Cara Membuat Item Baru Tipe Non Inventory Part pada Accurate 5

Item baru tipe Non Inventory Part dapat anda buat dengan cara:

  1. Buka terlebih dahulu Daftar Barang dan Jasa dari menu utama Daftar – Barang dan Jasa (List – Items);
  2. Pada tampilan Daftar Barang dan Jasa klik tombol Baru (New)
  3. Pada tampilan isian item baru (form new item), ikuti langkah-langkah berikut ini:

a. Langkah Pertama : Pengisian Tab General 

Pada tab General, isi informasi Item baru (Non Inventory Part) sesuai dengan petunjuk di bawah ini:

Item Type                      : Karena item baru yang ingin anda buat adalah tipe dengan tipe Non Inventory Part, maka pada kolom Item Type ini anda dapat memilih tipe Non Inventory Part.

Item No                          : Pada kolom ini, anda dapat mengetikkan nomor Item baru yang anda miliki. Pengetikkan nomor Item pada kolom ini dapat dilakukan max. 30 karakter.

Description                   : Pada kolom ini, anda dapat mengetikkan nama Item baru yang anda miliki. Pengetikkan nama Item pada kolom ini dapat dilakukan max. 240 karakter.

Suspended                    : Check box ini tidak perlu anda centang. Check box ini hanya dapat dicentang jika anda ingin menon-aktifkan Item yang anda miliki, sehingga item tersebut tidak dapat digunakan lagi dalam transaksi.

Sub Item                       : Check box ini dapat anda aktifkan, jika item baru yang anda buat merupakan anak item (Sub Item) dari Parent Item yang sudah anda buat sebelumnya.

Unit                                 : Pada kolom ini anda dapat mengetikkan satuan dari kuantitas item yang anda input. Max pengetikkan unit item 3 karakter.

√ Default Department : Pada kolom ini anda dapat memilih nomor Department yang berhubungan dengan Item baru yang anda buat, jika diperlukan.

b. Langkah Kedua: Pengisian Tab Sales/Purchase

Anda dapat mengisi tab Sales/Purchase ini dengan mengikuti petunjuk yang telah diuraikan pada pembahasan pembuatan Item dengan tipe Inventory Part (Baca Langkah Kedua Pembuatan Item dengan Tipe Inventory Part).

c. Langkah Ketiga: Pengaturan GL Accounts

Pengaturan GL Accounts harus dilakukan dengan benar, agar ACCURATE dapat mencatat setiap transaksi atas Item ini ke akun yang tepat, sehingga ACCURATE dapat menghasilkan jurnal sesuai dengan yang anda inginkan.

GL Accounts untuk itrm tipe Non Inventory Part terdiri dari 6 Default Account yang harus anda mapping sesuai dengan daftar akun yang anda miliki.

Berikut ini Default Account yang harus anda siapkan dalam pembuatan Item dengan Tipe Non Inventory Part:

  • Expense Account            : Pada dasarnya akun yang dipilih pada kolom ini berfungsi untuk mencatat perolehan Item Non Inventory Part yang anda input. Pengisian akun pada kolom ini dapat disesuaikan dengan tujuan penginputan Item Non Inventory Part.
  • Sales Account                  : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun dengan tipe pendapatan (revenue). Akun ini berfungsi untuk mencatat transaksi penjualan Item Non Inventory Part yang anda input. Jika ternyata Item Non Inventory Part yang anda input tidak ditujukan untuk dijual kembali, maka kolom ini dapat anda isi dengan akun yang sama seperti akun yang anda pilih pada kolom Expense Account.
  • Sales Return Accnt        : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun dengan tipe pendapatan (revenue). Akun ini berfungsi untuk mencatat transaksi retur penjualan Item Non Inventory Part yang anda input. Jika ternyata Item Non Inventory Part yang anda input tidak ditujukan untuk dijual kembali, maka kolom ini dapat anda isi dengan akun yang sama seperti akun yang anda pilih pada kolom Expense Account.
  • Sales Item Disc Accnt    : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun dengan tipe pendapatan (revenue). Akun ini berfungsi untuk mencatat jika terdapat diskon atas penjualan Item Non Inventory Part yang anda input. Jika ternyata Item Non Inventory Part yang anda input tidak ditujukan untuk dijual kembali, maka kolom ini dapat anda isi dengan akun yang sama seperti akun yang anda pilih pada kolom Expense Account.
  • Purchase Ret. Accnt       : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun sama seperti akun yang anda pilih pada kolom Expense Account.
  • Unbilled Goods Accnt    : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun dengan tipe hutang lancar lainnya. Akun ini berfungsi untuk mencatat aktifitas penerimaan barang dari pemasok vendor), dimana tagihan atas penerimaan barang tesebut belum anda terima dari pemasok (vendor).

Untuk mempermudah pemahaman anda tentang pengaturan Item Default Account untuk item tipe Non Invntory Part, berikut ini gambar yang menyajikan contoh pengisian Item Non Inventory Default Account di ACCURATE.

4. Setelah semua informasi yang berhubungan dengan Item Non Inventory Part selesai anda input, langkah selanjutnya klik tombol OK untuk menyimpan data Item baru yang telah anda buat tersebut.

Cara Membuat Item Baru Tipe Service pada Accurate 5

Item baru tipe Service dapat anda buat dengan cara:

  1. Buka terlebih dahulu Daftar Barang dan Jasa dari menu utama Daftar – Barang dan Jasa (List – Items).
  2. Pada tampilan Daftar Barang dan Jasa, klik tombol Baru (New).
  3. Pada tampilan isian item baru (from new item), ikuti langkah-langkah berikut ini:

a. Langkah Pertama: Pengisian Tab General

Pada tab GENERAL, isi informasi Item baru anda sesuai dengan prtunjuk di bawah ini:

Item Type                      : Karena Item baru yang ingin anda buat adalah item dengan tipe Service, maka pada kolom Item Type ini anda dapat memilih tipe: Service.

Item No                          : Pada kolom ini, anda dapat mengetikkan nomor item baru yang anda miliki. Pengetikkan nomor Item pada kolom ini dapat dilakukan max. 30 karakter.

Description                   : Pada kolom ini, anda dapat mengetikkan nama Item baru yang anda miliki. Pengetikkan nama Item pada kolom ini dapat dilakukan max. 240 karakter.

Suspended                    : Check box ini tidak perlu anda centang. Check box ini hanya dapat dicentang jika anda ingin menon-aktifkan Item yang anda miliki, sehingga item tersebut tidak dapat digunakan lagi dalam transaksi.

