buat item baru (dari menu List | Item | New) dengan nama sesuai dengan nama item yang dititip.

3. Buat Gudang Baru dengan nama “Konsinyasi”.

4. Buat Vendor Baru dengan nama “Consignor” dari List | Vendor | New.

5. Saat menerima barang dari Consignor, buatlah Purchase Invoice dengan memilih vendor Consignor, dan pilih barang beserta kuantitasnya, unit price isikan dengan angka nol, karena barang titipan tersebut belum terjual sehingga belum timbul hutang (hutang belum diakui)

6. Pada saat melakukan penjualan buatlah invoice seperti biasanya

7. Saat melakukan laporan ke Consignor dan menerima tagihan atas penjualan yang telah dilakukan buatlah Purchase Invoice dengan pilihan Expense : “Harga Pokok Penjualan Konsinyasi”.

Demikian adalah penjelasan mengenai langkah-langkah konsinyasi pada Accurate. Ini berlaku untuk Accurate Versi 3, 4, 5

PENYEBAB SALDO INVENTORY DAN COGS PERIODE LALU BERUBAH (BERGERAK)

PENYEBAB SALDO INVENTORY DAN COGS PERIODE LALU BERUBAH (BERGERAK)

I. Pada periode sebelumnya ada item-item barang yang kuantitasnya minus 

Kondisi item yang kuantitasnya minus di akhir periode, akan berpotensi mengalami update cost oleh Accurate jika ada transaksi penambahan kuantitas atas barang yang minus tsb di periode berikutnya, sehingga laporan periode lalu tsb berubah. Mengapa diupdate? Ini sehubungan dengan perhitungan cost secara FIFO atau Average. Bahwa jika Anda mengeluakan barang sampai minus, maka cost yang dialokasikan pada keluarnya barang sehingga minus tsb masih belum ada, sehingga sementara akan 0 jika menggunakan metode FIFO, atau menggunakan cost terakhir jika menggunakan metode Average.

Cara untuk mengetahui apakah di akhir periode ada kuantitas barang yang minus atau tidak adalah :

  1. Klik menu List | Item, Unchek option Do Not Zero Qty, kemudia klik button Print List.
  2. Pada tampilan preview Daftar Item tersebut klik tombol modify kemudian pilih tab Parameter, lalu set per tanggal akhir periode yang ingin dicek satu persatu.
  3. Masih di modify, klik tab Selected Column & Filter, set Quantity menjadi <0

Saran : 

Jika Anda tidak ingin saldo Persediaan dan Harga Pokok Penjualan pada report periode lalu berubah, pastikan tidak ada kuantitas yang minus pada setiap periode. Jika ternayata terdapat kuantitas item yang minus, harap segera diupdate, barangkali ada transaksi yang belum masuk atau lakukan adjustment dari menu Activities | Inventory | Inventory Adjusment set tanggal sebelum kuantitas barang minus untuk menambah kuantitas barang tsb.

Jika adjusment penambahan barang tersebut tidak ingin ada costnya (cost penambahan barang tersebut = 0), Anda dapat menambah Purchase Invoice atas item tersebut sebesar kuantitas yang minus dengan Unit price 0.

II. Di akhir bulan terdapat Receive Item yang masih outstanding 

Di mana jika dibuat Purchase Invoice atas Receive Item tersebut dan terjadi perubahan harga atau rate waktu tagihan, maka nilai persediaan yang masuk per tanggal Receive Item akan terupdate mengikuti harga dan rate di purchase invoice, sehingga selain dapat mengupdate nilai persediaan yang masuk pada saat receive item, jika ada penjualan barang atas item tersebut juga akan mengupdate nilai COGS sesuai urutan cost FIFO atau Average yang Anda gunakan.

Saran : 

Jika Anda tidak ingin saldo persediaan dan harga pokok penjualan periode lalu berubah karena adanya perubahan harga pembelian antara Purchase Order ke Receive Item dengan Purchase Item, sehingga mengupdate nilai persediaan yang masuk di transaksi Receive Item periode lalu, aktifkan fitur di menu Setup | Preferences | Purchase | Purchase Return kemudian pilih option “Do Not Reupdate By Bill”.