√ Sub Item Of                  : Check box ini dapat anda aktifkan (centang), jika item baru yang anda buat merupakan anak item (Sub Item) dari Parent Item yang telah anda buat sebelumnya.

Unit                                  : Pada kolom ini anda dapat mengetikkan satuan dari kuantitas item yang anda input. Max pengetikkan unit item 3 karakter.

√ Default Department  : Pada kolom ini, anda dapat memilih nomor Department yang berhubungan dengan Item baru yang anda buat, jika diperlukan.

b. Langkah kedua: Pengisian Tab SALES/PURCHASE

Pada tab Sales/Purchase, isi informasi Item baru sesuai dengan petunjuk di bawah ini:

Sales Information:

  • Default Unit Price  : Pada kolom ini anda dapat mengetikkan harga jual default dari Item Service yang anda input. Harga Jual yang anda ketik pada kolom ini secara otomatis akan ditampilkan pada saat anda memilih Item service ini pada Formulir Sales Quotation, Sales Order, dan Sales Invoice. Default harga jual dari 1 Item dapat anda setting dalam 5 tingkat harga yang berbeda dengan cara mengklik tombol elipsis (tombol titik tiga) yang terdapat di ujung kolom Default Unit Price tersebut.
  • Default Discount    : Pada kolom ini anda dapat mengetikkan default diskon penjualan Item Service yang anda input. Default Diskon ini secara otomatis akan ditampilkan pada saat anda memilih Item Service ini pada Formulir Sales Quotation, Sales Order dan Sales Invoice.
  • Sales Tax Codes       : Jika Item service yang anda input merupakan Jasa Kena Pajak, maka kolom ini harus anda isi dengan kode PPN sesuai dengan daftar kode PPN yang sebelumnya harus anda buat pada Daftar Kode Pajak (List – Other – Tax Code). Pengisian kode pajak penjualan pada Form New Item ini berfungsi untuk menampilkan nilai PPN pada saat Item Service tersebut anda jual. PPN akan muncul pada Formulir Penjualan (Sales) dengan catatan Pelanggan (Customer) juga merupakan Pengusaha Kena Pajak (Customer Is Taxable).

c. Langkah Ketiga: Pengaturan GL ACCOUNTS 

Pengaturan GL Account harus dilakukan dengan benar, agar ACCURATE dapat mencatat setiap transaksi Item Service ke akun yang tepat, sehingga ACCURATE dapat menghasilkan jurnal sesuai dengan yang anda inginkan.

GL Accounts untuk Item tipe Service terdiri dari 2 Default Account yang harus anda mapping sesuai dengan dafatr akun yang anda miliki.

Berikut ini Item Default Account yang harus anda siapkan pada saat pembuatan Item dengan tipe service:

  • Sales Account                     : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun dengan tipe penjualan dengan tipe pendapatan (revenue). Akun ini berfungsi untuk mencatat aktifitas Penjualan Item Service yang anda input.
  • Sales Item Disc. Accnt    : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun diskon penjualan dengan tipe pendapatan (revenue). Akun ini berfungsi untuk mencatat jika terdapat diskon atas Service yang anda jual

Untuk mempermudah pemahaman anda tentang pengaturan Item Default Account untuk tipe service, berikut ini gambar yang menyajikan contoh pengisian Item Service Default Account di Accurate:

4. Setelah semua informasi sehubungan dengan pembuatan Item service telah selesai anda input, lik tombol OK untuk menyimpan data Item baru yang telah anda buat.

Cara Membuat Item Baru Tipe Inventory Part pada Accurate 5

Item baru tipe Inventory Part dapat anda buat dengan cara:

  1. Buka terlebih dahulu Daftar Barang dan Jasa dari menu utama Daftar – Barang dan Jasa (List – Items).
  2. Pada tampilan Daftar Barang dan Jasa klik tombol Baru (New)
  3. Pada tampilan isian Item baru (form new item), ikuti langkah-langkah berikut ini:

a. Langkah Pertama: Pengisian Tab GENERAL.

Pada tab General, isi informasi Item baru anda sesuai dengan petunjuk dibawah ini:

√ Item Type                   : Karena item baru yang ingin anda buat adalah item dengan tipe Inventory Part, maka pada kolom Item Type ini anda dapat memilih tipe Inventory Part.

Item No                       : Pada kolom ini, anda dapat mengetikkan nomor Item baru yang anda miliki. Pengetikkan nomor Item pada kolom ini dapat dilakukan max. 30 karakter.

Description               : Pada kolom ini, anda dapat mengetikkan nama Item baru yang anda miliki. Pengetikkan nama Item pada kolom ini dapat dilakukan max. 240 karakter.

Suspended                : Check box ini tidak perlu anda centang. Check box ini hanya dapat dicentang jika anda ingin menon-aktifkan Item yang anda miliki, sehingga item tersebut tidak dapat digunakan lagi dalam transaksi.

Sub Item                    : Check box ini dapat anda aktifkan, jika item baru yang anda buat merupakan Anak Item (Sub Item) dari Parent Item yang sudah anda buat selamanya.

Opening Balance:

  • Qty                    : Pada kolom ini anda dapat mengetikkan jumlah saldo kuantitas dari Item Baru yang anda miliki. Jika Item baru yang anda miliki bersaldo 0 maka kolom ini dapat anda isi dengan nilai 0.
  • Cost                  : Pada kolom ini anda dapat mengetikkan nilai harga pokok per unit dari Item Baru yang anda miliki. Kolom ini hanya dapat di isi jika Item Baru yang anda input mempunyai saldo kuantitas ≥ 1.
  • Total Value     : Secara otomatis akan menampilkan nilai total kuantitas dikali dengan harga pokok per unit barang.

Warehouse OB  : Pada kolom ini anda dapat memilih nama Gudang tempat item tersebut akan disimpan. Jika Item yang anda miliki disimpan di lebih dari satu Gudang (Multi Warehouse), maka anda dapat mencatatnya dengan cara mengklik tombol Elipsis (tombol titik tiga) yang terdapat di ujung kolom Warehouse OB ini.

Category              : Jika Item baru yang anda input

As Of                     : Kolom ini secara otomatis akan menampilkan tanggal start date database anda

Unit                       : Pada kolom ini anda dapat mengetikkan satuan dari kuantitas item yang anda input. Max pengetikan unit item 3 karakter.

b. Langkah Kedua: Pengisian Tab SALES/PURCHASE

Pada tab Sales/Purchase isi informasi item baru sesuai dengan petunjuk dibawah ini:

√ Sales Information  : 

  • Default Unit Price   : Pada kolom ini anda dapat mengetikkan harga jual default dari Item baru yang anda input. Harga jual yang anda ketik pada kolom ini secara otomatis akan ditampilkan pada saat anda memilih Item ini di formulir Sales Quotation, Sales Order, dan Sales Invoice. Default harga jual dari 1 item dapat anda setting dalam 5 tingkat harga yang berbeda dengan cara mengklik tombol ellipsis (tombol titik tiga) yang terdapat di ujung kolom Default Unit Price tersebut.
  • Default Discount      : Pada kolom ini anda dapat mengetikkan default diskon penjualan dari Item Baru yang anda input. Diskon ini secara otomatis akan ditampilkan pada saat anda memilih Item ini di formulir Sales Quotation, Sales Order, dan Sales Invoice.
  • Sales Tax Code           : Jika Item baru yang anda input tersebut merupakan Barang Kena Pajak, maka kolom ini harus anda isi dengan kode PPN sesuai dengan daftar kode PPN yang sebelumnya harus anda buat pada Daftar Kode Pajak (List – Other – Tax Code). Pengisian kode pajak penjualan pada form new item ini berfungsi untuk menampilkan nilai PPN pada saat Item baru tersebut dijual. PPN akan muncul pada formulir Penjualan (Sales) dengan catatan Pelanggan (Customer) juga merupakan Pengusaha Kena Pajak (Customer Is Taxable).

Purchase Information  :

  • Prefered Vendor     : Pada kolom ini, anda dapat menampilkan informasi nama supplier/pemasok/vendor yang merupakan pemasok utama dari Item baru yang anda input. Kolom ini dapat diisi dengan cara mengklik tombol drop down (tanda panah ke bawah) lalu pilih nama pemasok yang anda inginkan.
  • Min. Qty Reorder   : Pada kolom ini, anda dapat mengetikkan minimum jumlah item untuk pemesan kembali kepada pemasok.
  • Purch. Tax Code     : Jika Item baru yang and input tersebut mrupakan Barang Kena Pajak, maka kolom ini harus anda isi dengan kode PPN sesuai dengan daftar Kode PPN yang sebelumnya harus anda buat pada Daftar Kode Pajak (menu utama List – Other – Tax Code). Pengisian kode pajak pembelian pada form new item ini berfungsi untuk menampilkan nilai PPN pada saat item baru tersebut anda beli. PPN akan muncul pada formulir Pembelian (Purchase) dengan catatan pemasok (Vendor) item tersebut juga merupakan Pengusaha Kena Pajak (Vendor Is Taxable).

c. Langkah Ketiga: Pengaturan GL ACCOUNTS

Pengaturan GL Accounts harus dilakukan dengan benar, agar ACCURATE dapat mencatat setiap transaksi atas Item ini ke akun yang tepat, sehingga ACCURATE dapat menghasilkan jurnal sesuai dengan yang anda inginkan.

GL Accounts untuk Item Tipe Inventory Part terdiri dari 8 Default Account yang harus anda mapping sesuai dengan daftar akun yang anda miliki. Jika sebelumnya anda telah mengatur Item Default Account di Setup Preference, maka pada saat anda membuat Item baru pada Daftar Barang dan Jasa, maka tab GL Accounts dari Item baru ini secara otomatis telah terisi sesuai dengan Item Default Account yang terdapat di Setup Preference. Anda dapat menyesuaikan pengaturan Item Default Account sesuai dengan Item baru yang anda input.

Berikut item default Account yang harus anda siapkan:

  • Inventory Account (Akun Persediaan)  : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun dengan tipe persediaan. Akun ini berfungsi untuk mencatat aktifitas pembelian atau perolehan Item (Barang) yang anda input.
  • Sales Account (Akun Penjual)  : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun dengan tipe pendapatan. Akun ini berfungsi untuk mencatat aktifitas penjualan Item (Barang) yang anda input.
  • Sales Return Account (Akun Ret. Penjualan)  : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun dengan tipe pendapatan. Akun ini berfungsi untuk mencatat aktifitas retur penjualan yang dilakukan pelanggan atas Item (Barang) yang anda input.
  • Sales Disc Account (Akun Disk. Penjualan)  : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun dengan tipe pendapatan. Akun ini berfungsi untuk mencatat jika terdapat diskon atas penjualan Item (Barang) yang anda input.
  • Good In Transit (Akun Belum Tertagih)  : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun dengan tipe persediaan (Inventory). Akun ini berfungsi untuk mencatat aktifitas pengiriman barang kepada Pelanggan (Delivery Order) dimana tagihan atas pengiriman barang tersebut belum anda kirim ke Pelanggan.
  • COGS Account (Akun HPP)  : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun dengan tipe harga pokok penjualan (cost of good sold). Akun ini berfungsi untuk mencatat perhitungan harga pkok penjualan (cost of good sold) atas penjualan Item (Barang) yang anda input.
  • Akun Ret. Pembelian  : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun dengan tipe persediaan (inventory). Akun ini berfungsi untuk mencatat aktifitas retur pembelian barang kepada vendor (pemasok). Untuk pengisian akun pada kolom ini, anda disarankan menggunakan akun yang sama dengan akun yang anda isi pada kolom Inventory Account (Akun Persediaan).
  • Unbilled Goods Accnt  : Pada kolom ini, anda dapat memilih akun dengan tipe hutang lancar lainnya. Akun ini berfungsi untuk mencatat aktifitas penerimaan barang dari pemasok (vendor), dimana tagihan atas penerimaan barang tersebut belum anda terima dari pemasok (vendor).

Untuk mempermudah pemahaman anda tentang pengaturan Item Default Account untuk Item Tipe Inventory Part, berikut ini gambar yang menyajikan contoh pengisian Item Inventory Default Account di ACCURATE:

d. Langkah Keempat: Pembuatan Custom Fields

Pembuatan kolom tambahan atau custom fields dapat anda lakukan jika terdapat informasi yang harus anda tambahkan sehubungan dengan item baru yang anda input tetapi kolom untuk pencatatan informasi tersebut belum disediakan di ACCURATE, contohnya: Informasi warna item, merk, item dan informasi tambahan lainnya. Pembuatan kolom tambahan atau custom fields dapat anda lakukan pada Tab Custom Fields yang terdapat pada form isian new item tersebut.