III. Ada user yang melakukan perubahan di periode sebelumnya

Cara untuk mengetahuinya yaitu dari Report | Index to Report | Audit Report | Audit Trail Detail, filter Parameter dari tanggal terakhir diketahui masih belum berubah saldo Inventory atau COGS s.d tanggal hari ini. Lalu masih di Modify – Selected Column And Filter, set Trans. Date pilih today lalu ganti tanggal dari awal menggunakan Accurate s.d akhir peridoe saat ditemukan perubahan, kemudian klik OK.

Saran : 

Buatlah batasan periode mana yang boleh diupdate oleh user. Caranya yaitu :

Dari menu Setup | Company Info | Accounting Periode | Error If Before, Or After Default Periode.

Jadwalkan Sekarang Klik Disini | Untuk Video Tutorial Klik Disini

INPUT PEMBELIAN FIXED ASSET MENGGUNAKAN JOURNAL VOUCHER PADA ACCURATE

INPUT PEMBELIAN FIXED ASSET MENGGUNAKAN JOURNAL VOUCHER PADA ACCURATE

Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai proses pencatatan pembelian aktiva tetap pada Accurate Accounting Software versi 5.

Software Accurate memungkinkan Anda melakukan pencatatan atas pembelian aktiva tetap baru (Fixed Asset) melalui Journal Voucher dan berikut ini adalah langkah-langkahnya :

  1. Buatlah sebuah akun perantara dengan nama Fixed Asset Transaction melalui menu List | Chart Of Account dengan tiper Other Current Asset

2. Apabila pembelian dilakukan secara kredit, maka buatlah journal voucher dengan inputan Fixed Asset Transaction (Dr) pada Hutang (Cr). Isikan pula subsidiary dengan nama vendor yang memberikan kredit

3. Apabila pembelian dilakukan secara tunai, maka journal voucher tadi pada bagian sisi kredit isikan akun Kas/Bank yang digunakan untuk pembayaran

4. Selanjutnya apabila pembelian fix aseet tersebut dilakukan secara kredit, ketika terjadi pembayaran angsuran, buatlah Journal Voucher dengan inputan Hutang (Dr) pada Kas atau Bank (Cr) sebesar nilai angsuran yang sudah ditetapkan. Lakukan langkah yang sama dengan seluruh hutang lunas

 

Setelah tahapan mulai dari pembelian sampai cicilan, selanjutnya adalah memasukkan nilai aktiva tetap ke dalam Daftar Aktiva Tetap, dengan cara :

  1. Pilih menu List kemudian pilih Fixed Asset lalu pilih Fixed Asset List kemudian pilih New. Isikan tanggal pembelian, tanggal pakai, dan informasi lain seperti akun aktiva tetap, Depresiasi, dan juga akumulasi serta Metode dan Umur Aktiva

2. Lalu klik pada menu Expenditure kemudian isikan akun Fixed Asset Transaction pada tab tersebut dan pada bagian Amount masukkan nilai atas pembelian aktiva tadi (sesuai dengan yang tercantum pada Journal Voucher)

3. Terakhir, jika Anda telah selesai melakukan semua prosesnya klik Save & Close. Setiap akhir bulan lakukan Periode End dari menu Activities kemudian pilih Periodic lalu pilih Periode End untuk menghitung nilai penyusutan secara otomatis di Software Accurate

Demikian pembahasan mengenai proses pencatatan pembelian aktiva tetap pada Accurate Accounting Software. Jika ada kendala dalam penggunaan Accurate Software, silahkan order Training kepada kami. Semoga bermanfaat

 

Berikut Tutorial Vidionya ya Sahabat :

KEUNGGULAN UTAMA PADA ACCURATE ONLINE

KEUNGGULAN UTAMA PADA ACCURATE ONLINE

Baru-baru ini CPSSoft mengeluarkan produk terbarunya. Jika sebelumnya telah beredar Accurate Dekstop dengan berbagai versi maka kali ini CPSSoft mengeluarkan sebuah inovasi terbaru yaitu ACCURATE ONLINE. Accurate Online merupakan software akuntansi handal dalam bentuk aplikasi web sehingga dapat diakses di mana saja, kapan saja tanpa perlu instalasi apapun.