Langkah-langkah yang dapat anda lakukan:

  1. Klik Tombol Custom pada form isian new item
  2. Klik tombol Custom Fields, kemudian ketikkan nama-nama kolom yang anda butuhkan, lalu klik Tombol OK
  3. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini:

e. Langkah Kelima: Pengaturan Commisions

Sama halnya dengan langkah keempat, pengaturan commissions (komisi) atas Item ini tidak wajib dilakukan. Anda dapat melakukan pengaturan Commisions (komisi) jika memang anda membutuhkan perhitungan komisi salesman atas penjualan barang yang terjadi di dalam perusahaan anda.

Sebelum melakukan pengaturan Commisions Item, anda disarankan untuk melakukan mengisi Daftar Batasan Komisi terlebih dahulu. Pengisian Daftar Batasan Komisi dapat anda lakukan dari menu utama Daftar – Daftar Lain – Batasan Komisi (List – Others – Commisions Range).

f. Langkah Keenam: Pengaturan Inventory Control Pada tab Invemtory Control, anda dapt menentukan apakah Item baru yang anda input menggnakan Seial Number atau tidak. Selain pengaturan nomor seri, pada tahap ini anda juga dapat menentukan apakah item baru yang anda input tersebut mempunyai tanggal kadaluarsa. Untuk memudahkan pemahaman anda, perhatikan penjelasan singkat dibawah ini:

Manage Serial Number (Pakai Nomor Seri): Jika Item baru yang anda input menggunakan Seial Number atau Batch Number, maka anda dapat input mencentang check box Manage Seial Number (Pakai Nomor Seri), sebaliknya jika item baru yang anda input tidak menggunakan Serial Number atau Batch Number, maka anda tidak perlu mencentang check box i8590.

  • Force Serial Number Selection on Transaction (Harus Memilih Nomor Seri di Transaksi): check box ini akan otomatis aktif jika anda telah mencentang check box Manage Serial Number. Anda dapat mencentang check box ini, maka setiap kali anda menginput Item ini dalam formulir transaksi, maka anda wajib untuk mengisi nomor serial atau nomor batch, jika anda tidak mengisi nomor serial/batch item tersebut pada formulir transaksi, maka ACCURATE tidak akan bisa menyimpan formulir transaksi tersebut.
  • Can Deliver Serial Number even has no stock available (Dapat Mengeluarkan Nomor Seri meskipun tidak ada stok barang): sama halnya dengan check box Force Serial Number Selection, check box ini juga secara otomatis akan aktif jika anda telah mencentang check box Manage Serial Number. Anda dapat mencentang check box ini, jika Serial Number atas Item tersebut tetap dapat dikeluarkan meskipun stock item tersebut di Gudang nol (0).

Serial Number Type (Tipe Nomor Seri): dapat anda atur sesuai dengan kebutuhan anda. Untuk tipe nomor, ACCURATE menyediakan 2 pilihan yaitu:

  • Unique Number (Nomor Unik)         : Sering disebut nomor Serial, biasa dipakai untuk barang-barang elektronik.
  • Batch Number (Nomor Produksi)    : Sering disebut nomor Batch, bisa dipakai untuk barang-barang makanan atau obat.

√ Manage Expired Date: Jika item baru yang anda input mempunyai tanggal kadaluarsa maka anda dapat mencentang check box Manage Expired Date ini, sebaliknya jika item baru yang anda input tidak mempunyai tanggal kadaluarsa, maka anda tidak perlu mencentang check box ini. Pengaturan tanggal kadaluarsa dari Item baru yang anda input dapat anda lakukan pada saat anda melakukan pencatatan pembelian item tersebut di formulir Purchase Invoice. Tanggal kadaluarsa dari item tersebut dapat anda isi pada saat anda memasukkan nomor seri (serial number) pada Formulir Purchase Invoice.

g. Tab Miscellaneous: Pada tab ini anda dapat mengetikkan keterangan singkat atau informasi singkat sehubungan dengan item baru yang anda input. Pengisian Tab Miscellaneous tidak wajib dilakukan tetapi tergantung dari kebutuhan anda.

4. Langkah terakhir Klik Tombol OK untuk menyimpan data Item baru yang telah anda buat.

 

Fitur Daftar Barang dan Jasa [List of Items] pada Accurate 5

ACCURATE Accounting Software menyediakan satu Tabel yang dapat anda gunakan untuk mencatat data Barang Dagangan dan Jasa yang anda miliki.

Tabel Daftar Barang dan Jasa menampilkan informasi nomor barang (item no), nama barang (description). jumlah barang (quantity), harga jual (unit price) dan informasi tipe barang.

Jenis item yang dapat dicatat pada Tabel Daftar Barang dan Jasa dapat dibedakan menjadi 4 tipe item yaitu:

Item dengan tipe Inventory Part. Anda dapat mencatat barang yang anda miliki dengan tipe Inventory Part (Persediaan) jika barang yang anda beli tersebut merupakan barang dagangan yang ditujukan untuk dijual kembali.

Item yang dapat dikategorikan sebagai item dengan tipe Inventory Part, adalah item yang mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  • Mempunyai informasi persediaan, yang meliputi: informasi kuantitas, cost/unit dan tempat barang disimpan dapat di telusuri.
  • Barang tersebut dibeli untuk distok (disimpan) dengan tujuan untuk dijual kembali kepada pelanggan.
  • History dari barang tersebut dapat ditelusuri.
  • Pencatatan barang tersebut mempengaruhi akun dengan tipe persediaan.
  • Jika barang tersebut dijual, maka Harga Pokok Penjualan dari barang tersebut dapat secara otomatis dihitung sesuai dengan metode perhitungan harga pokok yang anda gunakan apakah metode FIFO atau AVERAGE.

2. Item dengan tipe Non Inventory Part. Anda dapat mencatat barang yang anda miliki dengan tipe Non Inventory Part (Non-Persediaan) jika barang yang anda beli tersebut merupakan barang yang akan anda konsumsi sendiri atau dipakai sendiri.

Item yang dapat dikategorikan sebagai item dengan tipe Non Iventory Part adalah item yang mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  1. Tidak memunyai informasi persediaan karena informasi kuantitas, cost/unit item tersebut tidak tersedia.
  2. Barang tersebut dibeli untuk dipakai sendiri (langsung habis) dan tidak untuk disimpan (di stock).
  3. History dari barang tersebut tidak dapat ditelusuri.
  4. Karena barang tersebut dibeli untuk langsung dipakai, maka pencatatan Pembelian barang tersebut akan mempengaruhi akun beban (expense).
  5. Jika barang tersebut dijual, maka Harga Pokok Penjualan dari barang dengan tipe non persediaan tidak dapat dihitung secara otomatis.