Accurate Online juga didukung dengan infrastruktur cloud yang modern dan termutakhir untuk memastikan kecepatan akses dan keamanan database Anda, sehingga produk ini tentunya akan semakin memudahkan Anda dalam menyusun pembukuan perusahaan.

Berikut adalah keunggulan utama Accurate Online :

Persetujuan (Approval) 

Fitur otorisasi atas transaksi yang diajukan oleh user kepada user lain yang memiliki kewenangan lebih tinggi. Sebagai contoh seorang staf bagian pembelian yang meminta persetujuan kepada kepala bagian pembelian untuk transaksi pesanan pembelian.

Karyawan, Pencatatan Gaji, Gaji dan Pajak Penghasilan Karyawan 

Ketiga fitur tersebut memiliki fungsi untuk mendata karyawan, mencatat gaji karyawan, serta mendapatkan perhitungan pajak penghasilan atas karyawan yang bersangkutan.

Cabang Perusahaan

Fitur ini berguna bagi Anda yang memiliki unit bisnis yang berbeda lokasi, tetapi ingin tetap dapat dimonitor dalam satu database. Monitoring tersebut meliputi pembatasan terhadap pengguna yang mengakses, penomoran transaksi dan hal-hal lainnya.

Transfer Uang Antar Kas/Bank 

Fitur yang berfungsi untuk mencatat perpindahan uang atau dana dari satu akun kas/bank ke akun kas/bank lainnya.

Stok Opname Persediaan Barang 

Fitur yang berfungsi untuk melakukan proses stok opname (penyesuaian antara stok fisik dengan catatan sistem). Dengan fitur ini pengguna dapat dengan mudah mencatat proses stok opname tersebut.

Aset Perlokasi 

Fitur ini memudahkan Anda untuk mengetahui aset tetap yang dimiliki oleh perusahaan, terutama jika perusahaan memiliki banyak lokasi. Sebagai contoh aset tetap kendaraan saat ini berada di lokasi mana, atau histori sebelum dipindahkan berasal dari mana, pada fitur ini Anda dapat mengetahuinya.

Pencatatan Beban 

Fitur ini memudahkan staf akunting untuk melakukan pencatatan beban yang sifatnya aktual seperti biaya telepon ataupun listrik, untuk kemudian dilakukan pencatatan pelunasannya setelah terjadi realisasi pembayaran

Dashboard

Fitur ini memudahkan pengguna untuk mengetahui kondisi saat ini perusahaan yang ditangani, dengan menggunakan widget-widget yang telah disediakan. Sebagai contoh widget atas Laporan Laba Rugi, Barang Yang Paling Laku Dijual, dan beberapa widget lain yang dibutuhkan.

Kalender 

Fitur ini memungkinkan pengguna dapat lebih berkolaborasi antara satu bagian dengan bagian yang lain, karena dengan fitur kalender pengguna dapat langsung melihat aktifitas apa yang akan dan sedang dilakukan oleh suatu bagian.

Cloud Base, Online Anywhere, Anytime, No Sever Installation 

Fitur ini berguna bagi Anda yang ingin dapat mengakses data tanpa adanya halangan waktu, tempat, dan instalasi. Karena dengan Anda memiliki browser yang terhubung dengan internet Anda dapat mengakses data yang dibutuhkan.

Target Penjualan 

Fitur ini berfungsi untuk menentukan targer penjualan dari produk yang dijual. Target penjualan bisa dibuat berdasarkan kuantitas, kategori barang, penjual (salesman), atau periode. Target penjualan juga bisa ditentukan untuk semua cabang atau hanya cabang tertentu sesuai kebutuhan perusahaan.