3. Item dengan tipe Service. Tipe Item Service khusus digunakan untuk mencatat jenis jasa yang anda jual kepada pelanggan anda. Pencatatan Item Service secara otomatis akan mempengaruhi akun revenue secara yang anda miliki.

4. Item dengan tipe Grouping. Tipe Grouping khusus digunakan untuk mencatat jenis item persediaan yang akan anda jual secara Paket atau secara Group.

Tabel Daftar Barang dan Jasa dapat anda buka dari menu utama List – Items – [Daftar – Barang dan Jasa]. Tampilan Tabel Daftar Barang dan Jasa dibagi dalam 3 kelompok, berikut penjelasannya:

1. Kelompok Tombol Menu. Tombol Menu pada Tabel Daftar Barang dan Jasa terdiri dari tombol-tombol:

a. Tombol New          : Tombol ini berfungsi untuk membuat Item Baru.

b. Tombol Edit          : Tombol ini berfungsi untuk mengedit data Item.

c. Tombol Delete      : Tombol ini berfungsi untuk menghapus data Item

d. Tombol Filter       : Tombol ini berfungsi untuk menampilkan kolom Filter yang terdapat di sebelah kiri Daftar Barang dan Jasa. Dengan filter anda dapat menampilkan hanya Item yang anda inginkan saja pada Daftar Barang dan Jasa. Filter Daftar Barang dan Jasa dapat dilakukan berdasarkan:

  • Item Type         : Filter berdasarkan tipe barang dan jasa. Terdapat empat pilihan tipe barang: Inventory Part, Non Inventory Part, Grouping dan Service.
  • Suspended       : Filter berdasarkan status aktif atau tidaknya Item. Terdapat tiga pilihan:

A. Yes  : Hanya menampilkan item yang tidak aktif atau item yang suspended saja pada Daftar Barng dan Jasa.

B. No   : Hanya menampilkan item yang tidak aktif atau item yang tidak suspended saja pada Daftar Barang dan Jasa.

C. All    : Menampilkan semua Item, baik yang aktif (tidak suspended) maupun yang tidak aktif (suspended) pada Daftar Barng dan Jasa.

  • Do Not Show Zero Qty Except Parent Item  : Jika option ini anda centang, maka Daftar Barang dan Jasa tidak akan menampilkan informasi data Item tipe inventory part yang saldo kuantitasnya nol (0).

e. Tombol Refresh  : Tombol ini berfungsi untuk memperbarui/mengupdate tampilan Daftar Item sesuai dengan penginputan data yang terakhir dilakukan.

f. Tombol Print       : Tombol ini berfungsi untuk mencetak tampilan Daftar Barang dan Jasa di layar monitor komputer anda, senelum dicetak di atas kertas.

g. Kolom Find Item : Kolom ini mempermudah anda untuk melakukan pencarian item yang anda inginkan pada Daftar Barang dan Jasa. Pencarian cepat dapat anda lakukan hanya dengan mengetikkkan nomor item yang anda inginkan pada field <Item No> atau dapat juga dilakukan dengan mengetikkan nama item yang anda inginkan pada field <Item Description>.

2. Kelompok Detail Tabel, menampilkan kolom – kolom yang menyajikan informasi dari Barang dan Jasa yang anda miliki. Kolom – kolom tersebut terdiri dari:

a. Item No             : Kolom ini menampilkan informasi nomor Item yang anda miliki.

b. Description     : Kolom ini menampilkan informasi nama Item yang anda miliki.

c. Quantity           : Kolom ini menampilkan informasi saldo kuantitas item yang anda miliki per tanggal sistem komputer anda. Kolom Quantity ini hanya menampilkan informasi saldo kuantitas dari item dengan tipe inventory part.

d.  Unit Cost      : Kolom ini menampilkan informasi default harga jual dari Item yang anda miliki.

e. Type                   : Kolom ini menampilkan informasi tipe item yang anda miliki.

3. Klik Mouse Kanan pada Daftar Barang dan Jasa. Beberapa aktifitas yang dapat dilakukan dengan klik Mouse Kanan antara lain:

a. New                            : Klik Mouse Kanan lalu pilih New, berfungsi untuk membuat Item baru pada Daftar Barang dan Jasa.

b. Edit                            : Klik Mouse Kanan lalu pilih Edit mempunyai fungsi yang sama dengan jika anda mengklik tombol menu Edit pada Daftar Barang dan Jasa, yaitu berfungsi untuk mengedit atau mengubah data Item yang terdapat pada Daftar Barang dan Jasa.

c. Delete                        : Klik mouse Kanan lalu pilih Delete mempunyai fungsi yang sama dengan jka anda mengklik tombol menu Delete Barang dan Jasa, yaitu berfungsi untuk menghapus data Item yang terdapat pada Daftar Barang dan Jasa.

d. Filter                          : Klik Mouse Kanan lalu pilih Filter mempunyai fungsi yang sama dengan jika anda mengklik tombol menu Filter pada Daftar Barang dan Jasa yaitu berfungsi untuk menampilkan kolom Filter di sebelah kiri Daftar Barang dan Jasa.

e. Sort by                       : Klik Mouse Kanan lalu pilih Sort by berfungsi untuk mengurutkan tampilan Item pada Daftar Barng dan Jasa sesuai dengan judul kolom yang terdapat pada daftar tersebut.

f. Refresh F5                : Klik Mouse Kanan lalu pilih Refresh (F5) mempunyai fungsi yang sama dengan jika anda mengklik tombol menu Refresh pada Daftar Barang dan Jasa yaitu berfungsi untuk memperbarui/mengupdate tampilan Daftar Barang dan Jasa sesuai dengan penginputan data item yang terakhir anda lakukan.

g. Adjust Quantity     : Klik Mouse Kanan lalu pilih Adjust Quantity pada baris Item yang tersorot, berfungsi untuk melakukan penyesuaian kuantitas dari Item yang tesorot, secara otomatis ACCURATE akan membuka aktifitas Penyesuaian Persediaan (Inventory Adjustment) yang baru, pada formulir Penyesuaian Persediaan (Inventory Adjustment) tersebut anda dapat dapat menyesuaikan kuantitas dari barang yang anda inginkan.

h. Item History          : Klik Mouse Kanan lalu pilih Item History pada baris Item yang tersorot, berfungsi untuk membuka history transaksi dari item tersebut. Hiatory suatu Item hanya tersedia untuk item dengan tipe Inventory Part. Dengan adanya history Item, anda dapat menelusuri history transaksi yang berhubungan dengan suatu item (tipe inventory part).

j. Warehouse             : Klik Mouse Kanan lalu pilih Warehouse pada baris Item yang tersorot, berfungsi untuk melihat jumlah kuantitas dari Item tersorot per Gudang yang anda miliki.

 

Fitur Warehouse [Gudang] pada Accurate 5

Menu create Warehouse akan aktif jika anda mengaktifkan Feature (Multi Warehouse) di menu Setup Preference. Saat membuat data gudang ACCURATE secara default sudah menyediakan satu gudang default dengan nama CENTRE.

Cara Membuat Warehouse Baru

Untuk membuat daftar Gudang dapat anda lakukan dengan cara:

1. Klik menu utama List- Inventory – Warehouses

2. Pada tabel daftar warehouse, klik tombol New (Baru)

3. Pada form New Warehouse, isi informasi berikut ini:

  • Warehouse Name    : Pada kolom ini anda dapat mengisi nama Gudang sesuai dengan nama Gudang tersebut.
  • Description                : Pada kolom ini anda dapat mengisi keterangan singkat tentang Gudang tersebut.
  • Address                       : Pada kolom ini anda dapat mengisi informasi alamat tempat Gudang anda berapa.
  • Person In Charge    : Pada kolom ini anda dapat mengisi informasi nama orang yang bertanggung jawab.

4. Klik tombol OK untuk menutup dan menyimpan data Warehouse baru yang telah anda buat atau klik tombol NEXT untuk membuat data Warehouse baru berikutnya.

Cara Menghapus Data Warehouse

Data warehouse (gudang) yang telah anda buat dapat anda hapus dari tabel daftar Warehouse (Gudang) dengan cara:

  1. Buka tabel daftar Warehouse (Gudang) dengan cara klik menu utama Explorer – Inventory – Warehouse;
  2. Sorot nama Warehouse (Gudang) yang ingin anda hapus, kemudian klik tombol Delete (Hapus) atau klik mouse kanan lalu pilih Delete (Hapus).

Cara Mengubah (Mengedit) Data Warehouse

Data warehouse (gudang) yang telah anda buat dapat anda ubah (edit) dari tabel daftar Warehouse (Gudang) dengan cara:

  1. Buka tabel daftar Warehouse (Gudang) dengan cara klik menu utama Explorer – Inventory – Warehouse;
  2. Sorot nama Warehouse (Gudang) yang ingin anda ubah, kemudian klik tombol Edit (Ubah) atau klik mouse kanan lalu pilih Edit (Ubah).

Untuk video tutorialnya dibawah ini ya…….

Error saat impor data di Accurate / RENE

Error ‘Call was Rejected by Callee’ saat impor data di Accurate / RENE

Pada saat Impor Data dari file Excel melalui Accurate ataupun RENE, dan tampil pesan error “Call was rejected by callee” seperti pada gambar terlampir :

 

Lakukan langkah-langkah berikut ini sebelum meneruskan proses impor data :

  1. Pada windows komputer anda, buka Control Panel | Programs | Default Programs | Set Default Programs
  2. Kemudian pilih “Microsoft Excel” (baik itu 2003 ataupun 2016, tergantung excel yang digunakan) kemudian pilih Set this program as default | OK.
  3. Jika masih tampil notifikasi error yang sama kemungkinan lainnya yaitu aplikasi excel yang digunakan belum diaktivasi dan atau perlu dilakukan install ulang aplikasi excel yang digunakan (sumber dari : https://stackoverflow.com/questions/20514548/how-to-solve-exceptioncall-was-rejected-by-callee-exception-from-hresult-0x8)

*available for Accurate 5 & RENE 2

Retur Penjualan / Pembelian untuk Faktur Saldo Awal

Retur Penjualan / Pembelian untuk Faktur Saldo Awal

Berikut ini adalah penjelasan untuk melakukan retur atas transaksi Penjualan dan Pembelian dari Faktur Saldo Awal :

A. RETUR PENJUALAN
Illustrasi : Nilai Faktur Penjualan saldo awal yaitu sebesar Rp 10.000.000 dilakukan retur di Accurate, dengan nilai persediaan sebesar Rp 5.000.000. Jurnal retur penjualan yang seharusnya terjurnal adalah sebagai berikut :

(Dr) Retur Penjualan  Rp 10.000.000

(Cr) Piutang Rp 10.000.0000

(Dr) Persediaan Rp 5.000.000

(Cr) Harga Pokok Penjualan Rp 5.000.000

Dikarenakan yang dilakukan retur adalah transaksi faktur saldo awal, maka saat anda melakukan retur atas nomor faktur penjualan tersebut, jurnal yang terbentuk adalah sbb :

(Dr) Opening Balance Equity Rp 10.000.000

(Cr) Piutang Rp 10.000.000

 

Berikut tahapan-tahapan yang perlu dilakukan untuk melakukan retur penjualan sehingga jurnal yang terbentuk sesuai :

Tahap 1 : Membuat Retur Penjualan atas Faktur Penjualan Saldo Awal seperti biasa, namun pada saat memilih nama barang yang tampil hanya ‘Item Opening Balance Equity’. Pilih item tersebut dan simpan. Jurnal yang terbentuk adalah :

Tahap 2 : Melakukan Jurnal balik nilai Opening Balance Equity yang timbul akibat transaksi pada tahap 1 melalui formulir Journal Voucher (Bukti Jurnal Umum). Pemilihan lawan akun dari Opening Balance Equity bergantung dengan tanggal transaksi dari faktur dan retur penjualannya.