 

PENCATATAN LEASING AKTIVA TETAP PADA ACCURATE ACCOUNTING SOFTWARE

PENCATATAN LEASING AKTIVA TETAP PADA ACCURATE ACCOUNTING SOFTWARE

Dalam leasing umumnya ada 3 objek, yaitu :

  1. Perusahaan
  2. Dealer
  3. Bank

Misalnya sebuah perusahaan membeli kendaraan kepada dealer dengan cara leasing, berarti sebenarnya perusahaan sudah tidak ada hutang kepada dealer tersebut, karena sudah dibayar lunas oleh bank. Dan kondisinya sekarang adalah perusahaan yang berhutang kepada bank dengan membayar secara cicilan berikut dengan bunganya.

Contoh :

Harga sebuah kendaraan Rp 100.000.000, Biaya Asuransi dan Administrasi masing-masing adalah Rp 5.000.000 dan Rp 1.000.000 dan pembayaran uang muka sebesar Rp 20.000.000. Dengan asumsi bahwa kedua biaya tersebut ingin diakui sebagai harga kendaraan tersebut. Maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Buat akun baru dengan nama “Fixed Asset Transaction” dengan Type Account “Other Current Asset”

2. Buat item baru dengan tipe Non Inventory Part, dengan nama item yang sama seperti sebelumnya yaitu “Fixed Asset Transaction” kemudian set semua General Ledgernya ke akun Fixed Asset Transaction yang dibuat pada langkah no. 1, kecuali untuk unbilled goods accountnya

3. Setelah itu buatlah Purchase Invoice isikan nama item Fixed Asset Transaction dengan nilainya adalah Rp. 106.000.000 (Rp 100.000.000 + Rp 5.000.000 + Rp 1.000.000). Sampai disini jurnal yang terbentuk adalah Fixed Asset Transaction (Dr) sebesar Rp 106.000.000 dan Account Payable (Cr) dengan nominal yang sama

4. Dalam leasing biasanya ada Uang Muka yang harus dibayarkan. Maka ketika sudah membuat Purchase Invoice atas item Fixed Asset Transaction (Non Inventory Part) sebesar Rp 106.000.000, klik purchase payment kemudian isikan payment amountnya sebesar nilai uang muka yang dibayarkan. Maka jurnal yang terbentuk adalah : Account Payable (Dr) sebesar Rp 20.000.000 dan Cash/Bank (Cr) dengan nominal yang sama

5. Lalu buat aktiva barunya dari menu List | Fixed Asset | Fixed Asset List | New | isikan informasi fixed assetnya. Pada tab Expenditure isikan akun Fixed Asset Transaction sebesar Rp 106.000.000. Dengan begitu jurnal yang terbentuk disini adalah : Kendaraan (Dr) Rp 106.000.000 dan Fixed Asset Transaction (Cr) Rp 106.000.000

6. Sehingga akun Fixed Asset Transaction ini akan saling habis karena posisinya yang di debet dan kredit sebesar Rp 106.000.000

Dengan uang muka yang sudah dibayar, maka sisa hutang yang harus dibayar adalah Rp 86.000.000. Misalnya sisanya dicicil sebanyak 86 kali, berarti cicilan yang harus dibayarkan untuk aktiva tersebut adalah sebesar Rp 1.000.000.

Langkah-langkah untuk mencatat cicilan tersebut adalah sbb :

  • Masuk kembali pada Purchase Invoice, kemudian klik Purchase Payment dan isi payment amountnya sebesar Rp 1.000.000.

Untuk pembayaran bunga leasingnya :

  • Masih di Purchase Payment tersebut kemudian klik kanan dan pilih Discount Write Off, isikan diskon amount sebesar minus biaya bunganya. Pada Discount Account isikan dengan akun yang menampung biaya bunga tersebut. Jika telah selesai klik Save & Close

 

Berikut Tutorial Vidionya :