Jika Faktur Penjualan saldo awal yang di retur merupakan transaksi tahun berjalan, yaitu tanggal faktur penjualan dengan retur penjualan dalam 1 periode akuntansi yang sama (misalnya Faktur Penjualan tertanggal Januari 2018 dan Retur penjualan di Februari 2018), maka lakukan jurnal balik atas transaksi tersebut untuk menimbulkan nilai Retur Penjualan-nya melalui Journal Voucher yaitu :

Sedangkan jika transaksi faktur penjualan tidak berada dalam 1 periode akuntansi yang sama dengan transaksi retur-nya (misalnya tanggal faktur adalah Desember 2017 dan retur penjualan adalah Januari 2018), maka lakukan jurnal balik akun Opening Balance Equity dilawankan dengan akun Laba Ditahan/Retained Earnings, yaitu :

Tahap 3 : Membuat Transaksi Penyesuaian Persediaan untuk menambahkan stok persediaan yang diretur. Untuk nilai persediaan yang diinput adalah senilai harga pokok dari barang yang bersangkutan, untuk panduannya bisa klik disini

Untuk pemilihan akun penyesuaian persediaan-nya juga bergantung dengan tanggal transaksi dari faktur penjualan dan retur penjualan. Jika kedua transaksi tersebut berada dalam satu periode akuntansi yang sama, maka pilih akun HPP dari barang yang bersangkutan, sehingga jurnal yang terbentuk adalah sebagai berikut ini :

 

Sedangkan jika berada dalam periode akuntansi yang berbeda, pilih dengan akun Laba Ditahan/Retained Earnings, maka jurnal yang terbentuk adalah :

 

B. RETUR PEMBELIAN
Jurnal retur pembelian pada Accurate akan terbentuk seperti pada klik disini. Dan agar transaksi Retur Pembelian  atas Invoice Saldo Awal bisa sesuai, anda perlu melakukan 3 tahapan berikut ini :

Tahap 1 : Membuat Retur Pembelian seperti biasa dan saat memilih nama barang-nya akan tampil Item Opening Balance. Pilih item tersebut dan simpan.

 

Tahap 2 : Membuat Penyesuaian Persediaan untuk mengeluarkan barang persediaan yang akan diretur ke Pemasok. Penyesuaian Persediaan yang dibuat adalah mengurangi nilai kuantitas barang di stock Accurate, untuk panduannya klik disini. Akun penyesuaian yang dipilih adalah akun Opening Balance Equity.

Dikarenakan retur pembelian merupakan transaksi mengeluarkan barang, maka dalam penentuan nilai persediaan-nya, sesuai dengan metode persediaan yang digunakan pada database tersebut, yaitu apakah sesuai FIFO atau Avarage. Dan hal ini bisa menyebabkan perbedaan nilai antara nilai retur pembelian (nilai hutang-nya) dengan nilai persediaan yang dikeluarkan. Selisih atas kedua nilai tersebut akan dimasukan ke akun HPP. Atas selisih nilai tersebut, anda perlu melakukan penyesuaian seperti yang akan dijelaskan pada tahap 3.

Tahap 3 : Melakukan jurnal penyesuaian melalui Bukti Jurnal Umum (Journal Voucher) atas selisih nilai hutang (retur pembelian) dengan nilai persediaan yang diretur. Pada illustrasi di contoh ini, terdapat selisih nilai antara nilai retur pembelian (nilai hutang-nya) dengan nilai persediaannya yaitu sebesar Rp 400.000. Selisih nilai terdapat pada akun Opening Balance Equity. Maka jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut.

 

Perubahan Aktiva Tetap Tanpa Mengubah Laporan Sebelumnya

Perubahan Aktiva Tetap Tanpa Mengubah Laporan Sebelumnya

 

Kasus :
Ada 4 Kendaraan Mobil Taruna dibeli pada tanggal 01/01/2017 dan dipakai pada tanggal 01/01/2017 dengan nilai perolehan langsung dijadikan satu sebesar Rp 400.000.000,00. Dicatat di Accurate sebagai 1 Fixed Asset yaitu Mobil Taruna. Pada tahun 2018, ada kebijakan dari perusahaan untuk memisahkan pencatatan aset dari aset Mobil Taruna tersebut, yaitu menjadi Mobil Taruna A, B, C dan D. Namun atas kebijakan tersebut, perusahaan tidak ingin berdampak pada Laporan tahun sebelumnya yaitu tahun 2017 (tanpa mengubah penginputan sebelumnya).

Untuk kasus diatas, terdapat 2 (dua) tahapan yang perlu dilakukan di Accurate yaitu :

TAHAP 1 : Disposed aset tetap yang akan diubah

1. Lakukan disposed Aset tetap dari menu List (Daftar) | Fixed Asset (Aktiva Tetap) | Fixed Asset List (Daftar Aktiva Tetap) dan pilih Aktiva yang dimaksud lalu klik 2x dan klik pilihan Disposed (Dihentikan).

 

2. Pada kasus ini, aset tetap telah disusutkan selama 12 bulan dan jurnal yang terbentuk setelah dilakukan disposed bisa dilihat dari menu List (Daftar)| General Ledger (Buku Besar) | Account History (Histori Buku Besar), lalu centang untuk Type Fixed Assets (Disposed) saja, maka akan tampil jurnal sebagai berikut :

TAHAP 2 : Mencatat ulang aset tetap dengan Sisa Nilai Buku dan Sisa Masa Manfaat

Nilai Buku per tanggal perubahan yaitu 1 Januari 2018 dari 4 aset tetap tersebut adalah sebesar Rp 360.000.000,00, yaitu seperti yang ter-jurnal pada akun Laba/Rugi Penghentian Aktiva Tetap. Dan nilai ini yang akan dijadikan nilai aset tetap saat dilakukan pencatatan untuk masing-masing aset tetap per tanggal 1 januari 2018. Dimana per aset memiliki nilai bukua sebesar Rp 90.000.000,00/unit (Rp 360.000.000,00 / 4 Unit)

Sedangkan masa manfaat-nya  atau umur ekonomis-nya yang tersisa di 1 Januari 2018 adalah 9 tahun, karena telah disusutkan selama 12 bulan yaitu dari Januari s/d Desember 2017.

Sehingga pada pencatatan ulang Aset Tetap-nya bisa diisikan dengan masa manfaat 9 tahun yaitu dengan Tanggal beli (Purchase Date) dan Tanggal Penggunaan (Usage Date) adalah per tanggal pengubahannya yaitu 1 Januari 2018 dan Nilai Aset Tetap (Pengeluaran/expenditure) sebesar Rp 90.000.000 dengan memilih akun Laba/Rugi Penghentian Aktiva Tetap.

 

Menampilkan Nama Pelanggan pada transaksi Take Away di RENE Resto

Menampilkan Nama Pelanggan pada transaksi Take Away di RENE Resto

 

Pada RENE Resto, ada fitur untuk melakukan transaksi “Take Away” dan memerlukan untuk mengisi nama Pelanggan yang memesan, berikut tampilannya :

 

 

 

Dan jika anda ingin menampikan Nama Pelanggan yang memesan tersebut pada struk pesanan ataupun struk pembayaran, maka bisa lakukan langkah-langkah berikut ini :

1. Buka RENE Administration kemudian masuk ke menu Desain | Cetak Struk | pilih “Desain” pada struk pembayaran, atau pada struk pesanan | pilih “Text Object” dan letakkan di posisi yang diinginkan, misal disebelah “No. Meja”.

 

2. Masukkan script berikut : [IIF(<Hold Description>=”,<Customer Name>,<Hold Description>)]

 

 

3. Tutup dan simpan desainnya. Untuk hasil cetaknya adalah seperti berikut :

Cara Mencatat Penerimaan Pelanggan di Sales Receipt pada Accurate 5

1. Sales Receipt for Sales Invoice

Pencatatan aktifitas penerimaan pembayaran Faktur Penjualan (Sales Invoice) terutang dari pelanggan dapat dilakukan dengan cara:

  • Buka Formulir Sales Receipt dari menu utama Activities – Sales – Sales Receipt (Aktifitas – Penjualan – Penerimaan Penjualan).
  • Isi formulir Sales Receipt dengan mengikuti petunjuk pada gambar berikut ini:
  • Setelah semua informasi pada formulir Sales Receipt selesai anda input, klik tombol Save and Close untuk menyimpan penginputan yang telah anda lakukan sekaligus untuk menutup tampilan Formulir Sales Receipt.

2. Sales Receipt With Discount

Pada saat pembayaran invoice, terkadang ada discount tambahan selain discount yang berasal dari invoice, misal discount yang berasal dari Syarat Pembayaran (Terms) 2/10,n30. Untuk memasukkan discount ini, berikut langkah-langkahnya:

  • Buka form Sales Receipt dari menu Activities [Aktifitas] – Sales [Penjualan] – Sales Receipt [Penerimaan Pelanggan] atau dari menu Explorer – Sales.
  • Pilih Customer dan isi semua field yang dibutuhkan seperti form no, tanggal, bank, no cek dan tanggal cek serta memo.
  • Centang invoice yang ingin dilunasi pada kolom Pay, atau isikan jumlah yang dibayarkan pada kolom Payment Amount.
  • Kemudian klik kanan pada baris invoice yang akan di discount, lalu klik Discount/Write off – Info. Setelah itu akan muncul window Discount Information.
  • Isikan jumlah discount pada field Discount Amount, kemudia pilih Discount Account dengan mengklik tombol drop down, dan isikan Department jika ada. Discount ini dapat diisikan lebih dari sekali dengan mengklik tombol (+) sedangkan tombol (–) untuk menghapus discount yang sudah diinput.
  • Setelah semua data terisi dengan lengkap, jangan lupa untuk mengklik tombol Recalc untuk memastikan jumlah pembayaran benar.
  • Lalu klik Save & New atau Save & Close.

3. Sales Receipt With Late Charge

Transaksi ini merupakan kabalikan dari transaksi sebelumnya. Pada transaksi ini, Customer dikenai denda atas keterlambatan pembayaran atau hal-hal lain. Berikut langkah pengerjaannya:

  • Aktifitas ini sama caranya dengan Sales Receipt with discount yaitu melalui klik kanan Discount / Write – off info.
  • Tetapi angka yang dimasukkan pada field Discount Amount diberi tanda MINUS (-) sehingga perlakuannya menjadi kebalikan dengan Discount. Dan untuk Discount  Account biasanya diisikan dengan akun tipe Pendapatan.

4. Sales Receipt For Fiscal (PPN)

Pembayaran Pajak khusus untuk Customer dengan mata uang asing (Foreign Currency) biasanya dilakukan secara terpisah, karena Pajaknya langsung dihitung dalam Base Currency (Rupiah). Untuk melakukan aktifitas ini, caranya hampir sama dengan CR for SI, yaitu:

  • Buka form Sales Receipt, kemudian pilih Customer, lalu lengkapi semua field yang dibutuhkan.
  • Sebelum mencentang invoice yang mau dibayar, aktifkan dulu (centang) option box Fiscal Payment yang terletak di sebelah kanan atas. Kemudian centang kolom Pay pada barisInvoice yang terkena pajak. Maka terlihat pada kolom Payment Amount nilai dari Pajak Invoice yang akan dibayarkan.
  • Setelah semua data di isi dengan lengkap, klik tombol Recalc lalu Save form tersebut.

5. Sales Receipt With Other Foreign Bank Currency

Pada saat penerimaan pembayaran invoice dari pelanggan tidak terbatas pada jenis dari mata uang, Invoice yang menggunakan Foreign Currency dapat di bayar menggunakan Base Currency dan begituoun sebaliknya. Berikut langkah-langkah pembuatannya:

  • Buka form Sales Receipt, kemudian pilih Customer, isi No form & tanggal.
  • Pilih Bank yang menerima pembayaran tersebut. Jika customernya menggunakan Foreign Currency, dapat juga memilih Bank Base Currency (Rupiah) atau sebaliknya. Invoice dengan Rupiah dibayar dengan mata uang asing.
  • Kemudian isikan Rate nya sesuai dengan kurs transaksi, dan lengkapi no serta tanggal cek. Lalu centang invoice yang mau dibayar.
  • Setelah semua terisi dengan benar, klik tombol Recalc, lalu akan terlihat pada field Cheque Amount jumlah yang akan dibayarkan dan pada field Equiv. Amount jumlah dalam mata uang asing.
  • Lalu klik tombol Save & Close atau Save & New untuk menyimpan form tersebut.

6. Sales Receipt With Overpay

Terkadang pada penerimaan pembayaran dari pelanggan bisa terjadi ada kelebihan bayar. Jumlah uang yang diterima lebih banyak dari nilai invoice yang mau dibayar. Apabila terjadi seperti itu, ACCURATE tetap dapat menyimpan kelebihan bayar tersebut untuk bisa digunakan pada transaksi berikutnya. Berikut langkah-langkah penggunaan overpay:

  • Buka form Sales Receipt, kemudian pilih Customer, isi No form & tanggal.
  • Apabila pada Customer ada Overpay, maka akan terlihat jumlahnya pada field Existing Credits. Dibawah field tersebut ada option box Apply from Credit, centang box untuk menggunakan Existing Credit tsb.
  • Setelah box Apply from Credit dicentang, akan muncul option box Return Overpay. Box ini berfungsi untuk mengembalikan kelebihan bayar tersebut kepad Customer yang bersangkutan. Tetapi apabila Overpay ini ingin digunakan untuk membayar invoice lainnya, maka option box Raeturn Overpay jangan dicentang.
  • Kemudian pilih invoice yang ingin dilunasi. Setelah semua data sudah terisi dengan lengkap, Save form tersebut.